
Di ruangan tempat Asyifa di rawat..
Nampak Asyifa sudah sadarkan diri.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Syifa" ucap Anisah senang. "Gimana keadaan mu sekarang Syifa?" Tanyanya lagi.
"Alhamdulillah masih sakit ustadazah hiks, hiks" balas Asyifa yang kini malah menangis.
"Astagfirullah, sakit banget ya tunggu ana panggilkan dokter ya " ucap Anisah panik, lalu ia pun pergi berniat memanggil dokter. Saat di luar..
"Ada apa sayang.. kenapa kamu panik?" Tanya Ardiyan melihat istrinya seperti ingin berlari.
"I.itu hubby, Asyifa menangis, dia kesakitan hubby" ucap Anisah lagi, membuat Wira ikut panik, dan ia pun langsung masuk ke ruangan Asyifa di rawat.
"Ya sudah kamu temani Syifa dulu, biar ubby yang panggil dokter" bales Ardiyan lalu ia pun berlari meninggalkan Anisah, tuk mencari dokter..
____
Sementara di dalam ruangan Asyifa..
Wira yang tadi ikut panik pun tanpa sadar masuk keruangan Asyifa, sesempainya di dalam, ia hanya tertegun melihat Asyifa yang sedang menangis, namun kecantikannya masih terlihat, sedangkan Asyifa yang melihat kedatangan Wira Amat terkejut.
__ADS_1
"Astaghfirullah.." ucap Asyifa kaget lalu menarik selimutnya menutupi wajahnya, tapi masih terdengar Isak tangisnya membuat Wira ikutan sedih.
"Maaf, maaf nona..aku hanya memastikan gimana keadaan mu?" Ucap Wira sedikit cemas tapi nggak di tanggapi oleh Asyifa.
"Bang Wira sebaiknya keluar dulu ya, biar Nisah bantu Syifa pakai cadar dulu" ucap Anisah lembut, dan di anggukkan oleh Wira. Lalu Wira pun keluar dari ruangan tersebut, dengan perasaan sedih.
"Asiyfa tenanglah itu bang Wira, dia baik kok dia sangat mencemaskan anti, dia juga yang membawa anti kerumah sakit ini" ucap Anisah lembut sambil membuka selimut yang menutupi wajah Asyifa." Pakailah cadar anti sebentar lagi dokter akan datang" lanjutnya serta menyerahkan cadar milik Asyifa.
" Afwan ustadazah hiks.. Syifa takut sama Ikhwan tadi hiks hiks, " bales Asiyfa sambil memakai cadarnya., Dan saat Anisah ingin membalas perkataannya lagi tiba-tiba dua orang muncul seorang laki-laki dan perempuan yang berpakaian serba putih, sudah di pastikan itu dokter dan susternya.
"Permisi mengganggu sebentar Bu, dokter mau priksa pasien, sebaiknya ibu keluar dulu ya" ucap suster tersebut, dan di anggukkan oleh Anisah dan ia pun keluar.. saat di luar..
"Alhamdulillah.. Nisah senang mendengar Niat Baik bang Wira terhadap Syifa, tapi Nisah minta Abang bersabar dulu ya, in syaa Allah nanti Nisah bantu Abang untuk ta'aruf dengannya" bales Anisah lembut.
"Alhamdulillah.. terimakasih Nisah" ucap Wira lagi sedikit senang, di saat mereka masih berbincang, dokter yang tadi meriksa Asyifa keluar, dengan cepat Anisah pun menghampirinya.
" Dokter?..Gimana keadaan adik saya, mengapa ia menangis kesakitan" ucap Anisah penasaran.
"itu karena efek obat yang kami berikan sudah habis, tapi tadi saya sudah berikan obat anti nyeri, oh iya Bu untuk saat ini pastikan pasien jangan banyak bergerak dulu ya, agar penyembuhan pada tulangnya cepat" bales sang dokter.
"Baiklah dok, saya akan menjaganya" ucap Anisah.
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu saya permisi dulu" ucap dokter lagi, lalu ia pun pergi, sedangkan Anisah kembali masuk.
"Assalamu'alaikum Syifa?"
"Wa'alaikumus salam ustadazah"
"Gimana keadaan Anti Syifa?, masih terasa sakit banget ya?" tanya Anisah lembut.
"Alhamdulillah sudah tidak begitu sakit ustadazah" bales Asiyfa.
"Alhamdulillah, syukurlah, sekarang anti makan dulu ya, biar cepat pulih oke.." ucap Anisah sambil mengambil piring bubur yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit.
"Afwan ustadazah, Syifa ingin ketemu nenek, pasti saat ini nenek sedang cemas" ucap Asyifa sedih.
"Baiklah, nanti ustadazah minta tolong dengan bang Diyan untuk menjemput nenek Anti ya, sekarang sebaiknya Anti makan dulu oke" Ujar Anisah lembut.
" Alhamdulillah, Syukron ustadazah.." ucap Asyifa senang "Baiklah ustadazah, Syifa akan makan," Lanjutnya dan mulai menerima suapan dari Anisah.
BERSAMBUNG..
Hmm sepertinya Novel baru Author ini terlalu sepi, apa para Readers tidak menyukainya ya, hmm jadi nggak semangat deh 😔
__ADS_1