CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
MANA TAHAN TIDAK TERGODA


__ADS_3

β—Žβ…β€β¦πŸ’œKALAM ULAMAπŸ’œβ¦β€β…β—Ž


Bersungguh-sungguhlah engkau mencari ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan, karena jika tidak demikian, engkau akan berada dalam bahaya kesesatan


__Al Ghazali__


β—Žβ…β€β¦β—Žβ…β€β¦β…β€β¦πŸ’œβ¦β€β…β¦β€β…β—Žβ¦β€β…β—Ž


Setelah berpamitan pada Dika dan Nina, Wira dan Asyifa menaiki mobilnya, yang di sana sudah ada Rendi, yang memang sudah menunggu mereka, setelah kedua majikannya masuk, Rendi pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di dalam perjalanan mereka..


"Pak, tadi sekertaris anda telpon dan dia mengatakan ada masalah di kantor." Ujar Rendi dengan mata yang masih fokus kedepan.


"Masalah apa?" Tanya Wira dengan kening yang berkerut.


"Saya kurang tahu pak, cuma ia meminta agar bapak segera ke kantor." Jawab Rendi.


"Ya sudah kita langsung saja kesana." Ujar Wira tegas.


" Loh, apa nggak sebaiknya Ara pulang dulu Mas?." Timpal Asyifa yang sepertinya enggan untuk ikut ke kantor Wira.


"Kita hanya sebentar saja kok Sayang, lagian kamu belum pernahkan ke kantor mas?" Balas Wira,


"Eh, tapi Arakan malu mas."


"Kenapa harus malu?, kamu tidak perlu malu sayang, karena kamukan istri mas, jadi mereka harus tahu juga, siapa istri bosnya jadi, sewaktu-waktu kamu datang sendiri mereka tetap menghormati kamu sayang." Jelas Wira, agar Asyifa mau di ajak Wira ke kantornya karena memang selama ini Asyifa tidak pernah mau di ajak Wira ke kantornya.


"Tapi Mas..."


"Sayang waktu kita mepet banget, jadi nggak mungkin ngantar kamu pulang, untuk kali ini mau ya sayang." Pinta Wira sangat bermohon.


Melihat suaminya yang memohon sampai mengatupkan kedua tangannya, Asyifa pun tak tega melihatnya.." Humm, iya iya Ara mau." Kata Asyifa yang terlihat pasrah.


"Begitu dong sayang, terimakasih ya nyonya Wira." Kata Wira sembari memberikan kecupan pada kepala Asyifa bagian sampingnya dan dalam waktu bersamaan mobil Wira sudah terparkir di depan pintu lobiy kantor.


"Ayo sayang kita turun." Ajak Wira setelah mobil berhenti.


"Mas, Ara tunggu di sini aja ya mas." Bales Asyifa, yang terlihat enggan untuk turun.


"Mau Mas gendong atau kamu jalan sendiri?" tanya Wira yang sepertinya ia tak ingin menanggapi perkataan Asyifa.


"Mas, Ara tadi bilang, Ara di mobil aja nunggu mas." Balas Asyifa yang sepertinya Keukeh tak ingin ikut masuk.


"Oh, kamu milih di gendong, ya sudah mas gendong kamu ya.?" Ujar Wira sambil bersiap ingin menggendong Asyifa.

__ADS_1


"Eh, Tidak, tidak Ara jalan sendiri." Kata Asyifa yang akhirnya ia pasrah mengikuti keinginan suaminya. dan kemudian ia pun ikut turun dari mobil Wira,


"Bagus!, sekarang lingkari tangan kamu ke lengan mas. " Ujar Wira sambil menyikukan lengannya agar tangan Asyifa melingkar kelengannya.


" Eh, Mas malu nanti apa kata karyawan kamu." Bisik Asyifa yang terlihat ia tak nyaman karena merasa semua mata mengarah ke padanya.


"Kenapa?, apa jangan-jangan kamu yang malu bersuamikan mas hm?" tanya Wira sedikit berbisik juga.


"Eh, enggak kok, maksudnya Ara bukan begitu ma..."


"Sssth, jangan membantah Ara, semakin kamu membantai mas akan berbuat yang aneh-aneh, kamu mau seperti itu?" potong Wira, dengan wajahnya yang mendekati ke wajah Asyifa.


" Eh, iya iya Mas, ayo masuk." Kata Asyifa yang kemudian ia langsung melingkarkan tangannya di lengannya Wira dan kemudian ia menarik Wira agar segera masuk, Wira yang melihat tingkah lucu Asyifa, ia pun tersenyum puas.


Seperti di depan lobby, ketika mereka memasuki lobby pun, mereka masih menjadi pusat perhatian di sana, apalagi melihat Asyifa yang seperti menarik tangan bos mereka, membuat mereka menjadi penasaran.


"Mas Cepat dong jalannya." Ujar Asyifa yang sepertinya ia ingin saja segera menghilang karena ia sangat tidak nyaman karena semua mata tertuju padanya.


"Sayang pelan-pelan saja, kamu lupa ya kalau perut kamu sudah membesar begitu hm?." Balas Wira sedikit menahan tubuhnya, agar Asyifa tidak terlalu cepat berjalan.


"Iya Ara tahu, tapi Ara tidak nyaman berada di sini lama-lama Mas." Dalih Asyifa.


"Sayang, kamukan bercadar, biar saja mereka melihat kamu toh, wajah kamu tak terlihat juga oleh mereka, jadi santai saja sayang." Kata Wira yang kini ia merangkul pundak Asyifa agar ia berjalan lebih santai lagi.


