
Restoran Senja.
"Maaf, kami sedikit terlambat." Suara Krishna mengagetkan Reza yang tengah sibuk dengan ponselnya, dia sedang menunggu kedatangan mereka.
Pria casanova itu mengangkat wajah, dan langsung menyimpan ponsel di saku jasnya. "Tidak papa, santai saja. Aku ngerti kesibukan seorang Krishna Putra Yudistira." Candanya. Kemudian melempar senyum pada Ayura. "Hai Ay, apa kabar..?" Sapanya ramah.
"Kabar baik Pak."
Tapi kemudian alisnya terangkat sebelah melihat seorang gadis yang sedang berdiri disamping kiri Krishna.
"Dia Yua, teman ku" Tau kebingungan Reza ,Krishna lalu memperkenalkan Yua. Tapi bukannya menjadi paham, pria itu kembali bingung, bahkan kini keningnya yang terlipat halus. Bukan tak mungkin, dia hany bingung saja, sejak kapan seorang Krishna memiliki teman cewek.
Kini pandangannya malah teralih ke gadis disamping kanan Krishna yang tak lain dan tak bukan adalah sekretaris sekaligus pacar pria tersebut.
Ayura yang menyadari sedang ditatap hanya bisa mengedik kedua bahunya, dia bahkan dengan cuek memilih duduk, dan mengabaikan ketiga orang itu yang masih berdiri.
Krishna sendiri mengerti kebingungan Reza, tapi dia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, karena baginya itu tak penting , bukan sesuatu yang harus diceritakan.
"Apa kita akan melakukan rapat hanya dengan berdiri...?" Sindir Krishna membuat Reza tersentak, pria itu kemudian terkekeh.
"Hehehe, maaf. Silahkan duduk. Silahkan duduk nona Yua."
"Tidak. Dia akan duduk dimeja sebelah." Ini bukan suara Ayura ya, itu suara Krishna karena gadis itu memilih menulikan telinganya, membiarkan Krishn sendiri yang mengurus gadisnya.
"Kak..Apa aku ngak bisa bergabung disini. Aku janji tidak akan mengganggu rapat kalian." Pinta Yua dengan menghiba.
Krish tak tega melihat rengekan Yua, tapi dia juga harus profesional, ada perasaan Ayura yang harus dia jaga dan Reza selaku partner bisnis nya, dia tidak ingin dicap tak profesional.
Diliriknya Ayura yang hanya diam, berniat meminta tolong pada kekasih hatinya yang setiap hari semakin dingin padanya untuk mengatasi Yua.
Tapi Ayura terlihat sangat cuek, bukankah tadi dia sendiri yang meminta Yua untuk ikut. Tapi lihatlah dia terkesan tak mau tahu dan melepas tanggung jawab kepadanya.
Krishna masih bingung melihat Yua masih berdiri dengan tatapan memohon. Sedangkan Ayura memilih sibuk dengan berkas berkas yang ada ditangan nya, pura pura sibuk lebih tepatnya.
Reza sendiri dibuat bingung dengan ketiga tamunya.Tatapan bingungnya berpindah dari Krishna, Ayura dan Yua. Karena belum ada yang memutuskan dimana Yua akan duduk hingga membuat pria itu membuka suara.
"Tidak papa Krish, biar Yua disini saja. Lagian dia sudah janji, dia tidak akan mengganggu kita 'kan. Bukan begitu Ay...?"
Ayura yang diajak ngobrol hanya mengedik bahunya. " Aku dan Pak Krishna hanya merasa tidak enak dengan Bapak, tapi kalau menurut Bapak tidak papa, maka bagiku tidak masalah, mau dia duduk dimana, tidak mengganggu ku sama sekali. Karena aku tidak akan terganggu dengan hal hal sepeleh disekitarku. Karena bagiku tak penting." Ucapan pedas Ayura membuat Reza sedikit tersentak, Krishna sendiri menghela nafas kasar sedangkan Yua sendiri menahan geram dengan mengepalkan kedua tangannya dibawah meja.
