
โโ๐ปKALAM ULAMA๐ปโโ
"Kesabaran adalah akhlak mulia, yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan"
-๐Imam Asy Syafi'i Rahimahullah๐-
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
Di sisi lain..
Dika yang tadi mengajak Nina pulang ke pondoknya, kini mereka telah sampai dan Nina langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena tadi sempat di pipis oleh baby twins Ardiyan, sementara Dika yang merasa lelah karena habis membantu Ardiyan, ia pun tertidur di sofa ruang tamu Nina,
Setelah selesai Nina mandi ia pun keluar dari kamarnya dan ia terkejut melihat suaminya tertidur di ruang tamu.
"Eh, Uda kok tidurnya di sini sih bukannya di kamar?" Gumam Nina, tapi ia tak sampai hati untuk membangunkan Dika, " Sudahlah biarkan saja, lebih baik Ana masak deh" gumamnya lagi, lalu ia pun melangkah menuju ke dapur, dan mulai memasak
dan karena harumnya masakan Nina, membuat Dika pun terbangun, dan ia pun langsung melangkah menuju kedapur dan Nampaklah Nina yang sedang asik memasak tanpa tahu kehadirannya, lalu ia pun menghampiri Nina, dan langsung melingkari tangannya di pinggang Nina, membuat Nina kaget.
"Aakh !!" pekiknya kaget, lalu ia pun menoleh " Uda?, bikin kaget aja deh!" protes Nina pada suaminya.
"Maaf sayang, " ucapnya sembari meletakkan dagunya di bahu Nina " Huum, kamu wangi sekali sih?" lanjutnya lagi sambil menciumi leher Nina yang terlihat mulus.
"Ah,St..Udaaa Nina lagi masak! " bentak Nina karena kelakuan suaminya membuat ia berdesis menahan desahannya, Dika yang mendengar ******* pelannya Nina malah membuatnya semakin ingin memberikan hak kepemilikannya di leher Nina, dan sekali lagi desisan Nina Kembali terdengar..
"Umh, Udaaa!! hentikan!!", pekik Nina, sembari ia berusaha untuk melepaskan dirinya dari lingkaran tangannya..
"Hmm, sayang, aku sangat menginginkanmu sayang, " Ucap Dika yang suaranya sudah berubah, dan ia pun mulai beraksi lagi, tapi tiba-tiba..
"AAAAh,!!" Nina menjerit membuat Dika langsung melepaskan pelukannya yang dari belakang tadi.
"Ada bin?!" Sentaknya kaget
__ADS_1
"Masakan Nina gosoaang ikh sambel kesukaan Gosongkan!, Ini gara-gara Uda sih!!" protes Nina dengan wajah kesalnya.
"Maaf sayang, udakan... "
"Sekarang Uda duduk di sini dulu ya!, biar Nina siapkan masakan Nina dulu, sebentar lagi siap kok,!" ucap Nina sembari mendorong suaminya ke arah meja makan lalu ia menduduki Dika di kursinya, Dika hanya bisa pasrah dan menuruti saja karena ia tak ingin kenak marah lagi.
" Haiis, Bilo Aden bisa merasokan sarugo dunia,? Alah saminggu Aden menikah, tapi alun lai mendape'kan Amehnyo" gumam Dika yang nampaknya mulai putus asa karena birahinya tidak terpenuhi.
Dan benar yang di katakan Nina tak lama pun ia telah menyelesaikan acara memasaknya, lalu ia pun mulai menyajikannya di atas meja makan dan kemudian ia juga mengisi piring Dika dengan nasi berserta lauknya. dan menaruhnya di hadapan Dika, namun di sorong kembali oleh Dika.
"Makanlah Nin, aku tidak lapar " katanya dan ia pun bangkit dari duduknya..
"Eh, Uda mau kemana?" tanya Nina yang kini mulai menyadari kesalahannya, karena ia sempat membentak Dika, hanya karena sebuah masakan.
"Aku mau keluar!" Bales Dika yang sudah mulai melangkah menuju pintu keluar, dan dengan cepat Nina mengejarnya dan meraih tangan suaminya.
"Nina ikut ya?" ucapnya lembut, karena ia ingin menebus rasa bersalahnya, Dika pun memandangnya sejenak.
"Iya da, tunggu sebentar" kata Nina dan ia langsung berlari ke kamarnya dan tak lama ia kembali lagi dan kini sudah memakai hijab dan cadarnya.
"Nina sudah siap da, " ucap Nina lagi, saat sudah di hadapan Dika.
