Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Wanita Seksi.


__ADS_3

Ayura menurunin tangga dengan sedikit enggan, melihat Krishna yang langsung bangkit dari duduknya saat melihat dirinya turun dari tangga, menatap kearahnya dengan tatapan multi arti.


Ayura langsung menuju ruang tamu karena disana ada Papanya dan Mama tirinya juga yang tengah menemani Krishna.


"Kamu sudah datang nak..?" Ujar Bramantyo melihat Ayura telah berdiri disamping. "Kalau begitu, ajak nak Krishna kita sarapan bersama."


Tapi Ucapan Bramantyo langsung disela Krishna. "Maaf Om, tapi aku ingin ajak Ayura sarapan diluar." Ada hal penting yang ingin dijelaskan Krishna pada gadis itu. Sekalian meminta maaf karena merasa telah membuat Ayura kecewa.


Kalau berada dirumah ini, dia rasa sedikit canggung dan risih, apalagi melihat Ayura yang tak pernah meliriknya sedari tadi.


"Tapi..." Suara Ayura menggantung diudara. Bramantyo sudah memotongnya.


"Pergilah nak! Nak Krishna sudah menunggu mu dari tadi." Ucap Bramantyo lembut. Ayura menghela nafas pelan. Pasrah


"Baiklah! Kalau begitu aku pamit." Ayura lalu menyalim takzim tangan kedua orang tuanya.


Tapi saat menyalim Ibu sambungnya, Ucapan Amara membuat gadis itu tertegun "Hati hati nak!" Ucap wanita paruh baya itu pelan,tapi Ayura bisa mendengarnya.


Tiga kata itu membuat Ayura tertegun. apalagi pada kata ' Nak..?' Ayura langsung mendongak. Ada perasaan hangat mengalir direlung hatinya. Walaupun kemudian Amara membuang muka saat Ayura menatapnya, tapi entah mengapa Ayura merasa ada makna yang berbeda dari Ucapnya itu. Makna yang berbeda dengan biasa yang wanita itu ucapkan saat dulu, yaitu hanya sebuah kamuflase untuk berakting didepan suaminya.


Sedangkan disebelah tiang tak jauh dari tempat Ayura dan yang lain berkumpul, tampak Angel tengah bersidekap dengan bibir tersungging senyum tipis.


Lain Ayura, lain pula Krishna, pria itu menanggapi perlakuan Amara dan Angel dengan sesuatu pandang yang berbeda. Pria itu mengepal kuat kedua tangannya, merasa kebencian dari kedua wanita itu pada kekasihnya.


* * * * *


Krishna terburu buru membukukan pintu mobil untuk Ayura. Ayura hanya bisa mendengus kesal.


Didalam mobil pun, dia hanya diam dan memilih memalingkan wajah menatap kesamping kaca jendela.


Krishna menyadari nya tapi dia memilih diam.


"Kita keman Tuan..?" Tanya Adam membuka obrolan.


"Langsung kekantor, dan segera pesanan kami sarapan pagi." Titah Krishna. Kemudian dia menoleh lada Ayura. "Tidak papa kan kita makan dikantor..?" Tanya Krishna.


Merasa Krishna sedang bertanya padanya, Ayura langsung menoleh. "Untuk apa bertanya pendapat ku kalau kau sudah memutuskan nya..?" Tanya Ayura dingin


Deg!

__ADS_1


Krishna menelan saliva nya dengan berat. "Ay.. Aku mohon jangan begitu ketus pada ku. Aku tahu kau marah, aku akan menjelaskan semuahnya di kantor nanti.Tapi sekarang kumohon jangan mengacuhkan ku." Pinta Krishna menghiba sembari menarik tangan Ayura dan mencoba menggenggamnya.


Tapi sebelum tangan itu benar-benar digenggam, Ayura menariknya dengan kasar. Gadis itu meradang dan langsung menyemburkan amarahnya yang sudah ditahan sedari tadi.


"Kamu bilang aku mengacuhkan mu..?" Pekiknya dengan mata melotot tajam. "Kamu yang sudah mengacuhkan ku Krish. Kamu yang mengabaikan ku dan sibuk dengan urusan mu, sibuk dengan wanita wanita mu. Jangan memutar balikan fakta, sekan akan kamu yang tersakiti tapi disini akulah yang kau sakiti Krish." Ayura kemudian tertawa mengejek.


"Kamu mana tahu dengan hati ku, kamu nggak peka Krish, karena yang ada dipikirin mu hanyalah kerja, kerja dan kerja. Kamu mengabaikan ku, menjadikan ku seperti patung pajangan dalam ruangan mu"


"Ay..Aku mohon jangan bilang begitu, aku tidak bermaksud mengabaikan mu.Aku juga tidak memgacuhkan mu, sungguh. Aku punya alasan untuk itu dan akan kejelasan nanti dikantor. Tapi aku mohon jangan marah marah pada ku."


Ayura mendemgus dan langsung kembali membuang muka.


"Ay..!" Lirihnya kembali mencoba menggenggam tangan Ayura yang tadi sempat ditepisnya. Tapi tetap saja kali ini pun gadis itu kembali menepis tangan Krishna.


"Lepaskan tangan ku!"


Grebb!


Setelah tangannya ditepis, Krishna tak kehabisan akal. Dia lalu mendekap tubuh Ayura. Gadi itu kaget dan langsung berontak dalam dekapan Krishna. Tapi Krishna malah mengeratkan pelukan.


