
──⊱◈◈◈⊰♦️Kalam Ulama ♦️⊱◈◈◈⊰──
"Masalah boleh datang dalam kehidupan kita tapi pandanglah selalu kebaikan Allah. Jangan meniadakan kebaikan Allah, Walau hidup susah tapi di mulut masih terucap Alhamdulilah"
__[ Guru Zuhdiannor ]__
❤صَلَّ اللّٰـهُ عَلَی مُحَمَّدْ صَلَّ اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ❤
----⊱◈◈◈⊰⊱◈◈◈⊰⊱◈⊰♦️⊱◈⊰⊱◈◈◈⊰⊱◈◈◈⊰-----
Masih di ruangan bersalin.
"Selamat ya pak Bu, Alhamdulillah, kalian telah di karuniai seorang bayi perempuan yang cantik." Ujar sang Dokter sembari menunjuk bayi yang baru saja lahir.
"Alhamdulillah, terima kasih Dok." Ujar Andi terlihat sangat terharu saat melihat bayi mungil yang belum memakai apapun itu. lalu sang dokter menyerahkan bayi kecil itu pada salah satu perawat yang ada di sana untuk di bersihkan dan juga untuk di berikan pakaiannya,
Dan setelah bayi di bersihkan dan juga telah di bedung, sang perawat pun menyerahkan Bayinya pada Andi. " Ini pak, babynya bila ingin di Adzankan." Ujar Sang suster sembari ia menyerahkan bayi kecil tersebut pada Andi
" Terima kasih sus." Balas Andi sembari ia mengambil anaknya dari tangan sang suster.
Andi kembali terharu saat melihat putri kecilnya, rasa syukur tak henti-hentinya ia panjatkan kepada Rabb nya saat melihat sang baby, dan kemudian Andi pun mulai bersiap untuk mengadzani anaknya yang di awali dengan menghadap ke kiblat dan itu adalah salah satu tata cara untuk mengadzani sang bayi.
mendengungkan adzan dan ikamah pada masing-masing telinga juga merupakan doa dan harapan orang tua agar sang buah hati senantiasa menyembah Allah. Karena hal pertama didengar ketika ia lahir ke bumi adalah seruan untuk menyembah Allah.
Terdapat salah satu hadits yang menyinggung tentang mengadzani bayi yang baru lahir, yakni sebagai berikut:
"Abu Rafi meriwayatkan: Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah," (HR Tirmidzi).
Saat bayi pertama kali lahir di dunia dianjurkan untuk mendengungkan adzan di telinga bagian kanan dan kalimat iqamat pada telinga bagian kiri.
Adapun hadist lain yang memperkuat tentang anjuran mengadzani bayi yang baru lahir:
“Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata: Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 8, h. 442).
Berdasarkan hadist tersebut, maka hukum adzan bayi baru lahir adalah sunnah. Hukum ini juga berlaku untuk iqamat.
Tata Cara Adzan Bayi Baru Lahir
Berikut adalah tata cara adzan bayi baru lahir:
Mengadap kearah Kiblat
Dianjurkan untuk menghadap kiblat, agar sesuai dengan posisi ketika ia akan mendirikan salat kelak.
Telinga Kanan dan Kiri
Adzan akan dikumandangkan pada telinga bagian kanan dan ikamah akan dikumandangkan pada telinga bagian kiri bayi.
Dan dilantunkan dengan Suara Rendah
Dikarenakan telinga bayi yang masih sangat sensitive maka dianjurkan untuk melantukan adzan dan ikamah dengan suara yang rendah, agar sang bayi tidak terganggu dan tetap merasa nyaman.
__ADS_1
Andi pun mulai melantunkan dan iqomatnya.:
Allahuakbar, Allahuakbar (dibaca dua kali).
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Asyhadu allaa illaaha illallaah (dibaca dua kali).
Artinya: Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (dibaca dua kali).
Artinya: Aku menyaksikan bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
Hayya ‘alashshalaah (dibaca dua kali).
