CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
NGIDAM (versi NINA)


__ADS_3

โš›โš›๐Ÿ’ซ MUTIARA ALFAQIROH ๐Ÿ’ซโš›โš›


"Manusia yang berakal adalah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat.


__Umar bin Khattab__


โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›๐ŸŒนโš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›


Pagi di Mansion Dika.


Dika dan Nina sedang melakukan sholat berjamaah Subuh, semenjak Nina hamil Dika, menjadi orang yang posesif membuat Nina menjadi terkekang terlalu banyak aturannya, ya maklumlah Dika kan seorang dokter, jadi wajarlah ia menjadi posesif itukan juga untuk kebaikan Nina.


Setelah selesai mengucapkan salam belum sempat ia menyalamkan Dika Nina sudah kabur ke kamar mandi membuat Dika terkejut tidak biasanya Nina Seperti itu karena ia akan selalu menyalami dia dulu baru setelah itu melakukan kegiatan lainnya.


Tapi setelah mendengar suara di kamar mandi baru Dika paham kalau istrinya terkena virus mual.


"Hueek, hueek, Uegh, Ueegh Ueegh " mendengar itu Dika, langsung menghampiri Nina, dan ia pun langsung memijat-mijat tengkuk Nina.


"Sayang, nanti ikut Uda ke rumah sakit ya?" kata Dika yang masih memijiat tengkuk Nina.


"Hueg, Ueeg, Ueegh humm Ueegh" Nina tak mampu membalas Dika karena rasa mualnya tak mau berhenti, ia hanya melambaikan tangannya tanda ia tak mau ikut ke rumah sakit.


"Tidak boleh membantah pokoknya kamu harus ikut ke rumah sakit!" kata Dika karena ia mulai merasa cemas karena melihat Nina mengalami morning sickness yang menurutnya tidak biasa


Setelah selesai nampak Nina terlihat lemas dan karena takut istrinya terjatuh, Dika pun langsung menggendong Nina, dan langsung membawanya ke ranjang mereka.


"Tunggu di sini dulu ya, Uda bikinin kamu teh lemon biar rasa mual kamu, hilang Ok" kata Dika lembut, dan di bales Nina dengan Anggukan kepala saja.


Setelah mendapatkan jawaban dari Nina Dika langsung pergi ke dapur dan langsung membikinkan Nina segelas teh lemon hangat, setelah itu ia langsung kembali ke kamarnya, dan sesampainya di dalam, Dika Melihat Nina sedang memejamkan matanya, nampak benar raut wajahnya terlihat pucat membuat Dika cemas.


"Sayang Bangunlah sebentar, dan minumlah teh hangatnya, biar kamu tak merasa mual lagi sayang." panggil Dika membangunkan Nina. dan karena memang Nina belum tidur maka, ia langsung membuka matanya saat suaminya memanggil dirinya.


Setelah Nina membuka matanya, Dika pun langsung membantu Nina untuk duduk setelah itu ia pun menyodori gelas berisi teh hangat yang di beri lemon olehnya.


"Minumlah sayang" kata Dika sembari menyerahkan gelasnya pada Nina.


"Syukron Da" bales Nina sambil ia mengambil gelas tersebut dari tangan Dika.


"Na'am Afwan sayang," Bales Dika lembut. " Adakah, yang kamu inginkan sayang?" tanyanya lagi.


"Nina ingin makan nasi goreng buatan Uda" kata Nina setelah ia menyelesaikan minumnya.


"Hah, tapi Uda tidak bisa memasak sayang" bales Dika berkata jujur.

__ADS_1


"Huum, ya sudah kalau gitu Nina nggak ingin makan apa-apa lagi!" kata Nina, dengan wajah yang nampak sedang merajuk, dan ia langsung membaringkan tubuhnya kembali.


"Jangan gitu dong sayang, kamu harus makan, Uda Minta bi Atik bikinkan nasi gorengnya ya?" Ujar Dika sembari mengelus kepala Nina penuh kasih sayang.


"Nggak mau!, pokoknya Nina maunya nasi goreng buatan Uda titik" kata Nina dengan suara manjanya.


"Hah!, sudahlah bilang iya saja, yang penting ia mau makan, secara ia tadi habis muntah pasti perutnya kosong dan nanti saat di dapurkan aku tinggal minta tolong sama bi Atik"_ batin Dika, yang ternyata ia bermaksud membohongi


" iya iya, sayang, Uda bikinin, tapi kalau nggak enak jangan marah ya?" ujar Dika yang akhirnya pasrah mengikuti keinginan istrinya.


"Iya, tapi Awas ya, kalau sampai bi Atik yang buat Nina bakalan tau" Ancam Nina membuat Dika tersentak kaget, karena Rencananya ternyata sudah bisa di tebak oleh Nina.


