
"Astaga! Bukankah ini kalung Ayura..? Tapi kenapa ada dibawah meja.?" Pekik Nanda, membuat Krishna langsung mendongakan kepalanya.
Netra elangnya langsung menangkap kilatan cahaya dari kalung berlian yang dipegang Nanda, matanya menyipit melihat benda berkilau itu, otaknya sedang berpikir, seperti pernah melihat kalung itu tapi dimana..? Hingga otak pintarnya menyadari sesuatu.
Sesaat nafasnya seakan berhenti berdetak, matanya pun membulat sempurna, kalung itu...ya kalung itu...Bukankah ...?
Berbagai pertanyaan bermunculah di benaknya. "Kau menumakan dimana kalung itu.?" Tanyanya dengan suara tercekat setelah diam untuk beberapa saat.
"Dibawah kolom meja Pak. Kalung ini milik Ayura, tapi mengapa ada dibawah kolom meja..?" Tanya Nanda santai tanpa mengetahui raut wajah Krishna yang sudah berubah pias. Pria itu bahkan kini sudah berdiri saking terkejutnya.
"Ka..kamu bilang apa.? Kalung siapa yang kau maksud ha..?" Tubuhnya bahkan kini terasa seperti jeli, lemah tak bertenaga, dengan kedua telapak tangannya mencoba menopang pada meja untuk menahan bobot tubuhnya yang seperti akan merosot kebawa.
Nanda yang sedari tadi hanya fokus menatap kalung itu kini atensi nya teralihkan mendengar nada bicara Krishna yang terbata. Tapi kemudian gadis itu pun terbelalak melihat ekspresi Krishna yang menegang dengan wajah pias.
'Ada apa dengan Pak Krishna.? Kenapa wajahnya jadi tegang dan pias begitu.?' Walaupun dia sedikit bingung dengan ekspresi Krishna tapi Nanda kemudian menguasai dirinya.
"Maksud ku kalung ini milik Ayura, Pak." Jawab Nanda dengan sedikit bingung.
"Tau dari mana kamu kalung ini milik Ayura.?" Walaupun dirinya masih shock tapi Krishna berusaha untuk tenang.
"Aku tau ini milik Ayura, karena aku sendiri yang memakaikannya saat berada dirumahnya bersama Putri waktu itu Pak. Putri juga tahu itu."
Yang dipikir Nanda saat ini adalah, mungkin Krishna juga tahu harga kalung ini, makanya dia terlihat shock saat mengetahui Ayura memiliki kalung mahal ini.
Tapi gadis itu tidak tahu kalau pria yang merupakan atasannya itu adalah pemilik sesungguhnya dari kalung ini.
Tanpa menunggu lagi Krishna langsung menghubungi Adam. "Kau dimana sekarang..? Panggil Putri keruanganku. SEKARANG!" Interupsi Krishna.
Dan tak berselang Putri pun masuk, sedangkan kalung itu masih dipegang Nanda, Krishna sendiri belum sanggup menyentuh kalung itu, banyak yang ingin dia pastikan sebelum benar-benar mengambil kalung yang dicarinya selama ini beserta pemiliknya.
"Selamat siang Pak, apa Bapak memanggil ku.?" Sapa Putri dengan ramah, kemudian berjalan menghampiri Nanda, gadis itu masih terlihat bingung, mencoba tersenyum ramah pada Krishna, tapi kemudian menaikan sebelah alisnya pada Nanda, bertanya sebanrnay ada apa..?
"Apa kamu tahu kalung siapa yang sedang dipegang teman kamu itu.?" Tanya Krishna, membuat Putri langsung melirik kalung yang sedang dipegang Nanda dengan sedikit mengangkat nya.
"Lah kalung itu kan milik Ayura, kenapa ada sama kamu..?" Jawab Putri, kemudian balik bertanya pada Nanda
"Kamu yakin.?" Tegas Krishna, membuat Putri langsung mengangguk cepat, dia juga bahkan langsung mengambil kalung itu dari tangan Nanda.
"Iya Pak. Nanda sendiri yang menemukannya dilaci dirumah Ayura , Nanda juga yang memakaikannya waktu itu, Iya kan Nand..?" Liriknya pada Nanda, dan dianggukin gadis itu dengan pelan.
