CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
AKU MENCINTAIMU SYIFA.


__ADS_3

💕KALAM ALFAQIROH 💕


"Jika kamu sedang bahagia dan teringat seseorang artinya kamu mencintai orang itu.


Dan jika kamu bersedih dan teringat seseorang maka orang itu mencintai mu "


____💕Ali bin Abi Thalib 💕____


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Di pondok pesantren An-Nur..


Nampak mobil Mercedes Benz putih memasuki Area pondok dan berhenti tepat didepan bangsal penyimpanan mobil, setelah pintu bangsal terbuka mobil putihpun masuk ke dalamnya, dan tak lama kemudian seorang pria berpakaian rapi keluar dari pintu bangsal tersebut.


Lalu ia pun berjalan melewati Rumah Ustadz Khairul, yang di sana terlihat umi sedang menyiram tanaman..


"Assalamu'alaikum umi?" Salam pria tersebut..


"Wa'alaikumus salam, eh nak Wira sudah pulang nak?" bales umi syadiah


"Iya Umi, Oh iya umi ini ada sedikit makanan semoga umi suka ya " ujar pria itu yang ternyata Wiraxsana dan ia pun menyerahkan kantongan yang berisi kotak makanan.


"Maa syaa Allah, dapat rezeki, Terimakasih ya nak" bales sang umi sembari menerima kantongan yang di berikan oleh Wira..


"Sama-sama umi, Ya sudah Wira pulang ke pondok Syifa ya umi Assalamu'alaikum" pamiit Wira dan di akhiri salam.


"Iya nak, hati-hati wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" setelah mendapatkan jawaban salamnya, Wira pun berjalan menuju kearah pondok Syifa yang terletak agak jauh dari rumah utama ustadz Khairul..


Saat ia mulai memasuki halaman pondok sayub-sayub ia mendengar seseorang seperti sedang menyanyi.


💕Albi Nadak (Kayla zamzam)


🎶Liik, ana milki liik


Ta'ala arrob dummini, makhtaga liik


🎶Liik, u rukhi fiik


Ya hobba ‘umrana ‘umri kullu hakhyishu liik


🎶Hawak huwal hayah


Wintall ana ba'ashyak hawa


🎶Kaan albi muna agmal malak


Yikuun ma'ah


🎶Yah albi nadak witmannak tib anta wayaya


Yah ba'd esniin shuk wa haniin alaiik hina ma'aya


🎶Yah dummini liik, danta habibi hayati liik


Wa ha'iish ‘umri ‘ashana ‘ineek wa ‘umri fadak


"Asyifakah yang sedang bernyanyi suaranya merdu dan enak sekali di dengar"_ batin Wira..


lalu ia terus melangkah mencari sumber suara itu, hingga ia mendapat pintu belakang yang terbuka lalu ia pun melihat keluar dan nampaklah dua orang wanita Yang satu paruh baya dan yang satunya masih sangat muda, mereka sedang duduk di sebuah gubuk kecil dan di sebelah sisi kanan terdapat kursi roda yang kosong. Wira pun menghampiri mereka..


"Assalamualaikum" salamnya saat sudah dekat seketika Wanita yang menyanyi tadi pun terdiam.


"Wa'alaikumus salam " jawab mereka serentak..


"Alhamdulillah den Wira sudah pulang ya udah, bibi pulang ya neng, den "Ujar Wanita paruh baya itu.


"Iya Bi, Terimakasih ya sudah jagain istri saya" bales Wira ramah..

__ADS_1


"Sama-sama den, ya udah bibi pamiit Assalamu'alaikum " pamit Wanita paruh baya itu.


"Wa'alaikumus salam" jawab Wira dan Asyifa serentak..lalu Wanita paruh baya itu pun pergi, ya Wira sepat Meminta tolong pada umi syadiah untuk mencarikan seseorang yang bisa menjaga Asyifa saat dia pergi, dan bila ia pulang orang itupun bisa pulang juga.. seperti saat ini Wira sampai ibu itu pun pergi..


"Kok berhenti nyanyinya Ara?" Tanya Wira saat mereka tinggal berdua di gubuk itu, gubuk tempat Ara biasa bermanja-manja pada sang nenek.


"Eh, ya Ingin berhenti aja kak" bales Asyifa bingung mau Jawab apa..


"Nyanyi lagi Syifa aku suka mendengarnya.."titah Wira sangat berharap..


"Tapi suara Syifa tidak enak kak"


"Kata siapa? buktinya tadi saat aku mendengar aku langsung datang kemari, dan ingin langsung mendengarnya.. Ayolah Syifa nyanyi lagi "' pinta Wira memasang wajah memelasnya.


"Iih kak Wira tapi Syifa malu" Balesnya sambil menundukkan wajahnya..


"Ay.. masih malu lagi sama suaminya?.. hmm ya sudah, nggak usah, mungkin di mata kamu aku adalah orang lain." ujar Wira dengan wajah merajuknya serta melipat kedua tangannya ke dadanya lalu membelakangi Asyifa,


Asyifa jadi merasa bersalah, kemudian ia pun meraih ujung baju Wira dan menarik-nariknya.


