CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
KU MOHON BERTAHANLAH.


__ADS_3

♡♡♡🌻 KALAM ULAMA 🌻♡♡♡


"Hadirkan Allah dalam hatimu,kebahagiaan pasti akan segera menyentuh hidupmu. Hadirkan Allah dalam hatimu,maka dia akan mengulurkan untukmu tali cintanya dan menarikmu menujunya.


🌻 Habib Umar bin hafidz 🌻


❤️اللهم صل وسلم علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد❤️


♡♥︎♡♥︎♡♥︎♡♥︎♡♥︎🌻♥︎♡♥︎♡♥︎♡♥︎♡♥︎


"Halo Dokter Dika kita bertemu lagi, lihat gue masih hidup, walaupun Lo tidak mau mentransplantasi jantung gue, tapi gue masih butuh bantuan Anda untuk melakukan transplantasi sesegera mungkin!"


Ujar seorang pria paruh baya dengan senyum menyeringainya." Apakah dokter Dika ingat waktu gue mengatakan, apapun yang di inginkan Baron pasti akan di dapatkan!" Lanjut Pria berjas putih itu, yang ternyata bernama Baron.


"Heh!, anda terlalu percaya diri sekali tuan Baron." Balas Dika yang terlihat tenang.


"Itu memang sifat saya dokter Dika, bahkan saya sangat-sangat percaya diri, jadi anda tidak perlu kaget akan hal itu dokter Dika." kata Baron yang memang ia begitu percaya diri sekali.


"kalau mengenai hal itu saya tidak pernah kaget tuan Baron, saya akan kaget bila anda masih hidup setelah memaksa saya melakukan untuk melakukan transplantasi jantung Anda, jadi anda salah orang bila ingin hidup lebih lama lagi." kata Dika yang masih terlihat tenang.


mendengar perkataan Dika, Baron mengerenyitkan dahinya "Oh, apa itu artinya anda ingin menggagalkan operasi transplantasi jantungnya dokter Dika?."tanya Baron, dengan tatapan dingin pada Dika.


"Hmm, menurut anda bagaimana?" tanya Dika, balik, sembari ia melipatkan tangannya di bawah dadanya, dan terlihat ia begitu santai.


Mendengar pertanyaan Dika, seketika Baron melirik ke arah Nina, lalu ia tersenyum sinis pada Dika.


"Menurut gue Lo tidak akan berani karena sudah pasti Lo menyayangi istri Lo inikan?" Kata Baron sembari kakinya melangkah ke arah Nina dan mendekati Nina.


Melihat Baron mendekati Nina, Dika mulai merasa cemas, dan ia bermaksud ingin menghalangi namun sebuah senjata, membuatnya tidak bisa melakukan itu, "Lo, mau apa?, jangan mendekati Istriku!" Seru Dika yang kini, ia terlihat geram melihat Baron.


"Gue mau apa itu tergantung Lo!, Tapi Gue penasaran, kenapa wajah istri kamu di tutup seperti ini?, apakah ia jelek hingga Lo, malu menunjukkan wajahnya?" Tnaya Baron, yang saat ini sudah berada di depan Nina.

__ADS_1


"Jangan menyentuh Istri gue Baron!" Peringatan Dika, dengan tatapan o terlihat sudah marah.


"Kenapa tidak boleh?, tapi Lo jangan khawatir karena gue hanya penasaran saja bagaimana wajah istri Lo ini yang selalu Lo tutupi." Kata Baron, dengan tangan hendak meraih kain kecil yang menutupi wajahnya Nina.


"Jangan Macam-macam Tuan!" Ancam Nina yang kemudian menepis tangan Baron.


"Wow, Anda sangat berani juga ya Nyonya Dika, tapi saya semakin penasaran dengan anda." Ujar Baron yang kemudian tangannya kembali ingin meraih cadar Nina, namun Belum sempat ia meraih kain Cadar itu. kaki Nina sudah melayang ke bagian sensitif Baron dengan kuat.


BUUGH!...BRUUKX!


"AAAAKH!!! Aaakh.,aaakh..!" Baron terhempas dengan keras hingga ia terjatuh dan berguling-guling karena kesakitan, Nina yang melihat seluruh anak buahnya Baron, lengah karena melihat bosnya yang berteriak-teriak, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dan Nina langsung menyerang anak buahnya Baron yang memiliki senjata satu persatu.


BUUGH..BAAGH..BUUGH !!.


Melihat istrinya yang tidak memiliki rasa takut dan begitu berani menyerang para anak buahnya Baron Dika pun ikut beraksi, ia menyerang para anak buahnya Baron, dengan merapatkan dirinya ke punggung Nina, agar mereka saling melindungi dari arah belakang mereka.


