
____💜 MUTIARA HIKMAH💜___
"Hijrah itu tidak mudah karena
hadiahnya surga. Maka tetaplah
melangkah penuh semangat,
jangan menyerah, apalagi berbalik arah"
So
Tetap Istiqomah ya berhijrah
karena keindahan surga sedang menanti kita 😉😉
______Happy reading____
[[[[[[[[[[[[[💜]]]]]]]]]]]]{{{{💜}}}}[[[[[[[[[[[[💜]]]]]]]]]]]]]
Di sebuah gedung Bertuliskan
PT AF Media.
Nampak seorang pria tampan bertubuh tegap memasuki gedung itu, dengan di ikuti seorang berjas hitam di berikannya dan kedatangan mereka menjadi pusat perhatian bagi para karyawan disana, terutama para wanitanya.
mereka terus berjalan menuju ke pintu lift dan saat ingin memasuki lift tersebut tiba-tiba terdengar suara orang wanita menghentikan langkah kedua pria itu.
"Mas Andi?!" sebut wanita itu yang nampak sekali kalau wanita itu seperti tidak percaya kalau pria yang di hadapannya, adalah pria yang sempat ia tolak, saat pria itu ingin menikahinya.
"Benarkah ini kamu mas?, dan kamu sudah bisa berjalan?" tanya Wanita itu yang sejak tadi tatapannya tak pernah lekat pada pria itu yang ternyata dia adalah Andi.
"Kenapa Mir?, Apakah kau tak percaya dengan apa yang kau telah lihat sekarang?, iya ini gue Andi! " jawab Andi datar
__ADS_1
"Tapi sejak kapan kamu bisa berjalan mas?, atau selama ini kau hanya berpura-pura saja Mas?" tanya wanita itu yang ternyata adalah Mirnarni alias Minul
"Sejak kapan?, Apakah aku harus memberitahumu?! berpura-pura?, Apa alasan gue harus berpura-pura padamu? kayak itu nggak penting bagi gue! " Jawab Andi dingin dan bahkan ia tak memandang sama sekali pada Mirnarni
"Mas, kenapa kamu jadi dingin banget sih sama aku?, jujur aku menyesal karena pernah menolak ajakan mu untuk menikah, mas aku rindu akan gombalan mu rindu kamu yang hangat dulu, apakah aku masih punya kesempatan mas, untuk menjadi milik mu" tutur Mirnarni dengan tak tahu malunya ia mengungkapkan perasaannya di depan teman Andi dan ada beberapa karyawan juga yang menyaksikan Mirnarni yang sedang memohon pada Andi, dan bahkan dengan tak tahu malunya ia menggenggam tangan Andi.
Andi yang tangannya di pegang oleh Mirnarni dengan cepat ia langsung menepis tangannya seraya berkata " jaga Attitude mu sebagai seorang wanita, dan jangan menjadi seorang wanita yang rendah sehingga siapapun yang melihat akan memandangnya sebelah mata camkan itu!" tegas Andi sembari ia melangkah memasuki lift dengan di ikuti oleh Beni,
"Mas Andi tunggu!" seru Mirnarni memanggil Andi, namun panggilannya tak direspon oleh Andi karena pintu life sudah tertutup.
"Akh, mengapa aku sangat bodoh sih! begitu percaya kalau Mas Andi benar-benar cacat, padahal bisa jadi dia hanya mengujiku Mirna, tapi kamu malah tak tahu itu! ah bodohnya kamu Mirnarnipadahal waktu itu kamu menerima Mas Andi dengan tulus mungkin saat ini kamu sedang jadi Nyonya Direktur PT AF Media, tapi lihatlah sekarang akibat kebodohanmu tak di pandang olehnya lagi. Akh, dasar bodoh! bodoh! bodoh!" Batin Mirnarni yang mengerutuki dirinya sendiri ada penyesalan yang amat dalam.
******
Sementara Andi yang sudah berada di dalam ruangannya, langsung menduduki kursi kebesarannya sementara Beni berdiri di sebrang meja kerja Andi.
