
"""""🌟 MUTIARA HIKMAH 🌟""""""
"Cara DIA menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak akan pernah menyerah,
So Tanamkan di hati bahwa Allah selalu menyayangiku, maka kau akan merasakan keikhlasan dan rasa syukur akan hadir di hatimu hingga seberapa besar ujian itu maka kita akan segera melewatinya"
__Happy reading__
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Sebenarnya saat melakukan Tawaf, mereka melakukannya secara bersamaan, dan para Istri melakukannya tawaf berada di depan para Suaminya, karena umrah tidak seramai saat melakukan haji, yang mengharuskan si suami untuk melindungi mereka dengan cara menggandeng atau memeluknya dari belakang, untuk menjaga mereka dari hal yang tidak di inginkan.
Lain dengan umrah yang memang tidak sebanyak saat Haji, jadi para suami tidak harus menjaga ketat Istrinya, Begitu juga halnya Anisah dan ke empat temannya yang melakukan tawaf di depan suami mereka yang berjarak empat langkah dari mereka, sehingga selain mereka membantu Andi mereka juga dapat melindungi para istrinya.
Dan saat para suami bersujud syukur saat menyelesaikan tawafnya, begitu juga yang di lakukan para Istri, mereka pun ikut bersujud syukur secara bersamaan dan kembali duduk bersimpuh di depan Ka'bah setelah bersujud, namun tidak untuk Asyifa, ia terus bersujud, begitu lama, hingga membuat Anisah yang duduk di sampingnya merasa Aneh, dan ia pun memanggilnya.
"Asyifa?" panggil Anisah lembut, Namun ada jawaban dari Asiyfa.
"Asyifa?" Anisah memanggil Asyifa untuk kedua kalinya, dan lagi-lagi tidak ada respon dari Asyifa, Hingga akhir Anisah menundukan wajahnya sambil menggoyangkan tubuh Asyifa.
"Asyifa.. Astaghfirullah!" Anisah tersentak kaget saat memanggil dan menggoyang tubuh Asyifa, ternyata Asyifa sudah tidak sadarkan diri, membuat ia panik, dan para suami yang masih berpelukan karna senang Andi bisa berjalan kembali, ikut tersentak kaget mendengar seruan Anisah, hingga kelimanya sepontan melihat Anisah, dan betapa terkejutnya mereka dan terutama Wira dengan spontan ia pun menghampiri Istrinya itu
"Astaghfirullah, ada apa dengan mu Ara?!" seru Wira yang langsung meraih tubuh istrinya. dan meletakkan kepalanya di pangkuannya, suasana menjadi panik, dan Dika juga dengan cepat meraih tangan Asiyfa.
"Denyut nadinya lemah, sepertinya ia kelelahan," Ujar Dika, yang masih memeriksa denyut nadi Asyifa." Angkat dia wir, sebaiknya kita membawanya ke rumah sakit" titah Dika pada Wira.
"Baiklah Ayo" Bales Wira. dan ia pun langsung menggendong Asyifa dengan ala bridal style dan dengan langkah cepat mereka keluar dari kawasan Masjidil Haram menuju ke rumah sakit terdekat yang berada di sana.
Sesampainya mereka di rumah sakit Asyifa langsung di bawak kebagian UGD untuk melakukan pemeriksaan, sedangkan Wira bersama teman-temannya di suruh menunggu di luar ruangan, terlihat jelas sekali kalau Wira saat ini begitu mencemaskan Asyifa.
"Ya Allah Hamba mohon jangan biarkan Asyifa pergi meninggalkan hamba, dan berikanlah juga keajaiban pada istri hamba Seperti engkau berikan keajaiban itu pada sahabat hamba, Jadi hamba mohon ya Allah sembuhkanlah istri Hamba" _Doa Wira di dalam Hatinya. dengan permohonan yang bergitu tulus hingga tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.
Ardiyan yang seperti paham akan Kesedihan Wira, ia pun langsung menepuk pundak Wira seraya berkata "Yakinlah Wir, bahwa Allah juga telah memberikan Asyifa kesembuhan sebagai mana Dia telah memberikan Andi ke sembuhan itu" ujar Ardiyan meyakinkan Wira.
