CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
ISTRI KECILKU YANG MANJA.


__ADS_3

┈┉━•❖❀💓 MUTIARA HIKMAH💓❀❖•━┉┈


Ketika Allah memilih kita untuk di berinya ujian, dari sekian banyaknya hamba-Nya, bukan karena Allah tak sayang, hanya saja Allah ingin kita yang menjadi teristimewa di sisi nya, banyak hamba-hamba yang terbaik di luar sana, dari segi ekonomi, dari pangkat dan jabatan, tetapi yang terbaiknya satu orang hamba bukan dari apa yang dia punya, bukan dari pangkat jabatan yang ia miliki, kaya bukanlah suatu kemuliaan, miskin bukan pula suatu kehinaan, kaya miskin sama di mata Allah,


Hanya saja yang mulia di sisi Allah yaitu siapa dia yang paling bertaqwa, sabar dengan ujian, hadapi dengan senyuman, hingga Allah datangkan kebahagiaannya kepada kita.😉🥰.


___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___


*┈┉━━━━━•❖❀💓❀❖•━━━━━┉┈*


Masih di panti asuhan..


Ketika Wira menyerahkan sebuah cek kepada seorang wanita Asing, yang sudah pasti ia adalah KKP ibu kepala yayasan panti tersebut, dan ibu itu terlihat sedikit kaget saat melihat jumlah cek tersebut, yang jumlahnya tidak sedikit, sehingga ia langsung menanyakan pada Wira niat hajatnya dan dengan spontan juga Wira pun menjawabnya.


"Saya tidak menginginkan apapun Bu, cuma saya hanya berharap istri saya sadar kembali dari komanya." Ujar Wira dengan wajah yang terlihat sedih.


"Aamiin ya Allah." Jawab Ibu panti tersebut, dan di ikuti juga oleh anak-anak yang sedang berada disana dan dengan spontan juga para anak-anak panti asuhan yang jumlahnya tidak sedikit itu langsung berdoa secara bersamaan.


بسم الله الرحمن الرحيم


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ وَاشْفِهِ وَأَنْتَ الشَافِيْ لَا شَفَاءَ إلّا شِفَاءُكَ شِفَاءً لايُغَادِرُ سَقَمًا


“Ya Allah, Engkaulah Rabb manusia. Hilangkanlah penyakitnya, dan sembuhkanlah dia. Engkaulah yang maha menyembuhkan (penyakit). Tiada kesembuhan terkecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit. Aamiin."


"Aamiin." Ucap Wira, yang terlihat terharu mendengar para anak-anak panti asuhan itu berdoa untuk kesembuhan istrinya, hingga tanpa terasa air matanya lolos begitu saja. Karena ia juga iba melihat anak-anak kecil di sana bahkan ada juga yang masih bayi, sudah tidak memiliki orang tua, ia jadi teringat akan anak-anaknya yang masih terlalu kecil sudah harus jauh dari kedua orang tuanya.


Melihat Wira yang menitikkan Air mata, membuat seorang gadis kecil yang usianya sekitar 4 tahun menghampiri Wira, dan bahkan ia memegang tangan Wira, " Uncle jangan nangis, in syaa Allah Aunty akan sembuh, dan in syaa Allah keluarga Uncle akan bahagia." Ucap sang gadis kecil itu dengan wajah yang terlihat sendu karena melihat Wira menangis.


mendengar perkataan gadis kecil itu gerakan menekukkan lutut nya agar Iya bisa sejajar dengan sang gadis kecil. " Aamiin..hiks.. Aamiin.. hiks Aamiin hiks..yaa Rabbal'alamin." Ucap Wira yang kemudian ia langsung memeluk sang gadis kecil tersebut dengan penuh kehangatan. "Terimakasih sayang hiks.. Terimakasih untuk semua.. Hiks..hiks.. In syaa Allah hiks .kalian semua hiks . juga akan mendapatkan kebahagiaan.hiks.." Sambung Wira lagi dan langsung di sambut oleh mereka.

__ADS_1


"Aamiin Aamiin..yaa Allah." Ucap mereka serentak, lalu Wira merentangkan tangannya agar anak-anak yang lain ikut memeluknya.


Dengan rasa suka cita mereka langsung mendekati Wira pada awalnya mereka memeluk secara bersamaan, hingga banyak yang tak kebagian Wira seperti paham akan kehausan mereka dengan kasih sayang, ia pun menyuruh mereka untuk berbaris agar mereka semua kebagian.


Wira pun memeluk mereka satu persatu di sertakan kecupan penuh kasih sayang pada dahi dan puncak kepala mereka satu persatu juga. Membuat ibu panti asuhan dan Pria Asing yang membawa Wira tadi ikut terharu karena melihat ketulusan Wira kepada anak-anak panti asuhan tersebut.


Setelah dirasa semuanya telah kebagian mendapatkan pelukan darinya, Wira pun langsung berpamit pada mereka semua. Termasuk pada Pria asing sang penjaga mesjid yang ia datang tadi.


