CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
AKU SAYANG KAMU SYIFA.


__ADS_3

"Astaghfirullah..!!" dengan cepat Wira menghampiri Asyifa, lalu mengangkat kepalanya.. tetapi Asyifa seperti menghalangi.


"Biar aku lihat Ara..bukalah hijab mu.." Wira yang begitu cemas langsung ingin membuka hijab Asyifa..


"Tidak akhy! Ini Aurat. Ana mohon jangan!!." ujar Asyifa sambil menahan tangan Wira..


"Asyifa Az-Zahra.. dengar baik-baik.. Aku Wiraxsana Andara, Sudah mengijab kamu empat hari yang lalu jadi kita adalah pasangan suami istri yang sah, jadi sebagai suami mu aku sudah punya hak atas dirimu kamu mengerti sekarang..?!" Ujar Wira penuh dengan penekanan karena panik kesal bercampur jadi satu, dan ia langsung tersadar tatkala melihat wajah istrinya yang tertunduk seperti ketakut dan seperti hendak menangis..


"Astaghfirullah.. maaf Ara..maaf aku panik karena suara benturan mu sangat keras..


Jadi aku mohon biarkan aku melihatnya yaa?" Kini ucapan Wira menjadi lembut, sembari ia menghapus air mata Asyifa yang telah mengalir, karena ucapan sang suami menjadi lembut Asyifa pun akhirnya mengangguk pasrah.


Setelah mendapatkan izin dari sang istri, Wira pun membuka perlahan hijab Asyifa yang panjang, saat hijab telah terbuka Wira jadi terkesima melihat kulit leher Asyifa yang begitu putih, Rambut yang begitu hitam, panjang sedikit bergelombang, jadi terlihat sempurna kecantikan Asyifa di mata Wiraxsana..


"Maa syaa Allah,.. segala Fuji bagimu ya Allah yang telah menciptakan ke indahan yang sempurna, dan aku bersyukur karena. menjadi orang yang terpercaya untuk memilikinya" _Batin Wiraxsana


karena melihat Wira terdiam hanya memandangi dirinya, Asyifa pun memberanikan diri memanggil suaminya..


"K.kak..a.ada..apa? tanya Asiyfa gugup karena canggung di lihati terus oleh suaminya.


"Eh.. maaf.." Wira tersentak dari lamunannya


"sini aku lihat yaa.." ucapnya lagi setelah ia menguasai dirinya lagi, lalu dengan perlahan, ia meriksa bagian kepala Asyifa yang ternyata sedikit benjol akibat benturan tadi.


"Ya Allah.. kepala mu benjol Ara, sepertinya harus di kompres, atau aku panggil dokter ya?" ujar Wira cemas..


" Tidak kak, jangan panggil dokter, cukup di kompres saja kak" bales Asyifa dengan suara pelan.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu, sebentar aku perbaiki tidur mu dulu.." ucap Wira lagi sambil mengangkat tubuh Asyifa untuk di perbaiki posisi tidurnya.dan ia juga menaruh bantal di kaki Asyifa agar ia bisa memiringkan tubuhnya.


"Sekarang miringkan tubuh mu Ara, sebentar aku ambil air hangat yaa.." tambah Wira lagi.


Karena tadi ia dapat teguran dari sang suami. kini ia hanya bisa pasrah, dan mengikuti apapun yang di katakan suaminya, dan ia pun memiringkan tubuhnya,


Dan tak lama Wira pun sudah membawa Air hangat, lalu ia duduk di sisi pembaringan Asyifa kemudian ia mengompres kepala Asyifa yang benjol, dan sedikit di pijat lembut.


"ukhm.." Asyifa meringis menahan sakit.


"Sakit yaa.. tahan sebentar ya, nanti biar nggak sakit lagi" ujar Wira lembut, masih mengompres kepala Asyifa, dan kini sedikit di usap-usap lembut, membuat Asyifa terlena dan tanpa sadar ia pun terlelap,


Wira hanya tersenyum saat melihat istrinya tertidur, tanpa rasa canggung lagi, dan bahkan ia membiarkan rambutnya terurai begitu saja, karena biasanya bila ia hendak tidur hijabnya tak pernah lepas ia begitu menjaganya seperti ada rasa takut,


"Syukurlah, sekarang kamu tidur tidak bersikap waspada lagi, aku jadi tenang sekarang"_ batin Wira yang masih mengusap-usap kepala Asyifa.


"Tidurlah istri kecilku, tidurlah yang nyenyak" ucap Wira pelan, lalu mengecup kening Asyifa dan pucuk kepalanya dengan lembut.


"Nggak papa kali ya tidur di sini, sebentar, ya hanya sebentar kok, " Gumam Wira lagj sambil ia membaringkan tubuhnya di samping Asyifa yang sudah terlelap dengan posisi miring membelakangi Wira. sedangkan Wira dengan posisi telentang,


sesaat ia melirik punggung Asyifa, lalu ia pun merubah posisinya dan ikut miring ke arah Asyifa dengan wajah menghadap rambut Asyifa, terciumlah aroma wangi rambut Asiyfa lalu ia mendekatkan wajahnya ke kepala bagian Asyifa yang tadi terkena benturan lalu mengecupnya,


"Aku Sayang kamu Syifa, sangat menyayangi mu, semoga kamu akan menyayangiku juga nantinya" ucap Wira lirih, dan ia kembali mengecup kepala bagian belakang Asyifa lagi.


setelah itu ia kembali ke posisi awal, tapi masih posisi miring menghadap belakang Asyifa dan tak lama pun ia terbuai ke dalam mimpinya.


****

__ADS_1


Satu jam sudah mereka tertidur, dan tanpa terasa juga tangan Wira melingkar ke pinggang Asyifa, membuat Asyifa tersentak dari tidurnya dan ia pun terbangun, dengan cepat juga ia menutup mulutnya Agar tidak menjerit..


"Astaghfirullah.. tenang Asyifa jangan marah, dia adalah suami mu..dia suami mu, tenangkan diri mu" kata-kata Asyifa di dalam hati menenangkan dirinya sendiri..


"Ingat Asyifa..Sabar itu ketika hatimu terbakar amarah, namun kamu tetap memilih diam karena teringat akan hadits yang berbunyi:


''janganlah engkau marah, maka bagimu surga''


(HR.Thabrani)


" lagian di suami kamu jadi sabarlah" Gumam Asyifa begitu lirih.


Dan akhirnya ia kembali tenang, dan kembali memejamkan matanya dan membiarkan tangan suaminya melingkar di pinggangnya.


dan tak lama ia kembali terlelap.


Sementara Wira yang di belakang Asyifa, tiba-tiba membuka matanya lalu tersenyum, ternyata saat Asyifa tersentak tadi ia pun terbangun, tapi karena takut Asyifa marah ia pun berpura-pura masih tidur, dan iapun juga mendengar gumaman Asyifa, makanya ia tersenyum.


"Maa syaa Allah, orang yang memiliki ilmu agama akan selalu teringat akan surga..


aku kagum pada mu Syifa, terimakasih karena tidak marah pada ku" _Batin Wira,


Hati-hati selesai berkata-kata, ia pun kembali memejamkan matanya, sembari mempererat pelukannya di pinggang Asyifa tak menunggu lama ia pun kembali tertidur karena terbuai akan harum Rambut Asyifa.


**Bersambung


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Selalu berharap dapat dukungan dari para readers,


Like, Vote, dan komentar adalah penyemangat Author mencari inspirasi, jadi terus dukung Author yaa, Syukron πŸ™πŸ˜Š**


__ADS_2