
🌟 KALAM ALFAQIROH 🌟
"Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak."
🌿-Ali bin Abi Thalib-🌿
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Setelah sambugan di matikan wanita langsung meraih kepala Andi dan meletakkannya di pangkuannya..
"Mas bangun mas..kamu tidak matikan?" Wanita yang berbadan berisi sedikit itu mengguncang-guncangkan badan Andi. ada rasa ketakutan pada wanita itu hingga tak terasa air matanya mengalir dan jatuh ke pipi Andi.
"uhuk..uhuk.." batuk Andi membuat wanita itu sedikit terkejut.
"Mas kamu dah sadar?" tanya Wanita
"ka..mu..Nang..isi..sa..ya.?" tanya Andi terbata-bata..
"saya hanya takut mas, di sini sangat sepi, dan saya tidak mungkin meninggalkan mas sendirian" bales Wanita itu..
"he..he..aku Pi..kir..ka..mu..me..na..ngisi..saya." ucap Andi dengan tertawa miris.
"he..aku..ka..yak..me..ng..nal..mu, kau..mi..nul..eh..Mak..sud..ku..mir..na..rni..anak..pak..Ro..jak..kan?" ucap Andi terbata-bata, dengan mata merem melek, memperhatikan wajah wanita yang sedang memangku kepalanya..
"Ya saya Mirnarni, anak pak Rozak anda mengenal saya ?" tanya Wanita itu yang juga melihat wajah Andi dengan seksama.
"He..he..ka..mu..ter..nya. ta.. sudah..Kem..pes..eh..ma.af..ma.ksud..ku..ka..mu.sedi..kit..ku..rus..ya..?" tanya Andi, bukan menjawab pertanyaan Mirnarni ia malah ngomong ngelantur..
"Tadi saya bertanya apakah mas mengenal saya?" Mirna mengulang pertanyaannya..
"Ya..sa.ya..me..nge..nal..mu saat..ba.dan..mu be..sar" ucap Andi..
"Apaan sih ngomong kamu mas." Bales Mirna sepertinya kesal dengan perkataan Andi..
"ma,.af..mir..ka..lau..sa..ya..se..la..mat..mau..kah..ka..mu..me..ni..kah..de..ngan..sa..ya,.akh? ucap Andi terbata-bata dan sepertinya ia merasakan sakit luar biasa hingga ia tak sadarkan diri lagi.
Mirna yang mendengar perkataan Andi yang terakhir membuat jantungnya tiba-tiba berdesir, tapi saat ia melihat Andi kembali tidak sadar membuatnya ketakutan..
"Bangun mas, jangan membuat ku takut.. bangunlah, kamu belum mendengar Jawaban ku kan? Ayo bangun mas?" seru Mirna sambil mengguncang-guncangkan badan Andi.
"Aku mau mas, aku mau.. sekarang bangunlah!" pekik Mirnarni lagi namun tidak ada respon dari Andi, dan di saat bersamaan sebuah mobil Ambulance datang, dan turunlah seorang pria berjas putih berserta dua pria lagi dengan membawa brankar dan menghampiri mereka..
__ADS_1
"Kamu yang menelpon saya tadi?" tanya orang tersebut..
"Mas Dika ya?" Mirna balik bertanya..
"Iya saya Dika, Terimakasih sudah menjaga teman saya" ujar pria itu yang ternyata Dika..
"Iya mas sama-sama"
"Kalau begitu saya Bawak teman saya kerumah sakit ya?"
"Iya mas, semoga teman mas cepat sembuh" bales Mirnarni lalu ia membiarkan Andi di angkat dan di letakan di atas brankar lalu dengan cepat mereka memasuki Andi ke dalam Ambulance.
"Kalau begitu saya permisi nona, Assalamu'alaikum" pamiit Dika, dan di akhiri salam, karena ia menghormati wanita itu memakai hijab.
"Iya mas wa'alaikumus salam." Dika pun langsung Naik ke Ambulance juga meninggalkan Mirnarni seorang diri..
Lalu Mirnarni pun berjalan kaki menuju sebuah gang kecil di dekat tempat dia bersama Andi tadi berada, di dalam perjalanannya..
