CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
SUAMI-SUAMI SIAGA.


__ADS_3

◎❅❀❦✨ MUTIARA HIKMAH ✨❦❀❅◎


"Sebuah payung tidak bisa menghentikan hujan tetapi ia mampu melindungi kita dari derasnya air hujan.


Seperti halnya Do'a,


Do'a tidak membuat kita luput dari masalah. Tetapi do'a bisa membuat kita tenang meskipun kita berada di tengah-tengah masalah.


Semoga kita senantiasa di limpahkan Rahmat dan hidayah-Nya Aamiin ya Rabbal'aalamin.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


══ ✥.❖.✥ ═🔹═ ✥💠✥ ═🔹═ ✥.❖.✥ ══


Melihat Asiyfa yang menangis hingga terisak-isak, membuat Wira menjadi bingung dan juga khawatir pada istri kecilnya yang selalu manja itu.


"Sayang?, sebenarnya kamu kenapa?, ada apa Ara?" tanya Wira sembari ia membuka cadarnya Asyifa, dan kemudian ia juga menghapus air matanya.


"Ara tadi mimpi mas, hiks, Ara lihat nenek.. hiks, sama umi dan Abi hiks.. mereka terlihat bahagia..hiks di sebuah taman..hiks.. Ara memanggil-manggil mereka, hiks..tapi mereka tak mendengar Ara mas.. huhuhu.. hiks." Tangis Asyifa pecah, setelah ia menceritakan sebuah mimpi pada suaminya.


"Sayang, itu artinya mereka sudah bahagia di sana, seharusnya kamu senang dong, kenapa kamu malah menangis?" Ujar Wira, sembari ia memeluk istrinya, sebenarnya ia pun ikut sedih melihat istrinya bersedih.


"Tapi kenapa? hiks.. kenapa mereka pergi hiks.. tidak mengajak Ara ?, hiks.. kenapa mereka tega hiks.. meninggalkan Ara seorang diri mas?,.. hiks.. kenapa tidak membawa Ara juga?,..hiks..hiks kenapa mas?, hiks..hiks.." keluh Asyifa yang masih terisak-isak di dalam pelukan suaminya.


Wira tersentak kaget mendengar perkataan Asyifa, ada perasaan sakit di hatinya. "Astaghfirullah sayang, kenapa kamu berkata begitu?, kamu kan tidak sendiri Sayang ada Mas yang akan selalu menemani kamu dan lagian, kalau mereka membawa kamu juga Lalu bagaimana dengan mas Ara?," tanyanya sembari mempererat pelukannya seakan ia takut kehilangan istri kecilnya itu.


"Maskan ada umi dan Aby mas, hiks kalau Ara nggak ada mas, hiks Ara nggak punya siapa-siapa hiks"


Wira memegang kedua pipinya Asyifa, membuat Asyifa otomatis menatap wajah Wira, yang ternyata sudah mengeluarkan air beningnya karena ia tak tahan melihat kesedihan Istrinya..


"Dengar Mas sayang, Kamu punya mas sayang, kamu tidak sendiri, ada Umi dan Abi Ustadz juga, dan bahkan orang tuaku juga sangat menyayangi mu sayang, dan ingatlah di sini ada anak kita juga, jadi kamu tidak sendiri Ara" kata Wira yang juga di perkataan terakhirnya ia memegang perut Asyifa yang masih terlihat rata.


Mendengar perkataan Wira, Asyifa langsung memeluk Wira dengan erat dan ia pun menangis sejadi-sejadinya.


"Huaa emas hiks huehuehue maafin Ara hiks..hiks.." tangisnya di dada bidang Suaminya.


" Iya sayang, sekarang kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya, dan jangan bersedih lagi, karena pasti nenek dan kedua orang tua kamu akan bersedih melihat kamu seperti ini, sayang jadi jangan menangis lagi ya.." tutur Wira sembari mengelus kepala Asyifa dengan kasih sayang dan kemudian ia juga memberikan kecupan lembut di puncak kepala Asyifa.


"Hu'um, Ara nggak nangis lagi hiks" kata Asyifa sembari ia mengusap air matanya dengan kedua tangannya, namun isakannya masih terdengar sesekali.


"Gitu dong, masa Nyonya Wira cengeng sih, padahal sudah mau jadi seorang ibu pun" Goda Wira membuat Asyifa memukul dada suaminya.


"Aw, sakit sayang, ikh ternyata nyonya Wira kejam juga ya" ledek Wira lagi sembari tertawa lucu Melihat bibir manyun Asyifa..


"Iss, Biarin! siapa suruh ledekin Ara!" kata Asyifa dengan wajah cemberutnya.


"Iya iya, maaf sayang, ya sudah sekarang kamu istirahat yaa, masa bumil jam segini belum tidur sih?" Ujar Wira, menyuruh Asyifa agar beristirahat namun di jawab oleh perut Asyifa.


Kruuuyk...kruuuyk..kruuuuyk..

__ADS_1


Mendengar suara perut Asyifa, membuat Wira tertawa kecil karena terdengar lucu.


"Iss, kenapa mas tertawa?"


"Maaf maaf.. kamu lapar ya sayang?" tanya Wira lembut dan di bales Anggukkan oleh Asyifa.


"Ya sudah sekarang kamu ingin makan apa sayang?"


