CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
TERIMA KASIH NAD.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ 💠 Kalam Habaib 💠✥.❖.✥ ══


"Menjaga perasaan seorang muslim adalah ibadah. Menyakiti hati seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan kahah. Siapa saja yang membuat senang hati seorang muslim, maka allah akan membuatnya senang kelak di hari akhir."


[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


✥.❖.✥✥.❖.✥✥.❖.✥💠✥.❖.✥✥.❖.✥✥.❖.✥


"Aaakh!" Nadziha terpekik sambil memegang perutnya, membuat Andi kaget dan cemas.


"Sayang kamu kenapa?, apakah perut kamu sakit?" Tanya Andi yang terlihat ada kekhawatiran pada wajahnya.


"Hu'um Mas!." Balas Nadziha yang masih memegang perutnya.


" Apakah sudah waktunya kamu melahirkan Nad?." Tanya Andi yang kini ia ikut memegang perutnya Nadziha.


" Ziha juga nggak tahu Mas, tapi waktu priksa d bulan kemarin, dokter mengatakan kemungkinan akhir bulan," Ujar Nadziha yang teringat perkataan dokter yang biasa ia memeriksakan kandungannya.


" Tapi sayang, inikan masih pertengahan bulan, kenapa perut kamu sudah berkontraksi?." Tanya Andi heran.


" Ziha, juga nggak tahu Mas, Akh!." Kata Nadziha yang kemudian ia terpekik lagi, membuat Andi semakin panik.


" Ya sudah ayo kita masuk kembali." Kata Andi yang kemudian ia langsung menggendong Nadziha.


" Akh!, Mas, nanti jatuh, Ziha jalan sendiri saja Mas!." Seru Nadziha yang sempat kaget karena, Andi secara tiba-tiba langsung mengangkat tubuh Nadziha.

__ADS_1


"Sssth, diamlah Sayang, dan jangan bergerak, maka kamu tidak akan jatuh." Kata Andi yang kini dengan langkah cepatnya ia kembali memasuki rumah sakit, yang tadi ia sempat mengantar Mirna dan karena tadi Nadziha sempat marah padanya, membuat ia keluar dari rumah sakit karena mengejar Nadziha.


Andi terus berjalan menuju keruangan dokter spesialis kandungan, Namun di saat ia sudah mendengar ruangan tersebut, tiba-tiba Rojak menghentikan langkahnya.


" Maaf pak Andi, saya mau minta bantuan Anda lagi.." Perkataan Rojak langsung di potong oleh Andi.


" Maaf Pak Saya rasa urusan kita telah selesai!. dan saya minta Bapak jangan pernah muncul, atau mengganggu saya lagi!, karena saya sudah membalas jasa anak bapak Apakah Anda paham pak!" Ujar Andi yang masih menggendong istrinya.


" Tapi pak?, saya..." Ucap Rozak yang terlihat tidak pernah menyerah, sebelum ia mendapatkan keinginannya.


"Saya tidak mau mendengar alasan apapun lagi!, sebaiknya anda pergi dari hadapan saya, kalau tidak jangan salahkan saya, bila terjadi sesuatu pada keluarga anda, bahkan saya juga akan menghentikan, pencarian dalang pemerkosaan anak bapak, camkan itu!.'' Ujar Andi dengan tatapan dinginnya membuat pak Rojak langsung mundur dari hadapan Andi.


" Baiklah pak, saya tidak akan menggangu Anda lagi, tapi tuntaskan pencarian manusia laknat itu." Kata Rozak sambil ia minggir dan memberikan Andi jalan.


"Kalau itu Anda tidak perlu khawatir!, bahkan saya akan menyuruh orang tersebut bertanggung jawab pada anak bapak, dan ingat jangan pernah muncul di hadapan saya lagi!." Kata Andi dengan tatapan yang membuat Rozak bergidik melihatnya.


"Baik pak, saya tidak akan pernah muncul lagi." Kata Rozak dengan suara yang terdengar bergetar, dan Andi tidak memperdulikannya lagi ia terus melangkah hingga ia masuk kedalam ruangan Dokter spesialis kandungan.


"Baiklah pak, silahkan letakanlah istri anda di sana." Ujar sang Dokter sambil menunjukkan sebuah ranjang tak begitu jauh dari meja kerjanya.


Dan Andi mengikuti perkataan sang Dokter dan ia pun meletakkan Nadziha di ranjang pemeriksaan, dan setelah itu Dokter langsung memeriksakan kehamilannya Nadziha.


" Sepertinya istri anda akan melahirkan pak." Ujar Sang Dokter setelah ia memeriksa perut Nadziha.


