
โ๐น MUTIARA ALFAQIROH ๐นโ
"Jika kita merasa lelah untuk melakukan kebaikan ketahuilah kelelahan itu akan hilang dan kebaikan itu akan kekal."
"Tapi jika kita bersenang-senang dengan dosa ketahuilah kesenangan itu akan hilang dan dosa itu yang kekal."
**โ[Umar bin Khattab ]โ**
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Sementara Mirnarni alias Minul yang dibawa oleh Beni berjalan sembari menundukan wajahnya karena ia merasa malu dengan baju yang berantakan dan bahkan kancingnya banyak terbuka, membuat ia menjadi pusat perhatian dari karyawan yang lainnya
Sedangkan Beni hanya tersenyum sinis melihatnya dan sepertinya ia sengaja membawa Mirnarni dengan cara melewati tempat para karyawan yang lain seperti itu untuk memberi contoh pada karyawan lainnya agar tidak melakukan Seperti hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh minul.
setelah mereka sampai di sebuah ruangan beny pun meminta anak buahnya untuk memberikan Mirnarni sebuah jaket agar Ia bisa menutupi tubuhnya yang sedikit terbuka di bagian atasnya dan setelah Mirna memakai jaketnya, Beni pun menyuruh Ia duduk, dan kemudian Beni memutarkan laptopnya ke hadapannya minul dan kemudian nampak lah hasil rekaman CCTV yang membuat mata Mirna membulat kaget.
"Bagaimana nona ?, apakah anda masih ingin menyangkal atas perbuatan Anda?" Ujar Beny, dengan tatapan dingin mengarah ke Mirna. Mirna tak berani buka suara dan ia hanya terdiam serta menundukan wajahnya saja.
"Bagaimana nona haruskah saya membawa bukti ini ke kantor yang berwajib, atau anda memilih pergi dengan secara tidak hormat dan tanpa ada toleransi sedikit pun, Anda bisa memilih salah satunya nona" ujar Beny dengan tatapan yang tajam, setajam silet.
"Saya tidak ingin berurusan dengan pihak yang berwajib jadi saya memilih pilihan kedua pak!" kata Mirna yang masih menundukkan wajahnya
"Bagus!, itu pilihan yang benar, sekarang silakan Anda pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi di area sekitar kantor ini kalau tidak, saya tidak akan segan lagi untuk meminta pihak yang berwajib memasukkan anda ke penjaranya anda Paham nona?!" tegas Beny dengan tatapan yang masih tajam pada Mirnarni.
"Ya saya mengerti pak!" bales Mirnarni yang nampak di wajahnya ada kekesalan di sana.
"Bagus!, sekarang pergi dari sini cepat!, karena saya sudah muak melihat wajah anda yang penuh kepalsuan itu!!" kata Beny lagi.
"Baik pak saya permisi" bales Mirnarni tapi tidak di respon oleh beny lagi karena ia sudah tak ingin melihat wajah Mirna.
Dalam perjalanan Mirnarni menuju kearah keluar, ia mendapatkan tatapan sinis dari karyawan lainnya bahkan mereka pun mencemoohnya, padahal Mirna dulu selalu di seganin oleh karyawan yang lain, tapi kini hanya sebuah kesalahan yang ia perbuat sendiri akhirnya ia hanya mendapatkan hinaan pada orang yang pernah menghormatinya dulu.
"Cih! Dasar perempuan hina tidak tahu malu!"
__ADS_1
"Nggak nyangka ya, orang yang terlihat baik seperti itu ternyata ia hanya wanita sampah!"
"Dia kualat tuh karena telah mengkhianati pak Agus tunangannya, padahal pak Agus sangat mencintainya, tapi karena ia cewek matre jadi ke kayaan pak Agus masih kuranglah baginya!"
"Itu akibat wanita rakus yang nggak pernah bersyukur jadi selau kurang dengan apa yang ia miliki"
Begitulah isi cemoohan para karyawan yang lain dan bahkan masih banyak lagi hinaan yang di dapat oleh minul, yang saat ini ia tak berani mengangkat wajahnya, ia hanya terus berjalan dengan cepat agar ia secepatnya mencapai pintu lobby kantor.
Saat Mirna sudah berada di depan pintu lobby kantor, ia berpapasan dengan seorang yang ia kenali, pria itu tersenyum tipis saat melihat Mirna dengan wajah tertunduk itu seperti ia tak ingin melihat pria itu karena ia tak ingin dapat hinaan lagi dari pria itu, dan ia ingin cepat-cepat pergi dari sana namun saat ia hendak berjalan, tangan laki-laki menahannya.
"Apa yang terjadi padamu mir?" tanya laki-laki itu dengan tatapan kepura-puraannya yang merasa iba pada mir.
