CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
RATU GOMBAL.


__ADS_3

⚛⚛🌸 MUTIARA HIKMAH 🌸⚛⚛


"Menikahlah sebagai ibadah. Bukan sebagai jalinan cinta manusia' atau sebagai keniscayaan kehidupan. Sebab ibadah adalah urusanmu dengan ALLAH' dan bersama-nya kamu akan kuat menghadapi apapun:)🖤


__Ustadzah Halimahalaydrus__


▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️❇️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️


Mirna seperti tidak percaya pada perkataan Andi, karena rasanya belum lama Andi mengajaknya untuk menikah, tapi kenapa begitu cepat Andi mendapatkan istri.


" Kenapa Apakah kamu berpikir orang lumpuh seperti aku, tidak akan memiliki jodoh."? tanya Andi datar


"Bukan seperti itu mas, cuma rasanya aneh belum lama kamu mengajakku menikah tapi kenapa sekarang kamu sudah beristri?." tanya Mirna yang masih belum terima melihat kenyataan.


"Itulah Takdir Mbak, tidak ada yang bisa menebaknya karena semuanya sudah direncanakan oleh Allah '' tutur Nadziha lembut membuat Mirna terdiam dan hanya perhatikan Nadziha, dan nampak di raut wajahnya seperti ada penyesalan.


"Sudahlah Nad, jangan hiraukan dia, sebaiknya kita segera keruangan ku" Ajak Andi, tanpa melihat sedikit wajah Mirna pandangan hanya lurus kedepan.


"Baiklah mas, " Nadziha pun mulai mendorong Andi menuju pintu lift khusus petinggi membuat Pria yang tadi sempat menghina Andi melongo dan ia langsung menatap Beni yang masih berada di sana.


"Bapak, lihat itu mengapa mereka memasuki lift bapak ?" tanya pria itu pada beni sedikit heran,


"Karena memang sudah seharusnya seorang presdir memakai life itu!" jawab Beni, membuat pria itu mengerutkan keningnya


"Maksudnya bapak apa ya?" tanyanya bingung.


"Iya Pak Agus Pak Andi adalah presdir yang sebenarnya !" kata Beni tegas, membuat pria yang bernama Agus itu langsung tercengang kaget.


"Hah?, A.apakah i.itu benar Pak?" tanya tanya Agus sedikit gagap


"Iya bener, jadi persiapkan diri Pak Agus dengan langkah selanjutnya!" ujar Benny dan ia pun langsung melangkah menuju lift juga sedangkan Agus dan Mirna hanya tertegun melihat kepergian Benny dan setelah Beny tak terlihat Lagi, mereka pun saling bertatapan.


"Apakah, kamu telah mengetahui Mir?" tanya Agus Pada Mirna, dan Mirna pun hanya membalas dengan anggukan kepala saja.

__ADS_1


"Oh, pantas saja kamu langsung ingin mengejar Pak Andi." ujar Agus dengan wajah sinisnya


"Heh!, tapi sayang ya, ternyata Allah tidak mengizinkan kamu memilikinya!" lanjut Agus lagi dan ia pun pergi begitu saja meninggalkan pernah yang masih terdiam terpaku.


"kenapa jadi seperti ini apakah ini karena keserakahan ku ya Allah yang akhirnya engkau tak memberiku salah satu dari mereka"_ batin Mirna seperti ada penyesalan.


lalu dengan langkah gontai warna pergi menuju keruang tempatnya bekerja, nampak Kalau ia tak bersemangat lagi.


______


Sementara di sisi lain Andi yang sudah memasuki ruangan kerjanya, menyuruh nadziha, untuk mendorongnya kemeja kebesarannya dan dengan dibantu oleh Nadziha juga kini Andi pun duduk di kursi kebesarannya, setelah itu Andi memintanya untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya.


ruangan Andi menjadi hening karena nampaknya sedang fokus pada ada laptopnya sedangkan Nadziha hanya terdiam dan nampak ia sedang melamun, dengan mata yang tertuju pada Andi.



Andi yang menyadari istrinya sedang melamun dengan tatapannya yang tertuju padanya, iapun meminta Beny untuk memindahkan dirinya ke kursi roda lagi dan setelah itu ia juga meminta Beni untuk keluar dari ruangannya setelah Beni tidak terlihat lagi ia pun kembali menatap sang istri dengan tatapan yang tak bisa di artikan.



