CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
HAMIL PELAMINAN..


__ADS_3

🌿🌺*MUTIARA ALFAQIROH* 🌺🌿


ο·½ πŸ“– πŸ–‹


"Perempuan itu sama seperti bunga. Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang.”


(Ali bin Abi Thalib)


ΫžΨ§ΩŽΩ„Ω„Ω‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„ΩΩ‘ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ³ΩŽΩŠΩΩ‘Ψ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِ Ψ³ΩŽΩŠΩΩ‘Ψ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―ΩΫž


πŸ€πŸŒΊπŸ€πŸ€πŸŒΊπŸ€πŸ€πŸŒΊπŸ€πŸ€πŸŒΊπŸ€πŸ€πŸŒΊπŸ€


Dika dan Nina saling bertatapan, mata dan seketika jantung Dika berdegup kencang tatkala ia melihat bibir merah alami milik Nina seakan memiliki makhnet yang menariknya untuk mendekati bibir Nina, semakin dekat.. semakin dekat..dan akhirnya bibir mereka pun saling bertemu, pertama hanya menempel saja, Nampak Nina seperti kaget, hingga Dika pun langsung menjauhi wajahnya dari wajah Lisa..


"Eh, Maaf Nina, aku sudah lancang, menciummu tanpa izin dari kamu" ucap Dika merasa bersalah..


"Tidak apa-apa da, lagian Nina sudah halal buat Uda, jadi nggak usah minta maaf ya" ujar Nina lembut, membuat hati Dika meleleh


"Eh, berarti aku boleh cium lagi dong ?" ujar Dika penuh semangat.. membuat Nina Tersenyum malu, lalu iapun mengangguk kepalanya pelan..


" Yes!!" serunya senang, namun malah dapat pelototan dari Nina..


"Eh, hehehe, maaf istriku" Ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu.. sedangkan Nina hanya tersenyum samar sambil menggelengkan kepalanya saja..


"Iya da, sekarang Uda mandi dulu gih, kan sebentar lagi Maghrib" kata Nina lembut..


"Baiklah istriku, kalau begitu aku mandi dulu ya, " ujar Dika, dan saat ia hendak menuju kamar mandi..


"CUP,.. yes! kenak.." satu ciuman singkat mendarat di pipi Nina, sembari ia mengayunkan tangannya yang sedang terkepal dan setelah itu ia berlari menuju kamar mandi, dan perbuatannya itu hanya di tanggapi oleh Nina dengan gelengan kepalanya serta tertawa kecil, karena melihat tingkah lucu suaminya saat mencium dirinya, begitu senang seperti mendapatkan Lotre..


Dan tak berapa lama tiba-tiba Dika memanggil Nina dari balik pintu kamar mandi yang hanya memunculkan kepalanya saja.


"Istriku yang cantik, tolong ambilkan, Uda handuk dong, hehehe, karena tadi mencium kamu aku jadi lupa deh.." pinta Dika, sembari cengengesan karena sedikit malu..

__ADS_1


"Iya da, tunggu sebentar ya, Nina Carikan dulu" bales Nina lalu ia pun melangkah menuju lemari tempat ia menaruh handuk-handuk.. setelah ia mendapatkan handuknya ia pun bergegas menuju kamar mandi dan kemudian menyerahkan handuk itu pada Dika.


"Terimakasih istriku" ucapnya sembari mengambil handuk yang di serahkan oleh Nina..


"Afwan da.." bales Nina, Dika kembali menutup pintu kamar mandi, dan tak lama kemudian ia kembali keluar dengan hanya memakai handuk sebatas perut dan lututnya saja, dan nampaklah dada bidangnya serta perut kotak-kotaknya membuat Nina yang melihat itu langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya..


"Eh, kenapa Uda tidak memakai baju sih?" protes Nina yang masih menutupi wajahnya..


"Kan aku tadi lupa Bawak Nin, tapi kenapa kamu menutupi wajahmu, bukankah aku juga sudah halal bagimu?" ujar Dika yang heran melihat tingkah istrinya..


"Eh, i-iya ta-tapikan.....Sudah akh.. Nina mau mandi, baju uda sudah Nina taruh di atas tempat tidur!" ucap Nina gugup, yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, lalu ia langsung ngacir ke kamar mandi, tanpa membawa apapun, Dika yang melihat istrinya salah tingkah membuat ia malah tertawa..


"Hahaha, lucu sekali sih istriku, sepertinya dia masih malu-malu meong,, maung entar mauuu" Ujar Dika kekeh.. setelah istrinya sudah tak terlihat Dika pun mulai memakai baju yang sudah di persiapkan oleh Nina, ternyata itu baju Kokonya dan kain sarung, karena Nina berpikir suaminya hendak sholat Maghrib..