Rapat dimulai dengan lancar, seperti janjinya, Yua hanya diam, memilih menyibukkan diri dengan gawainya, tapi sesekali dia menatap penuh damba pada Krishna yang terlihat sangat berwibawa membuat ketampanannya berkali kali lipat saat melihat pria itu sedang serius dalam bekerja.
Dan satu yang harus dia akui, ternyata Ayura juga tidak kalah keren, melihat pembawaanya yang serius dan begitu cerdas dengan segala ide idennya yang membuat Reza dan Krishna menatapnya penuh kagum. Dan itu berhasil membuat dia benar-benar emosi.
Rapat mereka dijalani dengan santai karena memang pembawaan Reza yang humoris hingga bisa mencairkan suasana yang sedikit kaku antara Ayura dan Krishna. Dan dia bisa menebak hubungan keduanya tidak baik-baik saja.
Ayura sendiri lebih banyak berinteraksi dengan Reza, keduanya begitu nyambung dan saling melempar candaan. Dan itu semuah karena Reza sendiri yang sengaja mengajak Ayura becanda.
Rapat telah selesai dan mereka kini tengah menunggu makanan yang sudah dipesan Ayura untuk mereka semuah. Karena dia yang tahu menu menu andalan restoran ini hingga Krishna menyerahkan smeuahnya padanya, termasuk menu untuk Yua.
"Bagaiamana dengan hubungan kalian..? Aku rasa kalian sedng ada masalah, atau jangan jangan kalian sudah putus..?" Tanya Reza, membunuh rasa penasarannya.
Ayura yang sempat kaget memilih bungkam dan membiarkan Krishna yang menjawabnya.
"Ck! Apa yang kau tanyakan, jelas saja hubungan kami baik baik saja. Iya kan sayang..?" Ujar Krishna sembari menggenggam tangan Ayura diatas meja. Senyum nya pun terkembang sempurna.
Ayura kaget menatap Krishna, dia pun terpaksa membalas senyuman Krishna.
__ADS_1
Sebenarnya dia ingin sekali menarik tangannya tapi setelah diingat ingat, bukankah ini bagus untuk memanas manasi Yua, agar gadis itu tahu dimana tempatnya.
"Syukurlah, karena aku kira kalian sudah putus karena adanya orang ketiga." Canda bermakna sindiran mampu membuat Krishna menyorotnya tajam. Pria itu hanya bisa terkekeh.
"Wah, kelihatan Pak Reza dan Ayura terlihat sangat akrab ya, aku jadi penasaran seperi apa hubungan kalian, apa kalian pernah pacaran..?" Tanya Yua membuka suara setelah diam dari tadi. Dia bermaksud ingin memprovokasi hubungan Krishna dan Ayura.
"Hahaha, ya ampun, kamu polos banget nona Yua." Entah lucu dari mana pertanyaan Yua, tapi yang jelas Reza tergelak kencang dengan pertanyaannya. Perasaan interaksi dia dan Ayura biasa biasa saja, tapi sepertinya gadis ini salah sangka atau mungkin ada maksud lain dari ucapnnya.
"Iya, dia memang sepolos itu. Melihat seorang pria yang baik dan perhatian pada wanita dia akan langsung berpikir kalau pria itu menyukai wanita itu. Dan seperti yang anda lihat, dia langsung berpikir kita memiliki hubungan hanya karena kita nyambung dan tertawa bersama. Lucu bukan..?"Sindir Ayura.
Ayura lalu menatap Yua. "Jangan membuka suara kalau kamu tidak tahu kebenarannya. Ini sebagai pembelajaran buat kamu. Jangan langsung berasumsi dan berpikir Pria itu menyukai mu atau mengklaim pria itu milik mu, hanya karena dia baik dan perhatian pada mu. Jangan membangun harapan atau impian kalau kau sendiri yang akan terluka bila mendapat kenyataannya." Sarkas Ayura bermuat sindiran.
"Apa maksud mu." Pekik Yua tak terima.
"Ay, apa yang kau katakan." Krishna pun tak kalah memekik.
