
══ ✥.❖.✥ 💞Kalam Habaib 💞✥.❖.✥ ══
"Sesungguhnya bumi ini tercipta karena Cahaya Nabi Muhammad ﷺ , maka jika seseorang ingin aman dari bala bencana, mala petaka, musibah dan lainnya, hendaknya ia bersholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ."
[ AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ ]
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
✥.❖.✥ ══✥.❖.✥ ═💞═✥.❖.✥ ══✥.❖.✥
Masih di Ruang rawat Asyifa.
Wira tersentak dari tidurnya karena mendengar suara deringan dari hp-nya, dan di saat ia hendak bangkit ternyata tangan Asyifa masih berada di atas dadanya, Wira pun tersenyum melihatnya.
"Alhamdulillah, ternyata tadi Bukanlah mimpi " Gumam Wira yang ternyata ia sempat berpikir kalau kesadaran Asyifa hanya sebuah mimpi.
Karena deringan hpnya berbunyi lagi, Wira pun memindahkan tangan Asyifa secara perlahan dari dadanya dan kemudian ia bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian ia pun langsung mengambil benda pipihnya itu yang ia letakkan di atas Nakas, dan terlihat di layar Handphonenya sebuah panggilan video dari orang yang amat ia kenali.
"Mami?." Gumam Wira dan ia pun langsung membukanya.
📱" Assalamu'alaikum Mi." Salamnya saat panggilan telah tersambung, dengan suara pelan karena ia takut membangunkan Asyifa.
📱"Wa'alaikumus salam Nak." jawab sang Mami
📱"Bagaimana kabarnya Mami, papi, dan anak-anak mi?." Tanya Wira sambil berjalan sedikit menjauh dari ranjang Asyifa, kemudian ia berdiri di dekat jendela Castle.
📱"Alhamdulillah kami sehat semuanya, gimana dengan kamu Nak, dan perkembangan Asyifa?." Tanya Sang ibu kembali dengan lembut.
📱"Alhamdulillah Andra baik Mih, dan Alhamdulillah Ara juga sudah sadar dari komanya Mih." Ujar Wira yang terlihat ia sangat senang.
📱"Alhamdulillah, mana Mami ingin melihatnya nak." Balas sang Mami begitu antusias.
📱" Maaf Mih, Aranya lagi tidur."
📱"Bangunin dong Nak, sebentar aja Mami kangen nih." Ujar Sang Mami yang terlihat begitu berharap Wira mau mengabulkan keinginannya.
📱"Tapi Mih..." Wira terlihat bingung karena mengingat Asyifa yang baru saja sadar jadi ia takut, bila harus membangunkannya lagi, Namun di saat ia bingung..
" Mas, kamu lagi bicara dengan siapa?." Mendengar suara lemah seorang wanita Wira langsung membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
"Alhamdulillah Kamu sudah bangun sayang?." tanya Wira sembari ia berjalan menghampiri tempat tidurnya Asyifa.
"Sudah Mas, tadi kamu cara sama siapa Mas?." tanya Asyifa kembali.
"Mas bicara sama mami sayang ini Mami juga ingin bicara sama kamu." bales Wira sembari mendekatkan benda pipinya dan menghadapkan layarnya ke arah wajahnya terlihatlah seorang wanita paruh baya terlihat sedang tersenyum haru
📱" Mami?, Assalamu'alaikum Mih?." ucapkan Syifa dengan suara yang masih lemah.
📱"Wa'alaikumus salam Nak, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar. Bagaimana keadaan kamu sekarang nak?." balas Winny yang terlihat Iya kini ini telah meneteskan air matanya saat melihat wajah Asyifa yang masih terlihat pucat, ia juga terlihat begitu bersyukur akan keajaiban ia telah di dapat oleh sang anak mantunya.
📱"Alhamdulillah Ara sudah baikan Mih."
📱"Alhamdulillah, Apakah kamu ingin melihat Anak-anak kamu sayang?." Tanya Winny yang terlihat dari layar ia sedang berjalan entah hendak kemana.
📱"Anak-anak?, Anak-anak siapa Mih?." Tanya Asyifa yang terlihat bingung, begitu juga dengan Wira dan Winny, namun kebingungan mereka jelas berbeda dengan Asyifa, mereka heran kenapa Asyifa tidak mengingat akan Anak-anaknya.
"Astaghfirullah, Ada apa ini ya Allah?, Apakah Asyifa telah lupa pada Anak-anaknya?, pantas saja saat ia sadar ia tak menyinggung keberadaan anaknya."_Batin Wira.
"Sayang kamu tidak ingat dengan anak-anak kita?." Tanya Wira penasaran.
"Anak-anak kita?, apa kita sudah punya anak Mas?." Tanya Asyifa dengan wajah yang tidak bisa di artikan, Membuat Wira terlihat sedih ternyata Asyifa tidak ingat pada Anak-anaknya.
📱" Mih, perlihatkan mereka." Kata Wira yang bukannya menjawab pertanyaan Asyifa ia malah meminta sang ibu untuk menujukkan buah hati mereka.
📱" Siapa mereka?." Tanya Asyifa yang terlihat ia tak berkedip sedikit pun melihat ketiganya.
" Mereka anak kita sayang, apakah kamu tidak ingat saat kamu mengandung mereka, dan kita jauh dari mereka itu karena setelah kamu melahirkan mereka kamu mengalami koma Ra, tapi mas paham kok, kalau kamu tidak ingat, karena kamu koma sudah hampir 8 bulan Ra." Ujar Wira dengan wajah yang terlihat sedih. sambil membelai lembut pipi Asiyfa.
