
Beberapa bulan kemudian
Kehidupan berlanjut dengan normal. Ada banyak kebahagiaan baru yang didapatkan Daniza dalam hidupnya yang sempurna. Dia yang dulu hanyalah wanita terbuang, kini menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Mertua yang baik, Suami penyayang dan saudara ipar jahil tetapi baik hati. Kini kebahagiaannya semakin lengkap dengan hadirnya sepasang bayi kembar yang kelahirannya tinggal menghitung hari. Daniza merasa Tuhan begitu baik kepadanya, hingga ia merasa tidak ada yang kurang dalam hidupnya.
Malam itu ....
Sudah beberapa kali Daniza melirik arah jarum jam. Waktu sudah menunjuk ke angka 8 tetapi Alvin belum juga pulang. Padahal belakangan ini, ia selalu pulang lebih awal agar dapat menghabiskan waktu lebih banyak untuk sang istri, menjelang kelahiran si kembar.
Akhirnya, Daniza memilih mengisi waktu luang dengan merapikan lemari pakaian suaminya. Baru membuka pintu lemari saja, beberapa lembar pakaian sudah terjatuh ke lantai. Daniza merasa gemas sampai rasanya ingin menggigit si pemilik lemari ini. Kebiasaan Alvin tak pernah berubah sejak dulu. Jika mengambil pakaian bagian bawah, yang di atas pasti terburai berantakan.
"Hufft lemari pakaian suamiku seperti habis kena Badai Katrina," gumam wanita itu sambil mengeluarkan beberapa lembar pakaian dan merapikan bagian paling atas.
Setelah beberapa menit, kakinya mulai terasa pegal. Daniza pun memilih duduk di lantai dengan karpet bulu sebagai alas. Ukuran perut yang semakin membesar benar-benar membatasi ruang geraknya.
"Sayang ...." Suara panggilan Alvin terdengar sesaat setelah pintu kamar terbuka. Suami budiman segalaksi Bima Sakti itu datang dengan membawa sebuah kantongan makanan. Aroma martabak panas seketika menyeruak di kamar.
"Sudah pulang ya, Mas?" Daniza hendak bangkit dari posisi duduknya.
Melihat itu, Alvin segera mendekat dan membantunya untuk berdiri. "Pelan-pelan."
"Kenapa pulangnya lama?"
"Aku habis mampir ke kafe sama teman." Ia mencium kening istrinya, lalu membungkuk sebentar untuk menyapa kedua anaknya. "Hai anak-anak papa. Hari ini tidak rewel, kan?" ucapnya sambil mengusap perut.
Seolah merespon sapaan sang papa, makhluk kecil yang ada di dalam bergerak lincah, hingga menimbulkan tonjolan-tonjolan di perut Daniza.
"Mereka aktif banget, ya?" Alvin mengulas senyum tatkala melihat gerakan di perut sang istri. Kemudian membawa Daniza untuk duduk di sofa, sedangkan ia sendiri berjongkok tepat di hadapannya.
"Kalian ngapain sih di dalam? Lagi tawuran, ya? Ajak papa, dong!" bisiknya pelan.
"Memang papanya yang hobi tawuran?" cibir Daniza.
__ADS_1
Alvin terkekeh, lalu menempelkan lagi pipi kanan ke perut dan merasakan gerakan-gerakan kecil. Rasanya Alvin tak sabar lagi untuk menggendong sepasang bayi itu.
"Apa? Tawurannya sama mama aja?"
Mendengar Alvin yang seolah sedang berinteraksi dengan kedua anaknya, Daniza hanya menghela napas panjang sambil menggelengkan kepala.
"Ya sudah kalau kalian maunya begitu. Nanti sebelum tidur papa ajak mama tawuran dulu."
"Mas!" Daniza yang gemas refleks meletakkan dua jari di telinga suaminya. Membuat Alvin harus mengaduh dan memohon ampun.
"Ampun, Sayang. Apa salahnya mereka curhat sama papanya. Katanya mau ditengokin!"
"Itu sih mau kamu aja!" balas Daniza lagi.
"Kan ikutin saran dokter. Kalau dekat lahiran harus sering-sering tawuran! Eh, maksudnya sering nengok!"
"Modus kamu, Mas!" ucapnya sambil menarik telinga.
Daniza lantas bangkit meninggalkan tempat duduknya, membuat Alvin turut berdiri tepat di hadapan wanita yang hanya setinggi dagunya itu.
"Karena kelakuan kamu seperti ini. Anak belum lahir aja sudah diajar tawuran segala!"
Alvin menyeringai, lalu memeluk istrinya. Entah mengapa akhir-akhir ini menggoda Daniza terasa sangat menyenangkan baginya.
"Ya sudah, kalau tidak boleh. Bagaimana kalau tawurannya sama kamu aja, yuk!"
"Mas!" pekik Daniza gemas.
Membuat tawa Alvin pecah di ruangan itu.
...**...
...**...
__ADS_1
...**...
Hai teman-teman ....
Tidak terasa kita sudah ada di penghujung kisah Alvin dan Daniza. Ahh, sedih aku tuh harus pisah sama Bang Mpin.
Terima kasih untuk pembaca tersayang yang tidak bisa kusebut satu persatu namanya, yang sudah tetap setia menemaniku menulis kisah ini selama 4 bulan lamanya. Wah, gak terasa yaa....
Btw, kita vote komentar yuk, siapa yang setuju kalau aku kasih bonus chapter sampai dedek kembar lahir?
Komen di bawah yaaa.
*
*
*
Sekalian aku mau ajak teman-teman baca karyaku yang lain di Noveltoon. Tinggal buka profil aku dan tinggal pilih. Semuanya bisa dibaca secara gratis, salah satunya yang berjudul
"PELANGI BERSELIMUT AWAN"
Ini adalah kisah seorang gadis polos dan taat agama yang dijodohkan dengan pria brutal dan buta agama.
Pemberontak, pembangkang, pembuat onar dan pemabuk berat. Itulah gambaran sosok Awan Wisnu Dewanto.
Lalu, bagaimana cara Pelangi menyadarkan suaminya dan kembali ke jalan yang benar?
Jangan lupa mampir, ya.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1
Salam sayang. 😍😍😍😍
Untuk info novel yang akan rilis dan update terbaru, follow IG @Kolom_langit