CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
KAMAR PENGANTIN YANG TERTUNDA.


__ADS_3

🌿🌷 MUTIARA HIKMAH🌷🌿


BISMILLAH...🌹🌹


Menghargai apa yang dimiliki jauh lebih baik daripada memaksakan diri untuk sesuatu yang bukan milikmu. semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu bersyukur dan rendah hati.


🌿🌿🌿🌷🌿🌿🌿🌷🌿🌿🌿🌷🌿🌿🌿


Acara Asyifa masih berlangsung dengan meriah, kebahagiaan pun terpancar pada mereka semua termasuk Nina yang sedang berbicara bersama teman-temannya sesama ustadazah, hingga tanpa sadar seorang Pria sudah ada di dekatnya.


"Assalamu'alaikum Ustadazah Nina ?" salam Pria itu.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh Eh, akhy Dika" bales Nina kaget karena tiba-tiba di dekatnya sudah ada Dika.


"Bisakah kita bicara Ustadazah?" tanya Dika penuh harap.


"Bicaralah akhy" Bales Nina lembut.


"Bisakah kita bicara di luar, maksudnya tidak di sini Ustadazah, takut yang lain tidak nyaman atas kehadiran ku" ujar Dika bermaksud mengajak Nina keluar karena ia melihat ketidak nyamanannya para teman Nina.


"Baiklah Akhy, "


"Mari ikut saya " Ajak Dika lalu berjalan menuju pintu keluar Aula hotel dan di ikuti oleh Nina yang di belakangnya.


Dika terus berjalan dengan Nina yang masih mengikuti di belakangnya, sebenarnya Dika ingin berjalan sejajar dengannya tapi nampaknya Nina Seperti menghindari ia pun paham mungkin karena Nina merasa dirinya belum mahram untuknya.


Dika pun mengajak Nina memasuki restoran di hotel yang sama tempat Wira mengadakan Acara buat Asyifa. Dika pun mempersilahkan Nina duduk sementara ia duduk di hadapan Nina. tuk beberapa saat mereka terdiam hingga seorang waiters Wanita datang menemui mereka.


"Permisi pak, Bu,.. adakah yang mau di pesan?" tanya waiters Wanita tersebut.


"Kamu mau makan apa Nin?" tanya Dika lembut, dan kali ini ia memanggil Nina tanpa ada embel-embelnya lagi.


"Ana masih kenyang Akhy, tadi ana makan di Acara Asyifa "bales Nina sopan.


"Ya sudah kalau begitu kita pesan minum saja ya, kamu mau minum apa Nin? tanya Dika lagi.


"Orange juice saja akhy" jawab Asyifa.


"Mbak Orange juicenya dua ya, dan dua makanan penutup" ujar Dika pada waiters Wanita itu.


"Baiklah pak tunggu sebentar ya " Waiters Wanita itu pun pergi meninggalkan Dika dan Nina


"Nin?, bisakah tidak memanggilku Akhy, akukan calon suami kamu" pinta Dika lembut.


"Lalu ana harus panggil apa akhy, atau panggil mas saja ya" ujar Nina lembut.

__ADS_1


"Aku bukan orang Jawa Nin, Aku orang Padang, panggil Uda saja bisakah?"


"Baiklah akh..Eh Uda " bales Nina agak kagok memanggil Dika Uda. dan di waktu bersamaan Waiters Wanita tadi datang kembali dengan membawa baki berisi dua gelas Orange juice dan dua piring berisi cake puding buah, setelah selesai di sajikan..


"Selamat menikmati tuan dan nona." ujar waiters tadi.


"Terimakasih " jawab mereka bersamaan, setelah itu Waiters itu pun pergi.


"Nin, Lusakan sudah memasuki Akhir pekan.. jadi aku berencana untuk membeli perlengkapan baju walimah kita, maukah kamu membantuku untuk mempersiapkan segalanya ?" tanya Dika berharap Nina mengatakan iya.


'' Apakah itu tidak lancang akh, eh uda' ujar Nina yang masih belum terbiasa dengan panggilan baru Dika.


"Kenapa di bilang lancang nin?'' tanya Dika tidak paham.


"Ya itu seharusnya adalah pilihan Uda dan keluarga, karena bila ana yang ikut ana takut akan memilih yang tidak sesuai oleh keluarga, Uda..'' ujar Nina lembut.


"Tidak apa-apa Nin, justru itu yang aku harapkan, dan kita akan sekalian mencari mahar untuk mu ya" bales Dika membuat Nina bingung harus jawab apa, dan akhirnya ia hanya mengangguk kepalanya saja.


