CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
TERIKAT OLEH JANJI.


__ADS_3

♻♻🌟 MUTIARA ALFAQIROH 🌟♻♻


"Jangan pernah berhenti mendoakan seseorg yg kamu sayang"


(Ali bin abi thalib)


❁ ﷽❁


~The Fower Of Do'a ~


Allah Mampu Mengubah Kemustahilan Menjadi Sebuah Kenyataan, Salah Satunya Dengan Do'a


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


"Syifa kamu lebih tahu dari pada aku tentang agama, dan apa hukumnya kamu tidak jujur pada suami kamu, dan kamu lebih tahu gimana perasaan suami kamu saat kelak ia tahu di belakang hari, pikirkan itu Syifa" tutur Dika panjang lebar, membuat tubuh Asyifa bergetar mendengarnya. ia merasa jadi serba salah hingga hanya air matanya yang berbicara kalau dia lagi di rundung Kesedihan, dan saat bersamaan Seseorang muncul dari balik pintu dan sedikit heran melihat Asyifa menangis dan juga heran kenapa banyak orang di kamar itu.


"Ada apa ini?, Ara kamu kenapa?" tanya Pria itu yang langsung menghampiri Asyifa." Ada apa ini Dik?" tanyanya lagi.


"Datanglah keruangan gue wir, kita harus bicara sekarang " Ujar Dika pada pria itu yang ternyata Wira, setelah Dika mengatakan itu ia pun langsung pergi meninggalkan Asyfa dan Wira, dan di ikuti oleh Dokter Ridwan serta Susternya. setelah kepergian mereka..


"Ada apa Ra?, kenapa kamu menangis apa yang di katakan Dika Ra?" tanya Wira penasaran karena melihat Asyifa menangis hingga terisak-isak


"Mas, hiks.. berjanjilah pada Ara hiks.. Apapun yang di katakan hiks..bang Dika hiks..mas jangan menurutinya yaa hiks.." Ucap Asyifa yang tersedu-sedu.


"Iya tapi katakan dulu ada apa sayang?" tanya Wira yang semakin penasaran.


"Hiks.. Berjanjilah mas.. Ara mohon hiks.. hiks..hiks.." Ucap Asiyfa sembari iya mengatupkan kedua tangannya memohon pada Wira, karena tidak sampai hati Melihat Asyifa yang seperti itu, Akhirnya Wira menyerah..


"Baiklah Sayang, mas janji tidak akan mengikuti perkataan Dika" Balas Wira pasrah.


" hiks..Apapun itu mas hiks..?"


"Iya sayang apapun itu" Ucapnya dan Asyifa pun langsung memeluk Wira begitu erat dan Wira pun membalas pelukan itu dan di serta ia mengecup puncak kepala Asyifa penuh kasih sayang.


"Sekarang ceritakanlah ada apa Ra?" tanya Wira lembut, Namun tak di respon oleh Asyifa, hanya hanya menangis di dada bidang Wira.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kamu tak mau mengatakannya sekarang kamu makan dulu ya, kasihan anak kita nanti kelaparan" Ujar Wira lagi dan di Anggukkan oleh Asyifa, "Ya sudah mau mas Suapin?" tanyanya lagi dan lagi-lagi hanya di Anggukkan saja oleh Asyifa. dan kemudian Wira pun melepaskan pelukannya lalu ia pun mengambil bungkusan yang tadi ia bawa dan kemudian ia pun membukanya.


"Nih, lihat pesanan bumil sudah lengkap, sekarang bumil harus makan yang banyak biar anak kita sehat Ok." tutur Wira yang membuka satu persatu bungkus yang berisi pesanan Asyifa tadi, sementara Asyifa hanya memandangi wajah suaminya dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti.


"Ya Allah, apa yang akan terjadi pada mas Wira kalau ia mengetahui kalau anaknya di minta untuk di gugurkan?, ya Allah berilah kami kekuatan agar kami bisa menghadapi ujian ini, dan aku percaya Rencana mu pasti yang terbaik"_ batin Asyifa dengan tatapan matanya mengarah ke wajah suaminya.


"Sayang? kenapa kamu menantap mas seperti itu?" tanya Wira menyadari Asyifa dari lamunannya.


"Eh!, tidak ada kok!"


"Hmm, atau kamu baru sadar ya kalau suamimu ini pria yang tampan." ucap Wira sembari meletakkan jari jempol dan telunjuknya di bawah dagunya di sertai dengan kedipan sebelah matanya, membuat mata Asyifa membulat.


