CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
AWAL KEBAHAGIAAN.


__ADS_3

Awal yang baik bagi Wiraxsana, setelah Asyifa memberikan izinnya mengecup kening sang istri, membuat ia begitu bahagiaุŒ namun tidak bagi Asyifa, ia merasa bingung pada jantungnya yang berdegup semakin kencang, saat Wira mengecup keningnya. (Maklum anak kecil belum pernah merasakan jatuh cinta, tantee๐Ÿ˜)


Apa lagi saat Wira mengatakan terimakasih dengan posisi sangat dekat, membuat Asyifa tidak bisa menjawab, mulutnya seperti terkunci Wira tahu kalau istrinya sedang malu dan canggung ia pun beralasan agar bisa membiarkan Asyifa sendiri biar dia sedikit tenang.


"Syifa, aku pergi cari sarapan sebentar ya, kamu mau apa biar nanti sekalian aku Carikan?" Tanya Wira lembut, namun Asyifa membalas dengan gelengan kepala saja.


"Hmm bagaimana kalau aku Carikan bubur ayam, kan bubur di rumah sakit tidak ada rasa.. kamu mau yaa?" Tanya Wira lagi dan kali ini di anggukkan oleh Asyifa.


"Ya sudah kamu tunggu sebentar yaa.." ujar Wira lembut sambil mengusap kepala Syifa penuh kasih sayang, membuat dada Asyifa semakin berdegup kencang..Wira yang melihat wajah istrinya yang semakin merah hanya tersenyum, lalu ia pun melangkah pergi beralasan untuk mencari sarapan, padahal baginya tanpa harus pergi ia bisa menyuruh anak buahnya, tapi karna ia ingin memberi ruang pada Asyifa akhirnya ia pun keluar.


Setelah Wira tidak kelihatan lagi, nampak Asyifa bernapas lega, sambil mengusap-usap dadanya yang sedari tadi berdebar..


"Astaghfirullah.. Astagfirullah.. Astaghfirullah.. kenapa dengan jantung hamba ya Allah.. tenangkanlah gemuruh yang di dada hamba." Gumam Asyifa, lalu ia melanjutkan dzikir seperti ummu Fatimah. Agar hatinya menjadi tanang..


"Subhanallah, Walhamdulillah, Walaillahailallah, Wallahu Akbar..


Subhanallah, Walhamdulillah, Walaillahailallah, Wallahu Akbar..


Subhanallah, Walhamdulillah, Walaillahailallah, Wallahu Akbar" Dzikir Asyifa yang kini hatinya sudah menjadi tenang, dan di saat ia terus berdzikir tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar..


"Tok tok tok..


DEG.. Jantung Asyifa kembali berdesir.. dan ia tak mau berkata-kata lagi. Saat pintu terbuka ternyata..


"Assalamu'alaikum, sayang?" Ucap salam seorang ibu, dan di belakang menyusul laki-laki paruh baya. Dengan cepat Asiyfa menutup wajahnya dengan cadarnya.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" bales Asyifa pelan.


"Sayang, kenapa di tutup wajanya, kamikan mami dan papi Wira nak, tidak apa-apa kok" ucap wanita itu yang ternyata mami dan papi Wira yang datang.

__ADS_1


"Eh, maaf Umi.. eh ma..mami" bales Asyifa gugup sembari membuka kembali cadarnya.


"Panggil umi juga nggak papa kok nak, malah mami senang mendengarnya" ujar mami Wira sambil mendekat pada Asyifa, dan di sambut oleh Asyifa dengan menyalami tangan sang mami Wira serta mengecupnya dan mami Wira langsung memeluk Asyifa serta mengecup kening Asyifa dengan lembut.


"Oh iya suami kamu mana nak?" tanya mami Wira,


"Eh..i.itu umi, akhy Wira katanya mau cari sarapan " bales Asyifa gugup.


"Kok akhy nak?" Protes papi Wira.." Bukankah Akhy yang berarti saudara laki-laki nak?.. Sedangkan dia adalah suami kamu, seharusnya panggil bisa juga Habibie, yang artinya sayangku atau Hubby yang artinya Cintaku, Sodiqi juga bisa yang artinya setia, hmm atau yaa Qalbii yang artinya wahai hatiku.. banyak nak panggilan yang bagus bila kamu ingin panggilan berbahasa Arab" lanjut papi Wira menyarankan Asyifa


"Eh..iya Bi..in syaa Allah" bales Asyifa canggung.


