Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss

Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss
Apa Yang Akan Kamu Lakukan?


__ADS_3

Alvin menyandarkan punggung dengan pandangan nanar yang mengarah pada gedung-gedung tinggi di sekitar kantor. Beberapa menit lalu, ia mengirimkan sebuah pesan kepada Daniza untuk menanyakan keberadaan wanita itu. Meskipun sebenarnya, tanpa bertanya pun ia sudah tahu di mana Daniza melalui pelacak lokasi yang diam-diam dipasang di ponsel dan mobil.


Laki-laki dengan postur tubuh bak seorang atlet itu pun menghembuskan napas kasar. Tanda centang biru tepat di sebelah kolom komentar menandai bahwa Daniza sudah membaca pesan. Tetapi jangankan membalas, ia malah mengabaikan begitu saja.


"Cuma dibaca." Alvin meletakkan ponsel ke meja dengan kesal. Merasa terabaikan oleh wanita pujaan hatinya itu. "Positive thinking saja, Vin! Mungkin dia lagi di salon nge-cat kuku!"


Alvin berusaha menghibur hati dengan menanamkan pikiran, kalau Daniza sedang di salon dengan cat kuku yang belum kering. Walaupun sebenarnya ia tahu betul bahwa Daniza sedang dalam perjalanan menuju apartemen.


"Positive thinking juga bisa bikin sakit, ya! Separuh jiwaku log out!"


Pria nelangsa itu masih duduk melamun dengan pikiran positif palsu buatannya, ketika pintu ruangan diketuk. Kemudian disusul dengan kemunculan Eric yang datang dengan tatapan kesal.


Betapa tidak, sepanjang hari ini ia disibukkan dengan pekerjaan tidak masuk akal yang dibebankan kepadanya, yaitu menemui beberapa pimpinan perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Revan, dan memberi sedikit ultimatum agar membatalkan kerjasama dengan perusahaan tersebut.


"Itu muka kenapa bengkok lagi?" tanya Alvin. Membuat Eric meletakkan beberapa map ke meja dan langsung mengambil posisi duduk tepat di hadapan sang bos.


"Tidak usah tanya! Seharusnya kamu sudah tahu," balas Eric ketus.

__ADS_1


Alvin hanya terkekeh. Kemudian meraih map di meja dan membaca lembar demi lembar berkas yang ada di dalamnya.


"Itu data beberapa perusahaan yang setuju membatalkan kerja sama dengan perusahaan Revan," ucap Eric.


Seringai penuh makna terlukis di sudut bibir Alvin. Menandai dirinya sangat puas dengan kinerja asistennya itu. Sangat cepat dan tepat sasaran. "Bagus! Sekarang tinggal menunggu perusahaan si Revan gulung tikar dan kita ambil alih."


Tatapan penuh tanya diarahkan Eric kepada sang bos. "Sebenarnya aku sedikit heran, kenapa kamu harus repot-repot melakukan semua ini? Kamu tidak butuh perusahaan ayah Daniza yang sebentar lagi akan bangkrut itu."


"Memang tidak!" balas Alvin cepat. "Itu hanya untuk menarik perhatian Daniz. Kamu tidak akan mengerti bagaimana rasanya menunggu belasan tahun, Ric!"


"Aku tahu, tapi aku diam." Tentu saja Eric paham betul, sebab dirinya adalah saksi dari kisah cinta Alvin yang menyedihkan. Ia melihat sendiri betapa patah hatinya Alvin saat kehilangan jejak Daniza. Selain itu, Eric juga kerap menjadi sasaran Mama Elvira, saat Alvin menghindar dari perjodohan yang telah ditetapkan untuknya.


Membuat Eric menatap lelaki itu iba sekaligus jengkel. Alvin yang menjadi incaran para gadis cantik itu justru hanya terpaku pada satu nama. Bahkan ia tiada peduli dengan status Daniza yang secara hukum masih tercatat sebagai istri orang. Ah, cinta pertama memang sulit dilupakan.


"Jadi bagaimana kalau cintamu ditolak Daniz? Eric mengambil bingkai foto Daniza dan menatapnya. "Apa kamu akan mengikat Daniza dan masukin dia ke gorong-gorong juga?"


Candaan Eric yang terdengar sangat garing itu membuat Alvin kesal setengah mati. Jika tidak ingat dosa, ia mungkin sudah mencekik asisten pribadinya itu.

__ADS_1


"Gila juga harus ada batasnya, Ric. Aku tidak sejahat itu!" Alvin merebut kembali bingkai foto dari tangan Eric dan meletakkan ke posisi sebelumnya.


"Tapi aku lihat dia sama sekali tidak tertarik dengan kamu."


Mendadak wajah Alvin tampak sangat suram. Ucapan Eric memang tak terbantahkan. Sampai saat ini Daniza tidak memandang dirinya sama sekali.


"Oh ya Ric ... apa kamu tahu dukun paling terkenal di kota ini?"


*


*


*


Ya ampun Mpin, mau ngapain tanya dukun segala? Para Reader jadi curigation ini. Eh, Mpok Reader sekalian yang budiman dan budimin, mana komen dan like-nya?


Ini yang baca Kang Mpin banyak banget tapi komen sepi kayak kompleks jeruk purut. wekawekaweka

__ADS_1


...........


__ADS_2