
ββ ββ¦ πKALAM ULAMA πβ¦ββ β
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Bentuk penyia-nyiaan terbesar (yang banyak dilakukan manusia) yaitu ada dua dan keduanya merupakan pokok dari penyia-nyiaan. Pertama menyia-nyiakan hati dan kedua menyia-nyiakan waktu."
__(Fawa'idul fawaa'id, hlm. 385)__
ββ ββ¦β ββ¦ββ ββ¦πβ¦ββ ββ¦ββ β¦ββ β
Di dalam mobil Andi dan Nadziha..
Setelah dari rumah Dika dan Nina, Andi melajukan mobilnya tidak ke arah rumah mereka dan itu membuat Nadziha heran..
" Loh mas kita mau kemana?, kok arah tidak ke rumah kita?" tanya Nadziha heran
"Kita mau kerumah sakit sayang." jawab Andi dengan tatapan fokus kedepan.
"Loh, emang siapa yang sakit Mas?"
"Tidak ada yang sakit sayang, tapi hanya mau periksa kehamilan kamu saja kok".
"Loh tapi Kitakan baru priksa seminggu yang lalu mas." Ujar Nadziha mengingatkan Andi.
" Mas, tahu sayang, tapi tadi kamukan jadi bumil jagoan, jadi kita harus periksakan sayang" Bales Andi.
" tapi Ziha merasa kami baik-baik saja kok mas." Ujar Nadziha lagi.
"Iya Mas tahu kok, Mas hanya memastikan saja kok, ya sudah ya jangan membantah lagi" bales Andi lembut.
"Hum.. Ya sudah deh terserah Mas saja " Ujar Nadziha pasrah, dan dan di saat bersamaan mobil Andi memasuki kawasan rumah sakit dan ia pun langsung menuju ke parkiran mobil setelah mobil terparkir, Mereka pun turun dan kemudian mereka Langsung memasuki rumah sakitΨ
Setelah berada di dalam Andi pun membawa Nadziha ke ruangan dokter spesialis kandungan. dan kemudian ia meminta sang dokter untuk periksakan kandungan Nadziha.
"Baiklah kalau begitu Sekarang kita melakukan USG saja ya Pak untuk mengetahui keadaan babynya." Ujar sang dokter wanita tersebut.
"Baiklah lakukan saja dok yang terbaik untuk istri saya." bales Andi.
"Baik pak, Ayo Ibu ikut saya kita akan lakukan USG " Ajak ajak sang dokter dan najiha pun mengikuti sang dokter tersebut dan kemudian najiha meminta membaringkan tubuhnya di ranjang pemeriksaan dan setelah itu sang dokter melakukan USG dan terlihatlah dilayar monitor, keajaiban sang pencipta membuat Andi dan Nadziha terharu melihatnya
"Lihatlah pak, Bu, anak kalian begitu sehat, dan sepertinya baby kalian berjenis kelamin perempuan." ujar sang dokter membuat Andi dan Nadziha terkagum melihat isi layar monitor tersebut.
__ADS_1
"Ma syaa Allah, lihat Mas itu anak kita." Ujar Nadziha yang terlihat terharu melihat layar monitor tersebut.
"Iya sayang, itu anak kita, semoga ia selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah ya sayang? " Sambung Andi yang terlihat ia juga terharu melihat layar monitor itu.
"Aamiin ya Allah" Sambung Nadziha lagi.
"Oke, pak, Bu, apakah kalian sekarang sudah puas dengan hasil USG, yang menunjukkan anak kalian?" Tanya sang dokter.
"Alhamdulillah sudah Dok, " Jawab Nadziha yang memang ia terlihat sangat puas melihat hasil USG tersebut
"syukurlah kalau begitu, mari kita kemeja Saya lagi." Ajak sang dokter, sembari yang melangkah menuju ke meja kerjanya dan Tak lama kemudian Andi dan Nadziha menyusulnya dan kemudian mereka duduk di hadapan meja sang dokter
"ini resep saya kasih ke bapak yang tidak tebus ya, dan minum dengan rutin ya Bu Agar baby kalian selalu sehat, oke." ujar sang Dokter sembari ia menyerahkan sebuah kertas kecil kepada Andi.
"Baiklah Dok, terima kasih, kalau begitu kami permisi pulang." bales Andi sembari mereka bangkit dari duduknya dan kemudian mereka pun melangkah keluar dari ruangan tersebut.
"sekarang Mas percaya kan kalau anak kita baik-baik saja?." Tanya Nadziha di dalam perjalanan menuju ke perparkiran tempat mobil mereka terparkir.
"Iya sayang, mas percaya kok, Ya sudah sekarang yang main ke mana atau ingin memakan sesuatu tanya Andi dengan lembut ketika mereka sudah berada di dalam mobil mereka.
"Ziha ingin makan gado-gado Bi Atik yang berada di daerah BT itu loh mas." ujar Nadziha dengan mata yang berbinar yang terlihat Iya sudah ingin memakan gado-gado tersebut.
"Hah?!, itu kan jauh sayang, masa iya sih mau makan gado-gado aja, harus menempuh perjalanan 2 jam dulu emang kamu tidak lapar apa?.'' Tanya Andi yang sedikit kaget mendengar keinginan istrinya.
"Tapi sayang, BT, sangat jauh, nanti kamu kelelahan loh, lagian Apa kamu masih dalam masa ngidam kan sudah 5 bulan sayang?' Tanya Andi yang sedikit heran.
"Ziha juga nggak tahu Mas, tapi Ziha kepingin banget makan gado-gado itu, tapi kalau mas tidak mau mengantar kesana ya udah Ziha nggak mau makan titik.'' Ujar Nadziha dengan wajah merajuknya dan tangan yang dilipatkan ke bawah dadanya.
