
เณเนเญจ๐ MUTIARA HIKMAH๐ เญงเนเณ
Meraih masa depan bak menyusun koin, harus penuh dengan kepercayaan,,
Bila kita meminta keraguan maka koin yang kita susun tinggi akan tumbang dan jatuh berantakan,,
So bila ingin meraih apa yang kita inginkan di masa depan maka kita harus memiliki kepercayaan diri, jangan pernah ragu itu akan membuat kita akan melemah, dan pada akhirnya akan sulit untuk kita gapai,,
Dan yang paling utama dalam mencapai sebuah impian kita harus sertakan Allah Subhanahu wa ta'ala, di dalamnya, karena segala sesuatunya hanya Atas izin-Nya,,
__Quotes of the day__
โโ โฅ.โ.โฅ โโ โโ โฅ.โ.โฅ โโ โโ โฅ.โ.โฅ โโ
Dua jam sudah mereka menempuh perjalanan dari kota M ke daerah BT, kini mobil bus yang membawa mereka telah memasuki kawasan Villa Ardiyan, setelah bus terparkir dengan sempurna mereka semua akhirnya turun satu persatu dari bus tersebut.
"Alhamdulillah, Akhirnya sampai juga hmm.. sejuknya cuaca di tempat ini, membuat daku ingin bobok cantik deh" Ujar Dimas, sembari ia menguletkan tubuhnya.
"Dih, di dalam otak lo cuma molor aja yang Lo pikirkan!" celetuk Andi spontan.
"Bodo Amat!, yang penting gue happy bro" bales Dimas sambil berkacak pinggang dengan alis di naik-turunkan, membuat Andi sebal melihatnya.
"Cih, sok ganteng Lo!" Hardiknya.
"Lah, emang gantengkan, baru tau Lo ya?, kalau nggak percaya coba aja Lo tanya Ayang mbeb Lisa gue" ujar Dimas pede, "Iyakan Yang?, yuk Yang kita bobo kelonan " Lanjut Dimas karena ternyata Lisa sudah berada di dekatnya.
"Apaan sih bibie!, ngomongnya asal aja deh!" tegur Lisa kemudian ia pun berlalu mengikuti para wanita yang lebih dahulu memasuki Villa milik Ardiyan, tinggallah para suami mereka yang masih berada di luar.
"Uhahahaha, sok manja Lo, tapi malah di abaikan, kasihan deh Lo.." Ledek Andi dengan jari telunjuknya di goyang dari atas ke bawah.
"Akh, emang gue pikirin, yang penting gue masih bisa kelonan week, dari pada Lo, setiap malam merana, uahahaha" posisi jadi terbalik kali ini Dimas yang terbahak-bahak, sedang Andi terlihat jelas kalau dia sedang kesal.
__ADS_1
"Ay akh, mending gue jalan-jalan akh" kata Andi yang kemudian ia berjalan menuju arah keluar gerbang Villa bermaksud ia ingin berjalan-jalan di sekitar Villa.
"Tunggu gue Ndi!" Teriak Benny yang akhirnya ia menyusul Andi
"Gue juga mau jalan-jalan akh, mumpung cuacanya sedang sejuk" kata Wira juga, dan ia pun ikut berjalan menuju kearah keluar gerbang juga.
"Tunggu Wir gue ikut juga dah" kata Ardiyan dan ternyata Dika juga mengikuti Ardiyan yang menyusul Wira dan Andi
"Lah, lalu gue sama siapa?" tanya Dimas pada di diri sendiri, "Kalau masuk Ayang mbeb Lisa, pasti lagi bersama teman-temannya, Ya sudahlah ikut mereka saja " Gerutu Dimas yang akhirnya ia pun ikut berjalan menuju ke tempat teman teman yang berada.
"Guys, lihat itu" Ujar Andi sembari menunjuk seorang anak kecil yang sepertinya sedang menjalani kewajibannya terhadap Rabbnya.
"Maa syaa Allah, ini baru pemandangan yang indah, luar biasa, anak sekecil ini sudah tahu akan kewajibannya, dimana pun dia berada dan sedang melakukan apa tapi tetap, Allah menjadi prioritas utamanya" Ujar Wira dengan penuh kekagumannya.
"Makanya kita jangan sampai kalah dengan anak kecil, ya sudah ayo kita cari surau untuk melaksanakan sholat Ashar" Ajak Ardiyan ke pada teman-temannya, dan akhirnya mereka pun berjalan kembali mencari sebuah surau.
