CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
CURHAT.


__ADS_3

🍃🏵 MUTIARA HIKMAH 🏵🍃


" Kadang penyebab utama kita tak bisa bahagia adalah karena kita menahan diri kita sendiri untuk bahagia. Menunggu semua berjalan sesuai harapan baru bahagia. Padahal untuk bahagia, cara terbaiknya adalah menjalani semua yang ada saat ini dengan hati yang ikhlas. Tidak menyiksa diri dengan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Tak perlu cemburu pada kehidupan orang lain.


Yuk, saudaraku kita mulai bahagia saat ini dengan cara kita. Bahagia itu jangan ditunggu tetapi diciptakan, setujukan?😉


___ Quotes of the day___


$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$


Masih Di Mansion..


Di kamar tidur Wira dan Asyifa..


Nampak Wira bernafas lega saat melihat istrinya telah tertidur, karena sebelumnya ia sedikit bingung menghadapi Asyifa yang tiba-tiba ingin bercinta,


Namun Wira tahu kalau saat ini Istri sedang sakit di tambah ia sedang hamil muda, ia pun tak berani untuk menanggapinya, tetapi karena ia tak ingin membuatnya kecewa, ia pun hanya membantunya dengan hanya mencumbuinya saja hingga ia melepaskan pada hasratnya dan setelah lelah Akhirnya ia pun tertidur.


Sedangkan yang sejak tadi menahan hasratnya ia pun langsung ke kamar mandi untuk menyelesaikan sesuatu yang sejak tadi ia tahan cukup lama ia di sana, hingga akhirnya ia kembali keluar dengan handuk yang sudah melilit di pinggangnya setelah itu ia langsung masuk ke Walk in closet dan tak lama ia sudah berpakaian rapi lalu ia kembali menghampiri Asyifa dan membenarkan selimutnya setelah itu ia pun memberikan kecupan lembut di dahinya, lalu ia pun langsung melangkah menuju keluar kamarnya dan menuruni anak tangga dan langsung berjalan menuju pintu keluar rumah namun sebelum ia pergi..


"Bi, aku mau keluar sebentar, saat ini Asyifa sedang tidur, nanti kalau dia terbangun, antar makanan ke kamar saja ya " Titah Wira sebelum ia pergi.


" Baik den, " jawab sang Bibi.


"Ya sudah saya berangkat ya bi, tolong jaga istri saya, saya pamit Assalamu'alaikum " pamit Wira.


"Baik den Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban Wira pun langsung keluar dan menuju tempat mobilnya terparkir, yang di sana sudah ada Rendi.


" Ayo Kita kerumah sakit Ren!" Titah Wira dan ia langsung memasuki mobilnya.


"Baik pak!" setelah menutup pintu mobil tempat Wira masuk tadi, Rendy ikut masuk dan duduk di belakang kemudi nya Setelah dirasa sudah siap, Ia pun mulai melajukan mobilnya dengan perlahan dan dan memaksimalkan lajunya Setelah mobil keluar dari gerbang Mansion.


tak membutuhkan waktu yang lama hanya 30 menit mereka akan sampai di depan rumah sakit tempat Dika bekerja, Wira turun dari mobilnya dan langsung melangkah menuju ruangan Dika, sesampainya disana ia pun langsung mengetuk pintunya.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk!" seru seseorang dari dalam, dan Wira pun langsung membuka pintu itu dan langsung masuk.


"Eh, Lo Wir silakan duduk, "ujar Dika saat melihat Wira masuk.


"Thanks Dik,.." Wira pun langsung duduk tepat di hadapan Dika dengan di batasi oleh meja kerja Dika, dan nampak jelas di raut wajahnya ada Kesedihan di sana.

__ADS_1


Dika mengerenyit.." Ada apa Wir?" tanyanya penasaran.


"Dik, apakah penyakit Asyifa berpengaruh untuk melakukan hal-hal yang tak biasa,?" tanya Wira yang dia sendiri bingung menyampaikan apa yang terjadi pada Asyifa hari ini..


"Maksudnya?" Nampak Dika tidak paham akan perkataan Wira.


" Hmm, itu Dik, tadi tiba-tiba Asyifah ingin melakukan bercinta denganku, tapi aku tak berani menanggapinya karena aku takut itu mempengaruhi penyakitnya serta janinnya menurut Lo apakah itu pengaruh dari penyakitnya?" tanya Wira sedikit ragu namun juga penasaran.


"Gue belum bisa memastikan hal itu Wir karenakan kita belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi, karena gue juga tidak berani melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi selagi masih ada janin di dalam rahimnya."jelas Dika apa adanya membuat Wira nampak bingung untuk mengambil keputusan.