"Maaf kak, Syifa Nggak bermaksud seperti itu" Ucapnya lembut masih menarik ujung baju Wira, sementara Wira malah tersenyum penuh kemenangan, ternya aksi rajuknya berhasil, tapi Wira masih ingin menggoda istri jadi ia tak ingin membalas.


Karena suaminya tak mau merespon Asyifa pun menarik tangan suaminya..


"Kak Wira Syifa minta maaf, iya deh Syifa akan nyanyi " lanjut Asyifa lagi yang akhirnya ia menyerah dan ingin nyanyi untuk sang suami.


Mendengar sang istri bersedia bernyanyi untuknya Wira langsung membalikkan badannya..


"Baiklah aku memaafkan kamu sekarang menyayilah Syifa.." pinta Wira lagi sembari ia meletakkan kepalanya di pangkuan Asyifa.


otomatis Asyifa kaget bukan kepayang di tambah lagi jantungnya kembali berdendang hingga ia tak mampu berkata-kata lagi..


"Kok diam? ya sudah aku pergi saja kalau gitu" gertak Wira lagi dan pura-pura hendak bangkit dari pangkuan Asyifa, melihat suaminya hendak pergi Asyifa pun langsung menahan kepala Wira agar tetap tertidur di pangkuannya.


"Iya iya Ara nyanyi kak Sambungan yang tadi ya kak?" ujar Asyifa cepat, dan Wira mengangguk dengan senyum kemenangannya.. Asyifa pun mulai menyanyi..


Lau kunti ganbii ma'aya daiman ulli iih


🎶Yaa dana min zamaan


Makhtag li albi yihiss biyya wa hissibiih


🎶Hawak huwal hayah


Wintall ana ba'ashyak hawa


🎶Kaan albi muna agmal malak


Yikuun ma'ah


🎶Yah albi nadak witmannak tib anta wayaya


Yah ba'd esniin shuk wa haniin alaiik hina ma'aya


🎶Yah dummini liik, danta habibi hayati liik


Wa ha'iish ‘umri ‘ashana ‘ineek wa ‘umri fadak


🎶Yah albi nadak witmannak tib anta wayaya


Yah ba'd esniin shuk wa haniin alaiik hina ma'aya


🎶Yah dummini liik, danta habibi hayati liik


Wa ha'iish ‘umri ‘ashana ‘ineek wa ‘umri fadak


Akhirnya Asyifa dapat menyelesaikan lagunya dan tuk beberapa saat ia terdiam, dan tanpa sadar sejak ia nyanyi tangannya tak henti-hentinya mengelus rambut Wira hingga Wira terpejam,

__ADS_1


"Syifa?" panggil Wira membuat Asyifa kaget karena ia berpikir kalau suaminya sedang tertidur.


"Eh iya?" Asyifa tersentak kaget.


"Apa arti lagi itu ?" tanyanya yang masih memejamkan matanya..


"Hmm, haruskah di katakan?"


"Iya harus, katakanlah Artinya"


"Artinya..


"Hanya padamu, diri ini hanya untukmu


Datanglah mendekat, air mataku mengalir, mengharapkanmu


Hanya padamu dan jiwaku padamu


Wahai kasihku usiaku, seluruh hidupku untukmu


Cintamu adalah hidupku


Dirimu membuat kita merasakan sebenar benarnya cinta


Hatimu disini, keindahanmu milikku


Jadi bersatu


Hatiku memanggil, harapkan engkau senantiasa setia


Selepas bertahun tahun lihatlah sayang kita berjumpa disini dan bersama


Air mataku mengalir karenamu, engkaulah kasih, hidupku hanya untukmu


Seluruh hidupku, usiaku, karena matamu, aku serahkan segalanya


Hatiku memanggil, harapkan engkau senantiasa setia


Selepas bertahun tahun lihatlah sayang kita berjumpa disini dan bersama


Air mataku mengalir karenamu, engkaulah kasih, hidupku hanya untukmu


Seluruh hidupku, usiaku, karena matamu, aku serahkan segalanya


Apa yang aku harapkan


Seandainya kau disisi bersamaku selamanya, katakanlah kepadaku


Diri ini sekian lama mengharapkan


Hati ini, perasaan ini bersama hati dan perasaanmu


Cintamu adalah hidupku


" itulah Artinya kak" ucap Asyifa lembut, lalu Wira pun membuka matanya..lalu ia duduk di samping Asyifa.


"Artinya sangat mendalam Syifa dan itu juga gambaran cintaku, karena bagiku saat ini, Cintamu Adalah hidupku Syifa " ujar Wira Sambil mendekati wajahnya ke wajah Asyifa lalu ia pun mengecup kening Asyifa, dan kemudian menyatukan dahinya ke dahi Asyifa..


"Aku mencintaimu Syifa" Lanjut Wira lagi.


"**BERSAMBUNG


💕💕💕💕💕💕


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA 🙏😉


LIKE VOTE DAN KOMENTAR

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU LOH🙏😊**..


__ADS_2