Setelah berpamitan Wira pun kembali berjalan menuju ke Castle tempat Asyifa dirawat.Wira mempercepat langkah kakinya agar secepatnya Ia sampai di Castle tersebut bahkan ia juga berlari-lari kecil, dia tidak menyangka ternyata ia berjalan cukup jauh dari taman yang ia sehingga tadi.


Setelah ia berjalan lumayan jauhnya, akhirnya Wira pun sampai di Castle tempat Asyifa dirawat dan ia pun langsung menuju kamar Asyifa, setelah sampai Wira pun membuka pintu kamar tersebut dan saat pintu terbuka, mata Wira langsung terbelalak nafasnya seakan berhenti, tatkala ia melihat Asyifa yang terbaring setengah duduk sedang tersenyum manis kepadanya.


"Subhanallah, Walhamdullillah, Wallaillahaillah Wallahu Akbar." Ucap Wira dengan suara bergetar dan ia pun langsung berlari menghampiri istri kecilnya yang sangat ia rindukan itu, bahkan ia langsung memeluk Asyifa. " Alhamdulillah ya Allah, Hiks terima kasih, hiks.. Terima kasih ya Allah..hiks.." Ucap Wira penuh rasa syukur, yang kemudian ia mengecupi seluruh wajah Asyifa dengan penuh kerinduan yang amat mendalam.


" Selamat datang kembali sayang, Hiks..Terima kasih sayang, Hiks.. Terimakasih hiks karena sudah bertahan untuk Mas, Hiks..dan anak-anak kita.. hiks.." Ucap Wira sambil ia menyatukan dahinya ke dahi Asyifa, sesekali ia juga mengecup bibir Asyifa yang masih terlihat pucat.


"Memang Ara Kenapa Mas?." Tanya Asyifa dengan suara yang terdengar masih lemah.


"Tapi Ara laper Mas." Ucap Asyifa manja, dengan suara yang masih terdengar lemah.


"Astaghfirullah, Mas lupa, tunggu sebentar ya, Mas minta sama susternya dulu ya." Ujar Wira lembut, dan di balas dengan anggukan kepala oleh Asyifa.


Setelah mendapatkan anggukan dari Asyifa Wira pun melangkah ke luar ruangan untuk meminta bubur untuk Asyifa. dan tak berapa lama ia kembali lagi dengan membawa baki yang di atas terdapat sebuah mangkuk berisikan bubur dan segelas air putih.


Wira meletakkan baki di atas Nakas dan kemudian ia mengambil mangkuk berisikan bubur itu.


"Sekarang buka mulut kamu sayang Aaa." Titah Wira lembut sembari ia menyodorkan sendok yang telah terisi dengan bubur, dan Asiyfa pun membuka mulutnya dan menyambut suapan bubur dari Wira.


"Kok nggak ada rasa Mas." Keluh Asyifa setelah ia memakan buburnya.

__ADS_1


"Iya sayang, karena kamukan masih sakit jadi makanannya hanya di kasih garam sedikit, untuk saat ini nggak papa ya, nanti kalau kamu sudah benar-benar sehat, baru deh apapun yang ingin kamu makan Mas akan penuhi Ok." Tutur Wira lembut.


"Baiklah Mas " Kata Asyifa pasrah, yang akhirnya ia pun memakan bubur yang di suapin oleh Wira,, hingga habis.


"Alhamdulillah, awalan yang baik." Kata Wira yang terlihat puas melihat istrinya yang telah menghabiskan buburnya. " Ya sudah sekarang kamu istirahat ya." Lanjut Wira lembut,


"Peluk." Kata Asyifa singkat dan Manja.


Wira tersenyum saat mendengar kata 'peluk' dengan manja, itulah yang ia kangenin, manjanya istri kecilnya itu. " Iya sayang, Mas akan peluk kamu." Ujar Wira yang kemudian ia pun membaringkan tubuhnya di samping Asyifa. "Sekarang tidurlah istri kecilku yang manja." Lanjutnya lagi sembari mengecupi dahi Asyifa dengan penuh kasih sayang.


Merasa sudah nyaman, Asyifa pun mulai memejamkan matanya, karena memang pengaruh obat yang masih ada, membuat ia tak membutuhkan waktu lama, dan akhirnya ia pun tertidur, sedangkan Wira, yang memang hari itu sangat melelahkan baginya, tanpa terasa ia pun ikut hanyut ke dalam mimpinya, dengan posisi yang masih memeluk istri kecilnya itu.


___________


Ikuti Author terus ya guys..🙏😉


Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya..


VOTE.. LIKE.. HADIAH, KOMENTAR. DAN TENTU SAJA TAMBAHAN KE FAVORIT


Selalu Author tunggu sebagai penyemangat buat Author kembali Update..


Dan Author Meminta bantuannya pada para Readers untuk meramaikan Novel terbaru Author ok guys 🙏😘



Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya Guys 😉 🙏


karena novel terbaru Author sangat membutuhkan dukungan dari para Readers ku tersayang.😉😘

__ADS_1


jadi jangan lupa ya.🙏🥰😘>


__ADS_2