"Ya sudah ayo kita pergi" Ajak Dika, dan akhirnya mereka berjalan menuju ke bangsal tempat penyimpanan mobil di pondok pesantren An-Nur, dan tak lama mereka pun sampai di sana dan setelah mereka masuk Dika pun mulai melaju mobilnya dengan perlahan hingga mereka keluar dari gerbang pondok baru mobil pun melaju dengan kecepatan maksimal, Di dalam mobil..
"Da?" suara Nina memecahkan keheningan yang sejak mereka keluar dari pondok Nina, hingga sekarang Dika tak mengeluarkan kata sedikit pun membuat, rasa bersalah Nina semakin besar..
"Uda?" panggil Nina lagi, karena tadi tidak di jawab oleh Dika..
"Hmm?" Bales Dika yang hanya hmm saja.
"maafi Nina ya, karena tadi Nina membentak Uda hanya karena sebuah masakan" ucap Nina dengan wajah tertunduk dan tangannya memainkan ujung hijabnya, Dika pun menoleh sebentar, lalu ia kembali fokus dalam menyetirnya.
__ADS_1
"Sudah lupakan kamu nggak salah kok, aku saja yang terlalu tidak sabaran untuk menuntut hak ku" Tutur Dika dengan pandangan masih fokus ke arah jalan, Nina yang mendengar perkataan Dika, dengan menekankan perkataan Haknya, membuat ia terkejut dan itu seperti tamparan baginya.
"Astaghfirullah, maafi Nina da, Nina tidak bermaksud untuk mengabaikan kewajiban Nina, cuma keadaan Ninalah yang belum membolehkan Nina melayani Uda " jelas Nina sedikit sedih.
"Dan Nina tahu apa hukumnya seorang istri yang menolak Ajakan suaminya, ia akan mendapatkan laknat dari para malaikat.
Bahkan, Islam menekankan apabila seorang istri menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan badan tanpa uzur syarโi, malaikat akan mengutuk wanita tersebut.
Rasulullah ๏ทบ berkata dalam sabdanya memperingatkan para wanita yang telah menjadi suami untuk tidak menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan badan.
ูุนู ุฃูุจู ูุฑูุฑุฉ - ุฑุถู ุงููู ุนูู - ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณููู ุงููู - ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ุฅูุฐูุง ุฏูุนูุง ุงูุฑููุฌููู ุงู ุฑูุฃุชููู ุฅูููู ูุฑูุงุดููู ููููู ู ุชูุฃุชูููุ ููุจูุงุชู ุบูุถูุจูุงูู ุนูููููููุงุ ููุนูููุชูููุง ุงูู ููุงุฆูููุฉู ุญูุชููู ุชูุตูุจุญู
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim).
Di dalam hadits lain, Rasulullah ๏ทบ bersabda: bahwa istri yang menolak ajakan suami untuk berhubungan badan akan dimurkai yang ada di langit hingga suaminya memaafkan istrinya.
ุนู ุฃูุจู ูุฑูุฑุฉ - ุฑุถู ุงููู ุนูู - ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณููู ุงููู - ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ูุงูููุฐูู ููููุณูู ุจููุฏููู ู ูุง ู ููู ุฑูุฌููู ููุฏูุนูู ุงู ูุฑูุฃุชููู ุฅูููู ููุฑูุงุดูู ููุชูุฃุจูู ุนูููููู ุฅูุงูู ููุงูู ุงูููุฐูู ูู ุงูุณููู ูุงุก ุณูุงุฎุทูุง ุนูููููููุง ุญูุชููู ููุฑูุถูู ุนูููุง
Abu Hurairah berkata Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak istrinya ke ranjang (untuk bersenggama) sedangkan dia (istri) enggan, melainkan yang ada di langit murka kepadanya sampai suaminya memaafkannya." (HR Muslim)."
jelas Nina, yang wajahnya masih tertunduk karena ternyata ia sudah menangis, mendengar penjelasan Nina Dika pun merasa bersalah, dan apa lagi ia mendengar suara isak pelan dari Nina. ia pun memberhentikan mobilnya lalu ia meraih tangan Nina.
"Maafkan Aku Nina, ternyata aku Sudah su'uzon terhadapmu," ucap Dika penuh sesal, dan ucapannya tidak di bales oleh Nina ia hanya menangis dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Nina maukah kamu memaafkan aku?"
BERSAMBUNG.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐๐
Tetap dukung Author ya ๐๐
__ADS_1