
⚛⚛⚛🏵 MUTIARA HIKMAH 🏵⚛⚛⚛
ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MENINGGAL KAN KITA
"Mungkin kita pernah berada pada posisi di mana kita meras putus asa dengan apa yang kita lakukan. Tapi yakinlah sahabat, bahwa Allah lebih dekat dengan urat lehermu. Ia tahu bagaimana engkau telah berusaha. Sungguh Allah tidak akan pernah meninggalkan engkau seorang diri."
___ Quotes of the day___
@@@@@@@@@@🏵@@@@@@@@@@
Di Mobil Andi..
Andi yang di jemput oleh Benny sudah mulai melajukan mobilnya menuju Mansionnya.
Di dalam perjalanannya..
"Gimana keadaan kantor Ben?" tanya Andi
"Semuanya baik bro"
"Syukurlah, oh iya apakah kasus Mirna sudah tuntas?"
"Sudah bro, dan Agus sudah bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya"
"Bagus!, kalau bisa pantau terus Agus, karena gue punya pirasat dia akan berbuat jahat lagi pada Mirna"
"Oke!, tapi ngomong-ngomong, kenapa Lo masih peduli dengan wanita itu?, padahal ia hampir melakukan perbuatan yang bisa saja karena itu rumah tangga Lo hancurkan?" tanya Benny yang sedikit penasaran. " Jangan bilang Lo masih cinta lagi sama dia?" Tanyanya lagi.
" Sembarangan, pokoknya sejak bini gue masuk ke dalam kehidupan gue, cinta gue udah mentok sama dia bro, dan kenapa gue peduli sama minul, itu semata-mata hanya sebagai tanda terima kasih saja karena dia pernah nolongin gue dulu" jelas Andi, membuat Benny manggut-manggut kepalanya.
"Oh, gue pikir.."
"Pikir apa?, makanya otak Lo jangan ngeres aja!" Hardik Andi, dan di saat bersamaan mobil mereka memasuki gerbang Mansionnya Andi.
Andi mengerenyit saat melihat sebuah mobil Mercedes Benz berwarna silver terparkir di halaman Mansionnya.
"Mobil siapa ini?" tanyanya pada penjaga gerbang Mansionnya di saat ia baru turun dari mobilnya.
"Katanya saudara sepupu Nyonya, tuan" jawab penjaga gerbang.
__ADS_1
"Oh, laki-laki apa perempuan?" tanya Andi lagi.
"Laki-laki tuan muda" mendengar kata laki-laki, Andi langsung melangkah masuk, tanpa berkata apapun pada penjaga gerbang tadi. wajahnya langsung berubah, karena bayangannya karena bayangannya Nadziha akan menunjukkan wajah cantiknya, hingga ia berjalan sangat cepat memasuki Mansionnya.
Sesampainya di dalam wajahnya semakin nampak kesal saat melihat laki-laki itu sedang tertawa bahagia bersama istrinya.
"Siapa laki-laki ini?" tanya Andi dingin.
"Eh, mas Andi sudah pulang?, kok nggak salam dulu mas?" tanya Nadziha lembut, sembari ia berdiri menyambut Andi dengan mengulurkan tangannya bermaksud ingin menyalaminya.
"Aku tanya siapa laki-laki ini?!" Tanya Andi yang tatapannya sangat tajam pada pria yang sedang di duduk di sofanya, tanpa menghiraukan tangan Istrinya yang sedang mengulur padanya.
Melihat tatapan Andi yang tampak marah, pria tersebut langsung berdiri lalu ia pun mengulurkan tangannya seraya " Perkenalkan bang, saya Jerryko, sepupunya Nadziha, dan saya kesini karena waktu kalian menikah tidak sempat datang karena saya sedang berada di Kairo " Jelas pria itu sembari memperkenalkan dirinya.
"Kairo?, berati kalian pernah tinggal bersama?" tanya Andi dingin.
"Iya bang, karena sekolah Nadziha sangat dekat dengan rumah orang tua saya, makanya orang tua saya tidak mengizinkan ia kost di luar" jelas pria yang bernama Jerryko itu lagi.
Nadziha yang melihat sikap Andi yang tak biasa itu merasa heran, " Mas kamu kenapa sih baru pulang kok seperti marah gitu?" tanyanya penasaran.
"Owh.. jadi apakah sudah selesai reuniannya?" tanya Andi pada Jerryko, mengabaikan pertanyaan Nadziha.
"Maksudnya, saya baru pulang dari luar kota dan Ingin berdua saja sama istri saya!, jadi bisakah anda tinggalkan kami?!"
"Mas!!" Seru Nadziha setelah mendengar perkataan Suaminya yang secara langsung mengusir Jerryko.
