
⚛⚛⚛💚 MUTIARA ALFAQIROH 💚⚛⚛⚛
"Jika kamu sedang bahagia dan teringat seseorang,artinya kamu mencintai orang itu.jika kamu bersedih teringat seseorang,artinya orang itu mencintaimu."
____[Ali bin Abi Thalib]____
⚛═ ✥.❖.✥ ══ ══ ✥💚✥ ══ ══ ✥.❖.✥ ═⚛
Wira tertegun saat ia melihat seorang wanita yang ia kenali sedang duduk termenung di sebuah ayunan yang berada di tepi danau, ia pun langsung menghampiri wanita tersebut, ia sengaja tidak ingin memanggil dan bahkan ia berjalan dengan perlahan agar tidak ketahuan oleh si wanita tersebut
Dan saat ia sudah mendekati ia langsung menutup mata si wanita Tersebut, membuat wanita kaget luar biasa.
"Astaghfirullah!!, siapa ini?!" pekiknya dan tangannya langsung meraba-raba. " Siapa kamu? lepaskan !" sentaknya hingga tangan keatas hingga mengenai wajah Wira yang memang sedikit tumbuh berewoknya, membuat wanita itu semakin panik.
"Astaghfirullah, Antum Ikhwan (laki-laki) ?!" seru Wanita " Lepaskan ana !" bentaknya lagi, Melihat Wanita itu nampak ketakutan membuat Wira melepaskan tangannya dari mata wanita itu, dan seketika si wanita langsung menoleh kearah arah Wira, dan ia sedikit kaget namun ia hanya diam dan hanya menatap pria itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Tuk sesaat dia hanya memandangi Wira saja, dan itu membuat Wira heran, karena wanita itu hanya diam hingga air matanya nampak mengalir begitu saja, dan itu terlihat jelas oleh Wira dari Cadarnya yang basah.
"Ara kenapa hanya diam?, dan kenapa kamu malah menangis, tidakkah kamu menyambut suamimu ini?" tanya Wira pada wanita itu yang ternyata adalah Asyifa,
Mendengar perkataan Wira Asyifa malah menangis dengan suara kencang membuat Wira jadi heran
" Huaaa hiks huhuhu. hiks.." tangis Asyifa pecah, dia menangis seperti anak kecil yang hanya berdiri saja tanpa ia mau menghampiri Wira."heihu hiks hei heihei hiks.."
"Loh Sayang?, kenapa semakin kencang nangisnya sih, ada apa sayang" tanya Wira yang langsung memeluk istri kecilnya itu. saat sudah di dalam pelukan Wira Asyifa malah mendorong dada Wira dengan kuat, tanpa berkata apa-apa, ia langsung pergi meninggalkan Wira, dengan suara yang masih menangis.
"Heuheuheu hiks hiks" Asyifa berjalan menuju pondoknya setengah berlari, Wira yang melihat itu langsung mengejar Asyifa.
__ADS_1
"Ara, kamu kenapa?, tunggu Ara?!" panggil Wira yang terus mengejar Istrinya itu, dan karena memang langkah Wira lebih panjang Akhirnya ia bisa menangkap tangan Asyifa.
"Kamu kenapa Ra?, kenapa begini?" tanya Wira yang nampak bingung melihat Ara yang menangis seperti anak kecil.
"Lepaskan Ara mas! hiks, dan sebaiknya kamu pergi saja!, jangan pernah kembali!" bentak Asyifa Sambil menghentak tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Wira.
Mendapatkan perkataan Asyifa membuat hati Wira menjadi sakit dan tanpa balas perkataan Asyifa Wira yang tanpa memberi Aba-Aba langsung menggendong Asyifa dan membawanya ke pondok mereka di dalam perjalanannya menuju pondok, nampak Asyifa meronta-ronta di dalam gendongan Wira.
"Turunkan Ara mas! turunkan cepat!" Bentak Asyifa Sambil kakinya ia goyangkan serta tangannya memukul dada suaminya, Wira tak ingin membalas perkataan Asyifa ia hanya semakin mempercepat langkahnya hingga akhirnya mereka pun sampai, dan ia langsung membawa istrinya ke kamar mereka.
Wira langsung menduduki Asyifa di tepi ranjang lalu Wira berdiri di depannya dan kemudian ia menekukkan lututnya hingga ia berdiri di atas lututnya dan menghadap Asyifa.