"Bos apa Lo yakin akan membiarkan wanita itu terus berada di sini?" Tanya Beni setelah melihat Andi yang telah duduk.
Andi mengerenyit mendengar perkataan Beni "emangnya kenapa?" tanyanya Penasaran.
"Jangan Su'udzon sama orang, dan Abaikan saja dia lagian gara-gara ketakutan Lo masa sih gue memutuskan rezeki orang" Ujar Andi tenang.
"Gue nggak bermaksud su'udzon sama dia sih, cuma feeling aja kayaknya perempuan itu tidak akan pernah menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan " ungkap Beniyang entah mengapa ia dapat merasakan akan terjadi sesuatu pada sahabatnya apabila Andi masih tidak segera menyingkirkannya.
"Sudahlah, tidak usah bahas dia lagi!, sebaiknya Lo pergi minta pada dini laporan 2 minggu yang lalu!" titah Andi mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah kalau gitu gue ketempat dini dulu ya" pamiit Beni dan setelah mendapatkan Anggukkan dari Andi beni pun melangkah pergi meninggalkan ruangan Andi. sedangkan Andi kembali fokus laptopnya. dan tak berapa lama pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk!" seru Andi tanpa melihat siapa yang datang.
"permisi Pak ini laporan dua minggu yang lalu sesuai permintaan dari pak beni " Ujar seorang wanita yang baru memasuki ruangan Andi.
__ADS_1
"Iya taruhlah di situ " kata Andi yang matanya masih fokus pada laptopnya.
"Baik pak! " bales wanita itu lagi sembari ia meletakkan file berwarna kuning ke atas meja Andi dan setelah itu. "Apakah ada lagi yang bisa saya bantu ?" tanya wanita itu lagi
"Oh iya, bikinkan saya kopi ingat jangan terlalu manis!" kata Andi tanpa melirik sedikit pada wanita itu.
"Baik pak!, Kalau begitu saya permisi" bales Wanita itu dan hanya di bales oleh Andi dengan lambai sekali jari telunjuknya saja, setelah itu Wanita itu pun keluar dari ruangan Andi menuju ke parti minuman, sesampainya di sana wanita itu pun membikinkan minuman untuk bosnya.
"Untuk siapa minuman itu Din?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul.
"untuk pak Andi Mbak" jawab wanita itu yang bernama Dini sekertarisnya Andi
"Oh," balasnya hanya ber oh saja." Oh iya Din, aku baru ingat kamu tadi di cari pak Benny loh" Lanjut wanita yang baru datang.
"Iyakah mbak?"
"Iya Din, ya sudah kamu temui dia dulu" kata Wanita baru datang itu.
"Tapi saya masih harus membawa minuman ini untuk pak Andi"
"Kamu tenang saja nanti mbak yang akan membawa minuman Pak Andi" kata wanita itu meyakinkan dini
"Oh oke deh, sebelumnya terimakasih ya mbak" Ucap Dini polos.
"Oke, Masama" setelah mengucapkan terimakasih dini pun pergi meninggalkan Wanita itu yang saat ini memegang minuman untuk Andi.
"Baiklah misi kita mulai" gumam Wanita itu yang kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari kantong roknya dan terlihatlah sebuah botol kecil berwarna coklat, lalu wanita itu membuka botol tersebut "Baiklah, untuk menggapai mu secara baik-baik sudah tidak ada kesempatan. jadi terpaksa harus lewat jebakan Maaf sayang, aku harus melakukan ini karena aku ingin memilikimu!" gumamnya lagi dan kemudian ia menuangkan isinya ke dalam cangkir yang berisikan kopi dan kemudian ia mengaduk kopi yang telah bercampur dengan cairan dari botol kecil tadi dengan sendok
setelah selesai Wanita itu pun menaruh cangkir kopi tersebut di sebuah nampan dan kemudian ia pun melangkah menuju sebuah ruangan yang tertulis "CEO's Room" tuk sesaat ia berhenti dulu di depan pintu, dan kemudian ia melihat dulu penampilannya sebelum ia masuk dan setelah itu..
********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊
__ADS_1
Dukungan kalian akan menjadi penyemangat Author loh😉