
***🏵 MUTIARA HIKMAH 🌺***
"Sabar tak bertepi, syukur tak berujung. Tidak ada kebahagiaan terus menerus, demikian pula sebaliknya. Teruslah berjalan jangan berhenti, sepahit apapun hidup, jika dengan iman, hadapilah. Allah akan menolongmu"
___( Quotes of the day)___
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Asyifa membuka matanya dan ternyata ia sudah berada di sebuah kamar yang tidak ia kenal, dan ia pun melihat sekelilingnya, dan saat melihat di sisi kanan ia melihat Wira sedang tertidur dengan posisi duduk di kursi sedangkan wajahnya ia tumpuhkan di lengannya yang berada di tepi ranjang.
Asyifa pun membelai rambut Wira dengan lembut, membuat Wira langsung membuka matanya, dan iapun langsung meraih tangan Asyifa dan menggenggamnya.
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar sayang." Ucap Wira dengan raut wajah yang nampak lega.
"Iya mas, Ara kenapa?, dan ini di mana mas?" tanya Asiyfa dengan pandangan Melihat sekelilingnya.
"Kita di rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan di dekat pondok kita, " jelas Wira sembari mengusap-usap pipi Asyifa dengan jari jempolnya.
"Ara kenapa mas?" tanya Ara dengan suara sedikit lemah, mendengar pertanyaan Asyifa Wira pun langsung pindah posisi duduknya ke tepi ranjang tempat Asyifa berbaring.
"Kamu Hamil sayang," bales Wira sembari ia menyatukan dahinya ke dahi Asyifa
"Benarkah mas?" tanya Asyifa yang seperti tidak percaya akan pendengarannya.
"Benar sayang, kita akan menjadi orang tua, Terimakasih ya sayang" ujar Wira sembari memberikan kecupan lembut di kening Asyifa.
"Alhamdulillah, tenyata Allah sudah mempercayakan Ara dan memberikan Amanahnya pada Ara mas," Ucap Asyifa yang nampak bahagia.
"Iya sayang, dan kita akan menjaga amanah itu bersama-sama ya" ujar Wira yang kini ia kembali menyatukan dahinya ke dahi Asyifa.
"Iya mas, " Bales Asyifa dengan senyum sumringahnya.
"Sekarang kamu istirahatlah sayang, aku akan menjaga di sini" Titah Wira sembari membelai kepala Asyifa.
"Tapi Ara ingin bobonya di peluk mas" pinta Asyifa manja.
__ADS_1
"Baiklah Sayang mas akan memelukmu " bales Wira yang kemudian ia pun naik ke ranjang Asyifa, lalu ia baringkan tubuhnya di samping Asyifa, dan meletakkan kepala Asyifa di lengannya lalu ia pun memeluknya.
"Sekarang bobolah sayang" ucapnya sembari mengecup lembut kening Asyifa.
"Iya mas," bales Asyifa lirih lalu ia pun menutup matanya, dan tak lama nafasnya pun mulai teratur menandakan ia sudah tertidur pulas, di dalam dekapan sang suami, sementara Wira yang juga merasa lelah, ia pun ikut terhanyut dalam mimpinya juga.
******
Sementara di sisi lain..
Semenjak peristiwa di mobil tatkala Dika menuntut haknya pada Nina, membuat Nina merasa bersalah, dan akhirnya untuk menebusnya ia harus bersedia tinggal di rumah Dika, dan hanya sesekali saja ia tidur di pondok, tapi Dika harus rajin mengantar dan menjemput Nina di pondok.
Dan kini mobil Dika sudah memasuki Area pondok untuk menjemput Nina yang masih mengajar di pondok pesantren An-Nur.
Saat sudah mobil sudah masuk nampak Nina ternyata Nina sedang mengobrol dengan Umi syadiah, Dika pun langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Ustadz Khairul. dan ia pun langsung turun dari mobilnya.
"Assalamu'alaikum" Salamnya setelah ia turun dari mobil.
"Wa'alaikumus salam" bales mereka serentak.
"Iya umi, tadi Dika ngantar Andi dulu pulang kerumahnya" jelas Dika sembari ia duduk di samping Nina.
"Oh, gitu?, tapi semuanya baik-baik sajakan nak?" tanya umi syadiah.
"Semuanya baik mi, cuma Andi tadi mengalaminya kecelakaan kecil, yang membuatnya tidak bisa berjalan mi" ujar Dika dan menceritakan keadaan Andi.