"Idiih, mas Wira genit dan narsis banget sih!"


"Hahaha, iya ga papa dong, Narsis dan genit sama istri sendiri"


"Ho'oh dah!" ucap Asyifa dengan memutarkan bola mata malasnya.


"Hahaha, sudah, sudah, sekarang bukalah mulut kamu Aaa?" bales Wira yang masih terkekeh, sembari menyodorkan sendok yang telah berisi makanan ke mulut Asyifa dan langsung di sambut oleh Asyifa dan akhirnya ia pun makan dengan di suapi oleh Wira, tapi baru beberapa suap saja.


"Tapikan masih sedikit Ra."


"Tapi Ara sudah kenyang mas"


"Ya sudahlah kalau begitu, ya sudah sekarang kamu istirahat ya" ujar Wira dan di anggukkan oleh, Asyifa, dan Asyifa pun membaringkan tubuhnya dan kemudian menutup matanya, sementara Wira hanya mengelus-ngelus kepala Asyifa dengan lembut penuh kasih sayang..


"Apa yang kamu sembunyikan dari ku Ra?, mengapa hatiku merasa tidak enak"_ Batin Wira yang masih mengusap kepala Asyifa dan memperhatikan wajah istrinya yang sudah memejamkan matanya


setelah melihat nafas Istrinya sudah teratur menandakan ia telah pulas, Wira pun membenarkan selimutnya, setelah itu ia pun berjalan keluar menuju keruangan Dika, setelah sampai di depan pintu..


Tok..tok .tok.. Wira mengetuk pintu ruangan Dika.


"Masuk!" ucap seseorang dari dalam, dan Wira pun membuka pintu itu dan langsung masuk.


"Lo Wir, silakan duduk!" Ucap pria yang sedang duduk di belakang mejanya. dan Wira pun mengikuti perkataan pria itu dan ia pun duduk tepat di depan meja Pria tersebut.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya Dik?" tanya Wira yang begitu penasaran sejak tadi.


"Wir, kami menemukan kelainan di kepala Syifa" Ujar pria itu yang ternyata Dika. Wira mengerutkan keningnya.


"Maksud Lo?" tanya Wira yang masih belum paham dengan perkataan Dika, lalu Dika pun menujukan Hasil tes darah yang sudah di uji di laboratorium, dan kemudian ia pun menceritakan dengan detail kondisi Asyifa, dan ia juga meminta agar Wira bersedia mengizinkan Asyifa untuk menggugurkan kandungannya serta memintanya untuk membujuk Asyifa. mendengar penjelasan Dika, membuat tubuh Wira terasa lemas pikirannya menjadi teringat Akan perminta Asyifa yang memintanya untuk berjanji.


"Jadi ini alasannya, gue di minta untuk berjanji, agar tidak menuruti perkataan Lo?" Ucap Wira lemas dan ia menyandarkan tubuhnya di belakang kursi dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Jadi maksud Lo?"


"Iya!, gue sudah Terikat oleh janji kepadanya agar gue tak mengikuti perkataan Lo!"


"Lalu apa yang akan Lo lakukan?"


"Gue nggak tahu Dik!" ucap Wira yang nampak ia sedang frustasi,


"Ini ujian untuk Lo sama Asyifa, jadi gue rasa pasti ada maksud di balik ujian ini, jadi serahkan saja semuanya pada Allah, Wir, gue yakin ada hikmah di balik ujian ini" tutur Dika membuat Wira sedikit mulai tenang.


"Jadi gue saranin jangan menampakkan Kesedihan Lo padanya Lo harus kuat, dan gue minta Lo pikirkan lagi perminta gue, dan coba Lo tukar pikiran pada Abi Khairul, mengenai janji yang sudah Lo katakan pada Asyifa, gue yakin Abi pasti punya solusinya" ujar Dika menyarankan Wira untuk bertemu dengan Ustadz Khairul.


"Ok!, ya sudah kalau gitu gue kembali kekamar Asyifa, oh iya Apakah hari ini gue bisa membawanya pulang?" tanya Wira.


"Bisa Asal air di botol infusnya telah habis" bales Dika.


"Baiklah, thanks ya bro, gue pamit Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari salam Dika Wira kembali melangkah keluar dari ruangan Dika, dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamarnya Asyifa...


***********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏


selalu dukung Author ya dengan cara.


VOTE..LIKE..DAN KOMENTAR.. OK🙏😉

__ADS_1


__ADS_2