
══ ✥.❖.✥ ══ Kalam Habaib ══ ✥.❖.✥ ══
Allah swt tidak pernah meninggalkanmu. Akan tetapi kamu lah yang meninggalkan-Nya dengan segala kelalaianmu.
__[ Al Habib Abdullah Baharun ]__
══ ✥.❖.✥ ══⚛⚛⚛💠⚛⚛⚛══ ✥.❖.✥ ══
Di kota J.
Di sebuah rumah kecil yang terletak di tengah-tengah hutan, yang sepertinya rumah itu sudah lama kosong hingga terlihat suram, tapi di depan rumah itu terdapat dua orang yang sepertinya sedang berjaga-jaga di luar.
Sementara di dalam rumah nampak ada dua orang yang sedang terbaring lemah di sebuah amben kayu yang ada di sudut ruangan di rumah itu, sedangkan di tengah ruangan tersebut ada dua orang pria berbadan tegap sedang duduk di kursi, yang di tengahnya ada meja bundar, dan nampak salah satunya sedang menghubungi seseorang.
📱"Bos sesuai perintah, kami telah berhasil membawa dua orang itu kemari bos!" kata pria berbadan tegap yang kepalanya tak berambut itu.
📲" Bagus!, jaga keduanya, tunggu kabar dariku, lagi baru kalian singkirkan mereka ngerti?!" kata seseorang dari sebrang.
📱" Baiklah bos, tapi bos seperti mereka sekarang dalam keadaan sekarat, akibat tabrakan tadi" kata si botak lagi.
📲" Tidak apa-apa itu lebih baik, jadi kalian tidak perlu susah-susah untuk menyingkirkan mereka, lagi, " kata orang seberang lagi.
📱 Apakah itu berarti kami sudah boleh tinggalkan tempat ini bos?" tanya sibotak.
📲"Boleh Tapi kalian harus pastikan, mereka benar-benar sudah mati!"
📱"Oke!"
sambungan pun langsung terputus.
"Bagaimana Bot? apa kata bos Surya?" kata teman si botak yang duduk di depannya, dengan tangan memegang gelas yang berada di meja bundar itu.
"Gito!, Lo jangan sebut-sebut nama bos Surya, kalau di dengar oleh dua cucunguk itu bisa gawat bodoh!" bentak si botak.
"Ah, Lo takut banget sih dengan mereka yang sudah sekarat itu palingan sebentar lagi mereka modar!" tampik yang namanya gitok.
"Heh, iya sih, kata bos tunggu mereka benar-benar mati baru kita bisa pergi dari sini!" kata si botak lagi.
"Ya sudah kalau gitu kita matikan saja mereka sekarang, lagian bos tidak lihat ini kan?," kata gitok yang langsung berdiri menghampiri dua orang yang sedang sekarat itu di Ambenan kayu. "Lihat nafas mereka juga sudah tak beraturan ayo kita bantu mereka biar cepat pergi ke neraka hahaha" kata gitok lagi, sambil ia mengambil sesuatu di dalam kantong jas nya yang ternyata sebuah pistol.
__ADS_1
"Gue bantu kalian berdua untuk mengakhiri penderita Lo pada, selamat jalan ya salam sama raja neraka kalau sudah sampai ok!, hahaha" ujar Gito sambil tertawa terbahak-bahak, dan kemudian ia langsung mengarahkan pistolnya kearah seorang pria yang berbaring lemah itu dan ketika Gito sudah bersiap untuk Anda yang menembaknya tiba-tiba.
GUBRAK!!
Suara pintu di dobrak dan muncullah empat orang pria memakai jaket hitam dengan atribut topi di kepala dengan mulut ditutup masker, juga keempatnya memakai kacamata hitam juga dan semuanya membawa pistol di tangan mereka dan salah satu dari mereka langsung mengarahkan pistolnya ke si botak sedangkan yang lain mengarah ke gitok dan..
DOOR! DOOR! DOOR! tiga peluru melesat dan masuk ke tubuh gitok, sementara si botak yang tidak mempunyai persiapan akhirnya hanya bisa mengangkat tangannya saja
"Dika!, Lo langsung periksa mereka cepat!" kata salah satu dari mereka.
"Oke Ar!" kata Pria yang di panggil Dika,
Yaa sepertinya yang datang adalah Ardiyan serta para cs-nya, sementara Ardian masih mengarah pistolnya ke kepala Si botak
"Si..siapa..ka..kalian!" tanya si botak yang nampak sudah gemetaran karena ia telah menyaksikan Gito tertembak.
"siapa kami Bukankah teman Lo tadi ingin menitip salam dengan raja neraka? Nah sekarang kami adalah utusan raja neraka yang meminta kalian untuk kesana lebih dahulu." kata salah satu pria itu, yang sudah pasti itu suara Dimas.
"Siapa yangmengutus kalian berempat kemari?" tanya letak dengan masih suara yang bergetar.
