
Hari ini hari yang melelahkan untuk semuah karyawan desain, kesibukan mereka dalam menyiapkan segala keperluan untuk fashoin show minggu depan membuat mereka hampir tak ada waktu hanya untuk sekedar bersay halo dengan yang lain. Masing-masing dengan tugasnya, apa lagi kini ada sang atasan yang terjun langsung mengawasi.
Ayura juga terlihat sangat sibuk selain membantu para model mengepas busana yang mereka gunakan nanti gadis itu pun disibukan dengan tingkah Krishna yang ingin selalu diperhatikan dan tak mau lepas darinya.
"Siapa yang merancang busana jelek ini, ini kebesaran dan aku nggak suka" Celah seorang model papan atas dengan suara yang melengking hingga membuat atensi semuah orang teralihkan.
"Maaf Nona Angel, tapi ini busana sesuai dengan ukuran tubuh anda. Dan busana ini yang sudah paling terkecil." Ucap salah seorang kru bagian tata busana.
"Tau apa kamu dengan ukuran ku ha..?" Bantah Angel tajam membuat nyali kru itu sedikit menciut. Ya, model yang berteriak tadi adalah Angel, saudara tiri Ayura.
"Aku bilang aku nggak suka dan aku mau ganti, titik. Pergi dan panggil perancangnya untuk menghadap ku cepat." Teriak Angel lagi.
"Nona Angel, bisah nggak sih anda bersikap sopan layak nya seorang model papan atas yang sering anda tunjukan didepan layar kaca..?" Serang Putri tak terima dengan kelakuan Angel yang selalu saja membuat ulah dan cari gara gara.
Bagi semuah karyawan mereka sudah khatam dengan kelakuan minus gadis itu, yang selalu bertingkah dan bertindak sesuka hati dan tanpa perasaan menghina semuah orang.
Dia merasa dirinya istimewa disini karena hubungannya dengan Abimanyu, membanggakan diri kalau dirinya adalah teman masa kecil sang atasan dan tanpa malu memamerkan kesemuah orang kalau dirinya adalah calon tunangan Abimanyu membuat semuah orang bungkam dan hanya bisa mengelus dada dengan semuah tingkah sombongnya.
Tentu saja semuah tingkahnya tanpa sepengetahuan Abimanyu.
Keadaan kacau diluar membuat atensi Ayura teralihkan. Gadis itu lalu hendak mengecek keadaan diluar tapi seperti biasa Krishna selalu mencegahnya dan kali ini pun begitu.
"Mau kemana Ay..?" Tanya Krishna melihat Ayura yang hendak pergi.
"Aku mau mengecek keadaan diluar Krish, sepertinya ada masalah"
" Sudah ada orang yang mengatasinya Ay."
"Tapi Krish.. " Ucapan Ayura tertahan dengan tatapan tajam Krishna kepada nya.
Tiba tiba dari luar seorang kru masuk dengan tergesa gesa dan memberi tahukan kalau sedang ada masalah diluar, seorang model yang komplain dengan busananya, membuat Ayura tanpa pikir lagi langsung melangkah keluar membuat Krishna mendecih kesal.
"Ada apa..?" Tanya Ayura saat sudah ada dalam kerumunan.
"Nona Angel nggak mau dengan busananya Ay, katanya kebesaran." Jelas seorang kru yang tadi dibentak Angel.
Tatapan Ayura langsung tertuju pada gadis ramping dengan body tinggi dan sintal itu. "Ada apa Ngel..?"
Ucapan Ayura tanpa embel embel Nona kepada Angel membuat semuah orang kaget dan terperangah. Karena semuah orang tau model sombong itu sangat gila hormat.
Dan bagaimana bisa seorang Ayura hanya memanggilnya dengan nama saja, malah di singkat jadi Njel lagi. Mereka tidak tahu saja kalau sebenarnya Angel dan Ayura adalah saudara tiri.
"Cih! Jadi kamu desainer nya..? Pantas saja busananya nggak pas di tubuhku, amatiran." Sarkas Angel merendahkan Ayura.
Ayura menghela nafas kasar. "Iya! Dan ada masalah apa dengan busana mu..?" Tau siapa yang dihadapinya, Ayura mencoba bersabar meredam emosinya.
"Kamu tanya ada masalah apa..? Kamu tau nggak kalau busana ini kebesaran. Dan aku mau dikecilkan lagi. Kamu kira ini lomba emak emak komples hingga kamu menyuruh ku memakai gaun kebesaran seperti daster ini..? Umpat Angel
" Ini ukurannya sudah pas di tubuh mu, Ngel. Kalau dikecilkan lagi, nantinya kamu nggak bisa bergerak dengan bebas di catwalk nanti" Jelas Ayura sabar.
