CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
BELLA ANGGRAINI.


__ADS_3

πŸƒπŸŒ»KALAM ULAMA πŸŒ»πŸƒ


"Jangan sesekali berhenti mendengar nasihat, karena hati akan buta apabila kehilangan nasihat."


*[ Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ]*


!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!πŸ’₯!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


DI KOTA J,


Di sebuah gedung berlantai 8 Bertuliskan RDA Grup. Seorang pria tampan memakai kaca mata hitam, dengan setelan Jas putih dan dengan celana berwarna senada, berjalan memasuki gedung itu, dan di ikuti dua orang pria berjas hitam di belakangnya.


Setelah di dalam mereka menjadi pusat perhatian bagi karyawan yang bekerja di sana, apalagi karyawan Wanitanya yang seperti mencari perhatian pada ke tiga pria itu, namun usaha mereka sia-sia, karena ke tiga, hanya fokus berjalan tanpa menghiraukan kecentilan para karyawati tersebut,


Mereka terus berjalan hingga memasuki sebuah lift khusus untuk para petinggi di perusahaan itu, setelah mereka tak terlihat lagi para karyawan dan karyawati pun mulai bergunjing.


"Siapa sih mereka kok mereka naik memakai lift khususnya pak Restu sih, kan itu khusus dia saja yang memakai" kata seorang wanita yang nampak penasaran pada ketiga pria itu.


"Fit kamu merasa nggak, pernah lihat pria berjas putih itu? " tanya Wanita lainnya.


"Ah iya Rit, Kayaknya aku pernah lihat deh tapi di mana ya?, hmm " kata wanita yang bernama Fitri. " Aku ingat Rit, aku pernah lihat pria itu di sebuah figura besar yang terpampang di Ruangan pak Restu, apa jangan-jangan pria tadi Anak pak Restu ya?" kata Fitri lagi.


"Iya Dia Anak pak Restu bernama Wiraxsana Andara!, " kata seorang pria yang tiba-tiba muncul di dekat para wanita yang sedang bergunjing itu.


"Eh!, pak Briyan?!" sentak mereka saat melihat seorang pria dengan wajah yang nampak dingin sedang menatap mereka.


"Sudah selesai belum bergosip nya kalau sudah silakan bekerja lagi! " kata pria itu yang bernama Brian dengan tatapan dinginnya membuat para karyawan tersebut merasa takut


"Baik pak, kalau berita kami permisi! kata wanita-wanita itu dan mereka pun langsung pergi ke tempat kerja mereka masing-masing


Setelah melihat para karyawati sudah berada di tempatnya masing-masing, pria bernama brian itu pun langsung berjalan menuju lift Sepertinya ia hendak naik kelantai Atas.

__ADS_1


Setelah pintu lift kembali terbuka, Brian langsung melangkahkan kakinya menuju ke sebuah ruangan yang tertuliskan President's room, dan setelah di depan pintu ruangan tersebut Briyan pun langsung mengetuk pintunya.


Tok, tok.. tok..


"Masuk!" teriak seorang pria dari Dalam, dan Briyan pun langsung membuka pintu tersebut. dan terlihatlah, seorang pria tampan berjas putih tadi sedang duduk di kursi kebesarannya.


" Permisi pak Wira, Apa benar bapak memanggil saya?" tanya Briyan pada pria berjas putih itu yang ternyata Wira.


"Oh, Briyan?, silakan duduk" kata Wira


"Terimakasih pak" bales Briyan, dan dia pun duduk tepat di hadapan Wira.


"Kata Dony, kamu seorang cracker apakah benar begitu?" tanya Wira dengan alis mengerenyitaya.


"Dony yang mengatakan itu?" tanya Briyan lagi.


"Iya, Dony adalah salah satu sahabat terbaikku, makanya ia tak pernah menyimpan rahasia apapun dari ku" jelas Wira jujur.


" Karena Dony juga sahabat baik saya, berati saya juga harus berkata jujur kalau saya memang seorang cracker, " Kata Briyan yang akhirnya ia mengakui kalau dia seorang cracker, dan mendengar pengakuan Brian, Wira langsung tersenyum merasa lega.


"Anda tak perlu sungkan pada saya pak, Apalagi bapak teman Dony, jadi saya juga menganggap bapak teman saya juga" kata Bryan.


