
ππΊ MUTIARA HIKMAH πΊπ
"Indah tak selalu tentang hal-hal yang,
berjalan dengan sempurna.
Tapi saat hati mampu menerima
apapun keadaannya
Indah itu saat hati mampu tunduk kepada Allah, menurut, dan percaya bahwa apapun yang terjadi atas pengaturan-Nya,
Pasti jadi yang terbaik."
(Quotes of the day)
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;πΉ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Di sebuah perusahaan..
Andi yang yang masih berperan sebagai OB, bermaksud beristirahat, dan memang itu sudah memasuki jam istirahat, dan ia bermaksud hendak keluar, Namun seorang pria sepertinya ingin mencegahnya.
"Hai OB baru!, tolong kamu belikan saya makanan ya " ujar orang tersebut, membuat Andi mengerenyitkan dahinya.
"Tunangan minul?, hmm pak! ini jam istirahat jadi bapak pending dulu ya keinginan bapak, karena saya mau istirahat!" ujar Andi dan ia bermaksud melangkah pergi, namun pria itu seperti menjadi kesal karena Andi mengabadikan titahnya.
"Heh kamu!!, OB baru tunggu!, kamu mengabaikan perintah saya?!, kamu tahu saya siapa?!" Seru pria itu lagi yang nampak ada kemarahan di raut wajahnya.
"Iya saya tahu anda pak Rudi!, kenapa emangnya?" tanya Andi datar.
"Saya orang bagian HRD, dan kalau saya mau, saya bisa memecat kamu!" hardik pria itu lagi, yang ternyata bernama Rudi.
"Oh iya?, silahkan saja pak, saya tidak masalah" jawab Andi tenang, membuat pria itu semakin geram.
"Kamu!, kamu menantang saya?!" bentaknya. namun di saat bersamaan terdengar suara seorang pria lagi menegur mereka.
__ADS_1
"Ada apa ini?!" tanyanya tegas
"Eh, pak Presdir?, ini pak OB baru ini mengabaikan perintah saya pak" Adu Rudi pada pria yang di panggilnya Presdir.
"Saya bukan mengabaikan perintahnya pak!, tapi setau saya kalau jam istirahat, itu adalah jam kebebasan bagi pekerja pak, jadi saya berhak menolak perintah pak Rudi" bantah Andi.
"Yang dia katakan benar, seharusnya pak Rudi di semena-mena padanya!" Ujar pria itu membela Andi.
"Tapi pak!..."
"Sudah jangan membantah, kamu pergi sekarang!" titah pria itu lagi, pada Rudi.
"Baik pak!, kalau begitu saya permisi pak!" setelah mendapatkan Anggukkan Rudi pun melangkah pergi.
"Kenapa tidak bos singkirkan saja sih dia, Andakan Presdir di sini, jadi sangat mudah untuk menyingkirkannya, soalnya tuh anak kayaknya, cari masalah Mulu sama bos" ujar pria Presdir tadi
"Sudah biarkan saja Ben!, selagi ia tak merugikan perusahaan, gue nggak akan menyingkirkannya,!" Bales Andi pada pria itu yang ternyata Beni Asistennya.
"Eh, iya sih bos tapikan.."
"Sudah jangan di bahas lagi, ini sudah waktunya Dzuhur, ayo kita ke mesjid!" Ajak Andi, dan ia langsung melangkah menuju ke arah pintu keluar.dan beni mendengar perkataan Andi jadi tercengang.
Sementara di sisi lain, nampak seorang wanita berdiri tak berapa jauh dari Andi dan Beni bicara tadi dan ternyata ia juga mendengar pembicaraan Andi dan Beni, membuatnya sedikit kaget.
"Haah??, mas Andi seorang Presdir?" gumam Wanita itu "*kenapa aku tidak tahu ya?, kalau saja aku tahu sejak Awal, aku pasti akan menerima mas Andi, jadi aku bakalan menjadi istri seorang presdir, " _ucap wanita itu lagi di dalam hati.
"Aah, selagi janur kuning belum melengkung di depan rumah, aku masih bisa mendapatkan kembali mas Andi!, Oke Mirna kamu harus berjuang mendapatkan cinta mas Andi lagi, agar kamu kelak menjadi istri seorang Presdir!" Gumam Wanita itu lagi yang ternyata Mirna*,
Dan setelah ia menyemangati dirinya sendiri ia pun melangkah pergi menuju keruangan kerjanya dengan hati yang berbunga-bunga.
******
Sementara di sisi lain..
Andi yang telah selesai menunaikan kewajibannya bersama Beni, kini melakah mereka melangkah pergi dari mesjid tempat mereka melaksanakan ibadahnya, menuju keparkiran mobil, karena kali ini nampaknya Andi tidak mengendarai motor yang biasa ia pakai,
__ADS_1
Setelah ia masuki mobilnya, beni pun mulai mengemudikan mobil tersebut dengan perlahan keluar dari Area perparkiran mesjid, dan setelah keluar ia pun mulai mempercepat laju mobilnya, di dalam mobil..
"Ben?, kita kerumah sakit saja, gue mau menemui Dika dulu" titah Andi dengan tatapan ke depan tanpa menoleh ke arah Andi.
"Baik Bos!" bales Beni, yang masih fokus dalam menyetirkan mobilnya. karena memang jarak antara mesjid yang mereka singgahi tadi dengan RS, tempat Dika bertugas tidak begitu jauh, jadi perjalanan pun tak membutuhkan waktu yang lama, dan kini mobil yang dinaiki Andi pun sudah terparkir tepat di depan pintu masuk rumah sakit itu, dan Andi pun segera keluar dari mobilnya, dan ia bermaksud memasuki rumah sakit tersebut namun tiba-tiba..
BRUUUK!!, Andi terjatuh karena tertabrak seorang wanita bercadar yang nampaknya sedang terburu-buru..
"Akh, Astaghfirullah!, maaf Akhy!, maafkan ana, ana tidak sengaja, maaf maaf ya akhy" Ucap wanita bercadar itu sembari ia mengatupkan kedua tangannya memohon maaf, Andi yang melihat mata wanita itu hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Akhy Antum tidak apa-apakan?" tanya Wanita itu, sedikit cemas karena Andi masih terduduk, dan hanya menatap ke mata wanita bercadar itu.
"Akhy!?" panggil Wanita itu kali ini sedikit keras, dan membuat Andi tersentak.
"Eh, iya saya tidak papa!" bales Andi yang kali ini ia berusaha ingin bangkit namun..
BRUUUK!! Ia kembali terduduk lagi.
"Haah??, ada apa dengan kakiku ?!" sentak Andi kaget, dan iapun memegang kakinya " kenapa aku nggak bisa merasakan kaki ini?" Seru Andi yang nampak bingung, karena ia tak bisa berdiri, membuat wanita bercadar itu merasa bersalah.
"Ada apa akhy?" tanyanya cemas.
"Aku nggak bisa merasakan kaki ku" ujar Andi apa adanya.
"Astaghfirullah, ya sudah tunggu sebentar ana akan panggil dokter" ujar wanita itu dan ia langsung berlari mencari dokter dan tak berapa lama ia telah kembali bersama seorang pria berjas putih, yang ikut berlari ke Arah Andi.
"Andi?!, Apa yang terjadi?"
BERSAMBUNG
**********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
Berikan LIKE, VOTE DAN KOMENTAR.
__ADS_1
Bila ingin Author setiap hari updatenya
Oke guys! ππ