"Siapa yang mengirim kami itu tidak penting! yang pasti Bos Surya sudah tidak menginginkan lo lagi!" kata seorang yang pria yang berdiri di samping Dimas dan itu sudah pasti adalah Andi, lalu ia juga langsung mengikat kedua tangan si botak itu.
"Tidak usah mengumpatnya dari belakang! kalau lo punya nyali balas dendam, maka lakukan itu setelah kami keluar dari sini !" kata Dimas sembari Ia mengikat tangan Si botak
sementara Dika yang tadi hampiri kedua pria yang sedang terbaring tak sadarkan diri di atas ambenan kayu langsung memeriksa keduanya lalu dan "Ar, kita harus secepatnya membawa wira dan temannya ini! karena saat ini kondisinya sedang kritis!" kata Dika, setelah Ia memeriksa kedua pria itu yang ternyata mereka adalah Wira dan Dony
"Ya sudah ayo cepat kita Bawak mereka!, Dim, Lo sama Andi Bawak teman Wira, Ayo kita keluar dari sini!" Titah Ardiyan sembari ia dan Dika Mengangkat Wira, sementara Andi dan Dimas mengangkat Dony, dan mereka langsung membawa mereka ke mobil dan dengan cepat Dimas yang memegang setir langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit
Karena, memang kemampuan dalam menyetir mobil Dimas yang tak diragukan lagi maka dengan sekejap mobil yang mereka naiki telah berakhir dengan sempurna di depan rumah sakit dan dengan cepat juga mereka langsung membawa Wira dan Dony ke ruang UGD
Nasib Baik, ternyata pemilik Rumah sakit tersebut adalah teman Dika, jadi dengan mudah Dika ikut turut serta menangani Wira. hingga proses menanganinya jadi Cepat.
"Gimana keadaan Wira Dik " tanya Ardiyan saat melihat Dika dan temannya keluar dari ruang UGD tersebut.
"Alhamdulillah, dia sudah melewati masa kritisnya tinggal menunggu proses pemulihannya saja Ar" kata Dika yang nampak jelas ada kelegaan di raut wajahnya.
"Alhamdulillah" kata mereka serentak.
"Lalu bagaimana dengan temannya itu?" Tanya Dimas yang teringat pada teman Wira.
__ADS_1
"Dia juga sudah melewati masa kritisnya juga cuma kaki sebelah kirinya mengalami patah tulang tapi kami sudah menanganinya juga jadi mudah-mudahan ya akan segera pulih juga" Sambung teman Dika.
"Oh iya guys kenali dia Dokter Akhmal dia Ahli bedah " kata Dika memperkenalkan Akhmal pada para sahabatnya, dan akhirnya mereka pun saling berkenalan satu sama lainnya.
Setelah selesai mereka saling berkenalan, Akhmal pun pamit karena ia masih harus bertugas lagi, setelah kepergian Akhmal, Ardiyan dan ketiga sahabatnya itu pun langsung menuju ke ruangan Wira
Sesampainya di ruang rawat Wira, Ardiyan dan lainnya pun memasuki ruangan tersebut dan ternyata Wira telah Sadarkan Diri.
"Kalian?!" Katanya saat melihat keempat temannya masuk ke ruangannya, " Mengapa kalian bisa ada di sini?" tanya Wira heran, dengan suara yang masih lemah.
"Kitakan temaan " kata Dimas dengan nada suara Fizi yang ada di film Ipin dan Upin
"Jadi Di mana ada semut, di situ pasti ada gula." Sambung Andi dengan ciri khas cengirannya.
"Nggak nyambung goblok" timpal Dimas lagi.
"Itu mah Jaka sembung dodol" Sambung Andi lagi.
"Iyaa, Nggak nyambung Dodol !" Kata Dimas Lagi.
"Apaan sih kalian, malah pada Ribut sih?!" Bentak Ardiyan, yang mulai kesal pada kedua temannya yang pada ribut itu.
"Intinya, kita adalah Lima Sekawan yang apa bila kita bersatu, maka kita tidak akan terkalahkan dan apabila kita terpisahkan, maka akan bernasib kayak Lo sekarang!, " Kata Ardiyan tatapan matanya mengarah ke Wira.
"Jadi mulai sekarang, jangan pernah mengambil keputusan sendiri, bila terjadi sesuatu masalah pada kalian, bukankah kita sudah seperti saudara,?, jadi please jangan sampai kejadian ini terulang lagi, kalian paham!" Ujar Ardiyan yang Nampak tegas.
"Paham Ar" jawab mereka serentak.
"Sorry guys, gue tidak bermaksud menyembunyikan masalah gue cuma waktu itu terjadi secara mendadak" kata Wira.
"Baiklah kami memahami situasi lo tapi mulai sekarang ijinkan kami ikut serta menangani masalah Lo Ok!" kata Ardiyan lagi.
"Oke!, Thanks ya guys sudah datang tepat waktu" kata Wira yang sangat beruntung memiliki sahabat yang begitu perhatian padanya.
******
Maaf kalo ada typo, maklum masih lemees 🤒😥Tapi tetap Berikan dukungannya ya Guys 🙏
LIKE, VOTE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😊
__ADS_1