Artinya: Marilah dirikan salat.
Hayya ‘alalfalaah (dibaca dua kali).
Artinya: Marilah menuju kemenangan/kejayaan.
Allahuakbar Allahuakbar (dibaca satu kali).
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Laa ilaaha illallaah (dibaca satu kali).
Setelah ia sudah menyelesaikan Adzan dan iqomatnya ia pun memberikan kecupan lembut pada Babynya penuh kasih sayang, dan setelah itu ia pun meletakkan bayinya kembali ke dalam boxnya, dan kemudian ia langsung pergi keruangan tempat Nadziha di rawat, karena kini ia telah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Sesampainya di ruangan itu ternyata sudah ada seorang pria sedang duduk di samping pembaringan Nadziha.
"Assalamu'alaikum, Eh ada Papa Arya?" Ucap Andi saat pria itu menoleh kearahnya, yang ternyata Pria itu adalah Ayah dari Nadziha.
" Wa'alaikumus salam, Iya nak." Balas Arya dan Andi langsung meraih tangannya serta menciumnya. " Selamat ya nak, akhirnya kamu menjadi seorang Ayah juga." Lanjut Ariya sembari ia memeluk anak mantunya itu.
"Terima kasih Pah, selamat juga buat papa yang akhirnya menjadi Kakek juga."' Balas Andi yang ikut menyambut pelukan sang mertua.
"Hahaha, benar juga ya, sekarang Papa, sudah menjadi kakek, perasaan Papa, Nadziha masih kecil, ternyata kini ia telah memberikan Papa seorang cucu." Ujar Ariya antara haru dan bahagia menjadi satu.
" Eh, Papa apaan sih, nggak lucu akh!." Timpal Nadziha masih dengan suara lemahnya.
"Ah itukan kamu, kalau bagi Papa ya lucu, karena kayak baru kemarin kamu masih di gendong Papa, sekarang tanpa terasa kamu sudah menjadi ibu Nak, " Ujar Ariya sambil mengelus kepala Nadziha. dengan wajah yang terlihat terharu.
"Udah ah Pah, jangan pakai acara sedih deh, nanti Ziha ikutan sedih tahu." Balas Nadziha.
"Maaf Nak, Papa jadi teringat Mama kamu." Kata Ariya sembari membendung air matanya yang hampir saja keluar.
" Tuh kan jadi sedih, Papa Mama Sudah bahagia di sana di sisi Allah, karena Mama meninggal Sahid Pah jadi sudah pasti surgalah tempatnya. Jadi sekarang Papa juga harus Bahagia kan sudah menjadi kakek, jadi Ziha mau Papa yang menyiapkan syukuran penambalan Anak Ziha, oke Papa." Ujar Nadziha yang terlihat ia sedang menghibur hati sang Papa yang sedang sedih karena teringat tentang almarhumah istrinya yang meninggal karena melahirkan Nadziha.
" Baiklah Nak, Papa pasti akan menyiapkan semuanya, jadi untuk sekarang kamu istirahat ya, agar besok saat Acara syukuran terlaksana kamu sudah sehat." Kata Ariya yang kini wajahnya sudah kembali normal.
"Oke Pah." Balas Nadziha.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu Papa kembali keruang Papa ya, kalau ada apa-apa cepat kabarkan Papa." Kata Ariya pada Andi, ia seperti memiliki trauma makanya ia berkata seperti itu pada Andi.
" Iya Pah in syaa Allah." Balas Andi
"Ya sudah Papa pamit ya, Assalamu'alaikum." Pamit Ariya.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu." Balas Andi dan Nadziha secara bersamaan. dan setelah di jawab oleh kedua anaknya Ariya pun berlalu meninggalkan ruangan rawat Nadziha.
"Sayang kamu sekarang istirahat ya, kamukan sangat lelah tadi, jadi istirahatlah Nai." Ujar Andi pada istrinya, setelah kepergian Ayah mertuanya.
