CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
BISA BERJALAN KEMBALI.


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒธ๐ŸŒพุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ๐ŸŒพ๐ŸŒธ๐ŸŒน


ุนู† ุฃุจูŠ ุฃู…ุงู…ุฉุŒ ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู…ุงุฃุญุจ ุนุจุฏ ุนุจุฏุงู„ู„ู‡ ุนุฒูˆุฌู„ ุฅู„ุงุฃูƒุฑู… ุฑุจู‡ ุนุฒูˆุฌู„.


Dari Abu Umamah r.a., ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bersabda, "Jika seorang hamba mencintai hamba yang lain karena Allah 'azza wa jalla, berarti ia telah memuliakan Allah 'azza wa jalla."


(H.R. Ahmad).


๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ


Mendengar ungkapan perasaan Wira, jantung Asyifa berdegup semakin kencang, bahkan lebih kecang dari biasanya, apalagi saat hembusan nafas Wira mengenai seluruh wajahnya.. membuat ia sulit untuk bernafas juga..


Wira yang memahami kecanggungan istrinya pun Akhirnya menarik kembali wajahnya ke posisi semula.


"Ya sudah kita masuk yuk" Ajaknya mengalihkan kecanggungan di antara mereka.


Asyifa hanya mengiyakan dengan anggukan kepala saja. lalu Wira pun menggedong Asyifa dan meletakkannya ke kursi rodanya, dan kemudian ia menyorong kursi roda itu memasuki rumah mereka.


Saat di dalam Wira memberhentikan kursi roda tersebut di ruang keluarga..


"Kamu sudah mandi Syifa?" tanya Wira lembut


"Sudah kak"


"Ya sudah kamu tunggu di sini ya, aku mau mandi dulu" ujar Wira lembut..


"Na'am" bales Asyifa singkat, setelah mendapatkan jawaban dari Asyifa Wira pun pergi menuju kamar mereka, meninggalkan Asyifa di ruang keluarga.


"Huuft " Asyifa bernafas lega saat Wira tak terlihat lagi..


"Gimana ana mau mengikuti saran ustadazah Nina, kalau di dekatnya saja ana seakan sulit bernafas, dan jantung ana..oh jantung kenapa kau berdetak semakin kencang sih membuat ana mati kutu" Gumam Asiyfa sambil mengelus-elus dadanya.


"Ya Allah maafkan ana yang sudah membuat mu kecewa, karena ana telah mengabaikan kewajiban ana sebagai seorang istri.. maaf ya Allah, karena rasa takut terhadapnya lebih besar dari rasa takutku terhadap, dari itu hamba mohon berikan hamba keberanian, keikhlasan, serta kesabaran, agar hamba bisa menjalani apa yang sudah menjadi kewajiban hamba.." ungkapan rasa bersalahnya sebagai seorang hamba dan sebagai seorang istri. di dalam hati


Disaat ia masih merenungkan kesalahannya di dalam hati, tiba-tiba terdengar suara seseorang menyadari lamunannya.


"Apa yang kamu pikirkan Syifa?" suara bas seseorang membuat Asiyfa tersentak.


"Eh Astaghfirullah..eh n..nggak ada kok kak.."balas Asyifa gugup..


"Tapi kamu melamun Syifa?"


"Ng..itu..ha.."


" Ng Apa ?" potong Wira..

__ADS_1


"I..itu Syifa hanya lapar..ya lapar.. hehehe" balesnya ngelantur..


"Iss ngomong apa sih ana kok bisa ngelatur kelapar"_ batin Asyifa..


"Hmm ya udah bentar aku masakan kamu ya" ujar Wira lembut..


"Iya" Wira pun melangkah kedapur sedang Asyifa merasa tidak enak terhadap suaminya.


"Maafi Syifa kak, seandainya kaki Syifa tidak sakit mungkin Syifa yang akan masaki buat kakak..hmm ini gara-gara kaki ana kapan sih sembuhnya?" _Batin Syifa sedih melihat Wira sedang berkutik di dapur..


Asyifa memperhatikan kaki kanannya, tiba-tiba ada keinginan ia ingin berdiri, kemudian ia pun menurunkan kedua kakinya dari pijakan kursi roda, lalu dengan sekuat tenaga ia pun berusaha untuk berdiri dan..


"Alhamdulillah ana bisa berdiri " ujarnya senang, lalu kini ia berusaha untuk melangkahkan kakinya dengan perlahan, walaupun terasa ngilu ia tetap berusaha sedikit demi sedikit akhirnya ia bisa berjalan kembali, Sakin senangnya ia bisa berjalan lagi tak sadar ia menyebut nama Wira..


"Kak Wiraaa ?' Pekiknya membuat Wira yang di dapur berlari ke arah Asyifa..


"Ada Syifa?" tanyanya cemas..