Ayura sendiri hanya tersenyum mengejek, tak ingin menanggapi pekikan Yua dan krishna.
"Kenapa kamu begitu membenci ku, apa salahku pada mu.?"
"Hei, kata siapa aku membenci mu. Aku hanya mengingat kan kamu agar tidak pernah berpikir yang aneh aneh tentang aku dan Pak Reza, itu saja kok." Elak Ayura dengan cuek.
"Kamu menyidir ku 'kan..?"
"Kamu merasa tersindir..?" Balas Ayura dengan tampang tanpa dosa.
"Kau.."
"Yua.." Teriak Krishna dengan suara dalam. Dia tak ingin perdebatan unfaedah ini berlanjut. Reza sendiri memilih menjadi penonton, sepertinya ada drama cinta segitiga disini.
"Aku ketoilet dulu." Pamit Yua pada akhirnya.
"Nggak, usah aku bisa sendiri kak."
🍒 🍒 🍒
Makanan telah disajikan, ke empat orang itu menikmati dalam diam. Lewat lima belas menit keadaan menjadi sedikit tegang, saat tiba-tiba Yua terlihat memegang lehernya dengan nafas tersendat. Wajahnya berubah memerah, dan lengang tanganya timbul bintik bintik merah.
"Yua, kau kenapa..?" Tanya Ayura panik, langsung berdiri disamping Yua.
Bukannya menjawab, gadis itu malah menyorotnya tajam. "Sepertinya aku alergi makanan. Apa yang kau campur pada makanan ku Ayura."
"A..apa maksud mu..? Emang apa yang aku lakukan...?"
"Ada apa..?" Tanya Krishna ikut panik, begitu juga Reza telah berdiri disamping Yua
"Sepertinya dia sudah mencampur sesuatu kemakanan ku Krish. Dia ingin membunuhku" Tuding Yua dengan penuh emosi, Krishna kaget, sontak menarik tubuh Ayura yang berada disamping Yua dengan sedikit kasar..
"Ay, apa yang kau lakukan..?" Melihat kondisi Yua yang terlihat parah, membuat Krishna menaikan nada suaranya.
"Aku tidak melakukan apa apa Krish, aku hanya memesan makanan untuknya, dan itupun dia setuju tadi, salahku dimana..?"
"Ta..."
"Sudah Krish, Jangan terus berdebat. Kita harus membawanya kerumah sakit. Keadaan nya tidak baik baik aja."
Krishna yang ingin membantah Ucapan Ayura pun tak jadi, apa yang dikatakan reza adalah benar. Tak ingin membuang waktu Krishna langsung menggendong tubuh Yua, dia yang panik bercampur sedikit emosi pada Ayura hingga saat hendak berbalik tubuh kokohnya sedikit membentur tubuh Ayura hingga gadis itu pun terhuyung kebelakang, untung ada Reza yang sigap menangkap tubuh Ayura hingga gadis itu tak sempat terjembak kelantai.
__ADS_1
"Kau tidak papa..?" Tanya Reza melihat wajah Ayura yang begitu sendu.
Mendapat tuduhan Krishna, dan sedikit perlakuan kasar pria itu membuat hatinya seperti dicabik cabik. Dia tidak baik baik saja.
"Aku antar Pulang ya."
"Tidak Pak, aku harus menyusul mereka kerumah sakit." Dia harus melihat keadaan Yua, sekaligus membuktikan pada Krishna dan Yua kalau bukan dia penyebab alerginya Yua.
"Baiklah, ayo aku antar."
Didalam mobil Ayura terlihat sedikit gelisah dan cemas. "Kamu jangan kuatir, aku akan meminta asisten ku untuk menyelidiki tentang makanan itu. Kita tidak tahu dia alergi apa, mungkin nanti Dokter bisa menjelaskan. Aku juga akan meminta asisten ku untuk mengantar sisa makanan yang dimakan Yua tadi kerumah sakit, agar dicek nanti sama dokternya." Seloroh Reza mencoba menenangkan Ayura, dia juga merasa sedikit kesal pada Krishna karena sudah membenatak dan menuding Ayura tanpa membuktikan dulu kejadian yang sebenarnya.
