CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
I AM YOURS


__ADS_3

πŸƒπŸŒΈ MUTIARA ALFAQIROH πŸŒΈπŸƒ


"Harta terbaik adalah yang dapat menjaga harga diri dan menunaikan kewajiban"


__Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra___


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah proses syukuran akad nikah telah selesai, kini Andi membawa Nadziha pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah besar milik Andi, Nadziha hendak membantu Andi menaiki kursi roda namun ia menolaknya dan akhirnya Andi di bantu oleh Beni, dan saat ia hendak mendorongnya ia juga tidak di perkenankan,


dan akhirnya Nadziha hanya mengikuti Beni mendorong Andi hingga mereka berhenti di sebuah kamar.


"Nad, Ini kamar kamu dan kamar saya berada di sana kamu tidak harus mengurus saya!" ujar Andi membuat Nadziha tertegun akan perkataan Andi.


"Apa maksud Mas Andi? Apakah itu berarti kita pisah kamar?" tanya Nadziha heran, tapi tak ditanggapi oleh Andi Ia pun langsung menuju ke kamarnya dengan didorong oleh Beni


"Mas tunggu! tidak bisa begini Mas, itu sudah kewajiban Ziha mengurus Mas Andi sebagai istri Mas Andi" ujar Nadziha sembari mengejar Andi, mendengar perkataan Nadziha Andi tersenyum miris


"heh.. kamu yakin mau mengurus pria lumpuh yang tak berdaya ini? Kamu tidak usah membohongi diri kamu sendiri Nad, tidak ada seorang wanita pun yang mau memiliki suami yang lumpuh, " tutur Andi sedikit ketus dan dengan pandangan tetap kedepan tanpa melirik sedikit pun kearah Nadziha.


"mas Beni tolong tinggalkan kami!" Titah Nadziha, dan Beni pun mengikuti perintahnya dan ia pun melangkah pergi meninggalkan Andi dan Nadziha, dan kini tinggallah mereka berdua di depan pintu kamar Andi.


Setelah kepergian Beni Nadziha pun mendorong Andi masuk ke dalam kamar Andi, dan Andi hanya diam saja saat dirinya di Bawak masuk oleh Nadziha, tuk sesaat Nadziha tercengang melihat kamar Andi yang serba Abu-abu.



Saat ia mulai sadar ia kembali mendorong Andi kesebuah kursi panjang yang berada di dekat tempat tidur Andi, dan berhentilah kursi roda tersebut saat sudah berada tepat di depan kursi panjang itu, dan Andi masih tak memberikan respon apapun, atas apa yang di lakukan oleh Nadziha

__ADS_1


Setelah Nadziha. mengunci kursi rodanya ia pun berjalan menuju ke kursi tersebut dan langsung duduk tepat di hadapan kursi roda Andi, kemudian ia langsung membuka Cadarnya, betapa terkejutnya Andi Melihat wajah Nadziha yang begitu cantik bak bidadari hingga tanpa terasa mulutnya ternganga


"Masya Allah Nadziha cantik sekali Apakah aku salah melihat?, bahkan kecantikan Minul tidak ada apa-apanya dibandingkan dia"_ batin Andi


Nadziha yang melihat Andi sampai terperangah membuat ia menjadi tersipu malu


"Mas jangan lihat Ziha seperti itu, Zihakan jadi malu " Ujar Nadziha tertunduk malu.


"Eh, maaf" sentak Andi tersadar dari ke kekagumannya.


" Tidak apa-apa mas"


"Mas, Ziha mau meralat perkataan mas tadi, tentang tidak ada seorang wanita manapun yang ingin memiliki suami yang lumpuh, Iya itu memang benar Tapi tidak semua wanita di dunia ini seperti yang mas Andi, dikatakan, termasuk Ziha, karena bagi Ziha mengurus suami adalah ladang pahala yang paling besar Mas, Jadi jangan pernah Mas Andi meragukan Ziha ya.." tutur Nadziha dengan lembut membuat Andi semakin kagum melihatnya.


