
⚛⚛💫 KALAM ULAMA 💫⚛⚛
"Jalan Allah itu Panjang, akan tetapi Kita Menempuhnya layaknya Kura-Kura. dan tujuannya bukanlah dengan engkau sampai pada ujung jalannya, tetapi tujuannya ialah dengan engkau mati di atas jalan tersebut."
__Syaikh al-Albaniy__
ZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
Mereka masih menjelajahi pencarian oleh-oleh untuk di bawah pulang ke tanah air,
Semuanya masih bersemangat hanya Nina saja yang rasanya enggan berjalan hingga terkadang Ia tertinggal oleh Anisa dan lisa
Karena mereka bertiga berjalan terpisah oleh para suami karena para suami hanya mengikuti mereka dari belakang serta membawak belanjaan para istrinya.
"Dik bini Lo kok kayaknya nggak bersemangat gitu sih?" tanya Dimas yang ternyata ikut Melihat perubahan Nina.
" Gue juga nggak tahu perasaan tadi nggak papa kok kok " bales Dika yang sebenarnya ia juga merasakan keanehan juga pada istrinya.
"Ya sudah Lo priksa gih, mungkin dia kurang sehat kali" Sambung Ardiyan memberi saran pada Dika.
"Baiklah kalau gitu, gue nyamperin dia dulu ya'' pamit Dika
"Pergilah" kata Ardiyan dan Dika pun langsung menghampiri Istrinya.
"Nin, kamu sebenarnya kenapa? apa kamu lagi tidak enak badan?" tanya Dika saat sudah dekat pada istrinya sembari ia meraih tangan Nina dan saat Nina mau membalas pertanyaan Dika tiba-tiba seorang wanita memanggil Dika.
"Da Dikaaa?!" teriak seorang Wanita yang memakai hijab biasa tanpa cadar dan nampak berlari kearah mereka, Nina hanya memandang Wajah Cantik Wanita itu.
"Maa syaa Allah, cantik, tapi siapa wanita ini? kenapa ia memanggil Uda juga ?, apa itu artinya mereka saling akrab?" _batin Nina yang masih melihat wanita itu dan saat Dika menyebut nama wanita itu membuat Nina mengerutkan keningnya.
"'Salsabila?!" kata Dika, dan sangat terlihat jelas dari raut wajahnya kaget saat melihat wanita itu, dan langsung melepaskan tangan Nina yang sempat ia pegang, dan itu membuat Nina heran.
"Da Dika aku sangat merindukanmu!" seru Wanita itu lagi dan langsung memeluk Dika tepat di depan Nina, membuat Nina kaget dan..
BRUUUKX!!
__ADS_1
Nina langsung terjatuh membuat Dika tersentak kaget dan langsung mendorong Wanita yang bernama Salsabila itu.
"Ninaa!!" panggil Dika yang langsung ia raih kepala Nina lalu menepuk pelan pipinya.
" Nina, Ada apa dengan dirimu Nin?" panggil Dika yang masih memegang bagian atas Nina saja.
"Sudah angkat saja Dik, kita bawa ke rumah sakit" Titah Ardiyan yang ikut cemas melihat keadaan Nina.
"Oke" dan Dika langsung menggendong Nina dan dengan langkah cepat ia langsung berjalan menuju pintu keluar pusat perbelanjaan itu.
"Eh, Da Dika tunggu kok bila di tinggal da?!" seru Salsabila dan ia bermakna menyusul Dika namun ditahan oleh Dimas
"Elo! Diam disini saja, jangan mengikuti kami mengerti!!" Tegas Dimas dengan tatapan yang begitu dingin membuat Salsabila bergidik ngeri melihatnya. dan akhirnya dia hanya diam di tempatnya saja sambil melihat Dimas pergi bersama Lisa.
"Ayo kita menyusul Dika sekarang" Ajak dimas pada Lisa karena Ardian dan Anisa sudah lebih dahulu mengikuti Bika yang sedang menggendong Nina.
"Bie, Siapa wanita itu? dan Lisa perhatikan kalian sangat mengenalnya?" Tanya Lisa Penasaran saat mereka sedang berjalan menuju arah keluar.