__ADS_1
"Oh iya, didalam liontin ini juga ada foto Ayura dan teman masa kecilnya, Pak." Putri langsung membuka liontin itu, dengan senyum lebar dia memperlihatkan foto itu pada Krishna, tapi kemudian mata gadis itu membola sempurna kala menyadari foto pria kecil itu.
Buru buru dia kembali melihat foto pria kecil itu, dan melihat Krishna secara bergantian, kini rahang yang terbuka sempurna.
"Astaga!!! Bukankah foto anak ini adalah Bapak..?" Kini suara gadis itu yang tercekat. Saat dirumah Ayura, dia merasa familiar dengan wajah anak kecil ini, tapi dia lupa melihatnya dimana. Tapi sekarang dia baru ingat, kalau foto anak itu adalah Krishna.
Karena foto Krishna waktu kecil ini pernah ditayangkan disebuah stasiun televisi yang kala itu menyiarkan tentang kehidupan Krishna dan memperlihatkan semuah foto fotonya saat kecil sampai dia menjadi artis ,dan salah satu fotonya adalah yang berada di dalam liontin ini. Dia bahkan juga menyimpan foto masa kecilnya Krishna diponselnya dan foto yang sama dalam liontin ini.
Dan ucapan Putri membuat Nanda pun ikut tertegun, Krishna sendiri langsung merampas kalung itu, dia bagkan langsung jatuh terduduk.
Kalau kalung ini milik Ayura, berarti Ayura lah gadis yang dicari ya selama ini, gadis yang sudah disakiti berkali-kali, gadis yang sudah dipacari terus sekarang juga sudah diputusin. Gadis itu ada disisinya selama ini, tapi bodohnya dia tidak mengenalinya sama sekali, dan malah sekarang dia dibodohin oleh gadis lain yang telah mengaku menjadi gadis yang dicarinya selam ini, dia benar-benar bodoh...
Mengingat semua itu membuat dadanya terasa sesak, hatinya sakit dan jantungnya bahkan terasa berhenti berdetak.
Dia benar-benar menyesal sekarang.. Hingga.."Aaaaaa..."
Dengan emosi Krishna menghempaskan semuah barang termasuk laptop mahalnya diatas meja hingga semuah benda itu jatuh berhamburan diatas lantai dengan bunyi yang nyaring.
Nanda dan Putri yang melihat itu dibuat kaget dan ketakutan, kedua nya spontan berpelukan melihat Krishna yang sedang mengamuk tanpa mereka tahu apa penyebabnya.
Adam sendiri mendengar keributan dari ruang kerja Tuannya langsung berlari masuk, dia kaget melihat semuah barang Krishna termasuk semuah berkas berkas berhamburan diatas lantai.
Sedangkan Krishna sendiri masih meraung, dan sekarang dia kembali menjatuhkan barang yang masih tersisa diatas meja,
Pyarr...
Bunyi nyaring vas bunga yang dihempaskan Krihna, tak puas sampai disitu, dia kemudian membanting kursi kerjanya, dan kembali meninju meja kerjanya beberapa kali hingga terlihat buku buku tangannya yang berdarah. Krishna menggila.
"Kalian keluarlah.. Dan ingat, jangan ceritakan apa pun diluar sana..Mengerti.?"
"I..iya Pak. Kami mengerti." Jawab kedua gadis itu serempak dan langsung berlari keluara.
Kini Adam mencoba menenangkan Tuannya, dia tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi, tapi melihat keadaan Krishna dengan emosi yang menyelingkup segenap jiwa dan raganya sudah bisa dipastikan sesuatu yang buruk telah terjadi
"Tuan, tenangkan diri mu." Ucap Adam langsung menahan kedua tangan Krishna yang hendak kembali meninju meja kerjanya. "Ada apa.? Apa yang terjadi.?" Krishna berhenti dari aksinya, tapi kemudian tubuhnya bergetar hebat.
"Aku sudah membuat kesalahan besar Dam, aku pria bodoh, aku sangat bodoh." Ujar Krishna penuh penyesalan. Netranya bahkan terlihat berembun. "Aku telah menyia nyiakan cinta ku, kekasihku dan gadis masa lalu ku, hanya untuk wanita jahat itu."
