
⚛⚛🌸KALAM HADITS 🌸⚛⚛
Rasulullah ﷺ bersabda :
( ألا أخبركم بنسائكم في الجنة ؟ الودود الولود إذا غَضِبتْ أو أسيء إليها أو غضب زوجها قالت: هذه يدي في يدك لا أكتحلُ بِغمْضٍ حتى ترضى )
"Mau kalian kukabarkan tentang isteri-isteri kalian di dalam surga? Yaitu mereka adalah wanita yang penyayang lagi subur. Apabila mereka marah, atau diperlakukan buruk, atau suaminya marah kepadanya, maka mereka mengatakan : “Ini tanganku di genggaman tanganmu, aku tidak akan bisa memejamkan mata sampai engkau ridha kepadaku (memaafkanku).”
__[Shahih at-Targhîb : 1941]__
××××××××××××××>🌸<××××××××××××××
Setelah selesai mendo'akan istrinya, Nina pun menyalami tangan suaminya serta mengecupnya, dan di sambut oleh Dika dengan kecupan lembut dahi Nina.
"Sekarang kita jama'ah Dzuhur yuk, karena kata Aby, setelah ba'da Dzuhur, Walimatul'urs akan di mulai" ujar Dika ngajak Nina untuk berjama'ah Dzuhur bersama..
"Baiklah da, pergilah Uda berwudhu terlebih dahulu " bales Nina lembut..
"Baiklah.." Dika pun membuka jasnya, kemudian ia pun pergi kekamar mandi untuk berwudhu, dan tak lama kemudian ia kembali lagi dan Melihat Nina sudah membuka Hijabnya, dan nampaklah Rambut Nina yang panjang hitam bergelombang dan kulit lehernya yang putih mulus serta wajah yang cantik, membuat Dika terkesima melihat istrinya yang nampak sempurna baginya.
"Cantik!.. kamu cantik sekali Nina" kata Dika tanpa sadar keluar begitu saja dari mulut Dika.
"Terimakasih da, Nina wudhu dulu ya" bales Nina lembut dan di anggukkan kepala oleh Dika, dan Nina pun berlalu meninggalkan Dika yang masih melihat Kepergiannya dan menghilang di balik pintu kamar mandi..
"Astaghfirullah, kenapa aku malah bengong sih" Gumam Dika saat tersadar istrinya sudah tak terlihat, lalu dia pun bergerak mengambil dua sejadah dan di susunnya menghadapi ke kiblat, dan tak lama Nina pu sudah kembali dengan wajah yang sudah basah karena air wudhu..
dan ia pu segera memakai mukenanya setelah siap..
"Nina sudah siap da " katanya pada Dika..
"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kita mulai ya." ujar Dika..
"Iya da," Lalu mereka pun memulai ritualnya terhadap kewajiban mereka terhadap Rabb nya. tidak membutuhkan waktu lama mereka pun selesai dan setelah berdo'a bersama Nina segera menyalami Dika yang baru beberapa menit saja telah resmi menjadi suami, dan di sambut lagi oleh Dika dengan kecupan lembut di dahinya.
" Alhamdulillah, sekarang kita bersiap ya, karena sebentar lagi Walimatul'urs akan di mulai " ujar Dika lembut.
"Baiklah da.." bales Nina kemudian ia pun bangkit dari duduknya di sejadah, dan kemudian ia pun bersiap diri, dan di ikuti oleh Dika, dan kali ini mereka memakai baju pengantin berwarna senada putih.
Setelah mereka siap mereka pun keluar dan di sambut dengan para undangan yang sudah pada menunggu memberikan ucapan selamat serta do'a untuk keduanya dan kini keluarga Ustadz Khairul juga memberikan selamat juga pada Dika dan Nina..
__ADS_1
" Selamat ya Nak.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.
Artinya: "mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan." Ustadz Khairul menjabat tangan Dika dan kemudian ia juga memberikan doa pada mereka..
"Aamiin, Terima kasih Abi " Bales Dika tulus..dan seperti itu juga saat umi memberikan selamat pada Dika dan Nina hingga giliran Ardiyan, Dimas, Anisah dan Lisa..
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir. Selamat ya bro Akhirnya, Lo jadi seorang imam juga, semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah ya.." ujar Ardiyan Sambil memeluk sahabatnya itu, kebahagiaan terpancar juga pada Ardiyan, karena Akhirnya sahabatnya mengikuti jejaknya juga..
"Aamiin, Terimakasih ya bro, ini semua juga berkat Lo, gue nggak mungkin seperti ini tanpa campur tangan Lo dan Anisah" ujar Dika tulus..
"Tidak bro, ini sudah menjadi ketetapan Allah " kata Ardiyan lagi..
"Iya Ar, Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan bagi gue.."
"Woy, kapan makannya kalau salaman aja lama banget sih!" celetuk Dimas memotong perkataan Dika.
