
ೋ๑୨✨KALAM ULAMA✨୧๑ೋ
"Cinta dapat mengubah sesuatu yang pahit menjadi manis, cinta pula akan merubah debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi istana, derita menjadi nikmat, dan kemarahan manjadi rahmat."
___[ Habib Umar Bin Hafidz ]___
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
◎❅❀❦❦❀❅◎ೋ๑୨🌟୧๑ೋ◎❅❀❦ ❦❀❅◎
Masih di dalam mobil bersama lima sekawan..
Setelah mereka lelah bercanda mobil kini menjadi hening, tapi itu hanya cuma sesaat karena Andrian kembali membuka suaranya.
"Guys, besokkan masih libur, gimana Kalau hari ini kita langsung ke villa gue yang berada di BT Ya pastinya kita kesana untuk menghibur bini-bini kita secara kan mereka pasti jenuh hanya berada di rumah dan di pondok saja, gimana guys kalian setuju nggak ?" tanya Ardiyan pada para sahabatnya.
"Wah ide bagus tuh, gue setuju bro!" Bales Dimas
"Oke, gue juga setuju" sambung Wira
"gue juga setuju deh!" Timpal Dika juga
"Gue gimana guys? Ziha kan lagi gak mau dekat-dekat gue?, doi selalu mual kalau di dekat gue" ujar Andi yang nampak bingung
"Huahahahaha!" tiba-tiba Dimas tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan Andi.
Andi mendengus."Hum, Kenapa lu ketawa bersenang ya gue diginiin sama Ziha?!" tanyanya kesal
"Sorry bro, gue nggak maksud lo ngetawain lo cuma apa yang elo alami gue udah pernah mengalaminya juga, tapi lucunya giliran gue bau asap eh dia malah mau nempel mulu sama gue, "Ujar Dimas menceritakan saat-saat Lisa mengalami hal yang sama dengan Nadziha saat ini
"Hah?, benarkah itu?, sepertinya patut di praktekkan nih," kata Andi dengan senyum tipisnya.
"Tidak papa Lo coba, tapi gue ingati dulu biasanya nggak semuanya bisa sama bro, misalnya Lisa mau di dekati Dimas saat ia bau asap tapi,belum tentu Ziha seperti itu juga bro. nah macam saat ini Nina hanya mau makan bila gue yang masak, nah Lo padakan tahu gue nggak bisa masak tapi saat gue bikin nasi goreng gak enak sama sekali, eh dia bilang enak, aneh sih, tapi seperti itulah wanita yang dalam masa trimester pertama kehamilan," tutur Dika menjelaskan.
"Udah nikmatin aja Guys, seharusnya kalian tuh Bersyukur, karena kalian tidak mengalami hal yang aneh, seperti yang gue alami dulu" Sambung Ardiyan mengingatkan para sahabatnya itu.
"Ah, kalau Lo mah parah, nyusahin aja, berasa gue yang jadi lakinya." timpal Dimas lagi.
"Hahahaha, tuh kan, inilah hal yang terindah, kita bisa menceritakan masa-masa itu, " kata Ardiyan sembari ia tertawa teringat saat ia yang harus mengalami masa ngidamnya.
"Eh, kok Lo anteng aja Wir? bukankah Syifa juga hamil ya sekarang ini?" tanya Dimas heran melihat Wira biasa-biasa saja.
"Kalau, gue mah, kebalikannya Andi bro, syifa mah, maunya nempel mulu sama gue hihihi" Bales Wira sambil cengengesan.
"Enak banget dong lo nempel mulu." kata Andi,
"Ya Alhamdulillah, bro tuh tandanya anak gue suka banget ma guee" Ujar Wira dengan alis di naik-turunkan.
__ADS_1
"Hah!, iyekan je lah tuh, biar cepat !" bales Andi dengan logat Malaysia dan dengan mata yang berputar males.
"Hehehe, Jan lah jeleslah bro, baiko lakeh tuir tau!" sambung Dika ikut terkekeh.