"Ya, Allah.. kasihan sekali nak Andi, semoga Andi diberikan kekuatan ya dan semoga ia cepat sembuh dan kembali seperti semula" ucap Umi syadiah yang ikut prihatin dengan kondisi Andi.
"Aamiin" ucap Andi dan Nina.
"Ya sudah tunggu sebentar, biar umi mengambil minuman untuk mu ya nak" ujar Umi syadiah pada Dika.
"Eh, Nggak Usah umi, Dika dan Nina mau langsung pulang saja, nanti keburu malam sampai rumahnya mi" Tolak Andi secara Halus
"Oh ya sudah kalau begitu, kalian Hati-hati ya nak" Ucap Umi syadiah lembut.
__ADS_1
"Iya Umi, Kalau begitu kami pulang ya umi Assalamu'alaikum" Pamit Dika dan Nina.
"Iya nak, Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari umi syadiah, Dika dan Nina pun langsung menaiki mobilnya Dika, dan tak berapa lama mobil pun melaju dengan perlahan menuju jalan keluar gerbang pondok dan melaju maksimal setelah di luar pondok.
Karena suasana mobil sangat hening membuat Nina tanpa terasa ia pun sudah terlelap, mungkin karena ia sudah kelelahan, Dika sedikit heran biasa Istrinya itu, pasti akan menceritakan kegiatannya di pondok, dan ia pun menoleh kearah Nina..
"Eh, kok tidur?, Nggak biasanya ia tertidur, mungkin dia ke lelahan kali ya dengan program pondok?, tapi ya sudahlah ini kesempatan aku mempercepat mobil, agar cepat sampai " Gumam Dika dan Akhirnya ia membiarkan istrinya tertidur, karena itu kesempatan ia mempercepat laju mobilnya.
Dan benar saja karena ia melajukan mobilnya dengan cepat, Akhirnya mereka pun sampai di rumah mereka, lalu ia pun langsung turun dari mobil, dan kemudian ia membuka pintu mobil yang disisi Nina, lalu ia pun langsung menggendong Nina ala bridal style, dan membawanya kekamar mereka.
Dan setelah sampai ia pun langsung membaringkan tubuh Nina di atas ranjangnya dan kemudian ia pun membuka cadar Nina, dan nampaklah wajah Cantik Nina, membuat ia tergiur ingin menelusurinya terutama saat ia melihat bibir Ranumnya yang seakan memiliki makhnet hingga bibirnya tertarik oleh bibir Nina dan akhirnya bibir Dika pun mendarat di bibir Nina dan kemudian ia mulai memainkan bibir Nina hingga membuat Nian terbangun dari tidurnya dan Dika pun langsung melepaskan tautannya saat melihat Nina terbangun.
"Nin, apakah sekarang sudah boleh?" tanya Dika lembut saat melihat Nina yang sudah membuka matanya, Nina yang seperti paham akan keinginan Suaminya ia pun mengangguk kepalanya.
"Alhamdulillah, ya sudah tunggu sebentar ya" Ucap Dika senang, dan tanpa menunggu jawaban dari Nina ia pun langsung kekamar mandi dan kembali lagi dengan memakai handuk kimononya, nampaknya ia habis mandi dan berwudhu,
kemudian iapun langsung mendekati Nina, setelah melakukan Ritual doa, ia pun langsung mengecup kening Nina dengan lembut setelah itu turun ke kedua matanya, dan turun ke pucuk hidungnya kemudian pindah ke kedua pipinya dan terakhir berpindah ke bibir Nina tempat favoritnya, bagaikan memakan permen ia berkali-kali mengecap bibir itu, lalu ia pun berbisik di telinga Nina lirih membuat Nina melenguh..
"Kau milikku sayang, dan aku ingin memilikimu seutuhnya, jadi izinkan bertualang di tubuhmu sayang" bisik Dika yang kemudian ia langsung memberikan tanda kepemilikannya pada leher Nina.
"Hum..Uda..ah, gelii.. hmm" Lenguhan Nina membuat Dika semakin semangat, dan hasratnya semakin ingin meminta lebih, dan ia pun mulai menjelajahi daerah perbukitan membuat mulut Nina semakin berisiik dengan lenguhnya hingga akhirnya Dika melanjutkan petualangannya menuju...
Bersambung Akh 😉
***************
Nggak boleh protes ya guys,
bayangkan sendiri aja ok😁😁😁
Tapi terus dukung Author ya..
BERIKAN DONG VOTE bila suka dengan ceritanya juga beri LIKE DAN KOMENTAR.
Agar Author semangat loh Update tiap hari.
__ADS_1