"Sekarang katakan pada Mas, kenapa kamu mengusir mas? apa karena mas tidak mengirimkan kamu kabarkah?" Tanya Wira lembut, dan sebenarnya Wira sudah sangat lelah tapi karena ia tahu seorang wanita hamil memiliki sifat sensitif jadi ia berusaha sabar menghadapi istri kecilnya ini yang memang Asyifa terbilang masih belum cukup dewasa. jadi ia sangat memaklumi sifat manjanya yang terkandang seperti anak kecil.
Mendengar pertanyaan Wira, Asyifa bukannya menjawab ia hanya memalingkan wajahnya, tanpa ingin melihat Wira, namun Wira paham akan hal itu, makanya ia tak ingin mempermasalahkannya yang ia harus lakukan saat ini adalah memperjelaskan apa yang terjadi selama ini.
"Sayang, mas mohon jangan begini, ini sangat menyiksa mas Ra, karena mas sangat merindukan mu sayang" kata Wira yang terlihat jelas ia sangat sedih mendapatkan Istrinya bukannya menyambut kedatangannya dengan kehangatan, ia malah mendapatkan kemarahan Asyifa.
"Hiks, mas nggak tahukan gimana perasaan Ara?, hiks..apalagi saat ara mendapatkan mimpi buruk, hiks. di mimpi itu hiks.. mas mengalami kecelakaan mobil hiks..dan hiks..hiks..dan..hiks di mimpi itu..hiks.. mas ninggalin araa huaaa heuheu hiks..hiks. mas jahat hiks sama Ara..heu heu hiks..." Ujar Asyifa menceritakan tentang mimpinya itu hingga tangisnya benar-benar pecah membuat Wira iba dan langsung memeluk istrinya itu, dan Wira juga sedikit kaget dengan perkataan Asyifa, tentang kecelakaan mobil.
"Subhanallah, berati waktu aku kecelakaan itu terasa olehnya,?" Batin Wira kaget.
"Tapi mas masih ada sayang, masih bersama kamu" kata Wira di dalam pelukannya, Asyifa mempererat pelukannya pada Wira ia menangis sejadi-jadinya di dada bidang Suaminya itu.
"Maafkan mas sayang, mas janji tidak akan meninggalkan kamu lagi" katanya sembari mengelus kepala Asyifa dan juga memberikan kecupan di sana dengan penuh kasih sayang.
"Janji ya mas? hiks. jangan tinggalkan hiks.. Ara lagi hiks " Ucapnya yang masih terisak-isak,
__ADS_1
"Iya sayang mas janji, " Bales Wira sambil menghapus air mata Asyifa, dan kemudian ia mengecup kening Asyifa dengan lembut..
"Sekarang jangan menangis lagi ya, masa calon Mymah cengeng sih, apa kata dunia nanti sayang " Ledek Wira Sambil menoel pucuk hidung Asyifa.
Mendengar Ledekkan Wira, Asyifa memukul pelan dada Suaminya "Biarin hiks yang bikin Ara cengeng mas pun hiks "katanya manja.
Wira Tersenyum Melihat Istrinya yang terlihat lucu. " Ini yang mas kangenin dari kamu sayang, manja kamu " katanya yang langsung memeluk Asyfa lagi
" Ara juga sangat kangen mas " bales Asyifa yang langsung melingkari tangannya keleher Wira, ia memeluknya dengan erat.
"Ra?, mas juga kangen itu"
"Hmm, apa mas?
"Itu sayang" katanya sambil mengedipkan matanya, seperti memberikan kode pada Asyifa.
"Iss Apaan sih mas jangan pakai kode-kode deh" protes Asyifa, karena melihat istrinya Seperti tidak paham, Wira pun mendekati mulutnya ketelinga istrinya..
"Mas kangen ingin bercinta sayang" bisik Wira sembari ia menggigit kecil di telinga Asyifa, membuat tubuh Asyifa bergetar hingga suara lenguhan pun keluar dari bibirnya..
"Heuum, emaas " katanya sedikit manja, mendengar lenguhan yang sudah amat ia rindukan Wira pun sudah tidak mampu menahan hasratnya lagi, dan ia pun langsung meraih bibir Asyifa sembari membimbingnya ke tempat tidur dan akhirnya pertempuran panas penuh kerinduan serta kenikmatan pun akhirnya terjadi..
********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
VOTE, LIKE SERTA KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU 😉.
__ADS_1