"Aamiin, semoga saja itu benar Ar" Bales Wira Sambil menyapu air matanya dengan tangannya, dan secara bersamaan seorang dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan tersebut, Wira yang melihat itu, ia pun langsung menghampiri dokter tersebut. dan karena dokter itu adalah orang Arab Wira bertanya padanya dengan berbahasa Inggris.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Wira dengan bahasa Inggrisnya.
"Istri Anda hanya kelelahan saja" Jawab sang Dokter yang juga berbahasa Inggris.
"Benarkah dok?, tapi gimana dengan kondisi kandungannya ?" tanya Wira lagi.
"Kandungan sehat, ibu juga kondisi sehat, ia hanya membutuhkan istirahat saja" jawab Sang Dokter lagi.
"Benarkah Sehat?, tapi sebenarnya istri saya memiliki penyakit di bagian kepalanya Dok?" Tanya Wira lagi yang ingin memastikan apakah penyakit istrinya masih ada.
"Penyakit?" Dokter itu mengerutkan dahinya.
"Setahu saya tidak ada, karena saya tadi juga telah memeriksa darah pasien di laboratorium, Namun dari laporan itu mengatakan istri anda dalam keadaan sehat, hanya membutuhkan istirahat saja" Kata dokter itu lagi, membuat Wira tercengang masih belum percaya, hingga akhirnya Ardiyan Kembali bertanya.
"Apakah betul pasien tidak memiliki riwayat penyakit pun Dok?" tanya Ardiyan yang juga memakai bahasa Inggris jua.
" Iya, pasien tidak memiliki riwayat penyakit" bales Dokter itu lagi.
"Apakah Andi yakin?" tanya Ardiyan lagi, bermaksud agar Wira mendengarnya sekali lagi.
"Ya saya sangat yakin" Bales Dokter tersebut.
"Sama-sama kalau begitu saya a permisi " pamiit Sang Dokter dan setelah di Anggukkan oleh Ardiyan dan Wira dokter itu pun pergi meninggalkan mereka.
"Lo udah dengar sekarang wir?" tanya Ardiyan pada Wira.
"Iya Ar gue dengar, " Bales Wira yang terlihat jelas matanya sudah berkaca-kaca, dan kemudian ia melakukan sujud syukur
Dengan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil
Subhanallah, Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim
Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung."
Lalu ia Membaca doa sujud syukur
__ADS_1
Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa syaqqa sam'ahu wa basharahu, bihawlihi wa quwwatihi, fatabarakallahu ahsanul khaliqin
Artinya: "Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta."
Dan di Sambung dengan Membaca Surat An-Naml ayat 19:
رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١٩
"Rabbi auzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alayya wa'laa waalidayya wa-an a'mala shoolihan thardoohu wa adkhilnii birahmatika fii 'ibadikash shoolihiin
“Ya Tuhanku, Anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.”
Setelah itu ia kembali bangkit dan langsung memeluk Ardiyan.
"Asyifa sudah sembuh Ar" kata Wira antara Haru juga bahagia yang kini ia rasakan.
"Alhamdulillah Wir, Allah maha baik bukan?" bales Ardiyan ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia.
"Ya Allah maha baik, terimakasih ya Allah"
"Ya sudah sekarang masuklah, temuilah Asyifa" kata Ardiyan lagi, dan di Anggukkan oleh Wira.
"Terimakasih ya Guys, berkat doa kalian semua, kini Asyifa Akhirnya di berikan kesebuhan juga" Ucap Wira, dengan setulus hati.
"Sama-sama Wir, Udah Sono lihat bini, nanti dia keburu terbangun dan tidak melihat Lo, yang ada dia bakalan panik lagi " Ujar Dimas yang mengingatkan Wira untuk segera menemui Asyifa.
"Baiklah kalau gitu gue tinggal bentar ya "
"Oke,!" ucap mereka dan Wira pun langsung melangkah menuju ke ruangan tempat Asyifa di rawat..
Bersambung.
************
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉
__ADS_1
Dan bantui doai Author ya Guys, agar Author bisa mengikuti misi crazy up Novel ini dalam satu Minggu ini dan di mulai besok, jadi biar Author Semangat terus dukung serta bantu doanya ya guys, agar Author bisa! Ok guys,
dan sebelumnya Author ucapkan SYUKRON 🙏😊