Seketika rahangnya mengeras dan kedua tangan yang masih berdarah mengepal dengan kuat, kala mengingat Yua palsu, gadis yang telah menipunya habis habisan, bahkan gara gara dia hubungan nya dengan Ayura memburuk akhir akhir ini.
__ADS_1
Adam kemudian menarik kursi yang tadi dibanting Krishna, kemudian menduduki pria itu. "Tenangkan dirimu dulu Krish, sebenarnya Ada apa..?" Tanya Adam dalam mode teman. Melihat Krishna yang sedang terpuruk hebat, membuat Adam harus menempatkan diri sebagai sahabat dan teman sekarang.
Wajah Krishna berubah sendu "Ternyata Ayura adalah gadis yang aku cari selam ini Dam."
"Ha..?" Beo Adam dengan begitu terkejut. "Kenapa bisa begitu.? Maksud ku darimana kamu tahu.?" Terlau kaget membuat Adam pun berbicara dengan sedikit berantakan.
Kkrishna kemudian memperlihatkan kalung itu. "Ini kalung yang aku berikan pada Yua dulu, dan ternyata selama ini kalung ini ada bersama Ayura, Dam." Sesal Krishna dengan menjatuhkan air mata penyesalan. "Aku membuat kesalahan besar, Ayura telah pergi dengan hati yang hancur dan penuh luka, dan itu semuah salahku. Salah ku karena terlalu percaya pada wanita ja*ang itu." Dan seketika rahangnya kembali mengetat saat mengingat Yua palsu.
"Dam.."Panggila Krishna dengan begitu diingin dan datar. Adam tahu arti dari nada Krishna.
"Iya Tuan." Jawab Adam dengan mode kerja. Karena sekarang dia tahu Krishna akan menugaskan dia sebuah pekerjaan.
"Aman kan ja*ang itu. Sekap dia digudang bawah tanah, dan pastikan dia hidup sampai aku kembali nanti. Ada hal penting yang ingin aku urus sekarang." Pria itu kemudian menyeringai iblis. "Dia terlalu berani untuk mengajak ku bermin main, dan aku akan menunjukkan padanya nanti cara bermain yang mengasyikkan menurutku, hingga dia sadar dan tahu kalau dia sudah salah mencari teman bermain."
🍒🍒🍒
Krishna telah mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, dia hendak mendatangi kediaman gadis yang sudah dilukai dengan begitu hebat, dia ingin bertemu dan meminta maaf pada Ayura.
Walaupun nanti Ayura marah atau mau menghukum nya, dia akan terima. Walaupun nanti dia berlutut dihadapan Ayura sekalipun tak apa, asalkan Ayura mau memaafkannya.
Saat mobilnya terparkir dihalaman rumah Ayura, dia langsung berlari kedalam rumah. Dan ternyata didalam dia disambut oleh Amara, ada perasaan bersalah pada dirinya saat kedatangannya disambut oleh wanita yang sudah dipermalukan itu.
Walaupun terlihat datar dan dingin tidak papa, seenggaknya wanita itu tidak mengusir atau bersikap judes padanya.
"Ada apa Krish, kenapa kemari..?" Tanya Amara menyambu kedatangan Krishna.
"Aku ingin bertemu dengan Ayura, apa dia ada..?"
Alis wanita senja itu terangkat. "Lah, bukannya Ayura dikantor ya..? Soalnya dia nggak ada disini, belum pulang juga."Jawab Amara dengan sedikit bingung.
"Aku mohon Tante, jangan berbohong pada ku, aku ingin bertemu dengan nya." Ucap Krishna dengan sedikit menyolot, membuat Amara menjadi kesal.
"Apa maksud mu denganku berbohong..? Aku mengatakan yang sebenarnya." Kesal Amara dengan nada sedikit tinggi
"Ada apa ini...?" Seseorang menyeru dari arah belakang..
INI BABANG KRISHNA YA GAESS... SEMOGA CUCOK DENGAN EKSPETASI KALIAN....🥰🥰
__ADS_1