Bagaimana pun dia masih menyimpan rasa untuk Ayura, melihat wanita yang masih dicintai sampai saat ini dituduh dan dicurigai dia takkan tinggal diam.
"Makasih banyak Pak."
Bunyi derap kaki Ayura dan Reza menggema disepanjang koridor rumah sakit. Tampak Krishna tengah bicara dengan seorang Dokter yang baru keluar dari sebuah ruangan.
"Nona Yua terkena alergi udang. Apa dia baru saja mengkonsumsi udang..?"
"Kami baru saja habis makan dok, dan aku tidak tahu yang dia makan tadi mengandung udang atau tidak. Tapi seperti yang kulihat tidak ada udang dalam makannanya." Jelas Krishna.
"Mungkin saja makannan yang dia makan mengandung bubuk atau sesuatu yang mengandung udang dalam jumlah banyak hingga dia beraksi dengan cepat dan separah ini. Tapi Syukurlah kau cepat membawanya kesini hingga kami bisa segera mengatasinya. Kami sudah memberinya obat, setelah sadar dia bisa langsung dibawah pulang."
Ayura dan Reza mendekat, saat Dokter sudah melangkah pergi.
"Bagaiaman keadaan Yua Krish, apa dia baik-baik saja.?" Tanya Ayura penuh kuatir.
"Puas kamu sekarang Ay..? Setelah merendahkan dan menghinanya sekarang kau malah ingin membunuhnya." Tudih Krishna dengan begitu emosi.
"Krish apa yang kau katakan..?" Tanya Ayura penuh kecewa.
Krishna terlihat mencebik. "Yua adalah gadis yang baik, tak pernah sekalipun dia menjelek jelekan mu, dia bahkan sering memberi ku semangat untuk tetap bersabar dengan sikap dingin dan cuek mu selama ini."
Ayura menggeleng tak terima, tampak matanya berkaca kaca.
"Tapi apa ini balasan mu, aku diam saat kamu sering menuduhku mengacuhkan mu dan lebih memperhatikan dia, aku kira itu hanya lah bentuk cemburu mu pada ku. Tapi kali ini kau sudah keterlaluan, aku tidak menyangka bisa menjalin hubungan dengan perempuan jahat seperti mu."
Deg...
'Perempuan seperti mu..?' Ayura tak percaya dengan semuah ucapan Krishna. Air mata yang sengaja ditahannya sedari tadi luruh sudah. Krishna meragukannya dan lebih percaya pada manusia bunglon itu.
"Buang air mata buaya mu, dan pergi dari sini." Usir Krishna dengan menekan setiap kalimatnya. Telunjuk tanganya terarah kedepan mengusir Ayura dengan tidak terhormat.
"Krish apa yang kau lakukan. Jangan kasar begitu, kita belum tahu kejadian yang sebenarnya" Ucap Reza mencoba menenangkan.
Tapi bukannya menenangkan, malah semakin membangkitkan amarah pria itu.
"Pergi kalian berdua. Aku bisa saja mencurigai kalau kalian yang sudah bersekongkol untuk membunuh Yua."
"Krish.." Pekik Ayura dengan deraian air mata.
" Kau..." Reza yang juga dicurigai tak tinggal diam, pria itu pun marah, hendak melayangkan bogem mentah itu tapi langsung dihalang oleh Ayura.
"Pak.." Ayura menggeleng. "Jangan buat keributan disini. Mari kita pulang."
"Ku pastikan kau akan menyesal karena telah menuduh Ayura yang bukan bukan." Krishna mencebik mendengar amarah Reza.
__ADS_1
Tanpa sepatah kata pun Ayura melangkah pergi meninggalkan Reza yang tertinggal jauh dibelakang, karena pria itu masih berdebat dengan Krishna, Ayura tak mendengarnya lagi karena saat ini dia ingin cepat cepat pergi.