
⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰
"ketika seseorang semakin berhusnudzan (berbaik sangka) kepada Allah, semakin berharap kepada-Nya, semakin benar tawakal kepada-Nya . sungguh, tidak akan memupus harapannya sama sekali .
Allah tidak akan memupus harapan seorang hamba (yang menggantungkan harapan kepada-Nya), tidak pula menyianyiakan orang yang beramal "
_Al-Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsyi_
❅❀⊱◈◈◈⊰◎❅❀❦||🌟||❦❀❅◎⊱◈◈◈⊰❀❅
"Dokter Afan?" gumam Dika saat melihat sang dokter keluar dari ruangan operasi Nina.
Walaupun jantungnya begitu bergemuruh, namun rasa penasaran Dika begitu besar dan ia pun langsung menghampiri dokter tersebut, dan di ikuti oleh Ustadz Khairul, serta ke empat Sahabatnya itu.
"Bagaimana kondisi istri saya Dok?" Tanya Dika dengan suara yang bergetar.
"Maaf Dokter Dika, Istri anda saat ini mengalami koma." Jawab Dokter Afan, rekan kerja Dika,
Mendengar perkataan Afan, seketika tubuh Dika melemas, ia tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi, dan ia melangkah mundur dengan sempoyongan, Dimas yang melihat sahabatnya hampir jatuh ia langsung menahan tubuhnya, Dika.
Sedangkan Ardiyan, yang melihat kondisi Sahabatnya, yang tak mungkin lagi bertanya keadaan anaknya, ia maju untuk mewakili Dika.
"Bagaimana dengan keadaan anaknya Dok?." Tanya Ardiyan pada Dokter Afan.
"Alhamdulillah kami telah berhasil mengangkat Anaknya dan karena umurnya belum cukup, jadi Putri Dokter Dika Prematur dan saat ini si kecil berada Inkubator pak." Jelas Dokter Afan.
" Alhamdulillah," Ucap para sahabatnya Dika secara serentak.
"Jadi anaknya dokter Dika cewek dok?" Tanya Dimas yang terlihat ikut senang.
"Iya pak, anak Dokter Dika seorang putri, yang amat kuat seperti ibunya, " balas sang dokter lagi.
" Aamiin, semoga kelak ia tumbuh seperti ibunya menjadi wanita yang shalihah juga." Bales Dimas dan langsung di sambut oleh para teman-temannya..
__ADS_1
"Aamiin" Ucap mereka serentak.
"Dik Lo nggak mau lihat anak Lo?" tanya Andi, saat melihat Dika masih terlihat sedih.
"Gue mau lihat Nina dulu." balas Dika lirih.
"Pergilah nak, lihatlah istri kamu, nanti bila anak kamu sudah bisa keluar dari inkubator, baru kamu khomatkan dia ya." Ujar Ustadz Khairul
"Iya Abi," Jawab Dika singkat masih dengan suara lemahnya.
"Dokter Afan di mana ruangannya istri Dika?" Tanya Ardiyan yang sepertinya ia akan mengantarkan Dika kesana.
"Di ruangan instensif pak, " Jawab Dokter Afan.
"Oh terimakasih Dok, ayo Dik, gue antar Lo." Kata Ardiyan yang kemudian ia menuntun Dika yang terlihat lemah. mereka berjalan dengan secara perlahan dan di ikuti para teman yang lainnya.
Sampainya di sana Dika di minta suster untuk memakai baju khusus dan menutupi rambutnya Serta harus memakai masker, setelah ia memakai semuanya Dika pun mulai masuk seorang diri saja, karena Ardiyan tidak di izinkan masuk. melihat alat-alat medis terpasang di tubuh istrinya Dika Kembali nangis di samping Ranjang Nina.
"Sayang, hiks..kamu maukan hiks..maafkan Uda.. hiks..hiks.. Kalau kamu his.. memaafkan Uda hiks.. maka bangunlah sayang..hiks.. Uda tidak tahan hiks. melihat kamu hiks..seperti ini Sayang, Hiks.." Ucap Dika namun tetap tidak ada respon dari Nina,
"Sayang..hiks.. tidakkah kamu ingin hiks.. Melihat anak kita..hiks.." Ucap Dika lagi sembari ia mengelus pelan pipi Nina yang pucat. "Sayang bangunlah.. Sayang bangunlah.." Ucap Dika lagi, dan lagi-lagi Nina tidak merespon panggilan Dika, ia masih memejamkan matanya, dengan wajah yang terlihat pucat.
Karena tidak ada tanggapan dari Nina Dika pun hanya diam dan hanya memandangi wajah istrinya dari tempat duduknya, dan mungkin karena ia juga sudah lelah ia meletakkan kepalanya di ranjang Nina dengan lengan sebagai tumpuan wajahnya dan tangan kanannya memegang tangan Nina, dan tak berapa lama ia pun terlelap dalam posisi duduknya.
_____
"Uda Dika bangun, Uda.." Suara seorang wanita, memanggil Dika, membuat Dika langsung membuka matanya.
"Nina?, kamu cantik sekali, kamu mau kemana?" Tanya Dika saat matanya sudah terbuka dengan sempurna, dan ternyata yang memanggilnya adalah Nina, " Sayang kok nggak di jawab pertanyaan Uda?" Tanyanya lagi, karena Nina, sejak tadi hanya diam dan cuma tersenyum manis padanya.
"Sayang, ada apa?, kenapa kamu hanya Diam saja?" Tanya Dika, yang terlihat penasaran melihat tingkah istrinya yang dari tadi hanya diam dan hanya tersenyum,
Nina masih tidak menjawab pertanyaan Dika, ia hanya Diam, dan kemudian ia mengelus wajah Dika, yang terlihat jelas kalau wajahnya terlihat bingung.
__ADS_1
"Sayang, katakanlah sesuatu, jangan membuat Uda bingung sayang." Kata Dika lagi.
"Uda, kalau Nina pergi, Uda maukan memberikan Ridhonya pada Nina dan mau jugakan mengikhlaskan Nina?" Tanya Nina yang akhirnya ia buka suara juga.
"Sayang kamu kok ngomong seperti itu, emang kamu mau kemana?" Tanya Dika lembut.
"Uda, Ridhai Nina ya, Uda maukan?, Uda
Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. dan Apalagi kalau Uda meridhoi Nina, seperti yang di katakan dalam sebuah hadits.:
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
" Dan Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya.
(Lihat Nuzhatul Muttaqin karya Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, hal. 149)
"Jad Nina mohon berikan Ridho Uda ya, dan bolehkah Nina menitipkan buah hati Nina, tolong jaga baik-baik ya Uda, " Kata Nina yang kemudian ia memberikan kecupan pada Dika, setelah itu ia melangkah pergi meninggalkan Dika yang masih belum paham akan perkataan Nina.
"Sayang kamu mau kemana?, Tunggu Uda sayang, kamu jangan tinggalkan Uda, Nina..Nina.. Tunggu!. " Dika berteriak-Teriak namun Nina seperti tak mendengar panggilan Dika.
"Nina, Nina.. tunggu! jangan tinggalkan Aku..Ninaaa!, Ninaaa!.." Dika berteriak-Teriak, memanggil nama Nina, ia terus mengejar Nina yang semakin lama semakin menjauh,
"Ninaa.. Jangan tinggalkan aku, Ninaaa! Jangan pergii, tunggu Ninaa!!" Teriaknya Dika dengan sekuatnya..
"Dika!, Dika..Dika..!"
***********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉 SYUKRON 🙏😊.
__ADS_1