__ADS_1
Terkadang model juga sering bertingkah seperti anak kecil yang susah diatur dan ada ada saja maunya, membuat desainer sekaligus kru yang terlibat harus memiliki ekstra sabar untuk menghadapi nya, yah seperti si Angel ini.
Ayura menarik nafas kasar, dia harus banyak banyak bersabar menghadapi sikap sombong saudara tirinya ini, karena diyakininya saat ini Angel hanya ingin mencari gara gara dengannya, membuat dia malu, menghancurkan cita cita dan kerja kerasnya selama ini. Memang itulah tujuan gadis ini dari dulu.
Dari dulu, dia tidak pernah membiarkan Ayura bersinar sedikitpun, baginya hanya dialah yang pantas dan Ayura, No!
"Aku nggak mau tau, aku nggak pas dengan ukurannya dan aku minta dikecilkan." Tekan Angel lagi sembari melemparkan gaun itu ke wajah Ayura.
"Baiklah, cari saja busana yang lain yang pas untuk mu, dan untuk busana ini biar model yang lain yang mengenakannya" Ucap Ayura pada akhirnya.
Cukup batas kesabarannya untuk gadis ini, dari semuah model hanya Angel lah yang memiliki tubuh lebih ramping, dan untuk busana ini juga dirancang khusus untuknya kalau mau dikecilkan siapa yang akan mengenakannya nanti.
"Kamu... " Pekik Angel geram, mendengar Ayura yang mengabaikannya, dengan kesal dia mendorong tubuh Ayura hingga terhuyung kebelakang, dan sepasang tangan kokoh dengan sigap menahan tubuh mungil gadis itu sehingga tidak terjembak kelantai.
"Angell... Apa yang kau lakukan..?" Teriak Krishna penuh emosi.
Melihat Ayura yang tidak balik dan mendengar suara ribut diluar membuat kakinya melangkah keluar dan berapa terkejutnya saat melihat Angel mendorong tubuh Ayura dengan kuat.
Dengan cepat dia lalu menahan tubuh gadis itu. Beruntung dia cepat kalau tidak bisa dipastikan pinggang atau tubuh Ayura bisa terbentur hebat di tiang ruang itu.
Emosi pria itu membuncah, giginya sampai gemeretak menahan kekesalannya. Selama ini dia hanya mendengar dari Adam akan sikap kasar Angel dan Mamanya terhadap Ayura dan hari ini dia menyaksikan sendiri bagaimana gadis yang tengah mengisi hati nya dijahatin oleh nya.
Dari arah belakang, munculah bebrapa orang saat mendengar adanya keributan, apalagi suara Krishna yang menggelegar menarik atensi semuah orang tak terkecuali Abimanyu.
"Ada apa ini..?" Tanya Abi dengan raut tak terbaca.
Dia belum mengetahui apa yang terjadi tapi melihat Ayura masih dalam pelukan Krishna membuat hatinya tercubit tapi dia mencoba menetralkan suasana hati nya.
"Ada apa...? Kenapa pada diam..?" Tanya Abi dingin membuat suasana menjadi sedikit tegang. "Ayura..?" Pria itu mengalihkan pertanyaan pada Ayura, karena dari penglihatannya dan dari raut Ayura dipastikan gadis itu baru saja dapat perundungan dari Angel.
Buru buru gadis itu melepaskan rengkuha Krishna dari pundaknya. "Tidak ada apa apa Pak, hanya kesalah pahaman saja." Tak ingin kejadian ini berlarut larut, Ayura memilih menutup kejadian yang sesungguhnya.
Dan ucapan Ayura membuat semuah orang mendelik khususnya Krishnan, pria itu malah melirik tajam kearahnya..
Sedangkan Angel, gadis itu merasakan bersyukur Ayura tidak menceritakan yang sesungguhnya. Dengan senyum sinis, dia merasa berada diatas angin.
Dan Apa gadis itu akan berterima kasih pada Ayura..? Ohh Tentu saja tidak, hati dan pikiran nya sudah berkarat dendam, bagaimana bisa berubah baik hanya dengan satu kebaikan Ayura.
"Kalau begitu semuahnya bubar dan kembali bekerja" Interupsi Abi membubarkan kerumunan itu.