"Sebaiknya kita tidak usah membahas orang nggak penting Yang dan sebaiknya kita secepatnya menyusul mereka'' kata Dimas Yang sepertinya enggan untuk mengingat nama wanita itu, dan akhirnya Lisa pun hanya terdiam dan hanya mengikuti Dimas menuju ke rumah sakit.
********
Ardiyan yang melihat raut wajah Dika yang tidak biasa, ia seperti tahu kalau temannya itu lagi di mood antara Marah dan cemas.
"Dik, tenanglah, gue yakin Nina akan baik-baik saja" kata Ardiyan menenangkan Dika, agar ia sedikit rileks
"Hmmm" bales Dika yang sepertinya enggan berbicara.
"Kenapa?, Apakah Lo masih..." kata Ardiyan namun terpotong oleh Dika.
"Ar, gue minta jangan pernah membahasnya!" Ujar Dika, dengan tatapan kemarahan di matanya, membuat Ardiyan langsung terdiam, dan saat bersamaan dokter yang memeriksa Nina keluar dari ruangan UGD, dan Dika yang melihatnya langsung menghampiri dokter itu
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Dika dalam bahasa Inggris.
"Istri anda baik-baik saja, dan dia hanya butuh istirahat" Ujar Dokter itu membuat Dika mengerenyit
__ADS_1
"Apa maksud anda dia baik-baik saja,?!, sementara dia baru saja pingsan!" ujar Dika, nampak tak percaya dengan hasil pemeriksaan dokter tersebut, dan di tambah lagi suasana hati sedang marah jadi otomatis Ia Sedikit kasar pada dokter itu membuat Adrian tidak bisa tinggal diam saja dan ia pun langsung maju menghampiri Dika.
"Dik tenanglah jangan terbawa emosi" kata Ardian menenangkan Dika " berpikirlah biar gue yang bertanya pada dokter " Lanjut Ardiyan, dan di Anggukkan oleh Dika.
"sebenarnya apa yang terjadi pada pasien Dok, karena tadi dia terlihat sangat lemas dan akhirnya pingsan" jelas Ardian pada dokter itu
"Itu karena pasien saat ini sedang hamil pak" kata dokter itu membuat Dika tersentak.
"Apa?" kata Dika Sepertinya ia tidak percaya dengan pendengaran nya.
"saya pinta Dokter ulangkan perkataan tadi" pinta Ardiyan agar Dika bisa sekali lagi mendengarnya.
"Saat ini pasien terlihat lemah itu karena saat ini sedang hamil" kata dokter itu mengulangi perkataan hanya membuat Dika tertegun sesaat.
"Apakah gue tidak salah mendengar Ar? tanya Dika, yang lagi-lagi bekum percaya akan.
pendengarannya
"Lo nggak salah dengar kak karena dokter itu mengatakan kalau Bini lo sedang hamil saat ini Dik" kata Ardian meyakini Dika bahwasannya yang ia dengar tidak salah.
"Apakah itu artinya gue akan menjadi seorang ayah Ar?" tanya Dika, yang kini wajahnya berubah tampak sumringah
"Iya Dik, Lo akan menjadi seorang ayah Juga selamat ya bro akhirnya sekarang jadi calon Ayah " ucap Ardiyan sembari Ia memeluk Dika.
" Thanks bor, Alhamdulillah, akhirnya gue bakalan punya anak juga Ar!" Kata Dika senang
"Iya Dik, sebentar lagi lagi Lo akan punya Anak juga kok Dik, " Ujar Ardiyan yang nampak ia juga ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya itu," Ya sudah, sebaiknya sekarang lo temuilah Nina karena mungkin ia sudah salah paham sama lo " lanjut Ardian lagi dan seketika wajah Dika pun berubah.
"Hah! iya juga, Ya sudah kalau gitu sebaiknya gua ke ruangan NIna dulu ya Ar "
"Pergilah, gue sama Nisa juga mau balik ke hotel Nanti kalau keadaan Nina sudah stabil, baru kami akan menjenguknya oke"
"Oke, Ya sudah kalau gitu gue masuk ya Assalamu'alaikum"
"Ok, Wa'alaikumus salam" setelah mendapat jawaban dari Ardian Dika langsung pergi menuju ke ruang rawat Nina.
__ADS_1
**********