" Iya Mas, Ziha memang udah ngantuk banget." Kata Nadziha yang kemudian ia mulai memejamkan matanya.
"Tidurlah sayang." Kata Andi sembari ia mengecup dahi Nadziha, yang tak berapa nafasnya mulai teratur, menandakan ia telah terlelap. sedangkan Andi yang juga terlihat lelah karena menyaksikan istrinya melahirkan, akhirnya ia pun membaringkan tubuhnya di sofa dan tak berapa lama ia pun ikut hanyut di dalam mimpinya.
_________
Dua hari telah berlalu..
Dan Nadziha juga sudah di perbolehkan pulang dan sesuai yang sudah di janjikan Andi dan Nadziha, pulang ke rumah Ariya karena di rumahnyalah akan di langsungkan syukuran penambalan nama bayi mereka.
Ucap selamat serta doa selalu mereka dapati, terutama untuk si kecil, dari keluarga serta dari para sahabat yang hadir dalam Acara Pengukuhan Anak Andi, yang di beri Nama [Olivia Andihni Shafa]
Begitu juga Andi tak putus-putusnya ia mengucapkan terimakasih pada keluarga serta sahabatnya Dan setelah acara selesai dan semua tamu telah pulang, Andi yang nampak lelah setelah acara syukurannya, kini berniat beristirahat di kamarnya, sesampainya di kamar, terlihat Nadziha sedang tersenyum manis pada anaknya.
"Maa syaa Allah, meskipun hari ini melelahkan tapi setelah masuk kamar ternyata di sini ada pemandangan yang indah banget." mendengar perkataan suaminya Nadziha pun melihat ke sekeliling kamar yang sedang ia tempati.
"Apanya yang indah sih Mas?, Biasa aja pun." kata Nadziha merasa heran.
"Ada sayang, ini yang ada di depan aku, senyumnya indah banget. membuat lelahku meleleh Yank." ujar Andi sedikit menggoda Nadziha.
" Maa syaa Allah, emas Ziha juga meleleh nih " Balas Nadziha dengan wajah seriusnya.
"Meleleh kenapa Yank?." Tanya bingung.
" Meleleh karena cinta kamu Mas." Ujar Nadziha sembari ia mengedipkan matanya, membuat mata Andi membulat.
"Awu, istriku mulai nakal, tapi Mas suka, terima kasih sayang, karena kamu telah hadir di kehidupan Mas, dan menjadi pelengkap kebahagiaan Mas, dan mas juga berterima kasih, karena kamu juga menjadikan seorang Ayah, lengkap sudah kebahagiaan ini dan semoga kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir, bahkan hingga Jannah nanti." Ujar Andi sembari ia menyatukan dahinya ke dahi Nadziha.
"Aamiin ya Allah, sama-sama Mas, Ziha juga ingin mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan Ziha kebahagiaan yang berlebih di tambah Mas sudah menjadikan Ziha wanita yang sempurna ya itu menjadi seorang ibu,." Ujar Nadziha yang terlihat juga ada kebahagiaan di matanya.
"Sama-sama sayang, teruslah bersamaku hingga maut memisahkan kita." Kata Andi
"Aamin In syaa Allah Mas."
"I really, really love you Nai, and I love you so much."
"(Aku sangat-sangat mencintai mu Nai, dan aku begitu menyayangi mu.)"Ujar Andi sambil memberikan kecupan lembut pada dahinya Nadziha dan kemudian ia juga memeluk istrinya
"I really love you too Mas." Balas Nadziha yang ikut menyambut pelukan Andi, dan terllihat sekali kalau mereka kini telah di selimuti dengan kebahagiaan.
____________🤍END 🤍__________
Alhamdulillah author sudah menyelesaikan Versi Andi ya, dan mulai besok author akan fokus di versi di peran Utama, 😉 jadi dukung author terus ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok guys love you all 🥰.
__ADS_1