Ayura yang sudah berbalik dengan busana yang dilempar Angel tadi menjadi terhenti kala gadis jahat itu berseru dengan tidak tahu malunya. "Hei! Kembali kan busana ku"
Dengan senyum smrik Ayura menghampiri nya dan berbicara lantang. " Bukankah tadi kamu bilang busananya kekecilan.. ? Jadi untuk apa kamu memintanya lagi..?" Sarkas Ayura "Cari busana yang lain yang kamu rasa pas untuk ukuran tubuh indah mu ini, dari pada kamu memakai daster ini, entar kamu terlihat seperti emak emak komples. " Sindir Ayura tajam langsung menancap kehati tembus ke jantung. dan langsung berlalu meninggalkan Angel dengan kekesalannya sembari menghentakan kedua kakinya.
Dari dua arah yang berlawanan terlihat dua pria tampan tersenyum senang melihat gadis yang menurut mereka lemah malah bertindak dengan elegan menghempaskan lawan. Keep calm.
Kukira cupu ternyata suhu.
*
__ADS_1
*
*
Hari sudah beranjak malam. Jarum jam pendek telah menunjuk angka 8 lewat, kegiatan hari ini juga sudah diberhentikan beberapa menit yang lalu.
Masih terlihat beberapa orang tengah merapikan ruangan itu, ada juga yang tengah meregangkan otot otot syaraf yang kendur karena dipaksa bekerja seharian. Tak terkecuali Ayura, gadis itupun tengah duduk di sebuah kursi, mencoba memegang tengkuknya sambil digerakan pelan kekiri dan kekanan.
"Cape yah non..? Nih buat kamu" Putri menyodorkan sebotol air mineral.
"Makasih Put." Tersenyum senang sekiranya dia masih dikelilingi orang orang yang baik "Belum pulang Put..?" Tanya gadis itu
Putri menggeleng. "Lagi nunggu Nanda."
"Eh mana tuh anak..?" Tanya Ayura
"Tuh!" Tunjuk Putri pada gadis yang tengah melangkah kearah mereka.
Nanda tersenyum kearah keduanya "Hai! Pulang yuk!" Ajak gadis itu. "Ay! nebeng nggak..?" Tawarnya
"Mau dong! mumpung gratisan" Canda Ayura membuat Nanda memeberunggut tapi selanjutnya ketiga nya tertawa bersama.
Tapi tiba tiba satu sura bariton menghentikan tawa mereka.
"Biar aku yang antar, Ay! " Ujar Krishna dari arah belakang.
"Tapi Krish, aku sudah janjian ama Nanda dan Putri." Bantah Ayura tak Terima.
Dia memang ingin sekali menghabiskan sedikit waktunya bersama kedua teman baik nya, kesibukannya beberapa hari ini membuat mereka jarang berkumpul dan bercanda bersama.
"Put, Nan, nggak papa kan aku pinjam Ayura nya..?" Nada permintaannya begitu lembut tapi tersirat suatu keharusan kata 'iya' dan bukan 'tidak'.
"Ahh iya iya, nggak papa kok." Jawab Nanda sungkan. " Lain kaki aja ya Ay, kamu nebeng gratisnya." Canda Nanda sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Yah uda Ay, kami duluan ya." Tau keinginan Krishna, Putri buru buru pamit.
Ayura melihat kepergian keduanya dengan senyum yang dipaksakan dan melambai lesu. Seharian dia bersama Abi dan Krishna dengan situasi yang menegangkan dan melelahkan, harapan nya kali ini dia bisa satu mobil bersama kedua teman gesreknya agar bisah mengembalikan moodnya, tapi malah terjebak lagi dengan Krishna, pria yang diyakininya akan merecokinya dalam perjalanan pulang
"Kita makan dulu ya, Ay!" Ajak Krishna bernada perintah.
"Apa nggak bisa langsung pulang ya..?" Pinta gadis itu lesu
"Ini udah jam makan Ay, apa kamu nggak lapar..? Kalaupun kamu nggak lapar, temanin aku makan ya..?"
"Cih! Selalu saja gitu, maksa" Kesal Ayura dengan mengerucut tajam bibir nya. Krishna malah tersenyum senang.
Saat keduanya sudah berada di loby, datanglah Adam dengan nafas ngos ngosan. "Maaf Tuan, ada masalah!" Ucap pria itu sambil berusaha menetralkan deruh nafasnya.
Pandangan Krishna langsung beralih, alis sebelahnya terangkat, pria itu tak bersuara, tapi dapat dipahami Adam, kalau Bosnya ingin mengetahui apa yang ingin disampaikan selanjutnya.
__ADS_1
Adam lalu melangkah ke sampingnya membisikan sesuatu yang membuat keningnya terlipat tebal. Kedua tangan pria terkepal kuat mendengar apa yang baru saja dibisikan oleh asistennya itu.
"Kurang ajar! Siapa yang melakukan itu..?" Geram Krishna emosi.