"Ok, karena Lo sudah anggap gue sahabat, maka Lo nggak perlu panggil gue bapak lagi, panggil Wira saja, dan tida usah formal sama gue santai aja bro" tutur Wira. yang bahasa menjadi santai.


"Oke kalau begitu, lalu apa yang bisa gue bantu Wir?" tanya Briyan yang cara bicaranya sudah agak santai juga.


"Ini Briy, IT, perusahaan ini diserang oleh hacker dan gue ingin Lo melacak peretas tersebut dan juga ingin Lo periksa HP gue! apa ikut di serang phreaker" kata Wira yang sambil menyerahkan hpnya pada Briyan.


"Baiklah aku priksa dulu, " kata Briyan lalu ia juga meminjam laptop Wira, tuk sesaat ruangan hening karena Briyan sedang melakukan pemeriksaan sistem hpnya lewat komputer.


"Heh, luar biasa seperti peretas keamanan dia seseorang yang, dengan pengetahuan teknisnya, menggunakan bug atau exploit untuk membobol sistem komputer, kaya kita harus merubah sistem keamanan dulu dan untuk hp Lo, kalau bisa jangan di pakai untuk menghubungi orang terdekat dulu karena hacker akan mudah melacaknya" Kata Briyan yang masih fokus pada komputernya.

__ADS_1


ruangan Kembali hening.


Namun tak berapa lama tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk dari luar, membuat Wira dan Briyan saling pandang kemudian dengan cepat Briyan mengarahkan lagi laptopnya ke hadapannya Wira dan kemudian ia kembali duduk santai.dan


Tok, tok tok, ! untuk kedua kalinya pintu di ketuk lagi,


"Masuk!" kata Wira dan tak lama seorang pria berjas hitam masuk.


"Akh, Lo Don, bikin kaget Aja sih" kata Wira namun mereka bernafas lega ternyata yang datang adalah teman mereka.


"Eh, emang ada apa?, kenapa wajah kalian pada tegang? apa Lo sudah mengetahui pelaku peretas ?" tanya seorang pria yang bernama Dony yang baru saja masuk.


"Belum tahu, cuma gue yakin ada Penghianat di dalam perusahaan bokab gue dan ia mengecoh semuanya agar kita masuk dalam permainannya bro." kata Briyan yang ia Langsung membalikkan laptopnya.


"Apa Lo yakin ini akan berhasil?" tanya Wira.


"Tenang aja bro, teman gue ini seorang. Cracker ini tentunya memiliki sifat-sifat seperti IP address nya yang tidak bisa dilacak, jadi bisa melakukan tindakan sendiri sehingga terkadang tidak memerlukan kelompok, dan tentunya ia juga memiliki website atau channel tersembunyi dan hanya bisa diakses oleh orang tertentu saja." jelas Dony tentang Briyan Sahabatnya itu. dan saat bersamaan tiba-tiba.


"Tok tok tok!!


Terdengar kembali suara pintu di ketuk membuat ketiganya saling pandang dan saling mengangkat bahunya.


"Masuk!" seru Wira, dan tak lama seorang pria paruh baya dan seorang wanita cantik nan seksi masuk


"Pak Surya Darma jaya?!" gumam Wira yang nampak sedikit kaget melihat pria itu.


"Hi, Wiraxsana Andara, akhirnya kamu muncul juga, sudah lama aku menunggu hari ini nak" kata Pria paruh baya itu sembari menghampiri ke meja kerja Wira dengan wajah yang nampak senang dan dengan senyum kepuasan, membuat wajah Wira berubah menjadi Dingin.


"Untuk apa anda Datang kesini?" tanya Wira dengan tatapan dinginnya.


"Anda?, ayolah nak, tanpa aku perusahaan ini tidak akan berdiri lagi, maka kamu harus memanggil Ayah mertua!, karena tanpa kau menikahi anakku Bella Anggraini maka bersiaplah untuk melihat kebangkrutan perusahaan milik ayahmu ini!" kata pria yang bernama Surya, dengan senyum kemenangannya." Jadi sebaiknya kamu secepatnya menikahi Anak saya Bella Anggraini!"

__ADS_1


*********


Jangan lupa ya, VOTE, LIKE DAN KOMENTAR, agar secepatnya Author Update Kembali Ok πŸ˜‰.


__ADS_2