
"Tangisan atas kesalahan bisa menggugurkan dosa, sebagaimana angin menggugurkan daun yang kering."🍂
🌠 _Malik bin Dinar_🌠
✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳
Setelah mendapatkan pencerahan dari Ustadz Khairul, wajah Dika langsung berubah, ada kesedihan yang mendalam di hatinya, karena selama ini ia telah lalai terhadap Rabb nya padahal nafas yang ia miliki adalah kepunyaan-Nya
"Ya Rabb hamba malu pada mu, hamba selalu mengabaikan Mu, tapi Engkau tetap memberikan aku kenikmatan, apakah aku masih pantas memohon ampunan Mu?" Batin Dika yang bergejolak tidak menentu bahkan ada ketakutan di dalam dirinya
Ustadz Khairul yang memperhatikannya seperti paham atas kerisauan hati Dika.
"Jangan Risau nak Allah pasti akan mengampuni dosa-dosa hambanya apabila ia memohon pada-Nya, seperti yang terdapat dalam Al-Quran
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
"Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar :53)
Dan sekarang perbaiki semuanya dan penuhi segala perintah-Nya dan bermohonlah kepada-Nya ia akan mengabulkan permohonan mu seperti yang terdapat dalam Al-Quran..
Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berfirman :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
(QS. Al-Baqarah :186)"
Jelas ustadz Khairul, membuat hati Dika menjadi tenang, dan ia juga bertekad akan sungguh-sungguh ingin memperbaiki dirinya.
"Terimakasih Abi atas pencerahannya, Dika menjadi tenang sekarang" ujar Dika
"Alhamdulillah, ya sudah sebaiknya sekarang kamu pulang ini sudah larut sekali nak"
"Baiklah Abi, kalau begitu Dika pamit ya, dan sekali lagi terimakasih Abi, Assalamu'alaikum" ujar Dika dan di akhiri dengan salam.
"Iya nak, hati-hati, wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" balas Ustadz Khairul, dan setelah salamnya di jawab Dika dan supirnya pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan tak lama mobil pun berjalan dengan perlahan, menuju gerbang pondok dan setelah mobilnya keluar dari Area pondok mereka pun menambah kecepatannya agar cepat sampai ke Rumah Dika.
*******
__ADS_1
Sementara di sisi lain..
Wira yang telah kembali, mendapatkan istrinya sedang duduk bersandarkan dipan ranjangnya nampaknya ia sedang termenung dengan pandangan yang kosong, hingga ia tak menyadari kedatangannya bahkan salamnya ia tak mendengar, dan akhirnya ia mendekati sang istri dan duduk di samping Asyifa dan mengahapinya
"Assalamu'alaikum Ara" salamnya kembali, dan membuat Asiyfa tersentak dari lamunannya.
"Astaghfirullah..eh, wa'alaikumus salam" kagetnya dan langsung membalas salam Wira dan hanya melihat Wira hanya sekilas lalu ia beralih kembali ke pandangan semulanya.
"Asyifa?" panggilnya tapi tak di tanggapi oleh Asyifa.
"Asyifa?," panggilnya.
"Hmm?" akhirnya di jawab walaupun hanya hm saja.
"Kamu marah padaku Syifa?" tanya Wira sembari tangannya meraih dagu Asyifa dan menariknya perlahan agar pandangannya beralih ke Arah Wira dan akhirnya tatapan mereka pun bertemu.
"Jawab aku Syifa kamu marah padaku?" sekali lagi Wira mengulangi pertanyaannya, dan hanya di bales dengan gelengan kepala Asyifa, membuat Wira tak puas akan jawab seperti itu.
" Kenapa hanya menggelengkan kepala saja,? kenapa tak menjawab dengan suaramu,?" tanya Wira lagi tapi tetap Asyifa diam seribu kata.
"Syifa aku tahu kamu marah,..maka marahilah aku sepuasnya itu akan membuatku tenang, tapi bila kamu diam itu akan membuat kebingung, makanya aku lebih suka kamu marah mengeluarkan kata-kata, dari pada diam seribu bahasa itu menyiksaku Syifa.." ucap Wira sedih.
"Maaf" Akhirnya Asyifa mengeluarkan suaranya tapi lirih sambil melepaskan tangan Wira dari dagunya.