Asyifa terlihat ikut sedih setelah ia mendengar perkataan Wira, ada perasaan bersalah pada dirinya. " Maafin Ara Mas, Ara nggak tahu itu." Ucapannya lirih namun masih terdengar oleh Wira.
"Kamu nggak salah kok sayang ini adalah kehendaknya Illahi Robby, yang ingin menguji kesabaran Mas, sayang." Ujar Wira yang kemudian ia menarik bahu Asyifa agar ia bisa menyenderkan tubuh Asyifa ke dada bidang Wira, yang kemudian ia memberikan kecupan sayang pada dahi Asyifa. Lalu pandangan Asyifa kembali kelayar Hp-nya.
"Jadi benaran mereka anak kita Mas?." Tanya Asyifa, nampak matanya berbinar melihat ketiga Babynya yang terlihat sedang meminum susu di botol Dodnya.
"Iya sayang mereka anak kita." Kata Wira yang masih membelai-belai rambut istrinya, dengan kasih sayang.
"Ara ingin bersama mereka, bisakah kita pulang sekarang Mas?." Tanya Asyifa sambil menatap wajah Wira dengan tatapan yang sangat berharap sekali.
"Jangan sekarang ya Ra, tubuh kamu masih lemah, Sabar ya sayang, in syaa Allah kalau kamu sudah sehat, baru kita pulang dan berkumpul dengan anak-anak kita, Ok." Ujar Wira lembut.
__ADS_1
📱"Benar kata suami kamu nak, bersabarlah sebentar lagi, setidaknya sampai Dokter menyatakan kamu sudah boleh pulang ya sayang." Timpal Winny yang ternyata ia masih mendengar pembicaraan antara Wira Dan Asyifa. " Ya sudah sekarang kamu istirahat ya Nak, biar tubuh kamu segera pulih kembali, Ok sayang, Mami pamit ya Assalamu'alaikum." Lanjut Winni lagi.
📱"Iya Mi, Andra titip anak-anak ya, Wa'alaikumus salam." Balas Wira dan di balas acungan jempol oleh sang Mami, yang kemudian panggilan pun terputus.
Melihat layar menjadi gelap, Wajah Asyifa terlihat sedih, karena ia tak bisa melihat buah hatinya lagi.
"Mas?."
"Iya sayang?."
"Kita pulang sekarang yaa."
"Sayang, kondisi kamu masih lemah, mas nggak mau ambil resiko akh." Kata Wira lembut.
"Hum, Tapi Mas, Ara sudah merasa baik-baik saja kok, kita pulang sekarang ya Mas." Rengek Asyifa manja, yang terlihat ia tak sabar lagi ingin bertemu dengan buah hatinya.
"Ra, kita sekarang sedang di Amerika, butuh waktu 24 jam bahkan lebih untuk pulang ke Indonesia, sedangkan kamu baru beberapa jam yang lalu baru sadar dari koma, jadi Mas nggak mau ngambil resiko yang bisa membahayakan kamu, jadi Mas mohon bersabarlah sedikit lagi Oke." Ujar Wira lembut, berharap istrinya mau mendengarkan ucapannya.
"Hum!." Asyifa membalas dengan dengus kesal dengan wajah yang terlihat sedang merajuk dan kemudian ia pun melepaskan dirinya dari sandaran tubuh Wira dan kemudian ia meletakkan kepalanya di atas bantalnya kembali, sambil memiringkan tubuhnya membelakangi Wira.
Wira yang melihat hal itu langsung menepukkan dahinya seraya berkata : Haiis Istri kecilku mulai merajuk lagi." Gumamnya, lalu ia bermaksud ingin memeluk Asyifa dari belakang." Sayang Maafkan Mas ya, Mas melakukan ini demi kamu juga." Katanya yang kini ia sudah mensejajarkan tubuhnya di samping Asyifa dan melingkarkan tangannya di pinggang Istrinya, Namun langsung di tepis oleh Asyifa.
"Sana Mas Jangan dekat-dekat Ara!." Kata Asyifa terlihat Marah namun suaranya masih terdengar lemah. Mendapatkan perlakuan itu Wira terlihat sedih.
"Ra, tolong mengertilah, Mas melakukan ini karena Mas sayang sama kamu Ra." Ujar Wira yang kembali ia ingin membelai kepala Asyifa namun di tepis kembali oleh Asyifa.
"Ara mau tidur Mas, jangan ganggu Ara!." Kata Asyifa ketus, membuat Wira menjadi sedih, karena sebenarnya ia masih ingin dekat dengan istri kecilnya yang Amat ia rindukan selama ini.
"Ya sudah tidurlah sayang, Mas nggak akan ganggu kok." Kata Wira yang akhirnya ia mengalah dan kemudian ia turun dari pembaringan Asyifa, lalu ia pun mengambil benda pipihnya setelah itu ia pun melakukan sebuah panggilan, dan entah siapa yang sedang ia hubungi dan tak berapa panggilan terputus. Dan kemudian ia kembali menghampiri ranjang Asyifa dan ia pun duduk di tepi Ranjangnya
"Bersabarlah sedikit lagi Sayang, Mas janji setelah ini kamu akan selalu merasakan kebahagiaan saja." Gumam Wira.
______________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.