Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss

Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss
Tidak Peduli Dengan Yang Lain


__ADS_3

Wanita seusia Mama Elvira itu menoleh takut-takut. Tubuhnya semakin gemetar tatkala menyadari tatapan Alvin yang sangat tidak bersahabat. 


"Alvin?" Tante Keshia kehilangan kata-kata. Jemarinya saling meremas dengan gemetar. 


Alvin dapat melihat ketakutan di mata adik dari papanya itu. Tetapi bukannya melunak, Alvin malah semakin menunjukkan sisi gelap dari dirinya. Terlebih, setelah menyadari kesedihan yang terpancar jelas di wajah Daniza, meskipun sudah berusaha ditutupi oleh wanita itu demi tak menimbulkan keributan.


"Maksud Tante apa bicara seperti itu ke Daniza?" 


Tante Keshia tergugu. Meskipun merasa takut, tetapi berusaha untuk tetap tenang demi mempertahankan harga diri di hadapan Daniza. "Tante cuma mengatakan yang sebenarnya, Vin. Tante dengar dari Sherly kalau dia ini istri orang. Daniza sendiri mengaku sudah bercerai, kok. Apa mungkin kamu tidak tahu kalau dia janda?" 


Sebagai laki-laki yang menjadi rebutan para gadis, Alvin tidak mungkin memilih janda, kan? Begitu pikir Tante Keshia. 


Kedua tangan Alvin terkepal sempurna dengan rahang yang mengeras. Ia melirik Daniza yang mulai berkaca-kaca, membuat rasa bersalah menyergap begitu kuat. Alvin pernah berjanji tidak akan membiarkan pujaan hatinya itu menjatuhkan air mata walau hanya setetes. "Memang kenapa kalau Daniza janda? Ada yang keberatan?" 


Pertanyaan itu kembali meruntuhkan kepercayaan diri Tante Keshia. "Alvin, tante cuma mau yang terbaik untuk kamu. Kamu bisa mendapatkan wanita manapun yang kamu inginkan. Yang lebih cantik, lebih muda, lebih terhormat dan masih lajang. Bukan seperti dia yang—" 

__ADS_1


"Cukup, Tante!" Amarah Alvin kembali melecut. Bentakannya menggema dan berhasil mencuri perhatian semua orang. Tak terkecuali Mama Elvira yang langsung berlari ke arah putranya. Ia yakin sesuatu yang tak beres baru saja terjadi.


Tatapan menghujam kembali Alvin hadiahkan kepada Tante Keshia. "Aku tidak butuh penilaian Tante terhadap Daniza." 


Suasana mendadak tegang. Puluhan pasang mata mengarah kepada mereka. Mama Elvira menggenggam lengan putranya. Sorot matanya penuh tanya seakan menuntut sebuah jawaban. "Ada apa ini, Vin? Kenapa kamu teriak?" 


Tidak adanya jawaban dari Alvin membuat Mama Elvira melirik Daniza dengan sebuah isyarat. Namun, Daniza seketika menundukkan pandangan dan tak berani lagi mengangkat kepala.


Hal itu pun dimanfaatkan Tante Keshia untuk mencari pembenaran. Sebab ia sangat yakin mama Alvin juga tidak akan setuju jika putra semata wayangnya menjalin hubungan dengan bekas istri orang. Apa lagi wanita sekelas Nyonya Elvira yang sangat populer di antara teman-teman sosialitanya itu sangat pemilih dalam hal mencari menantu. 


"Aku bilang cukup!" teriak Alvin sekali lagi. Keheningan pun kembali mendominasi.


Lelaki berpostur tubuh jangkung itu melangkah hingga berada tepat di sisi Daniza. Tangannya melingkar di pinggang ramping wanita itu. Para tamu yang lain hanya menatap tanpa berani mengeluarkan suara. Bahkan Mama Elvira sekalipun. Dirinya lah yang paling mengenal sekeras apa putranya itu. 


"Tenang, Vin!" bujuk sang mama. "Ayo, kita bicara baik-baik. Jangan begini, Nak!"

__ADS_1


Alvin menarik napas dalam demi mengurai amarah yang membuncah di hati. Jika tidak menghormati mamanya, ia mungkin sudah memaki habis tantenya itu.


"Dengar semua!" ucap Alvin, membuat semua orang memusatkan perhatian kepadanya. "Aku tidak peduli dengan status Daniza. Bagiku dia yang paling layak di antara yang lain. Jadi kalau ada yang berani mempermasalahkan status atau berani menghina Daniza, dia akan berhadapan denganku. Dan peringatan ini berlaku untuk siapapun!" 


Setelah menyelesaikan kalimatnya, Alvin merangkul Daniza meninggalkan taman. Masih belum ada yang berani mengeluarkan kata. Semua larut dalam keheningan dan hanya saling menatap satu sama lain. 


Sebab Alvin dapat melakukan apa saja, termasuk memecat beberapa kerabat yang bekerja di perusahaannya. Suami Tante Keshia sendiri merupakan salah satu manager di perusahaan Alvin.


Sekarang wanita itu hanya terpaku di tempat dengan kekhawatiran bahwa Alvin akan memecat suaminya, melihat dari seberapa marahnya laki-laki itu barusan.


**


**


Halo ceman-ceman yang mau lihat Visual Babang Mpin, Daniza dan Mama El si sapu flying in the sky, semua ada di IG yaaa. Follow IG @Kolom Langit 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2