" Hah, bukankah anda pernah mengatakan pada istri saya, kemungkinan di akhir bulan baru ia akan melahirkan?." Tanya Andi heran.


" Itukan hanya sebuah perkiraan pak, dan tidak menjamin benar, dan bisa saja proses persalinan menjadi cepat karena terpicu, karena sang ibu mengalami stres, atau terlalu banyak yang dia pikirkan, hingga berpengaruh terhadap kandungannya pak." Kata Sang Dokter, membuat ia merasa bersalah, karena sudah pasti ini karena dirinya.

__ADS_1


"Aakh!, Astaghfirullah!" Di saat bersamaan Nadziha kembali terpekik, membuat Andi makin panik.


" Sudah Dok, Cepat tanganin Istri saya sekarang!." Seru Andi, yang tanpa sadar ia membentak sang Dokter karena ia tak sampai hati melihat istrinya kesakitan,


" Baik pak, sebentar kita pindah istri bapak ke ruang bersalin ya pak." Ujar sang Dokter yang kemudian ia langsung memanggil para perawat, dan tak berapa lama dua orang perawat datang dengan membawa brankar, setelah Nadziha di pindahkan ke brankar, mereka pun langsung membawanya keruangan persalinan, sedangkan Andi masih setia mendampingi Nadziha, bahkan tangan mereka seperti sudah terelem, tak bisa di lepaskan lagi.


Sesampainya mereka di ruang bersalin, kembali lagi Nadziha di pindahkan kali ini keranjang khusus untuk bersalin, dan terlihat juga Nadziha semakin mengeratkan genggaman tangannya ke Andi, sambil matanya terpejam karena menahan sakit.


Andi merasakan sakit pada tangannya namun ia tak mau mengeluh karena ia tahu, bahwa istrinya lebih sakit, karena harus memperjuangkan buah hati mereka.


" Sayang, kamu yang kuat ya, bismillah pasti kamu bisa sayang." Ujar Andi sembari ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Nadziha, dan kecupan itu seperti memberikan Nadziha kekuatan hingga rasanya ia ingin langsung mengedan.


"Iya Mas, in syaa Allah, ngek..Mas rasanya sudah mau keluar, ngek!." Seru Nadziha yang wajahnya sudah di penuhi keringat jagung dan ia juga semakin mempererat lagi genggaman tangannya, kepada Andi.


" Iya sayang, Dokter cepat!, anak saya sudah mau keluar!" Teriak Andi, yang terlihat juga wajahnya di penuhi keringat karena ia seperti ikut merasakan apa yang di rasakan Nadziha.


" Baik pak, sebentar saya periksa lagi." Ujar Sang Dokter, dan ia pun memeriksa jalannya untuk sang Baby. " Oke, sepertinya sudah sempurna, baiklah Bu, ikuti Aba-aba dari saya yaa, tarik nafas yang dalam lalu edankan ya Bu." Lanjut sang Dokter pada Nadziha dan di anggukkan oleh Nadziha, lalu sesaat Nadziha memejamkan matanya dengan mulut berkomat-kamit, sepertinya ia sedang berdoa, begitu juga Andi bibirnya tak berhenti komat-kamit, karena ia terus memohon kepada Rabb nya untuk di berikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan untuk sang istri tercintanya.


"Oke Bu, kita mulai ya.. Ayo Bu, Bismillah Tarik nafas dalam-dalam Edaankan!" Titah sang Dokter dan Nadziha pun mengikuti perkataan sang Dokter ia mulai menarik Nafas yang dalam, kemudian ia pun mengucapkan basmalah dan ia membaca Doa nabi Yunus karena ia berharap Allah memberikan pertolongannya dan memudahkan ia bersalin.


"Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeeeek !" Dengan sekuat tenaga Nadziha dengan tangan kanannya yang menggenggam tangan Andi, Nadziha mulai mengedan, Namun sang buah hati belum mau keluar.


" Sedikit lagi ibu, sudah terlihat kepala sang Baby, Ayo sekali lagi ya Bu.. Tarik nafas dalam-dalam Edankan Bu." Ujar sang Dokter lagi, dan sekali lagi Nadziha mengikuti perkataan sang, ia menarik nafas dalam-dalam, lalu dengan sekuat tenaga ia kembali mengedan, sementara Andi yang masih berkomat-kamit, seperti memberikan kekuatan pada Nadziha dengan cara meletakkan mulutnya di ubun-ubun Nadziha dan seketika..


"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi terdengar memenuhi ruangan.


" Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, terimakasih Nad." Ujar Andi dengan suara yang terdengar bergetar ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur sembari mengecupi wajah sang istri yang di penuhi keringat dan Air matanya.

__ADS_1


_________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉


__ADS_2