"Kenapa kamu canggung gitu sih nak?" protes mami Wira.


"Ma maaf u.umi, Syifa belum terbiasa" bales Asyifa masih gugup.


"Beginikah, rasanya di peluk seorang ibu,?.. begitu hangat.. apakah pelukan umi ana juga akan seperti ini bila ia masih ada?" ucap Asyifa dalam hati, dan tak terasa air matanya pun keluar ketika ia teringat pada umi kandungannya.


"Hei, kenapa kamu menangis nak?" tanya mami Wira sembari merenggangkan pelukannya


"Tidak apa-apa umi, Ara cuma teringat pada almarhum umi Ara saja hiks.."bales Asyifa dan akhirnya panggil nama kecilnya untuk orang yang dia sayangi pun keluar dari mulutnya..


"apakah seperti ini rasa pelukan umi Ara, hiks kalau ia masih ada umi?.. hiks.." lanjut Asyifa dengan lirih, membuat mami Wira menjadi iba dan kembali memeluk Asyifa serta mengecup keningnya lagi.


"Sayang berhentilah menangis, sekarang mamilah yang akan menggantikan umi kamu nak,dan mami akan setiap hari memberikan kamu pelukan agar rindumu pada umi kamu terbaleskan ya sayang" ujar mami Wira lagi sembari mengusap air mata Asyifa lalu mengecup kedua pipinya.


"Terimakasih umi hiks.." Balesnya masih terisak.


"Heloow.. bidadari-bidadari yang cantik.. mau sampai kapan pelukannya, masih ada papi nih di sini, masa cowok ganteng di cuekin sih.." Ucap papi Wira sedikit menggoda pada kedua wanita yang masih terhanyut dalam pelukan suasana haru biru

__ADS_1


"Apaan sih Papi, gangguin aja deh.." bales mami Wira sembari cemberut..


"Ya habis mami,, pelukannya lama sih, kayak mami sendiri yang punya putri, Papikan juga mau peluk sayang sama putri papi.." bales papi Wira begitu hangat "gantian dong mi, Papi juga ingin dekat sama putri papi" lanjut papi Wira lagi.


"Iya iya, mami minggir deh, " ujar mami sambil pindah posisi pada papi Wira, kini papi Wira yang berada di dekat Asyifa..


"Kamu baik-baik sajakan sayang, mami dan papi Begitu senang saat mendengar Wira mengatakan kamu telah sadar, " ucap papi Wira dengan lembut "Oh iya kalau mami di panggil Umi, kamu harus wajib memanggil papi, Abi ya nak dan tidak boleh ada rasa canggung karena kami sekarang adalah orang tua juga mu nak," tambah papi Wira sambil mengecup kening Asyifa juga, lalu kemudian memeluknya dengan hangat seperti seorang ayah pada anaknya..


"Ma syaa Allah, beginikah rasanya memiliki seorang Ayah, begitu hangat rasanya di hatiku, terimakasih ya Rabb, Engkau telah menggantikan kesedihan ku dengan kebahagiaan " ucapan Asiyfa di dalam hatinya rasa haru dan senang menjadi satu.


"Terimakasih Abi.. Terimakasih Umi, Ara Sangat bahagia, karena Ara sekarang merasa tak sendiri lagi, sekarang Ara sudah memiliki Abi, dan umi juga" ucap Asyifa dengan suara bergetar karena terharu..


"Tidak perlu berterimakasih nak, Kitakan adalah keluarga, jadi sewajarnya memberi kasih sayang terhadap Anak sendiri iyakan nak" bales papi Wira lagi.


"Na'am Abi, Syukron" ucap Asyifa dan kali ini Asyifa yang memeluk duluan papi Wira..


"Mami mau ikut..ikutan di peluk juga.." sambung mami Wira sambil ikut memeluk mereka, Akhirnya mereka bertiga saling berpelukan, di penuhi rasa haru juga rasa bahagia.


Saat asyik berpelukan mereka tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menyaksikan mereka, berpelukan dan ia ikut terharu menyaksikan kebahagiaan mereka..


"Alhamdulillah ya Allah, semoga ini Awal Kebahagiaan nya, dan tangisnya berganti dengan tawa ceria kembali" _ucapan batin orang tersebut..


BERSAMBUNG


โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YAA..


LIKE, KOMEN DAN VOTE SELALU DI TUNGGU LOH.. SYUKRON ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2