CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
FOKUS DALAM PENGOBATAN ASYIFA.


__ADS_3

༻༺*༻🌸 MUTIARA HIKMAH🌸༺*༻༺


~>Ujian,,,``


~>Cobaan,,,```


~>Hinaan,,,,```


~>Dan Cacian,,``


Semua Akan Berlalu.


🍂_____________🍂____________🍂


Janganlah Khawatir Dengan Semua Itu,,


Karena Kita Mempunyai Allah Sebaik-baiknya Penolong Dan Pelindung Yang Maha Kuat,,


Jangan Risau Tetap Istiqomah Dalam Kebaikan.


Dunia Ini Memang Terkadang Sedikit Melelahkan,,


Sabar Menanti Janji Allah Saat Kelak Beristirahat Menuju Akhirat. Akan Ada Saat Kita Akan Berbahagia Meniti Surga Yang Hakiki Dalam Cinta Yang Begitu Abadi


So, Tidak ada kata menyera dalam kamus orang-orang yang beriman 😉🥰


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*༻༺*༻༺*༻༺🌸༻༺*༻༺*༻༺*


Hari-hari telah berlalu, keadaan Wira sudah pulih seperti sedia kala, ia juga sudah mengadzani dan mengkomatkan anak-anaknya. Bahkan ia juga telah mengabarkan kepada kedua orang tuanya bahwa Asyifa telah melahirkan dan ia sangat bersyukur kedatangan orang tuanya bisa membantu menjagakan anak-anaknya, karena keadaan Asyifa masih tetap sama, dan belum ada kemajuan sama sekali atau pun tanda-tanda ia akan sadar dari komanya.


Para Dokter pun satu persatu mulai menyerah karena sepertinya keinginan Asyifa untuk sadar nol persen dan bahkan ada salah satu dokter menyatakan bahwa sebenarnya Asyifa sudah meninggal ia masih bertahan saat ini itu dikarena alat-alat yang telah menempel di tubuhnya.


Namun semua perkataan sang dokter, tidak membuat Wira putus asa, ia terus berjuang dan terus berusaha mencari dokter yang mampu menyadari istri kecilnya itu, melihat kegigihan Wira membuat para temannya pun ikut andil dan mencari informasi di berbagai tempat bahkan berbagai negara untuk mendapatkan dokter yang benar-benar bisa menyembuhkan Asyifa.


" Wir, gue dapat informasi dari teman gue yang ada di Amerika dia mengatakan ada seorang dokter aneh, tapi iya bisa menyembuhkan orang yang koma selama berbulan-bulan bahkan yang bertahunan juga ada." Ujar Dika saat lima sekawan sedang berkumpul di rumah sakit tempat Asyifa dirawat.

__ADS_1


"Dokter aneh?, kenapa dibilang dokter aneh Dik?." Tanya Dimas heran.


"Gue juga kurang jelas juga Dim, cuma kata teman gue, mereka dua bersaudara gitu, namanya kalau tidak salah Dr.Frankie Delano dan Dr.Steve Reviano, mereka pun tidak bekerja di rumah sakit Dim, dan bila mereka memiliki pasien mereka akan mengobatinya di kastil mereka." Jelas Dika lagi.


"Loh gimana pasilitas pengobatannya kalau bukan di rumah sakit, sementara dalam kasus Asyifa tidak bisa lepas dari peralatan medisnya ?" Tanya Ardiyan juga.


"Kalau itu jangan khawatir Ar, kastil mereka di lengkapi juga dengan alat-alat medisnya, bahkan lebih keren kata teman gue." Jelas Dika lagi.


"Apakah mereka tidak bisa di undang kesini Dik?" Kali inj Wira sendiri yang bertanya pada Dika.


" Tidak bisa Wir, itu salah satu keanehan mereka, Karena mereka tidak pernah meninggalkan kastil tersebut, bahkan sulit untuk menemui mereka, dan selalu Asistennya saja akan akan menemui keluarga pasien, dan pengobatan mereka juga di lakukan tengah malam, makanya orang di sana menjuluki mereka ghost doctor dan di masa pengobatan mereka tidak mengizinkan para keluarga pasien menjaga si pasien, jadi mungkin kalau Lo mau Asyifa di bawa kesana hanya hari tertentu saja Lo bisa melihat bini Lo Wir." Jelas Dika lagi.


"Aduh, kenapa dengarnya kok seram banget ya?, apa-apa jangan-jangan mereka memang hantu lagi. iiikh, Atut gue.!" Ujar Dimas sambil bergidik, dan saat ia bilang 'Atut' ia malah merangkul tangan Andi yang kebetulan berada di sampingnya.


"Apaan sih Lo!, orang lagi serius juga dengarkan Dika, bikin kaget aja!" Bentak Andi yang memang ia tadi begitu serius mendengarkan cerita Dika.


" Ah Lo gitu aja sewot gue jugakan nggak sengaja, spontan aja nih tangan nangkring di tangan Lo bro." sangkal Dimas, yang spontan juga menarik tangannya.