"Akh, dasar sih koplak, pikirannya hanya makan aja sih Lo,!" Tegur Wira sambil menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah sahabatnya yang satu ini memang selalu berbeda, Tetapi tanpa dia, persahabatan mereka seakan tidak hidup, karena Dimaslah yang selalu membangun persahabatan itu menjadi hangat..
"Habis, udah tahu yang mau salaman antri udah kayak mau ngambil sembako eh di lama-lamain, pake acara cipka-cipki lagi, udah kayak perempuan aja sih!" protes Dimas bikin rame..
"Akh, Diam lo!, timbang elo, tuh Mulut nyerocos aja asal jeplak lagi, ngelebihin dari mulut perempuan lagi, dasar somplak!" senggak Ardiyan nggak mau kalah..
"Maaf sayang, Dimas duluan tuh, yang mancing" Adu Ardiyan seperti anak kecil..
"Sudah jangan nyalahin orang, hubby sudah selesaikan sekarang pergi duduk disana dekat Abi dan umi" ujar Anisah lagi memberikan perintah pada suaminya..
"Iya sayang, hubby kesana " bales Ardiyan menuruti keinginan istrinya ia pun pergi menuju tempat abi dan umi Anisah duduk, setelah Anisah memberikan selamat pada kedua mempelai ia pun menyusul sang suami juga,
sekarang giliran Wira, dan Asyifa..
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir. selamat ya bro, semoga Samawa " ucap Wira singkat ia takut di protes lagi oleh Dimas..
"Aamiin Terimakasih ya Wir" bales Dika setelah Wira selesai, Asyifa pun mengucapkan hal yang sama juga pada kedua mempelai, dan di susul oleh Lisa juga yang ikut memberikan doa selamatnya juga, dan kini barulah giliran Dimas..
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir. Selamat mencari Harta Karun ya bro !"Ujar Dimas memberi doa yang sama namun ucapan selamat yang berbeda dan di sertakan dengan kedipan mata Dimas membuat Dika bingung dengan perkataannya..
"Aamiin, tapi apa maksud Lo selamatnya berbeda gitu? Harta Karun apa? " tanya Dika penasaran..
"Entar Lo juga tahu kok, Sakit sih, tapi wenak bro Ah.ah..ah.." kata Dimas dan di akhiri dengan gaya tertawa mas Bambaang membuat Dika geli melihatnya..
__ADS_1
"Ay, Dasar bocah somplak Lo!" Bales Dika sembari menggelengkan kepalanya, sedangkan Dimas pun berlalu meninggalkan kedua mempelai..
Begitulah Acara Walimatul'urs Dika yang sedang berlangsung, Ucapan Doa dan selamat dan silih berganti karena memang banyaknya Undangan yang ingin melihat kedua Pengantin yang sedang bersanding di pelaminan..
Acara terus berlanjut hingga Sore dan karena para tamu sudah mulai sepi, ayah Nina pun menyuruh mereka untuk beristirahat, dan akhirnya mereka pun masuk ke kamar mereka.
"Maa syaa Allah, ternyata jadi raja sehari capek juga ya, kaki terasa mau patah, karena berdiri terlalu lama dan mulut rasanya kram karena harus nyengir di sepanjang Acara berlangsung" Keluh Dika, saat mereka sudah berada di dalam kamar..
"Kok ngeluh sih da, inikan Hari barokah kita, karena sejak Acara di mulai hingga selesai Doa untuk kita nggak pernah putus, jadi kita harus bersyukur dong da" ujar Nina lembut..
"Eh, maaf Ustadazah, mungkin ini Efek berdiri tadi jadi lolos dah tu keluhan" Dalih Dika sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
"Ya sudah sini kakinya biar Nina pijitin ya " ucap Nina tulus.dan ia pun duduk di samping Dika dan hendak meraih kakinya..
"Eh tidak usah Nina" Ujar Dika dan hendak menghalangi Nina yang sedang menunduk untuk meraih kaki Dika namun..
"Akh" pekik Nina yang ternyata kepala mereka malah saling beradu.
"Maaf kamu nggak papa " ujar Dika sambil meraih wajah Nina bermaksud ingin melihat kepala Nina Namun tatapan mereka malah bertemu dan...
DEG..DAG..DIG..DUG..
Jreng..Jreng.. jreng..
**********
eng i eeng..
Apa yang akan terjadi selanjutnya..
Dukung Author terus ya..dan jangan lupa..
**VOTE, LIKE DAN KOMENTAR
Agar, Novel ini naik level lagi, dan Syukron karena banyak yang mendukung novel cinta Sesuci Salju, in syaa Allah Author akan terus update hingga tamat.
Oh iya Author juga mau minta tolong pada para Readers untuk mendoakan Novel terbaru Author agar lolos masuk ke event karya Wanita Anak Genius**
__ADS_1
Jadi bantu doanya ya gusy, agar semakin banyak yang doain in syaa Allah jadi akan di ijabah, sebelum dan sesudahnya Author mengucapkan SYUKRON Zajilaan 🙏😊