CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
MAAFKAN AKU NAD.


__ADS_3

🍃🌹 MUTIARA HIKMAH 🌹🍃


"ALLAH tidak melihat dosa kita di masa lalu,


Tetapi ALLAH melihat taubat kita,,


Yang hanya melihat dosa kita di masa lalu hanya lah manusia yang merasa paling benar..


Masa lalu bukan lah sebuah hukuman melainkan satu pelajaran untuk masa depan...


Bukan kah ALLAH sebaik-baik pemberi taubat.?


___ Quotes of the day____


$$$$$$$$$$$$$$$$🌷$$$$$$$$$$$$$$$


Andi masih tidak bisa bergerak, ia tak berani berkata-kata lagi setelah mendengar perkataan Nadziha, dia tak berani membalas tatapan Nadziha yang masih berdiri di depannya dan dia hanya menunduk wajahnya.


"Ayo mas bangun!" kata Nadziha sembari ia menarik tangan Andi.


"Aku nggak bisa bergerak Nad" bales Andi, entah obat bius apa yang sudah di berikan oleh Mirna padanya hingga tubuhnya terasa kaku.


"Harus di paksa ayo berdiri!' kata Nadziha lagi sembari ia membantu Andi untuk berdiri, dan akhirnya Andi pun bisa berdiri.


"Ayo jalan dengan perlahan mas" Nadziha meletakkan tangan Andi ke bahunya lalu ia membimbing Andi berjalan menuju sebuah pintu yang ada di sudut ruangan Andi,


Andi mengikuti perkataan istrinya tanpa membantah, dan mereka berjalan perlahan setelah sampai di pintu Nadziha membuka pintu itu ternyata di dalamnya ada sebuah ranjang dan satu buah lemari tampaknya itu ruangan untuk Andi beristirahat bila lelah bekerja.


Nadziha masih membimbing dan kini ia membawanya ke sebuah pintu yang ada di sudut ruangan istirahat itu dan setelah sampai Nadziha pun langsung membuka pintu tersebut, dan ternyata di dalamnya adalah kamar mandi. lalu Nadziha menyuruh Andi untuk masuk kedalam Bathtub dan setelah itu ia menghidupkan kran air dingin. mereka masih terdiam satu sama lainnya.

__ADS_1


Sedangkan Andi hanya pasrah membiarkan Nadziha memperlakukannya bak seorang bayi yang lagi di mandiin oleh sang ibunya. dengan telaten Nadziha menyabuni Andi, juga menyampoin rambutnya setelah itu membiarkan Andi berendam agar efek obat itu hilang secara perlahan.


"Nad, aku sudah kedinginan nih" kata Andi yang akhirnya buka suara, dan terlihat memang ia kedinginan sampai suaranya menggigil.


"Ya sudah ayo keluar dari sana, apakah tubuh mas Andi masih belum bisa bergerak?" tanya Nadziha datar.


"Sudah bisa sedikit-sedikit Nad" Ujar Andi dengan suara menggigilnya.


"Ya sudah sekarang bangunlah" kata Nadziha, seperti tak ingin membantu Andi ia hanya melipat tangannya dan di letakan di bawah dadanya.


"Nad, bantuin" kata Andi manja.


"Bangun sendiri nggak usah manja deh"


"Hum, iyaa" dan Andi pun berusaha untuk bangkit dari dalam bathtubnya namun saat sudah mau berdiri ia kembali terduduk kedalam Bathtub, halhasil air menciprat mengenai baju Nadziha yang akhirnya ikut basah.


"Nad maafkan aku, aku tahu aku salah karena tidak waspada, hingga aku terjebak karena ketidak waspadaan aku Nad " kata Andi dengan wajah yang yang menunduk sedangkan tangannya Ia mainkan di dalam air tapi masih terlihat jelas oleh naziha.


"Astaghfirullah, Ana Nggak tega melihat Mas Andi begini kayaknya sudah cukup deh ngasih ya pelajaran"_ batin Nadziha.


"Nad, kenapa kamu diam Apakah itu artinya kamu tidak mau maafkan aku Nad?" tanya Andi yang nampak jelas wajahnya terlihat sedih


"Eh, Jangan bicara lagi sekarang ayo keluar dari sini " kata Nadziha sembari membantu Andi keluar dari Bathub, lalu ia memakaikan handuk kimononya dan kemudian membawanya keluar dari kamar mandi dan kemudian ia menduduki Andi di ranjangnya. setelah itu ia membantu mengeringkan rambut Andi, setelah rambutnya kering.