"Owh, baiklah, saya paham kalau begitu saya permisi bang" kata Jerryko sembari mengulurkan tangannya bermaksud untuk menyalamkan Andi, Namun Andi malah menarik Nadziha menuju anak tangga, yang sudah pasti ia ingin membawanya ke kamar mereka.
Sementara Jerryko yang melihat kelakuan Andi hanya menggelengkan kepalanya.
"Maa syaa Allah, Rezki kak Ziha dapat suami pencemburu yaa " batin Jerryko, sambil tersenyum tipis. kemudian ia pun melangkah pergi menuju pintu keluar Mansionnya Andi.
____
Sementara Andi yang tadi menarik tangan Nadziha.
"Mas, kamu kenapa sih?!" tanya Nadziha saat mereka sudah di dalam kamar mereka, Sambil juga ia membuka cadarnya.
"Kamu yang kenapa saat suami tidak ada kamu menerima seorang laki-laki?! " Sekali lagi Andi mengabaikan pertanyaan Nadziha, justru ia yang kembali bertanya, dengan mimik wajah yang nampak marah.
__ADS_1
"Kenapa, salahkah mas?"
"Tentu saja salah Nad!" kata Andi dengan nada suara semakin tinggi.
Nadziha tersenyum melihat suaminya yang marah-marah nggak jelas, sedang Andi malah heran melihat Nadziha Tersenyum.
"Kenapa kamu tersenyum ?!" tanya Andi yang masih ketus.
"Nggak papa, Cuma senang aja" jawab Nadziha yang masih tersenyum-senyum Melihat suaminya yang masih terlihat marah.
"Senang?, aku sedang marah kamu senang?!" tanya Andi semakin bingung tingkah Istrinya, yang melihat dirinya dengan mata yang berbinar dengan senyum yang tak pernah lekat dari bibir merah meronanya.
"Senang dong mas, siapa juga yang tidak senang di cemburui sama suami hayo?"
"Eh, Cemburu?, siapa yang cemburu?!" tanya Andi balik lalu ia beralih dengan berpura-pura membuka jaket kulit hitamnya yang tadi tidak sempat ia buka
"Hmm, ngaku aja deh mas, kalau mas lagi terbakar cemburu kan?" tanya Nadziha dengan Alis ia naik-turunkan dan dengan kedua tangan ia lipat di bawah dadanya.
"Eh, nggak kok, itu perasaan kamu kali" kata Andi yang terlihat jelas wajahnya sedikit memerah karena malu, dan ia kembali berpura-pura membuka dasinya.
Melihat suaminya yang sudah berubah, membuat Nadziha semakin gemas melihat suaminya, dan ia pun menghampiri Andi, kemudian ia membantu Andi membukakan Dasinya dengan mata terfokus pada Dasi dengan bibir terkatup tanpa bicara, sedangkan Andi hanya terdiam sembari memperhatikan wajah cantik Istrinya yang berjarak sangat dekat sekali, dan tetap dadanya akan memburu bila ia sedang meresapi kecantikan Nadziha
Setelah dasi terbuka ia langsung melingkari tangannya ke leher Andi, lalu ia memberikan kecupan singkat pada bibir Andi, membuat Andi yang tadi terbakar Api cemburu, langsung redup. dan bahkan ia langsung melingkari tangan ke pinggang istrinya, dengan tatapan mata masih tertuju pada bibir Nadziha, sepertinya ia berharap lagi Nadziha mau menempelkan lagi ke bibirnya.
Nadziha Tersenyum lembut.
"Mas, Jerryko itu dia Adik ku mas, Ayah Jerryko dan Abi Ziha saudara sekandung, jadi Jerry adalah mahram bagiku mas, makanya aku menerimanya, saat ia datang tadi, tapi kamu tidak usah khawatir, aku itu tidak akan menerima tamu laki-laki terkecuali dia mahramku kok mas " Jelas Nadziha dengan lembut dengan posisi sama yang tangannya masih melingkar pada leher suaminya. " Apa mas percaya sekarang pada Ziha?" tanyanya lagi.
"Iya sayang mas percaya sama kamu " kata Andi yang kemudian ia mulai meraih bibir Nadziha yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya, dan saat ia sedang meresapi bibir itu tiba-tiba Nadziha mendorong tubuh Andi dengan kuat dan..
"Hueeek!, Uheeekk!!"
**********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
Bila semakin banyak LIKE, VOTE DAN KOMENTAR, Dalam waktu dekat Author akan kembali Update lagi loh 😉
maka, ayo dukung Author dengan Semangat ya, maka Author juga akan Semangat Update lagi Ok 😉🙏
__ADS_1