"Apakah kamu lakukan ini Karena rasa bersalahmu terhadapku?" tanya Andi yang masih sedikit ragu


lalu Iya menarik tangan Nadziha yang sedang menggenggam tangannya dan Ia pun memberi kecupan pada tangan Nadziha


"Terima kasih ya Nad kamu telah menerima aku apa adanya," ujarnya setelah memberi kecupan pada tangannya Nadziha.


"sama-sama Mas, Ziha juga berterima kasih karena mas, mau menerima Ziha juga " bales Nadziha, lalu ia bangkit dari duduknya dan kemudian ia memberikan kecupan di kening Andi dengan lembut, membuat mata Andi terbelalak kaget, tapi ia malah memberi isyarat pada Nadziha dengan menaruh jari telunjuknya


di pipi kanannya, membuat Nadziha Tersenyum dan ia pun memberikan kecupannya pada pipi Andi, dan setelah itu Andi kembali memberi isyarat di pipi kirinya dan kembali Nadziha Tersenyum lalu iapun memberi kecupan juga di sana, setelah itu jari telunjuk Andi berpindah ke hidungnya dan kembali lagi Nadziha Tersenyum lalu ia pun mengecup hidung Andi dan kali ini tanpa Andi memberi isyarat lagi di bagian bibir, Nadziha Sudah mendaratkan bibirnya di bibir Andi membuat sekali lagi mata Andi terbelalak kaget,


"Sudah ya mas" ucap Nadziha lembut yang masih wajahnya di hiasi senyuman manis pada Andi, namun Andi nampak kecewa karena ciuman itu terlalu singkat baginya, hingga tanpa memberi aba-aba Andi kembali menarik tangan naziha dan ia pun menahan Tengku Nadziha dan kembali menempelkan bibirnya pada bibir Nadziha, membuat kali ini Nadzihalah yang terbelalak kaget,


setelah tautan bibir mereka terlepas nampak keduanya tersengal-sengal, dan untuk sesaat mata mereka saling bertatapan namun tiba-tiba raut wajah Andi nampak sedih membuat Nadziha heran

__ADS_1


"Ada apa mas?" tanya Nadziha


" Nad, kalau seandainya aku tak bisa sembuh dan itu berarti aku tak mampu memberi nafkah batin untuk mu bagaimana?, Apakah kamu akan meninggalkan ku ? " tanya Andi sambil menundukkan wajahnya,


Nadziha tersenyum lalu ia menekukkan lututnya di hadapan Andi dan kemudian ia meraih kedua pipi Andi dan menegakkan wajahnya agar Andi melihat dirinya, Andi pun langsung menatap wajah Nadziha.


"Kun fayakun, mas di dunia ini tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Allah, walaupun dokter mengatakan Mas lumpuh selamanya, itu tak menjadi suatu ketentuan dari Allah Mas, yakinlah selagi Mas punya keyakinan dan tetap optimis ingin sembuh Insya Allah, itu yang akan diberikan sama Allah, jadi Mas harus semangat ya " Tutur Nadziha lembut, yang masih memegang kedua pipi Andi, dan Andi yang masih menatap wajah Nadziha yang tambah tertegun akan perkataannya, yang membuat tubuhnya tiba-tiba menghangat seperti ada kekuatan yang mendorongnya untuk untuk sembuh.


"Baiklah Nad, aku akan optimis untuk sembuh tapi maukah kau membantuku Nad?"


"tentu Mas, dengan senang hati, Maskan suami Ziha jadi Sudah seharusnya kan Ziha membantu mas, dan Ziha juga yakin pasti mas Andi akan sembuh kembali," Bales Nadziha lembut membuat Andi nampak mulai bersemangat.


"Nad?"


"Iyaa?"


"bolehkah aku memelukmu?" tanya Andi dengan tatapan yang berharap.


"Tentu Mas, I am yours " mendengar perkataan Nadziha yang mengatakan dia adalah miliknya membuat Andi tanpa ragu langsung menarik Nadziha hingga Nadziha terduduk di Atas pangkuan Andi yang masih duduk di kursi rodanya, lalu ia melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Nadziha tadi ia mengecupi seluruh wajah Nadziha penuh kelembutan dan penuh kasih sayang,


BERSAMBUNG


**************


Dukung Author terus ya guys πŸ™πŸ˜‰


jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok πŸ˜‰ SYUKRON πŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2