" Astaghfirullah..ada apa ini ya Allah, kenapa sejak tadi jantung ana tidak bisa tenang."_batin Mirnarni sambil ia terus berjalan hingga berhenti di sebuah rumah sederhana
"Assalamu'alaikum " salamnya saat memasuki rumah tersebut..
"Wa'alaikumus salam.. Astaghfirullah.!.kamu kenapa nak, mengapa baju kamu banyak darah nak?!" pekik seorang wanita yang datang dari dalam rumah.
"Nggak papa gimana nak?, baju kamu banyak darah gitu?, kamu bilang nggak papa?" tanya Wanita itu yang ternyata Bundanya Mirnarni..
"Bunda, tadi tuh, saat Arni turun dari ojek, tiba-tiba ada yang menembak seorang laki-laki bermotor bun, trus laki-laki itu jatuh, dan yang menembaknya pergi begitu saja..trus Arni kasihan pada yang kenak tembakan itu, ya udah Arni pangku dia bunda" jelas Mirnarni pada bundanya.
"Ya Allah.. tapi kamu tidak di tembak jugakan nak?" tanya bunda cemas.
"Kalau Arni kenak tembak,.. Arni Nggak bakalan bisa pulang sendiri bunda" jawabnya lagi.
"Syukurlah.. tapi gimana sama laki-laki itu nak?" tanya bunda yang masih penasaran.
"Dia di Bawak temannya bunda, kerumah sakit," bales Mirnarni lagi.
"Oh syukurlah, semoga ia baik-baik saja ya nak" ujar bunda Mirnarni.
"Aamiin, semoga saja bunda"
"Ya sudah sana kamu bersihkan diri kamu dulu baru setelah itu kamu istirahat" titah sang bunda.
__ADS_1
"Iya bunda, ya udah Arni ke kamar ya"
"Iya nak" setelah mendapatkan izin Mirnarni pun berjalan menuju kamarnya..
"Ada apa Bun? kok ribut sekali sih tadi?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dari sebuah kamar..
"Itu yah, tadi Mirna pulang bajunya banyak darah jadi bunda panik, maaf ya yah, jadi membangunkan Ayah" jawab bunda Mirna.
"Tapi dia tidak apa-apakan Bun?" tanya pria itu yang ternyata Ayah dari Mirnarni.
"Dia baik-baik saja kok yah, ternyata darah yang di bajunya adalah darah orang yang ia tolong tadi yah.." jelas sang bunda pada suaminya.
"Oh, syukurlah, Ayah jadi suka khawatir bila ia selalu lembur bekerja jadikan pulangnya selalu saja malam-malam" keluh sang Ayah
"Mau gimana lagi yah, namanya itu tuntutan kerjanya, mau tidak mau ya harus di jalani"
"Iya sih Bun, tapi kasian Mirna, sekarang ia juga nampak kurusan Bun" ujar sang ayah lagi.
"Ya bagus dong yah, itukan memang keinginannya, ke pingin kurus, karena dia malu katanya bila gendut ia selalu di panggil minul, dia nggak suka loh yah." jelas sang bunda lembut.
"Tapi ayah lebih suka melihat dia gendut bunda, jadi perjuangan ayah berhasil Bun"
"Apaan sih ayah, kalau anak kita gendut nanti siapa yang mau dengan anak kita yah, karena laki-laki kan nggak suka kalau lihat perempuan gendut" protes sang bunda..
"Ada Bun, karena Allah sudah menciptakan makhluknya untuk berpasang-pasangan, nah, kelak suami anak kita adalah seorang laki-laki yang memiliki hati yang tulus, karena ia akan menerima segala kekurangan dan kelebihan anak kita Bun, jadi kamu nggak perlu khawatir, karena Ayah yakin, Allah akan memberikan yang terbaik untuk anak kita Bun" ujar sang Ayah dengan penuh keyakinan.
"Aamiin ya Allah.. semoga saja ya yah" bales bunda yang kini tenang karena mendengar perkataan sang suami..
"Ya sudah sekarang kita tidur lagi yuk Bun " Ajak sang suami.
"Baiklah yah, mari" Akhirnya mereka pun melangkah bersama menuju kamar mereka.
**BERSAMBUNG
______________
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA..
VOTE...LIKE.. KOMENTAR..
SELALU AUTHOR TUNGGU KARENA ITU PEMICU SEMANGAT AUTHOR LOH😉
__ADS_1
SYUKRON 🙏😊**