"Sudah sudah, kali ini serius napa, kalian ini ada aja yang di permasalahkan." Tegur Ardiyan, karena ia mau mereka menjaga sikapnya karena ia ingin di saat salah satu dari mereka sedang lagi mendapatkan musibah, yang lain tidak boleh bercanda walaupun hanya sekedarnya saja.


"Makanya jadi orang tuh jangan kucur banget napa!, kaya nggak punya iman aja sih Lo, tau nggak lo Mujahid orang kemuka agama beliau pernah mengatakan tentang setan dan jin atau semacamnya: "Ketahuilah mereka itu sebenarnya takut kalian, sebagaimana kalian takut mereka,” kata Mujahid.


Penegasan lain juga disampaikan Yahya bin al-Jazzar. Ia melihat Abu Syur’ah takut memasuki toilet yang berada di luar rumah pada tengah malam. Yahya pun memintanya agar tak takut. “Sesungguhnya yang engkau takuti itu lebih terbirit-birit (ketika melihatmu),” kata Yahya


"Jadi Lo tak perlu takut lagi Dim, yang penting kuatkan Iman Lo maka rasa takut akan hilang dengan sendirinya! paham Lo!." tegas Ardiyan.


"Iya gue paham." Balas Dimas singkat.


"Oke sekarang kita lanjutkan pembicaraan tadi " Kata Ardiyan lagi setelah melihat Dimas diam.


"Gimana Wir, Lo mau Asyifa di bawa kesana?" Tanya Dika Pada Wir.


"Gue sih ingin banget, tapi bagaimana dengan anak-anak gue?, Nyokap gue pasti kewalahan karena ia juga harus merawat bokap gue kan kalian tahu, semenjak kecelakaan bokap sulit berjalan. dan gue nggak begitu percaya sama babysitter, dan gue juga nggak mau ninggalin Asyifa sendiri di kastil tersebut Dik." Ujar Wira yang terlihat ia sangat bingung.


"Lo nggak usah khawatir dengan anak-anak Lo, Wir, nanti gue sama Nisah deh yang merawat mereka." Ujar Ardiyan.


"Benar Wir gue sama Lisa juga bisa secara anak kami masih satukan." Sambung Dimas juga.

__ADS_1


"Umi dan Abi juga mau merawat anak-anak kalian, kan Umi dan Abi kakek dan nenek mereka juga." Ujar seorang wanita yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Umi, Abi?." Ucap mereka secara bersamaan saat melihat Ustadz Khairul dan Umi Syadiah yang baru saja datang.


"Assalamu'alaikum Anak-anak." Salam keduanya saat sudah berada di dekat mereka.


"Wa'alaikumus salam Umi Abi." Balas mereka secara bersamaan, dan mereka pun satu persatu menyalami keduanya.


" Pergilah Nak bawalah istri mu, dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan triplets babymu in syaa Allah kami akan merawat mereka." Ujar Ustadz Khairul.


"Iya Nak, benar kata Abi, kamu tidak usah khawatir dengan anak-anak kamu, kan kamu tahu di pondok rame lihat saja bila twins datang ke pondok yang ingin mejaga mereka banyak, jadi kamu bisa fokus dalam pengobatan Asyifa." Sambung Umi Syadiah membuat Wira merasa lega.


"Terima kasih Umi, Abi, terimakasih pada kalian semua, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua." Ujar Wira dengan suara yang terdengar sudah bergetar karena rasa harunya.


"Aamiin." Jawab mereka semua.


" Sama-sama Nak, ya sudah sebaiknya kamu bersiaplah, karena niat baik tidak boleh di tunda-tunda, semakin cepat maka semakin baik." Kata Ustadz Khairul lagi.


"Benar kata Abi, secepatnya kita harus bawa Asyifa, Lo jangan khawatir gue akan ikut kok karena Asyifa memang harus di jaga ketat dan sekarang sebaiknya gue mengatur yang di perlukan Asyifa." Sambung Dika


"Thanks Dik." Ujar Wria dan di balas Dika dengan mengacungkan jempolnya


" Dika tinggal ya Umi, Abi, Assalamu'alaikum." Lanjut Dika lagi


"Iya Nak, Wa'alaikumus salam." Balas mereka, dan Dika pun pergi meninggalkan mereka.


" Ya sudah gue juga akan meminta Hans untuk mengatur jet pribadi gue, untuk perjalanan kalian Wir." Sambung Ardiyan lagii.


"Terima kasih banyak Ar." Ujar Wira penuh rasa haru.


" Ya sudah ayo sekarang kita bersiap semuanya." Ajak Ardiyan yang akhirnya mereka semua mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan Wira yang hendak membawa Asyifa berobat ke Amerika.


_________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏


Author sangat membutuhkan Dukungan kalian karena dukungan kalianlah yang membuat Author ingin melanjutkan Novel ini terus 😉 jadi jangan lupa Ok 🥰 Syukron 🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2