"Eh!, iya sayang, enggak kok, di jamin Uda sendiri yang buat ya"


"Hu'um"


"Ya sudah kalau Uda tinggal dulu ya, kamu istirahatlah dulu"


"Hu'um" setelah istrinya menjawab Dika pun kembali lagi pergi ke dapur sesampainya di dapur ia bingung mau berbuat apa


"Ondeh ma'ooy, Baa' caroe membue' nasi goreang apo den tanyoan pada Mbah Google ajo yo." Gumam Dika yang sebenarnya ia benar-benar tak tahu cara bikin nasi goreng,


Karena bingung Akhir Dika mengambil benda pipihnya, dan setelah mendapatkan petunjuk dari Mbah Google Dika pun memulai ritual memasaknya. dan di saat ia sedang asik berkutat di dapur, tiba-tiba seorang wanita mengagetkannya.


"Eh, Bi Atik, bikin kaget aja sih,!" sentak Dika kaget


"Eh maaf den,"


"Iya nggak papa bi"


"Aden mau buat apa? sini bibi bikinkan" ujar bi Atik mengulang perkataannya tadi.


"Ini bi, Nina minta bikinkan Nasi goreng"


"Ya sudah sini bibi yang bikinkan den"


"Tidak boleh Bi, karena dia minta saya yang buatkan dan katanya dia bakalan tahu kalau bi Atik yang buat" jelas Dika apa adanya.


"Oalah, bibi lupa neng Ninakan lagi ngidam, jadi ya gitu den perminta orang ngidam suka Aneh-aneh" kata bi Atik sembari tersenyum karena ia juga pernah merasakan prosesnya ngidam.


"Iya Bi, Permintaannya mah Aneh, udah tahu saya nggak bisa masak eh, minta nasi goreng buatan saya lagi " keluh Dika yang masih mengaduk Nasi gorengnya di dalam wajan.


"Sabar den, memang gitu orang ngidam, lagian itu bukan keinginan dari neng Nina sendiri itu perminta dari si bayi den dan itukan anak Aden juga." jelas Bi Atik yang sudah berpengalaman.

__ADS_1


"Iya Bi, in syaa Allah saya akan sabar kok, dan apapun perminta anak saya selagi saya bisa penuh maka akan saya berikan bi." kata Dika sembari ia mengambil piring karena nampaknya nasi goreng buatannya telah selesai, dan kemudian ia juga membikinkan susu ibu hamil juga buat Nina, setelah semuanya ia taruh di nampan ia pamit pada bi Atik.


"Ya sudah saya antar nasi goreng keatas dulu ya bi, "


"Iya den silahkan" setelah bi Atik membalas Pamitnya Dika pun langsung melangkah menuju kamarnya dan ternyata istrinya sedang duduk bersandar di kepala ranjangnya dengan tangan memegang Al-Qur'an kecil.


"Assalamualaikum" salam Dika saat ia sudah memastikan kamar mereka.


"Wa'alaikumus salam, eh udah jadi ya nasi gorengnya da?" tanya Nina dengan mata yang berbinar saat melihat Dika membawa nampan berisi segelas susu serta sepiring nasi goreng.


"Iya sayang, Kemarilah biar kamu nyaman makannya " kata Dika sembari ia menghampiri sebuah sofa di kamar mereka lalu ia meletakkan nampan yang berisi nasi goreng dan susu itu di atas mejanya. Nina pun mengikuti perkataan Dika ia pun turun dari ranjangnya dan langsung menghampiri Dika yang sudah duduk di sofa.


Nina langsung duduk dengan mata yang berbinar ia langsung meraih piring nasi goreng tersebut, dan kemudian ia langsung melahapnya tanpa perduli nasi tersebut masih panas.


"Sayang Nasinya masih panas, sebentar lagi saja makannya" ujar Dika mengingatkan Nina.


"Tidak kok da, sudah nggak panas" kata Nina dengan mulut yang di penuhi nasi goreng, ia terus melahap hingga Dika tercengang melihat istrinya itu.


"Apakah nasi goreng enek Nin?" tanya Dika karena ia melihat istrinya begitu lahap seakan nasi buatannya sangat enak.


"Enak banget da, ini nasi goreng terenak yang Nina rasakan" kata Nina yang mulutnya masih penuh,


"Hah?, benarkah seenak itukah?" tanya Dika yang jadi penasaran, karena tadi ia membuat nasi itu tidak menycobanya sedikit pun.


"Iya da, Uda mau nyobain?" tanya Nina dan di Anggukkan oleh Dika, kemudian Nina pun menyuapi nasi goreng tersebut pada Dika.


dan saat nasi sudah masuk dalam mulutnya. Dika langsung memuntahkannya.


"Ini tidak enak Nina, jangan di makan lagi" kata Dika yang langsung mengambil piring nasi gorengnya.


"Enggak ini enak!, kemarikan Uda!" seru Nina, yang berusaha merebut kembali nasi gorengnya.


"Tapi Nin nanti perut sakit" kata Dika yang mulai cemas melihat Nina Begitu antusias memakan nasi goreng yang menurutnya tidak enak. tapi omongan Dika tidak di responnya.


"Ondeh Mandeh, mimpi apo den tadi malam ko, nasi goreang inda' lama' kok jadi lama' " kata Dika sembari menepuk dahinya.


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.


VOTE, LIKE, DAN KOMENTAR


Selalu Author tunggu loh SYUKRON ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2