"Sekarang istirahatlah dulu mas" kata Nadziha menyuruh Andi berbaring.


Andi menahan tubuhnya saat Nadziha ingin membantunya berbaring ia malah memeluk pinggang Nadziha, "Tidak Nad, aku tidak ingin tidur sebelum kamu memaafkan aku?" katanya yang semakin mempererat pelukannya,


karena posisi Andi yang duduk di tepi ranjang sedangkan Nadziha posisi berdiri, jadi pelukan erat Andi membuat pertahanan berdiri Nadziha goyah ia pun oleng, halhasil tubuhnya tanpa ia sadari ia mendorong Andi hingga akhirnya Andi jatuh tertidur di atas ranjangnya sedangkan Nadziha di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Aakh!" pekik Nadziha dengan mata terpejam dan saat ia membuka matanya ternyata bibirnya sudah menempel di bibir Andi, sebenarnya Andi sudah ingin sekali menikmati bibir itu, Namun karena dia merasa Nadziha masih marah padanya Ia pun tak berani hanya membiarkan bibir itu menyatu tanpa ada respon sedikit.


Nadziha mengangkat wajahnya dan memandangi wajah anda dengan seksama


"Apakah bibir ini tadi disentuh oleh wanita juga?" tanya Nadziha sembari meletakkan jari telunjuknya ke bibir Andi, dan Andi hanya mengangguk Jujur.


Setelah mendapatkan jawaban lewat Anggukkan, Nadziha pun langsung menyatukan bibirnya ke bibir Andi, membuat mata membulat kaget, karena dia berpikir Nadziha akan marah dan langsung pergi, tapi dia malah menciumnya dan sepertinya najihah sedang membersihkan bibir dari bekas ciuman Mirna. setelah dirasa sudah bersih najiha lepaskan tautan bibirnya.


"Sudah bersih sekarang di mana lagi Wanita itu menciumi mu mas?" tanya Nadziha dengan polosnya.


Andi langsung menuju lehernya.


"Di sini Nad" katanya dengan jari telunjuknya ia menunjukkan leher yang memang di beri Mirna sebuah tanda di sana, Nadziha yang melihat itu ia pun langsung memberikan tandanya juga di bekas punya Mirna, Andi yang melihat itu ia tersenyum tipis, karena Sepertinya istrinya tidak rela kalau ada bekas yang bukan memiliknya.


"Di mana lagi mas, ?" tanya Nadziha. mendengar pertanyaan Nadziha Andi langsung membuka Handuk kimononya di bagian dadanya.


"Di sini Nad" katanya dan lagi-lagi Nadziha menimpa setiap tanda yang di berikan oleh Mirna dengan tanda miliknya, halhasil perbuatannya Nadziha malah menaikkan Hasrat birahi Andi, yang kebetulan sisa obat yang di berikan Mirna masih ada dan belum sempat tersalurkan karena Nadziha keburu membawanya ke kamar mandi.


"Nad, hesst, sepertinya pengaruh obat itu belum hilang ssth sepenuhnya " kata Andi dengan suara yang sudah berat seperti menahan sesuatu hingga berkali-kali ia berdesis karena menahan Hasratnya yang sudah tidak mampu ia menahannya.


"Lalu mas Mau apa?" tanya Nadziha datar. melihat wajah Nadziha yang masih belum bersahabat Andi pun tak berani meminta haknya, karena ia takut akan membuat Nadziha semakin marah padanya.


"Bawak aku ke kamar mandi lagi Nad" katanya masih dengan suara beratnya, Nadziha yang melihat itu akhirnya tak sampai hati.


"Tak perlu ke kamar mandi salurkanlah mas " kata Nadziha, Andi yang mendapatkan lampu hijau dari Nadziha, ia pun tak mau mengukur waktu lagi dan dengan cepat ia membalikkan posisinya, yang kini ia berada di atas Nadziha setelah ia melakukan ritual doanya ia pun langsung melepaskan segala Hasratnya. dan akhirnya pertempuran bercinta yang hot pun terjadi dan...


😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴


Dan bila like tembus 300 dalam sekejap Author akan langsung update 😉 😴😴😴

__ADS_1


__ADS_2