"Ya sudah habiskanlah makanan penutup itu, biar kita langsung berangkat mencari keperluan kita " Ujar Dika lagi dan kembali hanya di Jawab Anggukkan saja, dan mereka pun menghabiskan makanannya dan setelah itu mereka berdua pun pergi untuk mencari perlengkapan untuk Acara walimah mereka.


_____


Sementara di sisi lain hotel yang sama..


Nampak Wira sedang bicara pada Asisten.


"Baik pak" Bales Rendi tegas. setelah dapat jawaban Wira pun menghampiri Asyifa yang sedang duduk.


"Baiklah Sayang sekarang kamu harus istirahat ya" Ajak Wira dan langsung menggendong Asyifa.


"Akh.. Syifa jalan sendiri saja kak" seru Asyifa berharap Wira mau menurunkannya.


"Sssth, Diam lah kamukan sudah lelah sejak tadi berdiri dan berjalan kesana-kesini, jadi aku takut kaki kamu kembali sakit, apa itu yang kamu mau?'' ujar Wira lembut dan di bales Asyifa dengan gelengan kepalanya, membuat Wira Tersenyum menang.


"Ya sudah sekarang menurutlah " Ujarnya lagi lalu ia pun melangkah menuju ke sebuah lift di hotel itu.


"Loh, kita mau kemana kak?" tanya Asyifa heran, kenapa suaminya tidak berjalan keluar.


"Kita istirahat dulu di hotel ini Syifa" bales Wira yang kini mereka sudah di dalam lift.


"Kenapa tidak di rumah saja nanti kak?, lagian bukankah di pondok lagi Ada acara syukuran kak Nisah" Ujar Asyifa yang masih bingung dengan suaminya.


"Aku sudah izin sama mereka, kalau kita tidak bisa hadir, kok Ra" ujar Wira lagi, membuat Asyifa terdiam pasrah, karena bingung mau berkata apa lagi pada suaminya yang sepertinya bersikeras tidak mau pulang.


Dan tak lama mereka pun sampai di sebuah kamar, Wira pun membuka pintu kamar hotel tersebut dan terlihatlah keindahan isi kamar tersebut membuat Asyifa terkesima dengan dekorasi tempat tidur yang di penuhi bunga mawar yang di susun berbentuk tulisan

__ADS_1


" I love u " serta ada dua pasang Angsa juga disana.



" Sayang, ini Kamar Pengantin kita yang tertunda, Apakah kamu menyukainya sayang?" bisik Wira tepat pada kuping kanannya, karena Asyifa masih berada dalam gendongannya. bisikan Wira membuat Asyifa jantung Asyifa berdesir.


"Eh..su.suka kak" jawab Asyifa gugup.


"Benarkah sayang hm?" tanya Wira lagi dengan suara yang sedang menahan hasratnya. membuat Asyifa bergeliat geli.


"Akh..geli kak" ucap Asyifa sambil mendorong wajah suaminya.


"Sayang, aku menginginkannya " ujar Wira yang sudah di penuhi dengan hasratnya dan kemudian ia menurunkan Asyifa ketempat tidur yang di penuhi bunga mawar kemudian ia langsung meraih bibir Asyifa dengan hasrat yang tak bisa di bendung lagi. Asyifa hanya mengikuti permainan bibir suaminya itu. dan tatkala tautan itu terlepas.


"Kak, hah..hah..kita belum Dzuhur" ucap Asyifa yang tersengal-sengal karena ia belum paham cara mengambil nafas saat berciuman.


Ucapan Asyifa membuat Wira harus menunda keinginannya dulu walaupun hasratnya tak tertahankan lagi, namun ia harus memenuhi dulu kewajibannya sebagai seorang hamba.


"Baiklah Sayang, kita berjamaah dulu ya" ujar Wira dan di anggukkan oleh Asyifa. lalu Wira pun membawa Asyifa ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya serta berwudhu.


Setelah selesai mereka pun sholat berjamaah tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka selesai dengan kewajibannya.


Setelah selesai mata Wira kembali berbinar lagi, dan kembali ia ingin mendekati istrinya dan Hasratnya kembali timbul. namun tiba-tiba..


Kury..kury..kury..


"Kak Ara lapaar " ucapnya dengan wajah tertunduk..


"AAKH!'' Wira Seperti frustasi..


**BERSAMBUNG AKH..😜😜


"""""""""'"""""""""""'""""""


kasihan babang Wira..


yang sabar ya babang Wira..😁😁


Dukung Author terus ya guys..


Jangan lupa tinggalkan jejaknya..


LIKE..VOTE ..DAN KOMENTAR..


AGAR AUTHOR SEMANGAT LOH..

__ADS_1


SYUKRON πŸ™πŸ˜Š**


__ADS_2