"Lepaskan saya mas Agus!, saya mau pergi!" bentak Mirna sembari ia menghentakkan tangannya agar terlepas dari jeratan tangan pria itu yang ternyata Agus mantan tunangan Mirnarni.
"Tenanglah mir, ayo ikut bersamaku aku akan menghibur" ucap Agus yang suaranya di buat lembut, agar Mirnarni mau mengikuti ajakannya.
"Kita sudah tidak punya hubungan mas, sebaiknya kamu jangan bersikap baik lagi padaku, itu akan membuatku menjadi salah paham" bales Mirnarni dengan tatapan yang sebenarnya ia juga masih berharap Agus mau menerimanya kembali.
"Apakah kamu benar-benar ingin bersamaku lagi mas? tanya Mirnarni dengan mata yang sangat berharap.
"Iya sayang, sekarang ayolah ikut denganku" Ajak Agus sembari meraih kembali tangan Mirna yang akhirnya Mirnarni mau mengikutin Ajakan dari Agus, dan itu membuat Agus Tersenyum puas. dan Agus mengajak Mirna untuk masuk ke dalam mobilnya setelah ia masuk mobil pun melaju meninggalkan Area perusahaan Andi.
Mobil Agus melaju terus hingga akhirnya mobilnya memasuki Area perhotelan dan mobil itu berhenti tepat di depan lobby hotel dan Agus mengajak Mirna masuk kedalam hotel itu.
"Kenapa kita ke hotel mas?," tanya Mirna heran.
"Aku ingin menghibur mu sayang, lagian kamu tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti inikan nanti apa kata orang tua kamu" kata Agus beralasan.
"Benar yang di katakan mas Agus aku tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. ya sudah ikuti mas Agus saia"_ batin Mirnarni
Dan akhirnya ia pun mengikuti Agus dan mereka pun memastikan sebuah kamar hotel.
"Sayang pergilah bersihkan badan kamu, agar kamu segar kembali" ujar Agus saat mereka sudah di dalam .
__ADS_1
"Baiklah mas " bales Mirna, dan ia pun langsung memasuki kamar mandi, setelah Mirna sudah tak terlihat lagi, Agus langsung mengambil benda pipihnya. dan Sepertinya ia sedang menghubungi seseorang.
๐ฑ" Kalian bersiaplah, setelah gue kalian bisa langsung menikmatinya juga" Ujarnya dalam Sambungan itu dan kemudian ia pun langsung menutup telponnya karena Mirna sudah keluar dengan memakai handuk kimono putih dan rambut yang terlilit juga dengan handuk putih.
"Kamu habis telpon siapa mas?, tanya Mirnarni polos.
"Bukan siapa-siapa Sayang, hmm Aroma tubuh membuatku mabuk sayang" kata Agus setelah ia mendekati Mirna dan langsung melingkari tangannya di pinggang Mirna, kemudian ia menciumi leher Mirna dengan hasrat yang sepertinya sudah muncul.
"Mas, kita belum halal, jangan lakukan ini mas" kata Mirna yang berusaha mendorong tubuh Agus namun tenaganya tidak kuat hingga Agus tidak bergeming sedikitpun.
"Halal?, kamu jangan munafik Mirna bukankah kami tadi ingin menyerahkan kehormatan mu pada si Andi, kenapa pada ku kamu mengatakan itu " kata Agus yang sudah menjatuhkan Mirnarni keranjang hotel itu,
Dan ia langsung menggagahi Mirna tanpa Ampun, jeritannya tidak di hiraukan olehnya. dan setelah permainannya selesai Agus langsung memakai bajunya setelah itu ia keluar dan tak lama masuk dua orang bertubuh besar yang akhirnya ikut menggauli Mirnarni..
____
Ya seperti itulah nasib Mirnarni karena ia tak mampu menjaga kehormatannya maka penghinaan lah yang akhirnya ia dapatkan.
Rasulullah SAW, bersabda:
"Barang siapa yang berusaha menjaga kehormatannya, maka Allah akan menjaga kehormatannya, dan barang siapa yang merasa cukup maka Allah akan memberikan kecukupan".
(Shahih Al Bukhari, no.1427),"
dan itu juga kembalikan dari Hadits ini yang dia dapat bagi yang tak menjaga ke hormatnya.
sebab itu, mari pelihara diri kita, keluarga kita, dari perbuatan yang tercela, agar kita selamat dan terhindar dari Azab Allah Azza wa Jallah, Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.
******
oke guys Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. VOTE DAN KOMENTAR NYA. dan bila ingin
Author update lagi dalam waktu tiga jam maka Berikan LIKE hingga tembus 300 di waktu jam yang di tentukan Author, jadi jangan lupa ya guys ๐๐
__ADS_1