"Haiis, sulit banget ya menghadapi bumil Yang lagi ngidam?" gerutu Andi yang terlihat bingung menghadapi istrinya yang sedang hamil.
"Iya iya kita ke sana sekarang, tapi kamu harus tidur ya sayang, nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan kamu, ya sayang" Sambung Andi, yang akhirnya ia menuruti keinginan istrinya.
"Alhamdulillah Terima kasih suamiku sayang muah." Ucap Nadziha senang dan dengan spontan ia memberikan kecupan gemas pada pipi Andi, hingga Andi yang sedang menyetir sedikit kaget karena mendapatkan serangan mendadak dari istrinya.
"Sayang!, Mas lagi menyetir ini, nanti kita menabrak orang lagi." protes Andi yang kemudian ia kembali lagi fokus dengan menyetirnya.
" Hehehe Maaf mas," Bales Nadziha Sambil Cengengesan " Ya udah Ziha bobo dulu ya Mas, Biar mas bisa fokus menyetirnya kan biar cepat sampai." lanjut Nadziha lagi.
"Iya sayang, sekarang tidurlah" Bales Andi.
"Iya Mas." Nadziha pun langsung memejamkan matanya dan Tak lama kemudian napasnya mulai teratur menandakan Ia telah tertidur pulas.
Sementara Andi masih terlihat fokus dalam menyetirnya, dan karena tidak ada lagi yang mengganggunya membuat Andi semakin cepat membawa mobilnya, hingga tanpa terasa mobilnya pun telah memasuki daerah BT, sampai akhirnya mobil pun berhenti di depan sebuah warung kecil yang bertuliskan warung gado-gado Bu Atik. dan Andi pun langsung membangunkan Istrinya.
__ADS_1
"Sayang, bangunlah kita sudah sampai nih sayang, " kata Andi sembari Ia mengelus-ngelus pipi Nadziha agar Iya terbangun dari tidurnya.
"Humm, iya mas."balas Nadziha dengan suara serak khas orang bangun tidur dan tak lama Nadziha pun membuka matanya " Kita Sudah sampai mas?" tanyanya lagi sembari melihat keluar jendela mobil.
"Iya sayang, Ya sudah ayo kita turun mas sudah lapar nih." kata Andi yang kemudian Ia pun membuka pintu mobilnya dan diikuti oleh Nadziha juga dan setelah mereka turun mereka akan langsung masuk ke warung gado-gado tersebut,
"Eh, Neng Ziha, apa kabar neng, lama tidak melihat Eneng, sekarang perutnya sudah besar tambah cantik lagi." ujar seorang wanita paruh baya yang ada di warung tersebut.
"Aamin, Terima kasih Bu, dan Alhamdulillah kabar saya baik Bu" Bales Nadziha ramah.
"Alhamdulillah, mau pesan apa neng? '' tanya Ibu itu lagi.
"pesan gado-gadonya 2 ya Bu, kami duduk di sana." kata Nadziha sembari menunjuk sebuah meja di sudut warung yang di sana sudah diduduki Andi.
"Oh, baiklah neng.'' kata ibu itu dan tak berapa lama pesanan mereka datang dan kemudian mereka langsung melahapnya setelah selesai Mereka pun berpamitan pada pemilik barang tersebut setelah membayarnya.
Setelah itu mereka pun melakukan perjalanan lagi menuju arah pulang Namun karena Andi merasa lelah akhirnya Ia membelokkan mobilnya kesebuah hotel.
"Loh Mas kita kok kesini? '' tanya Nadziha heran.
"Mas lelah sayang kita istirahat di sini dulu ya " Bales Andi yang memang ia nampak lelah di tambah lagi hari sudah gelap.
"Oh, Ya sudah terserah mas saja." Balas Nadziha, yang kemudian Mereka pun langsung memasuki hotel tersebut, dan setelah memesan kamar langsung berjalan menuju ke kamar yang telah mereka pesan.
Sesampainya di kamar tersebut Andi yang terlihat lelah langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sementara najihah langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan tak berapa lama Nadziha Kembali keluar dengan hanya memakai handuk kimono putih saja dan karena ia sudah merasa lelah jua ia pun membaringkan tubuhnya di samping Andi.
Andi yang sudah memejamkan matanya, tiba-tiba membukanya kembali, tatkala ia mencium sesuatu yang lagi dari tubuh istrinya.
"Sayang, kamu sudah Menggodaku" kata Andi yang langsung mencium pipi Nadziha.
"Siapa yang menggoda sih?' protes Nadziha yang kaget karena ia tadi sudah sempat memejamkan matanya.
"harusnya kamu sayang yang sudah menggoda Mas jadi kamu harus bertanggung jawab." Ujar Andi yang kemudian langsung meraih bibir ranum Nadziha, sembari tangannya membuka tali kimono milik Nadziha, yang sepertinya Nadziha juga ikut Hanyut dalam permainan bibir Andi hingga ia tak lagi Portes saat, Andi mulai memainkan tangannya di Area perbukitannya yang membuat ia mengeluarkan lenguhnya dan itu membuat Andi jiwa petualang Andi semakin meronta ingin menenggelamkannya di samudra bercinta mereka.
Dan setelah itu Author pun ingin tidur karena tak mau mengintip Andi yang sedang bercinta.
Mat bobo ya guys π΄π΄π΄
________
Eh, Oh iya Jangan lupa tinggalkan penyemangat untuk Author terus ya guys π΄π΄
Syukron πππ΄π΄π΄π΄
__ADS_1