"Ara Ingin makan bubur ayam mas" kata Asiyfa manja.


"Eh, disini di mana nyarinya sayang, dan lagian tidak ada mobil" kata Wira yang terlihat bingung.


"Tapi Ara ingin makan bubur ayam buatan mas Wira sendiri " pinta Asyifa yang terlihat berharap sekali.


"Eh, tapi mas nggak bisa bikin bubur ayam sayang" mendengar perkataan Wira wajah Asyifa langsung berubah.


"Hum, ya sudah deh tidak usah makan saja!" katanya yang terlihat sekali ia merajuk dan ia pun langsung mengambil posisi tidurnya dan kemudian menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Ay, kok jadi merajuk, iya iya deh, mas buatin bubur ayamnya buat kamu ya." Rayu Wira dan dengan spontan Asyifa pun langsung duduk.


"Benaran mas?" tanyanya dengan mata yang berbinar.


"Iya sayang, ya sudah kamu tunggu di sini ya, biar mas masakin bubur ayamnya Ok?"


"Nggak mau, Ara ikut mas Wira," Bales Asyifa manja.


"Nggak mau!, Ara ikut" bales Asyifa dengan wajah melasnya membuat Wira Akhirnya menyerah.


"Haiis, kamu memang keras kepala, ya sudah ayoo" Ajak Wira pasrah, dan akhirnya mereka melangkah keluar dan menuju kedapur, sesampainya di ruang makan Wira menyuruh istrinya untuk duduk di sana.


"Kamu tunggu di sini ya, biar mas masak buburnya ok" kata Wira lembut sembari menarik kursi makannya dan kali ini Asyifa menuruti perintah Wira dia pun duduk dengan manis disana sembari melihat suaminya yang sedang berkutik di dapur.


Tak berapa lama mereka berada di dapur, muncul Dika bersama Nina secara bersamaan,


"Eh, kalian sedang apa di sini?" tanya Dika saat melihat Wira dan Asyifa.


Mendengar suara Dika membuat Wira yang sedang fokus memasak tersentak kaget.


"Eh, Lo Dik bikin kaget gue aja sih!, " kata Wira yang sedikit kaget. " Ini Asyifa minta bubur ayam, lah Lo ngapain kesini?" tanya Wira balik pada Dika.


"Ini, Nina Minta di bikinin nasi goreng Wir" kata Dika sembari ia menarik kursi juga buat Nina.


"Kamu duduk di sini sama Syifa ya, biar Uda masakin nasi goreng kamu ya sayang" katanya lagi pada Nina dan di Anggukan oleh Nina dan ia pun duduk bersama Asyifa.


"Wah, ternyata Lo suami siaga untuk istri ngidam juga ya" kata Wira sedikit Menggoda Dika.


"Lah, Lo kan juga, jadi kita sama bro" bales Dika sembari menaik-turunkan alisnya dan saat bersamaan terdengar suara Andi yang tiba-tiba muncul juga di sana..


"Ay, kalian pada ngapain Guys?" tanyanya membuat Wira dan Dika pun menoleh kearahnya, yang ternyata ia juga bersama Nadziha.

__ADS_1


"Lah Lo sendiri ngapain bro?" tanya Dika balik bertanya.


"Ini Nadziha kepingin makan Mei rebus" kata Andi sembari menarik kursi makan untuk Nadziha duduk.


Mendengar perkataan Andi membuat Wira dan Dika jadi Tertawa secara bersamaan.


"Hahahaha!",


"Datang lagi Suami siaga istri ngidamnya bro " kata Dika sambil terkekeh.


"Hah?, maksud kalian apa?" tampak Andi tidak mengerti perkataan Dika.


"Lo telmi banget sih bro, Lo kesini mau masakin Nadziha Mei rebuskan?" tanya Wira pada Andi.


"Iya " jawab Andi singkat.


"Nah kami juga pagi masakin bini-bini kami yang lagi ngidam bro, jadi itu artinya kita itu Suami-suami siaga untuk istri yang ngidam bro" jelas Dika dan akhirnya Andi pun ikut tertawa.


"Hahaha iya juga ya"


"Telat ketawanya!, sudah tidak usah Tertawa lagi!" Ujar Dika. membuat Andi akhirnya berhenti tertawa.


"Ya elah salah lagi gue, udah akh geser gue mau masak Mei rebus." ujar Andi yang main nyelonong di tengah-tengah mereka.


"Apaan sih Lo!, ya Antrilah, Lo kan datangnya belakangan jadi tunggu kita selesai baru giliran Lo!" Ujar Wira sembari mendorong Andi.


"Hah?!, masak aja pakai antri?, Alamak mau jam berapa gue tidur nih?…


Bersambung lagi ya..


************


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..


Oh iya, Author mau minta tolong, ikut rameikan novel Author yang berjudul..


"Anak Genius:


TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN Ya guys.


siapa tahu aja karena dukungan dari kalian para Readers ku yang baik hati, novel itu jadi terpilih oleh dewan juri dan akhirnya menang..


Jadi Author sangat berharap sekali doa dan dukungan dari kalian semua. Please dukung novel Author ya guys.🙏😊.



Dan Author juga mengucapkan banyak-banyak Terimakasih yang sudah memberikan dukungannya pada Novel-novel Author..


Syukron Zajilaan ya Guys 🙏😊😇🙏.

__ADS_1


__ADS_2