"Ar, itu sepertinya suara deh" katanya sambil menunjuk sebuah bangunan kecil di tengah-tengah perkebunan
"Iya juga ayo kita kesana" Ajak Ardiyan yang akhirnya mereka semua pun menelusuri jalan menuju ke surau itu.
Sesampainya di sana." Kok sepi banget ya?, sepertinya tempat ini jarang di pakai deh Ar," Ujar Wira yang melihat sekeliling surau tersebut.
"Kayaknya sih begitu, tapi mungkin, surau ini hanya untuk mereka yang sedang berladang kali Wir, makanya jam segini sudah pasti mereka sudah berada di rumah masing-masing" Ujar Ardiyan yang sepertinya ia tak ingin berprasangka jelek terhadap warga sekitarnya " Ya sudah sebaiknya kita berwudhu dulu guys" lanjutnya lagi,
dan akhirnya mereka semua berwudhu satu persatu Setelah itu mereka akan melaksanakan shalat Ashar berjamaah dengan Ardiyan sebagai imamnya dan setelah mereka mengucapkan salam tanda sholat mereka selesai tiba-tiba terdengar suara lantang mengagetkan mereka semua.
"Wooy, berani sekali kalian sholat di sini,!!" teriak seorang laki-laki yang berada di depan surau tersebut, membuat Ardiyan dan kawan-kawannya pun keluar, dan terlihatlah oleh mereka lima orang pria bertubuh besar dengan tangan di penuhi tato karena, mereka memakai baju tanpa lengan membuat tato mereka terlihat.
__ADS_1
"Maaf, Apakah ada yang salah, bila kami mendatangi rumah Rabb kami?" tanya Ardiyan santai.
"Rumah siapa kau bilang?, Oh, seperti kau bukan orang sini ya?, pantas saja kau tidak tahu!, " kata salah satu Pria bertubuh besar itu dengan tangannya berkacak pinggang.
"Kami memang tidak tahu Lo pada siapa?, tapi yang gue tahu, ini adalah rumah Allah jadi hamba-Nya bebas keluar masuk ke rumah-Nya" Jawab Dimas yang juga sangat Santai.
"Enak aja Lo bilang bebas!, ini daerah kekuasaan bang Jafar, jadi siapa saja yang berani memasuki daerah kekuasaannya maka dia harus berhadapan dengan kami!" Kata pria yang tadi lagi.
"Oh, sekarang gue paham, kenapa rumah Allah ini menjadi sepi, jadi Lo pada yang melarang mereka untuk Sholat di sini?" tanya Andi penasaran.
"Kalau iya kau mau apa?!" Tanya pria itu agak sedikit menantang.
"Gue sih nggak apa-apa!, yang gue mau, Lo sadar diri, ini tuh rumah Allah, jadi Lo nggak berhak melarang seorang Hamba yang ingin bercengkrama pada Tuhan-nya, " Jawab Andi dengan santainya.l
"Akh, banyak omong kali kau!, sepertinya kau sudah bosen hidup ya!" Hardik pria itu lagi dengan nada suku Bataknya.
"Haiis, so tau banget sih Lo!, siapa juga yang bosen hidup, yang ada Lo kali yang udah bosen hidup?!" bales Andi lagi masih santai menghadapi Lima pria bertubuh besar itu.
"Alah, banyak kali cerita kau !, ribak sude!! (Hajar) bahasa batak)" seru Pria itu dan dengan spontan kelimanya menyerang, Ardiyan dan kawan-kawannya.
Dan akhirnya perkelahian pun tak bisa di hindari, dan ternyata ke-lima pria bertubuh besar itu mempunyai tajam membuat Ardiyan memperingati para sahabatnya untuk berhati-hati, di antara mereka yang paling gesit dalam pertempuran itu adalah Dimas dan Roy. sehingga dengan cepat ia sudah melumpuhkan salah satu dari pria bertubuh besar.
"Roy, ikat dia, gue mau bantu yang lain!" Titah Dimas pada Roy.
"Baik pak!" bales Roy kemudian Dimas kembali menyerang mereka yang lagi berkelahi dengan Ardiyan, Dimas begitu cekatan hingga membuat keempat pria itu sedikit kewalahan, tapi sepertinya salah satu pria yang sudah di pastikan dia bos dari kelimanya, seperti memberi isyarat dan yang satunya lagi seperti mengerti dengan kodean itu lalu tiba-tiba dia menyerang Dimas yang sedang berkelahi pada salah satu dari mereka. Andi yang melihat itu ia langsung menghalanginya dan.
"Aakh !!"
********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐
__ADS_1