"Huh!, susah ngomong sama Mas!." Balas Asyifa yang akhirnya ia kembali pasrah mengikuti langkah suaminya, sedangkan Wira lagi-lagi tersenyum penuh kemenangan.


"Ma syaa Allah, indahnya.." Gumam Asyifa namun masih terdengar oleh Wira.


"Kamu suka sayang?." Tanya Wira sambil ia memeluk Asyifa dari belakang.


"Hu'um, apakah yang di sana sebuah laut mas? " Tanya Asyifa sambil jari telunjuknya mengarah ke sebuah hamparan yang terlihat biru dari tempatnya berdiri.


"Iya itu laut, apakah kamu ingin ke sana?"


"Ingin Mas, ayo kita kesana ya Mas." Ucap Asyifa dengan langsung menoleh ke arah Wira, membuat Wira langsung menatap istrinya yang masih bercadar, Wira tak membalas perkataan Asyifa ia hanya membuka cadar di wajah istrinya.



"Ada apa Mas?, eh, kok di buka nanti kalau ada yang masuk gimana Mas?. " Tanya Asyifa dengan wajah polosnya.


"Tidak akan ada yang masuk sayang." Kata Wira yang kemudian ia langsung meraih bibir ranum Asyifa, mendapatkan serangan yang mendadak membuat mata Asyifa membulat kaget.


"Uhmm." Asyifa seperti ingin protes namun tak dihiraukan oleh Wira karena ia masih menikmati kekenyalan bibir Asyifa, yang di tambah lagi Asyifa mulai ikut dalam permainannya membuat ia semakin terlena dan tak ingin melepaskannya.


Disaat tubuh Wira sudah terbakar hasratnya, tiba-tiba Asyifa mendorongnya dengan kuat karena ia dikejutkan oleh suara ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"Mas ada orang!" Kata Asyifa dengan nafas yang masih memburu dan dengan cepat juga ia mengambil cadarnya yang masih di pegang oleh suaminya, dan dengan cepat juga ia langsung memakainya.


Sedangkan Wira terllihat kesal, " Huh!,sialan siapa yang berani mengganggu kesenangan ku sih!." Gumam Wira yang kemudian ia kembali ke kursi kebesarannya. sedangkan Asyifa kembali menikmati keindahan alam lewat jendela di kantor Wira.


"Masuk!" Seru Wira dengan wajah yang terlihat Dingin dan dengan mata yang tajam melihat siapakah orang yang berani mengetuk di waktu yang tidak tepat.


"Permisi Pak, rapat segera dimulai, mereka juga sudah berkumpul tinggal menunggu bapak." Ujar seorang wanita cantik yang baru saja masuk.


"Hmm, kamu pergi duluan!" Bales Wira ketus.


"Baik pak!, kalau begitu saya permisi." Balas Wanita itu yang terlihat ia sedikit bergidik karena mendapatkan tatapan tajam dari Wira, dan dengan cepat ia ingin segera keluar namun..


"Tunggu sebentar!" Suara bariton Wira mengejutkan wanita tadi dan ia langsung membalikkan tubuhnya.


"Iya pak?, apakah ada yang lain?" Tnaya wanita itu dengan suara yang sudah bergetar.


"Siapkan makanan dan minuman untuk istri saya, dan bantu dia bila ia membutuhkan sesuatu kamu paham!" Tegas Wira masih dengan tatapan dinginnya.


"Paham pak!" Balas wanita itu dengan tegas.


"Bagus!, kamu boleh pergi!" Titah Wira dengan melambaikan jari telunjuknya.


"Baik pak!, kalau begitu saya permisi." Balas wanita Dengan langkah yang tergesa-gesa meninggalkan ruangan Wira.


"Iikh, Mas kok kejam banget sih sama karyawannya?,sampai dia ketakutan kaya gitu." Tegur Asyifa yang ternyata ia memperhatikan sikap suaminya terhadap karyawannya.


"Siapa suruh dia jadi pengganggu kesenangan Mas." Dalih Wira yang kemudian ia menghampiri Asyifa yang sekarang ia sudah berada di sofa di ruangan Wira.


"Iya diakan nggak tahu Mas, lagiankan mas juga yang salah melakukan itu kok di kantor." kata Asyifa apa adanya.


" Kok salah emas?, Salah kamu dong sayang." Balas Wira yang seperti tak mau di salahkan.


" Eh, kok salah Ara?, Ara kan nggak melakukan apa-apa Mas." Sangkal Asyifa terlihat bingung.


" Kamu memang tidak melakukan apa-apa, sayang, tapi Bibir kamu selalu menggoda Mas, jadi mas mana tahan tidak tergoda sayang, karena bibir kamu.. huuum.." Kata Wira dengan bibirnya yang di sensualkan dan dengan matanya yang merem melek, membuat mata Asyifa membulat.


"Iikh!, Emas!!"


************


Tetap mendukung Authorkan guys?.


Jadi please tinggalkan jejaknya ya πŸ˜‰πŸ™


Berikan VOTE LIKE DAN KOMENTAR nya ya..

__ADS_1


Biar Author update kembali, dan bahkan apabila Like dalam 2 jam mencapai 200 Author langsung Update kembali πŸ˜‰ apalagi POSISI VOTE BERUBAH Hmm akan Author bonusin 2 Bab lohπŸ˜‰πŸ˜.


__ADS_2