"Krishna apa yang kau lakukan...? Lepaskan nggak..?" Ayura mendelik penuh kesal


"Nggak..Nggak mau aku!" Krishna menggeleng dalam dekapannya.


"Biarin.."


Ayura menghela nafas kasar. "Lepaskan sekarang atau aku akan semakin membenci mu." Dan ancaman Ayura membuat pria itu takut Dan seketika melepaskan pelukan.


Setelah pelukan terlepas. Ayura mengatur deruh nafasnya yang menderu karena menahan emosi. Krishn seperinya belum rela hingga berniat memeluk Ayura lagi tapi sorotan tajam dari Ayura membuat dia mematung seketika. Akhirnya pria itu hanya bisa nyengir, tersenyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya.


* * * * *


Setelah memasuki ruangan kantor. Krishna lalu memilih duduk disofa, sembari memijit pelipisnya, kepalanya memang sedikit pusing sedari tadi tapi dia mencoba menahannya.


Diliriknya kotak bekal makanan milik Ayura yang teronggak diatas meja. "Apa ini Ay..? Tanyanya pada Ayura yang sedang sibuk merapikan meja kerjanya yang memang masih berantakan semenjak ditinggal pergi kemarin. Sambil menunggu sarapan mereka datang.


Ayura melirik kearah Krishna. Hatinya yang sedikit membaik mendadak panas melihat kotak bekal makanan yang sedang dipegang Krishna.


"Itu bekal makanan yang kemarin kamu minta." Belum juga Ayura melanjutkan ucapannya, dilihatnya Krishna telah membuka tutup kotak bekal itu.

__ADS_1


"Kok masih utuh..?" Krishna memang benar-benar seperti sedang menyiram bensin dihati Ayura yang sedang terbakar dari tadi. Hingga semburan api yang sempat mengecil kembali berkobar .


"Ya iyalah, orang yang pesan dibuatkan nggak mau memakannya." Dan Ucapan sarkatis Ayura membuat Krishna tidak bisa menelan salivanya dengan benar.


Ayura lalu mengambil kotak bekal ditangan Krsihna. Krishna sempat menolaknya. "Kenapa kau mempertahankan kotak bekal itu, apa kau mau memakan nasi basi itu..?" Tanya Ayura dengan emosi. Dan anggukan Krishna dengan tampang memelas membuat Ayura membelalak. "Jangna cari penyakit kamu."


Ayura lalu membuang isu kotak bekal itu kedalam tong sampah, dan untuk kesekian kalinya nasi gorengan hasil maskannya berakhir di tong sampah.


Krishna dapat melihat raut kekecewaan diwajah Ayura. Dia hanya pasrah menatap nanar kearah Ayura.


Tak berselang Adam masuk membawa sarapan mereka. Ayura bergegas mengambil papper bag dari tangan Adam. "Mari Dam, biar kita sarapan bersama!" Ajak Ayura ramah.


"Terimakasih nona, aku sudsh sarapan tadi." Tolaknya ramah, dan langsung berlalu sebelum sorotan tajam mata Krishna mencabik cabik jantungnya.


Ayura tengah menata sarapan diatas meja ,ketika pintu dibuka dengan kasar, munculah seorang wanita seksi di ikuti Adam dibelakngnya.


"Maaf Tuan, aku sudah mencegahnya tapi wanita ini menerobos masuk dengan paksa." Jelas Adam dengan ekspresi takut karena Krishna sedang menyorotnya dengan begitu tajam dengan rahang yang mengeras.


"Krish, asisten mu ini sudah keterlaluan, dia tidak mengijinkan akau untuk masuk." Rengak wanita itu dengan manja.


Ayura kaget dengan kemunculan wanita itu secara tiba-tiba ditambah suara wanita seksi itu yang mendayu dayu. Ayura memandang Krishna kemudian wanita itu secara bergantian, terdengar helaan nafas kesal gadis itu.


"Krish.." Rengek gadis itu masih mempertahankan intonasi mendayunya sembari mendekati Krishna.


Ayura hanya diam menonton drama yang sedang di mainkan wanita ini dengan kekasihnya dengan tatapan datarnya.


Dia ingin melihat sejauh mana Krishna akan bertindak dengan wanita nakal ini.


"Wahh, ada maknanya ya, apa kamu mempersiapkan untuk kita...?" Tanpa malu wanita itu lalu mengambil duduk dihadapan Krishna, dimana tempat itu dipersiapkan Ayura untuk dirinya menemani Krishna sarapan bersama.


Melihat ulah si wanita yang dianggap nya seperti ular keket, ditambah Krishna yang masih diam tanpa suara tanpa gerak membuat dirinya kesal dan emosi berlipat ganda.


Belum juga dia memaafkan nya Krishna sudah kembali membuatnya terluka dan kecewa.


Dengan keras Ayura membanting sendok yang berada ditangannya keatas meja, hingga menimbulkan suara yang begitu keras.


Krishna, Adam dan wanita seksi itu terlonjak kaget, dan parahnya bokong wanita seksi itu sampai terangkat saking kagetnya.


"Iya, ini sarapan memang disiapkan untuk kalian berdua. Pak Krishna lah yang menyuruh untuk mempersiapkan untuk mu Nyonya." Sarkas Ayura tajam dan langsung berlalu.

__ADS_1


Belum juga rasa sakit yang dia alami karena perbuatan nya, kini Krishna kembali menyiram air garam diatas lukanya, perih, sesak dan sakit menyerang bersamaan.


Dan dari pada terus terus menyaksikan kemesraan mereka mendingan dia pergi saja.


__ADS_2