" tapi sebenarnya aku tak bermaksud untuk ingkar, tapi karena aku mendengar Ardiyan kecelakaan Akhirnya aku pergi ke rumah sakit saat kamu tertidur tadi" jelas Wira dan membuat Asiyfa kaget mendengar cerita Wira.
"Apa?! bang Ardiyan kecelakaan? tanyanya kaget.
"Iya Syifa"
"Bagaimana keadaan bang Diyan?.. terus bagaimana dengan ty Nisah?.. apakah ia juga ikut dalam kecelakaan itu?' tanya Asyifa bertubi-tubi karena penasaran, hingga ia tak sadar kalau tangannya sudah mencengkram tangan Wira, Wira yang melihat Asyifa berubah karena penasaran malah membuatnya gemas apalagi saat melihat matanya sipit yang berubah-ubah mengecil dan membesar terlihat lucu dalam pandangannya.
"kenapa sekarang kamu jadi burung Betet Ara?" canda Wira membuat Asyifa terperangah, oleh jawaban Wira, dan Wira semakin gemas saat melihat mulut sang istrinya ternganga sedikit membuat Wira tak tahan ingin mengecupnya.
dan dengan cepat ia mencuri cium bibir Asyifa singkat.
" CUP " kecupan singkat pun terjadi dan membuat Asiyfa kaget hingga mata sipitnya membesar dan dengan spontan tangannya menutup bibirnya di tambah jantungnya seperti Ingin meledak. Wira yang melihat wajah istrinya berubah seperti takut jadi merasa bersalah.
"Maaf, maafkan aku Syifa, karena aku mencium mu tanpa izin kamu, tapi itu refleks Syifa, mungkin karena aku pernah dengar bila sudah menikah, apapun milik sang istri, akan menjadi milik suaminya, jadi apakah aku salah Syifa ?" Dalih Wira agar istrinya tidak marah dan merasa takut padanya.
"Tidak" bales Asyifa singkat
"Jadi apakah kamu marah padaku? tanya Wira lagi namun tak di bales Asyifa.
__ADS_1
"Jangan Marah Syifa..aku minta maaf, kamu maukan Maafkan aku?" ujarnya lagi
"Iyaa " masih dibales singkat oleh Asyifa
"Alhamdulillah, terimakasih karena tidak marah padaku" ujar Wira lagi.
"Na'am kak"
"Soal pertanyaan mu tadi.. Hanya Ardiyan dan Hans yang mengalami kecelakaan tapi tidak parah kok, dan Anisah dia tidak apa-apa, dia baik-baik saja. sekarang kamu sudah tenangkan?"
"Alhamdulillah iya kak, "
"Syukurlah, hmm apakah masih marah karena kita tidak jadi pulang ke pondok?" tanya Wira lagi.
"Tidak kak"
"Alhamdulillah, hm apakah kamu sudah makan tadi?" tanya Wira penuh perhatian.
"Alhamdulillah sudah"
"Ya sudah sekarang tidurlah, agar besok pagi kita akan pulang ke pondok" ujar Wira lagi
"Iya" bales Asyifa singkat.
"Hmm Syifa?"
"Iyah?"
"hmm bolehkah aku tidur di sini juga?" tanya Wira penuh harap. " Aku janji tak berbuat apa-apa hanya tidur saja, dan soal ke wajiban aku akan menunggu kamu benar-benar siap jadi kamu tidak usah khawatirkan tentang itu" lanjut Wira lagi dan Asyifa hanya diam
"Jadi boleh aku tidur disini?" tanyanya lagi, dan kali ini di anggukkan oleh Asyifa, membuat Wira senang.
"Ya sudah sekarang kita tidur ya " ujarnya lagi dan di anggukkan Asyifa kembali. setelah itu Wira pun membenarkan posisi istrinya tidur dan menyelimutinya setelah itu ia mengambil posisi tidur di sebelah kanan Asyifa dan masuk kedalam selimut yang sama dengan Asyifa, dan akhirnya mereka tertidur dalam satu selimut.
**Bersambung.
Jangan lupa ya guys..
VOTE~>Bonusi Author dong bila suka dengan cerita ini
LIKE~> semangati Author dong..
KOMENTAR~> semakin banyak komen semakin Author semangat mencari inspirasi.
__ADS_1
jadi terus dukung Author ya Syukron 🙏😊**