"Hah, Lalu gue harus berbuat apa dik?, Gue bingung, karena sepertinya Asyifa tidak mau menggugurkan kandungannya" Ujar Wira yang sangat terlihat jelas ada Kesedihan di raut wajahnya. "dan gue juga takut akan dosa Kalau memaksa Asyifa untuk menggugurkan kandungannya Dik" lanjut Wira lagi


"Sabar Wir, ini ujian dari Allah, dan gue yakin Dia juga akan memberikan jalan keluarnya karena


"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya"


(QS. Al-Baqarah : 286)


"Janganlah Kamu Bersikap Lemah Dan Jangan Pula Bersedih Hati"


(QS. Ali-Imran: ayat; 139


فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا ٥


"Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,


(QS Al-Insyirah ayat :5)


"Dan ingat..


"sesungguh nya pertolongan Allah akan datang kepada orang yang sabar"


[ HR. Ahmad ]"


Mendengar perkataan Dika membuat hati Wira merasa nyaman.


"Ma syaa Allah, benar yang Lo katakan selama ini gue hanya terfokuskan dengan masalah Asyifa membuat gue melupakan hal ini, thanks ya bro, " ujar Wira yang kini hatinya mulai merasakan ada ketenangan setelah mendengar perkataan Dika. " Eh, ngomong-ngomong sekarang udah pindah profesi Ya udah menjadi ustad kayaknya nih?." lanjut Wira lagi


" Hehehe, bisa aja lo, itu sebenarnya gue mengikuti perkataan Abi Khairul bro," bales Dika Sambil Cengengesan "Oh iya, gue saranin Lo pergilah pada beliau dan mintalah saran darinya agar Lo tidak salah mengambil keputusan Wir, " lanjut Dika memberikan saran pada Wira.


"Baiklah, emang gue Rencananya mau balik ke pondok besok Bro, karena Asyifa tidak menyukai tinggal di mansion gue" kata Wira lagi.

__ADS_1


"hah?, gue pikir hanya bini gue yang seperti itu.


hm, sama Nina juga sepertinya enggak betah di rumah gue dia merasa nyaman bila berada di pondok "Ujar Dika juga.


"Ya mungkin seperti itu bagi yang terbiasa berada di rumah Alquran bro, karena mereka merasakan ada ketenangan di dalamnya dibandingkan dengan rumah yang bergelimangan harta, Jadi sebenarnya harta tak menjamin orang bisa bahagia, termasuk istri-istri kita, yang justru nampak bahagia berada di lingkungan sederhana," tutur Wira yang teringat kala istrinya nampak bahagia bila berada di pondok.


"Ya benar juga sih, cuma gue kadang merasa segan bila berada di pondok, karena kita tidak bisa leluasa di sana, maklumlah itukan pondok putri, jadi nggak enak aja rasanya keluar masuk di sana, makanya gue hanya sesekali saja mengikuti keinginan Nina, " Curhat Dika.


"Itu karena lingkungan pondok Nina jaraknya sangat dekat dengan pondok para santriwati bro, nggak seperti pondoknya nenek Asyifa yang jaraknya lumayan jauh dari sana, dan lingkungan juga sangat nyaman karena ia dekat perkebunan teh, makanya gue nggak masalah Syifa di sana" curhat Wira juga.


"Lah kita kenapa jadi curhat sih?, " kata Dika sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"eh, hahaha, kayak perempuan aja " bales Wira terkekeh.


"Ya sudahlah gue pamit aja kalau gitu, gue takut Asyifa nyariin gue, karena tadi saat gue ke sini dia lagi tidur," ujar Wira yang langsung bangkit dari duduknya ' Ya sudah gue pamit ya, Thanks atas pencerahannya, Assalamu'alaikum" Lanjut Wira lagi berpamitan.


"Oke sama-sama, Waalaikum salam" Bales Dika dan Mira pun langsung keluar dari ruangan Dika menuju pintu keluar rumah sakit dengan langkah cepat Iya menghampiri mobilnya yang sudah ada di depan pintu rumah sakit dan ia langsung memasuki mobil tersebut, dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju...


*********


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Dear Readers..


Author mohon maaf bagi penggemar


*SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI*


Untuk sementara novel itu di hentikan sejenak karena Author mau fokus mentamatkan


**CINTA SESUCI SALJU*


dan Author juga lagi fokus memperbaiki


*TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN


karena itu tuntutan dari Editornya, makanya saat ini Author sedang fokus merubah sedikit jalan ceritanya, makanya belum sempat meneruskan S.M.Y.T.


Jadi sekali lagi Author mengucapkan beribu-ribu maaf ya 🙏 untuk Readers penggemar S.M.Y.T, Semoga kalian dapat memakluminya.


SYUKRON atas pengertiannya juga🙏😊**

__ADS_1


__ADS_2