BUUGH! BAAGH!, BUGH..DUGH BAAGH..


"Aaakh!" Pekik Nina dan ia pun terjatuh,


Melihat Nina terhempas, Dika sangat kaget..


"Nina !!" pekiknya memanggil nama Nina namun karena ia masih di serang ia tak bisa menghampiri Nina, dan akhirnya ia membiarkan Nina yang masih terkapar di bawah dan disaat ia terus memberikan perlawanan tiba-tiba beberapa pria berbadan besar membantu dirinya hingga keadaan menjadi seimbang, malahan para anak buahnya Baron tersudut karena tenaga mereka sudah terkuras saat melawan Nina dan Dika.


"Pak Dika sebaiknya, kita membawa Bu Nina saja, biar ini di handle oleh mereka pak! " Seru seorang pria yang membantu Dika menangani salah satu anak buahnya Baron.


"Yoga?!" Kata Dika saat melihat pria yang baru saja berkata-kata padanya.


"Ayo pak cepat!, Biar saya antar bapak !" Kata pria itu lagi, yang ternyata Yoga pengawal yang sempat ia suruh pulang tadi.


"Baiklah Yoga." Bales dan kemudian ia pun menghampiri Nina, dan kemudian ia langsung menggendong Nina dan dengan cepat ia menaiki mobil Yoga, karena mobil Dika masih terjepit di antara mobil para anak buahnya Baron.

__ADS_1


Di dalam mobil, Dika terlihat cemas karena melihat Nina yang tidak sadarkan diri, di tambah lagi, ada darah di bagian bawah Nina membuat tubuh Dika gemetar. " Terima kasih Yoga. karena kamu telah datang membantu kami." Kata Dika dengan suara yang bergetar dan dengan tatapan matanya yang mengarah wajah Nina, yang cadarnya telah ia buka, dan terlihatlah wajah pucat Nina.


"Sama-sama pak, dan maaf karena saya datang terlambat." Balas Yoga dengan tatapan matanya yang fokus kedepan.


"Tidak apa-apa Ga, taapi bagaimana kamu bisa tahu, kalau aku ada di sini?" Tanya Dika yang matanya masih melihat istrinya, sambil mengelus pipinya Nina.


"Sebelum saya minta maaf pak, karena sudah lancang memberikan kamera Cctv dan GPS di mobil bapak, dan dari itulah makanya saya tahu" Jawab Yoga berkata apa adanya.


"Kamu tidak perlu minta maaf, justru saya sangat berterimakasih pada kelancangan kamu itu." Kata Dika yang masih bersuara getarnya.


"Terima kasih pak!" Ucap Yoga, namun tak di balas lagi oleh Dika, karena ia ternyata sudah menitikkan air matanya, hingga air itu jatuh kepipinya Nina.


"Sayang, Maafkan Uda, dan ku mohon bertahanlah, hiks.." Ucap Dika dengan suara lirih dan diiringi isakannya, dan Ucapan lirih Dika masih terdengar oleh Yoga membuat ia mempercepat laju mobilnya, hingga tanpa terasa mereka pun sampai di depan pintu masuk rumah sakit tempat Dika bertugas.


Setelah mobil berhenti, dengan cepat Dika menggendong istrinya menuju ruang UGD, dan karena Dika adalah salah satu dokter terbaik di sana, membuat para teman-teman sesama dokternya, langsung menangani Nina.


Sementara Dika yang terlihat lemas dan sedih, ditambah lagi ia memiliki luka membuat para sahabat dokternya tak mengizinkan dia ikut campur untuk menangani istrinya, jadi sekarang ia hanya bisa pasrah dan membiarkan para sahabatnya yang menangani istrinya.


Sedangkan Dika hanya bisa duduk diam di depan ruang UGD tempat istrinya ditangani, dengan wajah yang terlihat begitu sedih, dan ada penyesalan juga di dalam hatinya karena ia tak mau mendengar perkataan Nina, dan saat air matanya mulai mengalir lagi dengan cepat ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ya Allah ini semua salahku, mereka tidak bersalah ya Allah, jadi hamba mohon selamatkanlah anak dan istri hamba, hiks..hiks.. jangan biarkan mereka pergi dari hamba ya Allah hiks.. hiks..hiks.. karena hamba hamba tidak bisa hidup tanpa mereka. hiks.. hiks..."_ permohonan Dika, yang begitu tulus dari lubuk hatinya, dan berharap Rabbnya, akan mengabulkan permohonannya.


"Ku mohon bertahanlah Nina,."


*********


Apa yang akan terjadi pada Nina selanjutnya?..


Tunggu kelanjutannya besok ya guys.


dan dukung terus Author ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga, oke Guys 😉

__ADS_1


__ADS_2