"Eh!, k.kenapa, eh. ada apa mas?" tanyanya gugup.


"Sudah puaskah memandang suamimu yang tampan ini?" ujar Andi penuh percaya diri, Sambil ia menjalani kursi rodanya dengan tangannya menuju ke sofa tempat Nadziha duduk, mendengar perkataan Andi mata Nadziha pun membulat


"Eh, Iiss Narsis banget sih kamu mas" protes Nadziha sembari memutarkan bola mata malasnya.


"Heh, buktinya saja istriku yang cantik ini memandang diriku tanpa berkedip mata iyakan?" Kata Andi lagi sembari Ia mengedip mata genitnya.


"Ay, Iiss mas Andi, kamu semakin genit aja sih!" tegur Nadziha dengan mata yang berputar males, membuat Andi terkekeh.


"Hehehe, kamu menggemaskan sih Nad?" Andi terkekeh dan saat ia sudah di dekat Nadziha.


"Nad sini" pinta Andi sembari menepuk pangkuannya.

__ADS_1


"Eh, mau apa mas? Ziha berat loh" tukas Nadziha.


"Duduklah di sini, " pintanya Andi lagi sembari menarik tangan Nadziha, dan akhirnya mau tak mau Nadziha pun mengikuti permintaan sang suami Ia pun duduk di atas pangkuan Andi, dengan posisi menyamping dan tangannya pun ia lingkarkan di leher Andi, hingga jarak mereka pun menjadi dekat.


"Nad, kamu tahu nggak?, aku tuh Saat di sampingmu, aku seperti mentega yang jatuh di wajan panas. Langsung meleleh " ujar Andi nggombal sembari ia membuka cadar Istrinya.


"Eh, hmm.. kamu pintar nggombal ya mas?" Tanya Nadziha dengan bibir mencibir.


"Kata Siapa?"


" Ya kata Ziha dong mas"


"Aku nggak merasa tuh, "


"Hmmm" bibir Nadziha mencibir lagi dengan mata malesnya juga.


" Nad?, Mungkin kamu tidak pernah tau bahwa Tuhan beri kekuatan bagiku untuk tegar menghadapi setiap cobaan dari kamu." ujar Andi dengan tampang Wajah yang datar namun pandangannya mengarah ke bibir Nadziha..


"Eh, Cobaan dari Ziha? maksudnya apa mas?" tanya Nadziha polos.


"Aku harap kamu tidak menanyakan hal terindah yang pernah singgah di kehidupanku, karena jawabannya adalah kamu Nad!" Bales Andi, membuat Nadziha bingung karena ia merasa pertanyaan dan Jawabannya tidak nyambung dan saat ia ingin protes..


"Eh, kok nggak nymb...Uhmm" mulutnya sudah tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, karena bibir Andi sudah mendarat terlebih dahulu di Bibir Nadziha, membuat mata Nadziha membulat tatkala melihat Andi sudah memejamkan matanya dan ia juga memainkan lidahnya di rongga mulutnya, seperti ia sedang menikmati makanan yang amat ia sukai. melihat Andi yang nampak sedang menikmati bibirnya, Nadziha pun hanya bisa pasrah dan akhirnya ia mengikuti permainan sang suaminya.


Dan saat keduanya sudah kehabisan nafas Akhirnya tautan pun terlepas, Andi pun memandang lekat wajah Nadziha dengan Nafas yang masih memburu, Sedangkan Nadziha hanya membersihkan bibir Andi karena lipstiknya telah menempel di bibir Andi.


" Mas kamu tahu nggak?, Katanya orang bisa menjadi bodoh karna cinta, tapi aku gak peduli itu. karena Aku cuma mikir betapa bodohnya mantanmu yang berhenti mencintaimu." Ujar Nadziha sembari mengedipkan sebelah matanya, membuat Andi terpelongo.


"Hah?, ternyata kamu bisa menggombal juga?, Atau jangan-jangan kamu si ratu gombal lagi ?" Tanya Andi penasaran namun hanya di bales oleh Nadziha dengan kedipan mata lagi sembari tersenyum manis, membuat kali ini mata Andilah yang membulat kaget.


**********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏

__ADS_1


Dan yang sedang menunggu Twins Update, sabar ya, karena Author masih menunggu jawaban dari editor. jadi Author harap para Readers Bersabar ya🙏


__ADS_2