Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss

Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss
Daniza Tidak Suka Aku


__ADS_3

Untuk beberapa saat Alvin kehilangan kata-kata mendengar ucapan Mila. Memang benar, ia bisa dibilang orang ke tiga dalam rumah tangga Daniza. Tetapi, jika saja Revan tidak brengsek, Alvin mungkin tidak akan berusaha menjadi duri dalam rumah tangga orang.


"Aku tidak merebut Daniza, Mil. Suaminya sendiri yang selingkuh dan mengusir Daniza dari rumah."


Mila masih menatap sedikit curiga. Baginya tidak ada alasan tepat untuk menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga orang. "Aku paham. Kamu memanfaatkan kesempatan ini untuk bawa istri orang dan tinggal di apartemen kamu!"


"Bukan seperti itu juga!"


Alvin lagi-lagi terjebak dalam ucapannya sendiri. Akhirnya ia memilih membawa Mila untuk duduk di kursi dan menceritakan kejadian sebenarnya. Tentang awal pertemuan sampai hal yang menyebabkan Daniza mengalami pendarahan. Alvin juga menceritakan tentang Daniza yang merupakan cinta pertamanya.


Awalnya, Dokter Mila sempat ragu. Namun, ia paham betul bagaimana Alvin. Ia adalah seorang lelaki apa adanya yang jarang bisa berbohong.


"Sebagai sesama wanita, aku ikut prihatin dengan apa yang terjadi kepada Daniza," ucap Mila pada akhirnya.


"Semua tidak mudah bagi Daniza. Dia kehilangan segalanya di saat bersamaan. Suami, harta, dan anaknya. Daniza sempat mau bunuh diri saat itu. Makanya aku seposesif ini sama dia. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Daniz."


"Kamu secinta itu sama dia?"

__ADS_1


Alvin mengangguk, membuat pikiran Mila melayang. Tidak banyak laki-laki seperti Alvin yang begitu memperjuangkan cintanya. Mila sampai merasa iri dengan keberuntungan Daniza. Seandainya laki-laki yang dicintai Mila memiliki hati seperti Alvin, mungkin ia akan sangat bahagia.


"Kamu tenang saja. Sakit Daniza itu sebenarnya ...." Ucapan Mila menggantung. Ia kembali terkekeh mengingat betapa konyolnya kejadian sakit perut di kamar tadi. Sebagai seorang dokter, tentu saja ia tahu mana pasien yang benar-benar sakit dan tidak. Daniza berpura-pura sakit perut dan berhasil membuat Alvin kalang kabut.


"Sebenarnya apa? Kamu menyembunyikan sesuatu dari aku?" tanya Alvin. Kali ini tatapannya penuh tekanan.


"Bukan!" seru Mila gemas. "Obat sakit perut Daniza itu hanya bisa kamu dapatkan di KUA. Makanya cepat daftar!"


Dokter Mila lantas menyematkan tali tas ke bahu, lalu bangkit. Lebih baik segera pergi dan memberi waktu bagi dua orang yang tengah dilanda badai cinta ini.


Alvin yang kinerja otaknya sedang mengalami penurunan akibat panik itu hanya melongo. "Memang KUA jualan obat sakit perut?"


Alvin baru paham dengan maksud Mila. Namun, seketika suram di wajahnya kembali terlihat. Bagaimana mungkin bisa mendaftar ke KUA, sementara Daniza sendiri memintanya untuk menjauh.


"Daniza tidak mau sama aku, Mil. Dia masih cinta sama mantan suaminya yang brengsek itu," ucapnya sedikit putus asa.


Mila berdecak pelan. Sepertinya ia harus menjelaskan kepada Alvin tentang apa yang ia temukan tadi. "Kalau dia tidak cinta sama kamu, dia tidak akan pura-pura sakit perut untuk dapat perhatian dari kamu."

__ADS_1


"Kamu mau menuduh Daniz pura-pura sakit perut?"


Menghembuskan napas panjang, Mila menatap murka Alvin. "Terserah! Kalau mau tahu buktikan saja sendiri. Kamu pura-pura cuek dan lihat seperti apa reaksi Daniza."


Alvin terdiam. Tiba-tiba jantungnya berdetak cepat. Jika benar yang dikatakan Mila, mungkin Alvin akan menjadi makhluk paling bahagia di dunia. Tidak akan ada lagi drama gorong-gorong dalam hidupnya.


"Sudahlah, aku pulang dulu, ya. Temani Daniza di sini. Dia pasti lebih butuh kamu dibanding obat. Tapi resep yang tadi aku kasih kamu tebus dulu."


"Aku antar ke depan, ya," tawar Alvin.


"Tidak usah. Aku bisa sendiri. Kamu temani Daniza saja, aku takut perutnya semakin sakit kalau kamu meninggalkan dia."


"Sekalian aku juga mau keluar beli obatnya."


Baru saja pintu terbuka, sudah terlihat Eric berdiri kokoh di sana. Wajah cantik dokter itu seketika menjadi merah.


"Kamu?" tanya Eric sedikit terkejut melihat Mila di sana.

__ADS_1


****


__ADS_2