Dika sudah selesai memakai pakaiannya, namun istrinya belum kunjung muncul, membuatnya heran, karena ia merasa istrinya sudah lama di kamar mandi, bahkan Azan Maghrib pun sudah berkumandang..


"Kenapa Nina belum keluar juga sih?, ini sudah lewat Azan, apa sebaiknya ku ketuk saja ya.." Gumam Dika dan akhirnya ia pun menghampiri pintu kamar mandi Nina..


"Nina masih lamakah?, ini sudah Azan Maghrib loh.."Seru Dika dari luar kamar mandi..


"Aduh, ana harus bilang apa nih, hiis kenapa ana jadi lupa Bawak handuk dan baju sih, bikin malu aja deh, hmm ini gara-gara Uda Dika yang hanya Makai haduk saja membuat ana jadi nggak fokus deh..CK hiis.Ana harus gimana Sekarang...?." rutuk Nina kebingungan, sembari ia menepuk keningnya karena ia lupa..dan saat Dika memanggil namanya, membuat ia semakin kebingungan..


"Eh, Uda sholatlah duluan, nanti Nina sholat sendiri saja " pekiknya dari dalam kamar mandi..


"Oh ya sudah kalau gitu, aku duluan ya!"


"Iya da!" Dan akhirnya Dika melaksanakan sholat Maghribnya sendiri, dan ternyata itu kesempatan bagi Nina, keluar dengan hanya menutup tubuhnya dengan baju yang ia pakai tadi. dan dengan cepat ia mengambil Handuk serta bajunya, lalu ia kembali lagi ke kamar mandi.. setelah di dalam ia pun mulai memakai bajunya, dan setelah selesai ia bermaksud mengambil wudhu namun ia merasa ada yang aneh yang keluar dari bagian sensitifnya, lalu ia pun memeriksanya..


"Subhanallah,.. ternyata ana kedatangan tamu" gumam Nina, lalu ia pun mengambil sesuatu di rak kecil yang ada di kamar mandi itu, yang sudah di pastikan itu adalah pembalut, dan setelah memakainya ia pun melangkah keluar dari kamar mandi tersebut,


Karena di lihatnya Dika belum selesai dengan ritualnya, ia pun melangkah keluar dari kamar mereka, menuju ruang makan..


"Suami kamu mana nak?" tanya seorang ibu yang sedang menata makanan di meja makan..

__ADS_1


"masih sholat mi," bales Nina sembari ia membantu ibu tersebut yang ternyata umi Nina..


" loh memang kamu tidak ikutan sholat bersamanya nak?"


"Tidak mi, Nina ke datangan tamu."


"Wah, bakalan cepat menimang cucu nih kayaknya umi" goda Sang umi, membuat Nina bingung..


"Maksudnya umi apa?, Nina nggak paham.."


Umi Tersenyum.." kata orang, Pengantin baru yang sedang datang bulan, mereka menyebutnya hamil pelaminan, karena nanti setelah ia bersih ia akan memasuki masa suburnya, nah, apabila ia di campuri oleh suaminya untuk pertama kalinya juga bagi sang suami, maka prosesnya cepat nak, bisa jadi kamu bulan depan sudah berisi" jelas sang umi membuat Nina Tersenyum senang..


"Mudah-mudahan ya mi, karena seorang anak adalah hadiah terindah yang Allah berikan bagi pasangan yang telah halal dan Anak adalah amanah Allah swt paling berharga yang patut disyukuri dan wajib diasuh dan dididik yang pada akhirnya dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya kelak..” ujar Nina penuh semangat..dan saat bersamaan muncullah Dika dan Abi Nina..


"Eh, Abi, nak Dika, duduklah kita makan sama-sama" ujar Umi Nina, saat melihat Dika dan Abi datang..


" iya mi..Ma syaa Allah, banyak makanan nih kayaknya, ayo nak Dika, jangan malu-malu, kalau malu nanti lapar" ujar sang Abi sembari duduk di sebelah umi..


"Iya Bi, nggak malu kok " Bales Dika yang ikut duduk di sebelah Nina.


"Gitu dong, sekarang kitakan sudah menjadi keluarga, jadi jangan sungkan-sungkan sama kami ya nak" kata Abi Nina lembut..


"Iya Bi, in syaa Allah"


" sudah bi, jngan ngobrol lagi, sebaiknya kita makan sekarang, Nin, layani suamimu ya nak." Timpal Umi, memotong pembicaraan Abi dan Dika..


"Iya mi" Nina pun mengambil piring Dika lalu ia isi dengan nasi serta lauknya, setelah itu ia berikan pada Dika..


"Terimakasih Nin" ucap Dika setelah menerima piring yang sudah berisi dari Nina..


"Afwan da" Bales Nina, lalu ia pun mengambil makanan untuk dirinya, setelah itu mereka pun mulai makan, makanannya dengan penuh hikmat,


Bersambung

__ADS_1


************


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2