CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
IJAB QOBUL.


__ADS_3

Habis mengucapkan rasa syukur karena mami Wira Akhirnya merestui Wiraxsana untuk menikah, tiba-tiba suara ketukan terdengar dari luar, Wira yang mendengar ketukan itu akhirnya ia pun membuka pintu tersebut, dan ternyata Ardiyan yang datang.


"Kamu?.. untuk apa kamu kemari?!" Ucap mami Wira yang melihat kedatangan Ardiyan.


"Assalamu'alaikum Tante, Om" salam Ardiyan belum menjawab pertanyaan mami Wira.


"Wa'alaikumus salam nak, " papi Wira yang membalas salam Ardiyan, dan di susul oleh Wira.


"Maaf Tante, saya kemari untuk memanggil kalian karena acara Ijab qobul mau di mulai Tante, Om" ucap Ardiyan sopan, membalas pertanyaan mami Wira, tapi malah di tanggapi dengan melengus oleh mami Wira.


"Ndara, kenapa dia disini,? apa belum cukup dia menyakitimu dulu, hingga kamu hampir kehilangan nyawa mu ? Tanya mami Wira pada Wiraxsana.


"Mami, kami sudah berbaikan, lupakan masalalu Yang memalukan itu mami, karena ndara malu untuk mengingatnya lagi" bales Wira


"Maafkan Diyan Tante, mungkin perlakuan Diyan yang dulu tidak pantas untuk di maafkan, tapi sungguh Diyan tidak bermaksud untuk mencelakai Wira, karena waktu itu wiralah yang bersikeras melakukan balapan liar itu, Diyan sudah menolaknya, sungguh Tante" jelas Ardiyan pada mami Wira.


"Iya mi, itu fiur kesalahan Wira, makanya Wira mengatakan lupakan masalalu itu mi, karena Wira benar-benar malu, karena hanya wanita yang prilakunya buruk Wira harus mengorbankan persahabatan kami, maka dari Wira ingin memperbaiki segalanya mi, jadi Wira mohon jangan menyalahkan Ardiyan lagi ya mi?" Lanjut Wira pada maminya. Dan sang ibu hanya terdiam setelah mendengar penjelasan mereka berdua.


"Sudah, sudah mami, jangan di perpanjang lagi, benar kata Wira, kita tidak perlu mengingat peristiwa itu lagi, dan sebaiknya kita memperbaiki segalanya, dan di Awali dengan saling memaafkan, agar salah paham ini tidak berkepanjangan " Timpal papi Wira menengahi ketegangan di antara mereka..


"Baiklah, Tante juga minta maaf pada kamu Diyan, karena Tante sudah salah paham padamu" Ujar mami Wira.

__ADS_1


"Iya Tante, Diyan juga minta maaf" bales Ardiyan sambil menyalami tangan mami Wira serta mencium tangannya..


"Alhamdulillah, begitukan indah di lihat" ujar papi Wira lagi.


"Iya om terimakasih " Bales Ardiyan..


"Ya sudah, sebaiknya kita pergi sekarang, bukankah kita sudah di tunggu?" Ucap papi Wira lagi, dan akhirnya mereka pun keluar dari ruangan tempat Wira bersiap, dan pergi menuju ruang rawat nenek Asyifa.


Sesampainya disana ruangan tersebut, ternyata di sana sudah ada beberapa orang yang sudah hadir, seperti ustadz Khairul berserta istri, Teman ustadz Khairul selaku tuan Kadi, dan tak lupa para teman-teman mereka, Dimas, Lisa, Andi, Dika, dan ada beberapa orang lagi yang datang, untuk menyaksikan Walimatul'urs Wiraxsana Andara dan Asyifa Az-Zahra, dan saat mereka hendak masuk tiba-tiba papi Wira tersentak melihat Ustadz Khairul..


"Khairul..?!" Ucapnya sedikit kaget, Begitu juga Ustadz Khairul..


"Maa syaa Allah,, Assalamu'alaikum Restu " Bales Ustadz Khairul, yang tampak senang juga.


"Alhamdulillah, khaifahaluq khy,? Tanya Ustadz Khairul.


"Alhamdulillah ana Khoir..wa anta ? Balas papi Wira.


"Alhamdulillah ana juga " begitulah pertemuan Antara Papi Wira dan Ustadz Khairul yang ternyata mereka bersahabat sejak mereka masih masih sama-sama mondok di kota JT. Terjawablah sudah kenapa papi Wira memahami agama karena ia pernah mondok juga bersama ustadz Khairul.


Karena waktu, Acara akan di mulai akhirnya mereka pun menunda Acara kangen-kangenan dan melanjutkan keacara Ijab qobul. Dan karena Asyifa yatim piatu, nenek Asyifa pun menyerahkan perwalian Asyifa pada ustadz Khairul

__ADS_1


Dengan Bismillah Acara pun Akan di mulai, namun tiba-tiba..


"Tunggu sebentar Ustadz..!" Ucap mami Wira yang tiba-tiba menghentikan Acara ijab qobul.


"Astaghfirullah, ada apa mi?" Tanya papi Wira yang ikut kaget karena istrinya menghentikan Acara sakral tersebut.


"Maaf Ustadz.. rasanya janggal bila kami melihat calon mantu kami, di mana dia Ustadz kenapa tidak ada di sini " ucap mami Wira memang sedari tadi ia mencari sosok pengantin wanitanya yang tak terlihat di sana. Ustadz Khairul pun tersenyum..


"Ada Ukhty, mereka ada di balik tirai itu, " Ucap Ustadz Khairul lagi sambil menunjukan sebuah tirai putih di sana. "Baiklah, mungkin ukhty ingin ta'aruf dulu dengan calon mantu, Wira ajak umi kamu melihat calon istrimu" lanjut ustadz Khairul lagi.


"Baiklah Abi.. ayo mami lihat Asyifa" bales Wira dan mengajak maminya ketempat Asyifa berada, Wira pun membuka tirainya.



untuk berapa saat ia tertegun melihat calon istrinya yang memakai gaun pengantin berwarna putih dan Bercadarkan putih juga, Asyifa yang melihat tirai terbuka sedikit terkejut dan ternyata Wira yang membuka tirai putih itu



Dan hmmm...


BERSAMBUNG AKH..

__ADS_1


MAU LIHAT PARA REDERS PENASARAN TIDAK YAA..? KALAU PENASARAN PASTI KOMENTAR, KALAU TIDAK, HMM AUTHOR YANG GE'ER DONG MENYANGKA NOVELNYA DI NANTI-NANTU PARA REDERS.😔


TAPI SEMOGA MEREKA SUKA JADI PASTI PADA KOMENTAR DAN LIKE UNTUK MENDUKUNG AUTHOR. KARENA DUKUNGAN KALIAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT LOH 😉🙏 SYUKRON YAA🙏😊


__ADS_2