"Syifa udah bisa jalan kak" serunya begitu senang, tuk sesaat Wira terperangah melihat istrinya tampak senang ia bisa berjalan..


"Lihatlah, Syifa bisa jalan kembali.." serunya dengan senyum sumringahnya Napak kebahagiaan di wajahnya..


"Alhamdulillah.. Kemarilah Syifa " Titah Wira yang ikut bahagia sembari merentangkan tangannya bak seorang Ayah menyabut anaknya yang baru bisa berjalan.. Asyifa pun menuruti perkataan suaminya ia berjalan perlahan menuju tempat Wira berdiri.


"Alhamdulillah, kamu bisa berjalan sayang " ujar Wira yang langsung menyambut Asyifa saat ia telah mendekati dirinya, dan ia langsung memeluknya..


"Eh.." ia tersadar lalu dengan cepat melepaskan pelukannya, tapi malah membuatnya oleng hingga ia hampir terjatuh..


"Akh" dengan sigap Wira menarik Asyifa dan kembali ke pelukannya.


"Sudah cukup untuk hari ini, sekarang kita makan dulu ya" ujar Wira dan langsung menggendong Asyifa menuju meja makan kemudian ia pun mendudukkan Asyifa dan ia pun mulai mengambil masakan yang ia masak tadi..


" Sekarang Makanlah Syifa" ucapnya lagi sembari menaruh piring yang sudah berisi nasi dan lauknya


"Terimakasih kak, Syifa jadi merasa tidak enak karena seharusnya ini tugas Syifakan?"


"Sssth, makanlah hari ini aku yang memanjakan mu, nanti suatu saat giliran kamu memanjakan aku oke" ujar Wira sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Iss apaan sih kak Wira, matanya genit" Bales Asyifa cemberut, membuat Wira terbahak.


"Hahaha, genit hanya padamu saja Syifa"


"Iyakah,?"


"Ho'oh, sekarang makanlah atau mau aku suapin?"

__ADS_1


"Tidak-tidak, tangan Syifa masih normal kok"


"Iya iya, sekarang makanlah"


"Iya ini juga mau makan" Akhirnya Syifa pun menyendokkan nasinya dan ia pun mulai makan, Wira pun tersenyum menang.


tuk beberapa saat suasana menjadi hening hanya dentingan sendok saja sesekali berbunyi.


"Setelah selesai Wira pun membersihkan tempat bekas mereka makan, setelah selesai ia kembali menghampiri Asyifa.


"Baiklah tuan putriุŒ, sekarang waktunya istirahat " ujar Wira dan kembali ia menggendong Asyifa ala bridal style, Asyifa hanya pasrah dan iapun mengalungkan tangannya di leher Wira. membuat Wira Tersenyum padanya sedangkan Asyifa hanya menatap wajah suaminya tanpa berkedip dan otomatis mereka saling bertatapan lalu Wira pun berjalan perlahan karena menuju kamar mereka.


Mereka saling bertatapan hingga Wira Sampai di kamar mereka, dan dengan perlahan juga Wira meletakkan Asyifa di ranjang mereka. seperti ada makhnet di antara tangan Asyifa hingga tangan itu masih bertengger di leher Wira,


Begitu juga wira saat melihat bibir ranum Asyifa seperti ada makhnet hingga bibirnya seperti tertarik oleh bibir Asyifa dan dengan perlahan Wira pun menyatukan bibirnya dengan bibir Asyifa, manis dan lembut itulah yang dirasakan keduanya. tuk beberapa saat mereka terhanyut hingga mereka sama-sama kehabisan nafas..Wira pun melepaskannya hingga mereka tersengal-sengal..


Tatapan masih berlangsung dan Wira pun memberanikan diri Meminta haknya..


" Syifa bolehkah?" ucapnya lirih, seperti menahan hasrat, Asyifa yang melihat wajah suaminya yang merah jadi tidak tega dan akhirnya ia pun mengangguk kepalanya. membuat Wira Tersenyum sumringah.


"Tapi wudhu dulu kak" bisik Asyifa..


"Baiklah sayang, " Bales Wira lembut lalu kembali ia menggendong Asyifa kekamar mandi untuk berwudhu,


Setelah selesai mereka pun kembali ke ranjang mereka, Wira pun memulai ritualnya di awali dengan doa sesuai Sunnahnya..


Adapun doa bersihgama sesuai sunnah yaitu:


ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฌูŽู†ู‘ูุจู’ู†ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฌูŽู†ู‘ูุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง


Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Laluuuuuuuuu


BERSAMBUNG AKH..๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ


""""""""""""""""""""""""""""""""""


Biar para reders jingkrak jingkrak ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


But jangan lupa ya tinggalkan jejaknya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


**VOTE, LIKE KOMENTAR

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU ๐Ÿ˜‰ SYUKRON ๐Ÿ™**


__ADS_2