
Mobil yang kemudikan Eric melesat di keramaian jalan pagi itu. Sejak meninggalkan rumah beberapa menit lalu, belum ada pembicaraan antara dirinya dengan Mila. Sesekali ia melirik wanita cantik yang sedang membenarkan make up di wajahnya.
"Eric," panggil Mila.
"Hemm."
"Sebenarnya kamu itu cinta nggak sih sama aku?
"Kenapa tanya begitu?" Bukannya menjawab pertanyaan seperti yang diharapkan Mila, Eric malah membalas dengan pertanyaan.
"Memang salah kalau aku tanya?"
Di titik ini ia merasa seperti dirinyalah yang gencar mengejar cinta Eric. Bahkan pagi ini ia sengaja mendatangi rumah Mama Elvira dan membuat alasan konyol agar Eric mengantarnya ke rumah sakit. Sedangkan mobil miliknya sendiri sengaja ia tinggalkan di rumah itu, agar sepulang dari rumah sakit ada alasan kuat untuk bertemu dengan sang pujaan hati.
"Tidak salah, kok."
"Kalau begitu jawab, Ric. Kamu belum pernah bilang cinta sama aku, loh!" kesal Mila sambil memasukkan peralatan make up yang tadi digunakannya, kemudian menatap Eric penuh tuntutan.
"Kalau cinta kenapa harus digembar-gembor sih, Mil?"
"Bukan digembar-gembor! Aku hanya merasa kamu tidak benar-benar mencintai aku. Wajar kalau aku merasa seperti ini karena kamu terlalu cuek sama aku."
__ADS_1
"Terus kalau aku bilang cinta, kamu akan senang?"
Mendengar jawaban itu, Mila hanya dapat menarik napas dalam-dalam. Memang seperti inilah karakter seorang Eric. Kaku bak kanebo kering dan sangat tidak peka. Padahal, wanita mana pun akan bahagia jika mendapat sekedar pengakuan dari kekasihnya.
"Setidaknya aku akan tahu kalau kamu benar-benar cinta sama aku."
Mila menyilangkan tangan di depan dada dengan bibir mengerucut. Terkadang ia merasa sedikit iri dengan Daniza yang begitu diperlakukan istimewa oleh Alvin. Laki-laki itu selalu menunjukkan betapa ia mencintai Daniza di hadapan semua orang. Bahkan di malam pesta ulang tahun Mama Elvira, Alvin sempat mengamuk karena Tante Keshia dan beberapa keluarga Alvin yang lain mempermalukan Daniza.
"Cuek bukan berarti tidak sayang, kan?" balas Eric singkat.
"Tapi yang namanya perempuan itu butuh perhatian, Ric! Kamu tidak ada waktu untuk balas chat aku tapi punya waktu untuk stalking instagram artis luar," gerutu Mila panjang lebar.
Eric hanya melirik Mila sekilas, lalu kembali terfokus dengan jalan di depan.
Tak lama berselang, mobil memasuki halaman rumah sakit. Mila lantas menyematkan tali tas ke bahu.
"Terima kasih sudah mengantar. Kalau kamu tidak jemput aku, maka aku akan pulang dengan diantar orang lain sore ini."
Eric terkekeh mendengar ancaman bernada permintaan itu.
Setelah melirik cermin demi memastikan wajahnya cantik sempurna, Mila hendak membuka pintu mobil untuk turun, tetapi Eric langsung menarik tangannya cukup kuat hingga tubuh Mila membentur dada bidang laki-laki itu.
__ADS_1
Sebelah tangan Eric terulur merapikan rambut dan menyelip ke belakang telinga. Kemudian perlahan mendekatkan wajah mereka hingga Mila dapat merasakan embusan napas Eric yang hangat.
Jangan tanyakan bagaimana kondisi jantungnya sekarang. Meskipun Mila adalah seorang dokter, tetapi sekarang ia merasa membutuhkan dokter ahli jantung.
Oh my God! Eric mau cium aku?
Mila cepat-cepat merapatkan kelopak matanya saat Eric semakin mengikis jarak. Ia agak menyesal mengapa tadi tidak menggunakan lipstick warna merah.
Tetapi, apa yang diharapkan Mila ternyata meleset, karena Eric malah mencium keningnya.
Deg!
Sepasang mata Mila terpejam menikmati hangat dan lembutnya bibir Eric bermain di keningnya. Kedua sisi pipi wanita itu memerah dalam hitungan beberapa detik. Ini adalah pertama kali Eric berinisiatif untuk menciumnya lebih dulu, meskipun bukan di bibir.
"Cinta yang dewasa itu bukan hanya tentang pengakuan. Tapi bagaimana bertahan dan menjaga. Aku adalah hasil nyata dari pengkhianatan papa. Tapi percayalah ... kamu tetap akan jadi satu-satunya."
Mila terpaku di tempat. Hatinya bagai melayang ke angkasa. Sekarang ia merasa Eric adalah laki-laki paling sempurna di muka Bumi.
Wanita itu tersenyum bahagia.
"Baiklah aku aku percaya. Tapi aku akan buktikan ke kamu nanti, kalau aku lebih hot dari artis luar yang semalam kamu kepoin itu!" bisik Mila dengan menggoda.
__ADS_1
...**** ...