"Sudah sudah sudah, jadi gimana nih Lo ikutan Nggak Pergi ke Villa di BT gue nggak nih?!" tanya Ardiyan meminta kepastian dari Andi.
"Iya gue ikut" bales Andi pasrah.
"Bagus!, jadi kita bisa berangkat habis makan siang nanti dan lo Dimas hubungi Hans agar Iya membawa bus mini dari kantor " Titah Ardiyan.
"Oke bro laksanakan!" tegas Dimas dan kemudian ia pun langsung mengambil benda pipihnya dan kemudian ia pun menghubungi Hans, Sambungan mereka hanya singkat dan Dimas Kembali mengantongi benda pipihnya itu.
Dan disaat bersamaan mobil mereka pun memasuki halaman pondok pesantren An-Nur Putri, Karena kebetulan istri-istri mereka memang sedang berada di sana.
Setelah sampai mereka pun langsung pada menghampiri istri-istri mereka, untuk menyampaikan niat mereka untuk membawa mereka ke villa milik Ardiyan, dan dengan senang hati para istri pun menyetujuinya.
_____
02:00
Sesuai rencana mereka sudah bersiap untuk berangkat ke daerah By, dan seperti keinginan Ardiyan yang menginginkan mereka semua berada di satu mobil, maka Ardiyan meminta Hans untuk membawa salah satu bus dari perusahaannya, dan kini bus pun sudah terparkir di halaman pondok, tinggal menunggu mereka memasukinya.
Selain ingin mereka tetap bersama Adrian juga ingin agar mereka lebih santai menikmati perjalanan, Andi juga membawa gitar dan beberapa alat musik, agar mereka bisa bernyanyi-nyanyi saat di perjalanan nanti.
Setelah semuanya pada siap Mereka akhirnya pun naik ke bus satu persatu, dan mereka juga membawa anak-anak juga, serta para Asisten mereka masing-masing pun pada ikut,
Kini bus yang di kemudikan oleh salah satu karyawan Ardiyan sudah mulai melaju dengan kecepatan sedang, agar mereka bersantai, di dalam perjalanannya..
Tiba-tiba Dimas berdiri di lorong bus seraya berkata: "Kok sepi sih?!" Seru Dimas dengan gaya mengikuti Acara YKS di tv trans, dan setelah itu ia pun mengeluarkan suara seperti musik lagu pujangga milik Roma irama,
"Teet..teet..teet..tuet..teet teet tueet" suara Dimas mengikuti musik lagu pujangga, dan sembari ia juga bergoyang ala Caesar.
Membuat teman-temannya jadi ketawa karena tingkah ia bergoyang dengan bibir bawahnya sedikit di majuinnya mengikuti mulat Caesar
lalu ia pun langsung bernyanyi.
#Pujangga#
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai, begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai, begitulah kata para pujangga
__ADS_1
Aduhai, begitulah kata para pujangga
Taman suram tanpa bunga
teet..teet..teet..teet..
Ada yang dicinta giat bekerja
Entah apa, entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hidup pun hampa
Ternyata amat utama adanya cinta
Hai, begitulah kata para pujangga
Aduhai, begitulah kata para pujangga
Tapi jangan cinta buta
tet.teet..teet.teet..tuet..
Soal cinta, soal kita
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya
Ternyata amat utama adanya cinta
Hai, begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai, begitulah kata para pujangga
Aduhai, begitulah kata para pujangga
___
Dimas goyang-goyang sendiri nyanyi-nyanyi sendiri, membuat mereka tertawa namun ikut bertepuk tangan bernada musik.
sedangkan Andi pun ikut memainkan gitarnya, suasana menjadi meriah karena salah satu dari mereka juga ikut bersorak.
__ADS_1
*******
Huh! hari ini Author sedih😔, seharusnya Bab ini sudah update sejak siang tadi😔 tapi saat ada tamu Author tunda, dan saat balik lagi tiba-tiba teksnya hilang😭😭😭 Akhirnya Author ngulangi lagi😭😭😭😭 jadi berantakan semuanya gara-gara teks hilang😭