Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss

Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss
Bonchap 11- Siti Dan Jarot


__ADS_3

“Eric, maaf ganggu waktu kamu.” Suara lirih Mama Elvira menjadi sambutan pertama sesaat setelah Eric menggeser simbol hijau pada ponselnya. 


Mendengar nada mama yang panik sekaligus sedih, Eric menebak bahwa telah terjadi sesuatu. Eric pikir Mama Elvira tidak mungkin menghubunginya di saat penting seperti sekarang. 


“Mama kenapa? Kok nangis?” tanyanya setelah mendengar isak tangis. 


“Daniza, Ric!” 


“Daniza kenapa, Mah?” Pikiran Eric langsung tertuju kepada kakak iparnya. Sedikit heran, sebab satu jam lalu Daniza terlihat sangat ceria dan baik-baik saja. 


“Daniza jatuh dari tangga. Sekarang mama sama Alvin ada di rumah sakit.” 


“Apa?” Tentu saja berita itu membuat Eric sangat terkejut. Dalam hitungan detik ia merubah langsung berdiri dari tempat tidur dan ikut panik. Melihat reaksi suaminya Mila pun menebak bahwa sedang terjadi sesuatu yang tidak beres. Wanita itu langsung berdiri di sisi Eric dan menempelkan daun telinga ke ponsel, bermaksud menguping pembicaraan suaminya. 


“Iya, Ric. Sekarang Daniza sudah berada di ruang operasi,” sambung sang mama.


“Ya sudah, Mah. Aku ke sana sekarang.” 


Eric langsung memutus panggilan dan melirik Mila yang masih menempelkan dagu di bahu polosnya.


"Ada apa, Ric?"


“Mil, Daniz jatuh dari tangga. Sekarang ada di rumah sakit.” 

__ADS_1


“Daniza jatuh dari tangga?” Sepasang mata Mila terbelalak kaget. “Kok bisa, sih?” 


“Aku juga tidak tahu. Aku belum tanya pastinya. Apa kamu tidak keberatan kalau malam ini kita tunda dulu? Aku harus menemani mama dan Alvin di rumah sakit.” 


Awalnya Eric mengira istrinya itu akan keberatan. Tetapi, jauh di luar perkiraan, Mila malah setuju. “Nggak apa-apa. Tapi aku ikut, ya. Aku juga mau lihat Daniza.” 


“Iya, boleh. Makasih atas pengertian kamu, Sayang. Kalau mau ikut, cepat ganti baju, ya.”


Eric sempat membenamkan ciuman sayang di kening. Sebuah ciuman singkat yang berhasil membuat kedua sisi pipi Mila merona. Sangat jarang Eric bersikap manis dan romantis seperti ini. Karena itulah, Mila tidak ingin malam pertama mereka dilalui Eric dengan pikiran kacau. Mila akan menunggu dengan sabar malam manis itu tiba. 


“Aku duluan ganti baju, ya.” 


“Iya, jangan lama-lama.” 


*


*



Eric dan Mila saling bergandeng tangan menuju sebuah ruangan yang diberitahu bagian informasi. Di kejauhan terlihat Mama dan Om Agung sedang duduk di kursi panjang. Sementara Alvin mondar-mandir dengan gelisah di depan pintu ruang operasi. 


“Mama ... Alvin!” panggil Eric sambil melangkah mendekat. 

__ADS_1


Mama  Elvira langsung menyambut Mila dan menangis dalam pelukan sang mantu. Sementara Eric mendekati kakaknya yang sekarang terlihat gelisah. 


“Kok Daniz bisa jatuh?” tanya Eric. 


“Aku juga tidak tahu pasti. Santi bilang Daniza buru-buru turun dari tangga dan jatuh.” Alvin mengusap wajahnya. Terlihat sangat frustrasi. Sudah hampir tiga jam Daniza berada di ruang operasi, namun belum ada satupun dokter atau perawat yang keluar dari ruangan itu. 


“Yang sabar, ya. Daniza wanita yang kuat. Dia pasti akan baik-baik saja.” 


Alvin hanya menganggukkan kepala. Setidaknya keberadaan Eric di sana membuatnya sedikit lebih tenang. Karena hanya Eric satu-satunya orang yang paling mengerti Alvin dan paling tahu cara menenangkan dirinya dalam keadaan panik seperti sekarang ini. 


Suasana tegang itu tiba-tiba berganti menjadi suasana haru saat samar-samar terdengar dua tangisan bayi dari dalam ruangan. Semua orang bernapas lega. Mama Elvira memeluk Alvin dengan berderai air mata. Tentunya, tangisan melengking itu menandai bahwa sepasang bayi kembar itu terlahir dalam keadaan sehat. 


Alvin merasa tak sabar untuk masuk ke ruangan itu dan melihat anak dan istrinya. Namun, hingga 15 menit belum ada satupun dokter yang keluar. Membuat Alvin kembali gelisah. 


Melihat itu, Eric kembali berusaha untuk menenangkan.


“Kita duduk dulu, yuk! Jangan panik. Masa’ Siti sama Jarot disambut papanya dengan muka kusut begini.” 


Mau tak mau Alvin terkekeh mendengar dua nama lucu yang disebutkan Eric. Alvin memang kerap menamai dua buah hatinya dengan panggilan Siti dan Jarot.


"Yang kuat ya, Nak! Maafin papa yang kurang bisa menjaga mama."


...****...

__ADS_1


__ADS_2